Share

Bab 90

Penulis: Cathy
"Sopir akan mengantarmu ke apartemen. Kamu tinggal saja di sana dan istirahat. Kamu juga bisa menyuruh sopir mengantarmu ke rumah sakit kapan saja kamu mau. Aku berencana jagain Abigail terus di sini," kataku.

"Terima kasih. Kalau begitu, aku pergi dulu," jawabnya.

Aku hanya mengangguk. Sesaat kemudian, Nelly keluar dari ruangan. Aku kembali duduk di tepi tempat tidur. Tatapanku tertuju pada wajah Abigail.

Aku dan Liam sudah berkonsultasi dengan beberapa dokter yang ahli dalam penyakit leukemia.
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 283

    Sudut Pandang Orson:Aku sedang berenang di kolam, tenggelam dalam pikiranku sendiri. Beberapa bulan telah berlalu, tetapi luka di hatiku karena kehilangan Felicia masih belum sirna. Bahkan, sosoknya masih terus memenuhi pikiranku.Aku kira aku tidak akan pernah bisa bangkit dari kesedihan yang begitu dalam. Namun, karena Mama tidak pernah menyerah terhadapku, sekarang aku berada di sini, berusaha sebaik mungkin mengembalikan semuanya seperti semula dan memperbaiki hidupku.Untuk sementara, aku juga menghindari minuman keras. Dokter sudah berkali-kali memperingatkan bahwa jika aku terus menenggelamkan diri dalam alkohol, liverku akan menjadi organ pertama yang rusak. Aku bisa mati lebih cepat dan meninggalkan Mama serta Trinity dalam kesedihan.Mereka memohon agar aku memperbaiki hidupku. Mereka beberapa kali mengatakan bahwa dunia belum berakhir. Selama masih hidup, masih ada harapan dan masih ada kemungkinan aku bertemu lagi dengan Felicia.Ya, Felicia. Aku bertanya-tanya di mana dia

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 282

    Sudut Pandang Felicia:Sambil menopang perutku yang agak besar, aku perlahan menuruni tangga.Aku langsung melihat Dante dan temannya, Devon, yang sepertinya baru tiba dari Philvania. Mereka tampak sedang membicarakan sesuatu yang penting, jadi aku berdeham untuk menarik perhatian mereka."Oh, Felicia si bumil datang. Ingat Dokter Devon? Yang urus tes DNA yang ...."Aku tidak membiarkan Dante menyelesaikan ucapannya. Aku langsung menyelanya."Ya. Senang bertemu denganmu lagi, Dok," kataku sambil tersenyum kepada Devon.Dia tersenyum lebar sambil menatapku. "Jadi, kamu benar-benar ingin menetap di Nestergrand? Nggak ada rencana untuk kembali ke Philvania?" tanyanya sambil tersenyum.Aku duduk di sofa yang berseberangan dengannya sebelum menjawab, "Yah, bukan berarti aku nggak mau. Selama beberapa bulan tinggal di Nestergrand, aku tetap merasa tinggal di Philvania lebih menyenangkan.""Kalau begitu, apa ada kemungkinan kamu menerima tawaran kerja samaku? Aku dengar kamu juga berencana me

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 281

    Aku kembali memikirkan Orson.Entah kenapa, tiba-tiba aku merasa sedih. Sudah hampir dua bulan aku tidak bertemu dengannya, tetapi luka di hatiku masih terasa begitu sakit. Seberapa pun keras aku berusaha untuk tidak memikirkannya, aku tetap tidak mampu menghentikan pikiranku.Aku buru-buru mengumpulkan semua set perhiasan yang berserakan di tempat tidur, lalu menyimpannya di lemari perhiasan yang ada di klosetku.Mulai hari ini, aku harus membiasakan diri memakai perhiasan. Sayang sekali kalau semua itu hanya dibiarkan begitu saja di dalam lemari.Setelah semuanya tertata rapi, aku segera berganti pakaian yang hangat. Aku berencana berjalan-jalan di luar karena musim dingin mulai tiba di Nestergrand. Aku juga ingin menikmati tanaman-tanaman indah yang dirawat Ayah di sekitar rumah.Aku melewati dapur terlebih dahulu untuk melihat makanan dari Philvania yang tadi disebutkan Ayah. Semua makanan itu sudah tertata rapi di atas meja. Aku memeriksa setiap wadah, bahkan sampai menutup hidung

