로그인Jika ada orang yang hanya ingin mati dengan cepat maka Lani Pradipalah orangnya. Dia sudah muak dengan kehidupan yang dia jalani. Ibunya yang mati dengan mengenaskan tentu membuat luka yang amat dalam. Memiliki sosok ayah juga tidak terlalu membantu hidupnya menjadi lebih baik, karena ayahnya lebih senang untuk pulang ke rumah perempuan simpanan daripada menghabiskan waktu bersamanya. Setelah bertahun-tahun hidup seperti tanpa jiwa, hidupnya mulai berubah ketika bertemu saingan bisnis ayahnya, Nohan. Nohan memang menjadikan dia tawanan karena ayah Lani yang ingin mengakuisisi perusahaannya. Tapi Lani diperlakukan dengan baik. Akankah Lani yang sulit merasa bahagia akan dapat merasa bahagia kembali ? Akankah Lani dapat hidup dengan normal kembali ?
더 보기The rays of light seeps through my window, I groan, turning to the other side, not ready to wake up. But then, my alarm decided it's the right time to ring. Ugh! Just great.
Sighing. I reluctantly stood up from my bed. People wouldn't call this a bed. It's just a tattered foam mattress, but it's not like I have a choice. I went to my cupboard to pick up clothes to wear to school. Yes, I don't have money, I can't afford a tuition fee. I attend werewolf school, mainly the one from my pack. Their tuition fee is free, a rogue or not.
I don't own many clothes, so I settled down for a black tank top and washed jeans. Putting the said clothes aside, I went to the small adjoined bathroom to bathe.
Did my normal morning routine, wash my hair, body and brush my teeth. When I was done washing up, I took a towel from its hanger to dry myself. Coming out of the bathroom, on my way back to the room, I stopped by the mirror. I hate looking at myself, it reminds me how horrible my life is.
I look back at my reflection in the mirror. I hate what I see. My brown hair looks so out of place, the bags under my hazel eyes didn't go unnoticed. Not to forget, my bone wants to poke out of its place. I don't even have any thick flesh. Looking at my short lifeless body makes me wonder, ask myself a lot of what-ifs. Just what if…
Sigh. I wonder if my mate would want me when he sees how terrible I am. What if he rejects me?
'Calm down, Stacy. Don't go there yet, remember, be positive.'
My wolf, Star, said to me. Right, be positive, I told myself. I wonder what I would do without her, moving from one house to another, being on the streets at night. I'm so grateful to the moon goddess for giving me a mate like her, even when my life isn't the perfect one.
I became a rogue the moment I ran away from home. Everyone believes a rogue is someone who doesn't follow rules or does something unspeakable. No one will believe the other side of the story, a rouge is always a rogue. If a rogue tresspasses, the warriors of a pack kill them. Hence why I'm always on my best behaviour. I don't want to be treated like trash or get bullied so I avoided everyone, especially Alpha.
The alpha, I've been avoiding him like a thunderstorm, I don't want bad eyes at my angle, the ones I have are enough for me. With my jobs, I was able to save enough to put a roof under my head. I live in a human way, and also work there. That way, no one will know I'm a rogue. I can't live in the park, I need to avoid my parents at all costs. I do not think I'm ready for trouble.
My parents are family friends to the alpha and all. They also hold a high rank in the park. I wouldn't want to destroy what they have built. I'm not that wicked. So, I just decided to let peace reign.
I have a job though, one that gets me money for me to eat daily. I work as a waiter in a small diner. After school, I go there for my shift till close up.
Well, I hope today ends my suffering. I turned 18 today. At 18 a wolf gets to meet their mate. So today, I hope I get to meet mine and I wish he'll be good to me. So I'm looking forward to seeing him today, my mate.
I wore my clothes, took my backpack, keys and left the house. Not before locking it tho. I don't own anything good to steal, but it's better to be safe.
I walked down the road to the bus stop, when it stopped at my front. I got in. 15 minutes later, I got to school. I opened the front door, entering inside. "Good morning, Mrs. Adam." I greeted the front desk woman. Strange, she's the only one I talk and smile to in this school. She's nice.
"Stacy, morning. You seem happy today." She smiles.
"Yeah, it's my birthday." I told her, grinning my ears off. I moved closer to her and whispered the last part, "I'm gonna find my mate today."
She giggled, "good for you, kid. Strange to know you are not related to the Colin family."
I shrugged. This is a sore spot for me. I do not like talking about my family, they'd hurt me a lot of times. But what can I do? Once again, I'm helpless. "Strange to know I'm related to them." I grin.
She laughed, "have a great day kid."
She thinks I'm joking, I don't blame her. Anyone in her shoes will think the same thing. But what's bitter is that it's true. I sigh. Forming a smile on my face.
"You too, Mrs. Adam." I said, walking down the hallway to my locker. No matter how many times she says I should call her by her first name, for some strange reason. I can't.
I checked my schedule for the day when I got to my locker. I have math for the first period. Nice, I love math. Suitationship landed me in this and made me love calculating. How funny. I dropped all my unneeded books in my locker, taking my math and a novel. Putting them in my bag, a novel because I can't say for sure if class will be interesting. At least I won't be bored to death.
I jammed my locker and started walking down the hallway, going right and up the stairs to get to my math class. Then I smell him. I giggle like a 5 year-old kid who just got candy.
Decide to follow up the smell. And surprisingly it took me straight up to my math class. I stopped when I tracked down the smell, I smiled in victory. I raised my eyes to see who my beloved sweet handsome mate is. My eyes almost bulged out of their sockets when it landed on the last person I expected to see and the last person I would want to call my mate. It's him.
