แชร์

Bab 43

ผู้เขียน: Cathy
"Apa yang terjadi pada anak malang ini? Apa dia bisu?" tanya Bi Salma, suaranya penuh kecemasan saat melihat tatapan kosong Abigail.

"Dia sedang sakit," jelasku. "Aku butuh bantuan Bibi untuk merawat dia, bantu dia kembali pulih. Besok aku jelaskan semuanya, tapi untuk sekarang, aku cuma butuh orang yang benar-benar bisa aku percaya."

Aku menunduk, mengecup punggung tangan Abigail yang lemas, lalu membimbingnya turun dari mobil. Dia tidak melawan, tatapannya terpaku pada satu titik jauh seakan m
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Hani Rohani
Thor, how come there's no CCTV in such a magnificent house? ......
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 377

    Sudut Pandang Trinity:Ketika mendengar Dante mengucapkan kata-kata itu, aku langsung kehilangan semua gairahku.Siapa yang masih bisa menikmati suasana ketika kata-kata yang begitu menyakitkan dilontarkan di tengah momen intim seperti itu?Namun, aku memilih untuk membiarkannya.Aku menelan rasa sakit di dalam hati dan menahan semuanya saat dia terus mendominasiku.Dante seolah tidak pernah merasa puas. Aku sama sekali tidak tahu dari mana dia mendapatkan begitu banyak tenaga. Saat semuanya berakhir, aku sudah sangat kelelahan sampai tidak menyadari kapan aku tertidur.Aku terbangun dengan seluruh tubuh terasa sakit. Rasanya seperti baru saja dipukuli dari ujung kepala hingga ujung kaki. Perlahan, aku memaksa diri bangun dari tempat tidur.Dante sudah tidak ada di sampingku. Aku tak kuasa merasa kecewa. Sebagian diriku berharap dia masih berada di sana saat aku bangun.Meskipun tubuhku terasa sakit, aku memaksakan diri pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tubuhku terasa lengk

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 376

    Sudut Pandang Trinity:Meskipun kesal, aku tidak punya pilihan selain pergi ke dapur dan mulai memasak. Aku mengabaikan sindiran Mindy. Aku sudah sangat lelah dan tidak ingin membuang lebih banyak air mata.Tidak ada lagi orang di rumah yang bisa menyiapkan sarapan Dante karena dia sudah memecat semua pelayan.Aku membuka kulkas dan mencari sesuatu yang bisa dimasak. Aku melihat bacon dan sosis, lalu segera mengeluarkannya dan mulai menyiapkan sarapan.Ini adalah sarapan favorit Dante. Aku tahu dia pasti menyukainya.Aku sedang sibuk memasak ketika tiba-tiba melihat Dante masuk ke dapur. Aku hendak menyapanya, tetapi kemudian aku langsung terdiam.Mindy berjalan tepat di belakangnya. Dia memberiku senyuman mengejek. Pandanganku langsung tertuju pada bekas-bekas yang tersebar di lehernya.Jelas, mereka telah melakukannya.Dadaku terasa sesak karena rasa sakit. Mereka benar-benar tega bersikap seperti itu di rumah ini. Dante benar-benar sudah tidak menghormatiku lagi.Sakit. Sangat sakit

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 375

    Sudut Pandang Trinity:"Siapa yang memberimu izin untuk masuk ke kamarku?" bentak Dante sambil menarikku turun dari tempat tidur.Dia jauh lebih kuat dariku. Saat dia menyeretku pergi, tubuhku terasa seringan selembar kertas di tangannya. Aku menjerit kesakitan. Hatiku benar-benar hancur melihat sejauh apa hubungan kami telah berubah.Aku tidak pernah membayangkan kami akan berakhir seperti ini.Aku sudah menunggunya begitu lama. Pertama di rumah sakit, lalu di rumah. Namun sekarang, dia bahkan tidak mengizinkanku masuk ke kamar kami sendiri."Dante, tolonglah. Kasihani aku. Aku istrimu, wajar kalau aku berada di kamar kita," pintaku sambil menangis.Dia menatap tajam ke dalam mataku sebelum menjawab. "Kasihan? Apa kamu mengasihani anak di kandunganmu ketika kamu gagal menjaganya? Jangan pura-pura nggak bersalah di depanku."Aku tidak bisa menjawab. Tidak ada yang bisa membuatnya mau mendengarkanku."Kamu sudah mengecewakanku, Trinity. Mulai sekarang, hubungan kita sebagai suami istri