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 280

    Sudut Pandang Felicia:Hari-hari berlalu begitu cepat sampai aku tidak menyadari bahwa aku sudah mulai terbiasa dengan kehidupan baruku. Ayah kandungku sangat menyayangi dan memperhatikanku.Dia memberiku segala sesuatu yang menurutnya bisa membuatku bahagia. Dia bahkan menghujaniku dengan berbagai barang mewah yang sebenarnya tidak terlalu kusukai.Seperti yang terjadi sekarang. Aku melihat Ayah di kamarku. Dia baru saja meletakkan barang-barang yang dibelinya di atas tempat tidurku. Hadiah-hadiah terbaru darinya bernilai miliaran."Ayah, apa ini? Kenapa Ayah terus membelikan aku barang-barang? Aku mungkin cuma akan menyimpannya. Aku bahkan nggak pernah pakai barang-barang seperti ini," keluhku kepada Ayah.Aku baru saja keluar dari kamar mandi dan inilah yang kulihat. Seikat besar bunga mawar yang diletakkan di atas tempat tidur, dikelilingi kotak-kotak terbuka berisi perhiasan yang berkilauan.Setiap kali Ayah pergi dari rumah, aku selalu bisa menduga bahwa Ayah akan pulang membawa

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 279

    Sudut Pandang Orson:Sambil memegangi kepala yang berdenyut-denyut, aku perlahan bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling dengan bingung. Aku sudah dibaringkan di atas ranjang, dengan selang infus terpasang di tubuhku.Hal terakhir yang kuingat adalah aku pingsan karena terlalu banyak minum. Yah, itu bukan hal baru. Hampir setiap hari seperti itu. Aku akan langsung tertidur di mana pun aku berada setelah terlalu mabuk.Aku bahkan tidak tahu kenapa aku masih hidup. Rasanya tubuhku sekarang sudah dipenuhi alkohol. Aku tidak mengerti kenapa Tuhan masih menghukumku seperti ini.Berat badanku sudah turun drastis. Aku mengurung diri di kamar dan sama sekali tidak punya keinginan untuk berbicara dengan siapa pun.Marceline sudah beberapa kali mencoba berbicara denganku. Dia bilang ingin memperbaiki hubungan kami. Namun, aku mengabaikannya.Aku sudah tuli dan buta terhadap kekhawatiran mereka. Aku tidak peduli lagi dengan apa pun di sekitarku.Hati dan pikiranku hanya dipenuhi Felic

  • Ketika Cinta Ugal-Ugalan Itu Pergi   Bab 278

    Sudut Pandang Felicia:"Dasar anak nakal. Kenapa baru sekarang kamu membawa putriku kemari?" Kudengar Ayah membentak Dante setelah memelukku erat. Aku tak mampu menahan rasa bingung."Maksud Kakek apa?" tanya Dante yang jelas terkejut."Kamu kira Kakek nggak tahu apa yang selama ini kamu lakukan di Philvania? Kamu malah mengutamakan mengurus dokumen daripada memberi tahu Kakek kamu sudah menemukan putri Kakek satu-satunya!" bentaknya kepada Dante.Aku tidak bisa menahan diri untuk melirik Ayah. Meskipun sudah tua, sisa-sisa ketampanannya saat masih muda masih terlihat jelas. Tingginya juga sepertinya hampir sama denganku.Tidak salah lagi. Dia adalah ayahku. Warna mata kami sama."Maksud Kakek, Kakek tahu semua yang terjadi di Philvania? Kakek mengikuti semua gerak-gerikku?" tanya Dante dengan bingung."Kamu pikir Kakek bodoh? Dante, Kakek selalu selangkah lebih maju darimu. Kenapa butuh waktu selama itu untuk membawa Felicia kemari? Kalau sedikit lebih lama lagi, Kakek pasti sudah per

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status