The Alpha.
“Ahhh...”Lani melihat pada Alec yang merintih kesakitan. Wajah Alec yang semula halus dan rupawan menjadi penuh lebam dan berdarah. Ia segera membawa Alec ke klinik universitas untuk mendapat pertolongan.Setelah diobati oleh perawat di sana, Lani mengajak Alec untuk berbincang.“Jadi, jelaskan padaku apa yang terjadi.”Alec membuang muka dengan sesekali meringis kesakitan sambil memegangi wajahnya.“Kalau aku bilang, apa kamu akan percaya padaku?”“Tentu, katakan saja.”Alec terlihat senang. Ia mulai memutar otak untuk memilih kata-kata dalam bercerita.“Oke, kalau begitu, dengarkan dengan baik...”Alec menundukkan kepalanya dan kemudian berbicara“Sebenarnya, tadi aku sempat berdebat dengan Nohan. Ia tiba-tiba datang untuk menjemputmu katanya. Aku sudah bilang kalau aku yang menjeputmu, tapi dia tidak mau mengalah. Jujur saja, aku tidak ingin dia
“Ahh.. yaa, tidak masalah... jangan minta maaf, kamu tidak bersalah sama sekali,”Lani merasa atmosfir disekitar mereka menjadi berat. Ia menjadi berpikir keras, karena Lim tiba-tiba berterima kasih dan meminta maaf.“Oh iya Lan, kemarin aku bertemu Alec.”Perkataan Lim membuat mata Lani melebar,“Lalu..?” tanya Lani ragu-ragu.Lim melirik sebentar ke arah Lani yang berjalan di sampingnya.“Dia yang membunuh Blacky”Kali ini Lani benar-benar kaget. Dia seketika menghentikan langkahnya “APA?!”“Dia memang sengaja membunuh kucingmu, karena itu niatnya sejak awal. Laki-laki gila,”“Tidak mungkin! Kalau dia yang membunuh kenapa dia memberitahuku kalau kucingku mati keracunan? Dia juga memberitahuku dimana kuburan Blacky...?”Lim menatap Lani serius “Lan... jujur saja, aku merasa kasihan denganmu. Aku tahu Alec menyukaimu. Tapi di
Lim hanya tersenyum nanar, “Biasa, ayahku memukuliku lagi,” katanya dengan enteng sambil menyendokkan dessert ke mulutnya. Seolah itu adalah hal yang ringan.Lani merasa nafsu makannya hilang.“Kali ini kenapa lagi?”Terdengan suara helaan napas yang dalam dari Lim “Aku membatalkan pertunangan kemarin lusa, jadi orangtuaku marah.”Perkataan Lim cukup mengejutkan Lani“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Lani dengan nada khawatir. Sejenak kemudian dia merutuki dirinya sendiri. Tentu saja Lim tak baik-baik saja. Dia habis dipukuli ayahnya!“Maaf.. maksudku... aku tahu kamu pasti sedang tidak baik-baik saja,”Lim tersenyum kecut “Haha.. santai saja. Rasanya memang tidak menyenangkan, tapi disisi lain aku merasa sedikit bebas. Ini pertama kalinya aku memutuskan sesuatu sendiri... maksudku, membatalkan pertunangan..”Lim melihat jam “Sudah jam sebelas, lebih b
“Bagaimana dengan kakakmu? Apa dia juga kamu beritahu rencanamu ini?”“Tidak, dia tidak peduli kalau itu tak menyangkut dirinya”Rupanya punya kakak atau tidak pun tak ada bedanya ya, pikir Lani.“Oh iya, kita besok ada jadwal kuliah ya?”“Ya,”“Katanya ada kafe baru di depan universitas, mau ke sana sehabis kelas?”“Baiklah,”Lim berjalan dari balkon menuju ruang tamu kecil di apartemennya Lani. “Blacky tertidur, mungkin karena panas dia jadi tiduran dilantai, padahal sudah aku bawakan tempat tidur di dekatnya. Kalungnya juga telah aku pakaikan. Cocok sekali!”“Terima kasih, kamu yakin uangya tak perlu aku ganti? Kamu membeli banyak barang loh,”Dengan mengibaskan tangan di depan wajahnya, Lim berkata “Tak perluuu, kan sudah aku bilang kalau Blacky itu seperti anakku sendiri,”“Kalau kamu mau ka
Ini pertama kalinya Nohan memasak untuk orang lain. Bulu matanya yang lentik mengikuti arah pandang mata Nohan terhadap perempuan yang sedang makan depannya. Suasana saat ini begitu tenang. Hanya terdengar dentingan alat makan.Ini normal, seperti suasana saat Ia makan dengan keluarganya di
“Jangan kembali, dan tetap tenang di sana. Aku akan berbaik hati padamu kali ini. Moodku sedang bagus.”Semakin berjalan mendekati taman, samar-samar terdengar suara Alec yang sedang berbincang dengan seseorang melalui ponsel menggunakan bahasa Inggris. Ia tidak menyadari kehadi
“Apa kamu sudah tidur?”Suara Nohan yang berat seperti suara khas pria terdengar merdu di telinga Lani.“Aku mau tidur, apa sudah selesai dengan pekerjaanmu?”“Belum, sekarang kami sedang beristirahat,”“Oooh.. Ka
“Aku tahu, tapi... tetap saja kan. Apa kamu tidak merasa jijik denganku?”Laki-laki beralis tebal itu menatap Lani. Ia sangat tampan. Matanya sangat jernih tertimpa sinar matahari sore.“Tidak! Sama sekali tidak! Aku menghargai orientasi seksualmu. Lagipula memangnya
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.