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 374

    Sudut Pandang Trinity:Dante tidak menjengukku di rumah sakit setelah pertengkaran kami. Dia membuatku merasa seolah aku sudah benar-benar tidak berguna baginya sekarang.Sakit rasanya memikirkan bahwa setelah semua momen bahagia yang kami lalui bersama, dia tiba-tiba berubah dalam semalam. Ternyata, kebaikan yang selama ini dia tunjukkan kepadaku ada batas waktunya. Dia berubah begitu cepat.Kehilangan anakku saja sudah cukup menyakitkan, tetapi cara Dante memperlakukanku jauh lebih menyakitkan. Dia membuatku merasa seolah aku sudah tidak memiliki nilai lagi baginya.Dia bahkan tidak menanyakan keadaanku. Sepertinya dia tidak mengerti bahwa dialah orang yang paling kubutuhkan saat ini.Jika kehilangan bayi kami membuatnya terluka, aku tentu jauh lebih terluka. Aku adalah ibunya. Aku sudah mengandung anak kami dan menyayangi anak itu sejak awal.Seandainya Dante tidak mengkhianatiku, mungkin kehamilanku tidak akan berada dalam bahaya.Namun, dia berbeda. Bukan menghiburku, dia malah me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 373

    Sudut Pandang Trinity:Aku segera kembali ke mobil. Aku tak mampu menghentikan air mata yang terus mengalir.Bahkan saat ini pun, aku masih tidak percaya Dante sudah mengkhianatiku setelah semua yang kulakukan demi membuat pernikahan kami bahagia.Aku tidak mengerti bagaimana seseorang yang selama ini begitu manis dan perhatian kepadaku masih bisa melirik wanita lain.Apa yang kurang dariku? Apa aku benar-benar tidak cukup baginya?Apa satu wanita saja memang tidak pernah cukup untuk Dante? Bukankah aku sudah memberinya yang selama ini sangat dia inginkan, seorang anak?Aku mengusap air mataku sebelum menyalakan mesin mobil. Meskipun pandanganku buram karena air mata, aku tetap mengemudikan mobil dan pergi.Sebenarnya, aku tidak tahu harus berbuat apa lagi. Rasa sakit di dadaku begitu tak tertahankan. Rasanya seluruh duniaku sudah runtuh setelah mengetahui apa yang baru saja kulihat.Aku memutuskan untuk pulang terlebih dahulu. Aku akan menunggu Dante karena kami harus bicara. Aku tida

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 372

    Sudut Pandang Trinity:Saat aku hendak berdiri dari sofa, Dante keluar dari kamar mandi. Keterkejutan di matanya terlihat jelas ketika dia melihatku."Trinity, apa yang kamu lakukan di sini?" tanyanya sambil cepat-cepat berjalan menghampiriku.Aku menatapnya. Hatiku langsung mencelos saat melihat bekas lipstik di lehernya serta pakaiannya yang berantakan.Aku segera mengusap air mataku sebelum mengalihkan perhatian kepada wanita yang baru saja keluar dari kamar mandi.Dia menatapku dengan senyum nakal. Wajahnya terasa tidak asing. Kalau aku tidak salah, dia adalah wanita yang pernah tidak sengaja kutabrak di restoran sebelum aku menikah dengan Dante.Kalau aku tidak sedang hamil, mungkin aku sudah menerjangnya dan menjambak rambutnya. Namun, aku tidak bisa. Aku tidak boleh mengambil risiko yang bisa membahayakan bayiku."Sejak kapan?" tanyaku kepada Dante dengan suara gemetar. "Sejak kapan kamu berselingkuh?"Tanganku mengepal, sementara air mata terus mengalir di pipiku."Jadi, kamu s

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status