LOGINTernyata semua ruh pusaka Asta Aji memang saling berkaitan dan berkesanimbungan sehingga ketika disatukan, mereka akan menjadi kekuatan pusaka yang luar biasa yang sulit mencari tiada tandingannya.Andai saja Ruh Ghuhahala masih seperti semula, maka tidak sulit bagi Lintang dan si kucing hitam untuk mengalahkannya.Namun kini semua sudah terlambat dimana seluruh kekuatan ruh Ghuhahala telah menjadi milik Nawadurja.Sedangkan Ruh Ghuhahala sendiri telah lenyap entah kemana.Tidak ada yang tahu entah dia lenyap untuk selamanya atau terkurung di suatu tempat. Yang jelas, ruh Ghuhahala tidak lagi ada di Buana Bhusaloka.Lintang juga tidak bisa menyalahkan Jagat karena telah menyembunyikan rahasia. Dimana setiap mahluk yang bernyawa memang memiliki sisi terdalam yang tidak bisa diungkapkan kepada yang lain.Bisa karena rahasia itu menyangkut hidup mereka atau mungkin sesuatu yang lebih berbahaya, semisal perjanjian atau bencana di masa depan.Namun dari apa yang telah terjadi, Lintang kini
Apa yang Lintang gumamkan terdengar jelas oleh sang kucing hitam. Namun anehnya, kucing itu seakan tidak peduli.Bahkan pedang kebalikan milik Arga tidak lagi mengenali Lintang. Padahal jauh sebelum perang, mereka sudah saling mengenal satu sama lain.Alih-alih peduli pada apa yang Lintang tanyakan, sang Kucing hitam malah langsung melesat menyerang Nawadurja yang kini dikuasai oleh kekuatan asing yang tiada lain merupakan ruh senjata Asta Aji.Sang kucing mengaum menciptakan badai gelap yang amat kelam.Siurrrr!Badai gelap itu mirip sekali dengan jurus Rasatala milik Arga, namun jauh lebih kuat.Bahkan saking kuatnya badai tersebut, Nawadurja sampai menciptakan tameng berwujud setengah kubah yang tercipta dari batuan merah yang entah apa.Brak!Dua kekuatan maha besar saling bertemu, saling beradu hingga menciptakan lonjakan energi super dahsyat yang membuat seluruh semesta raya berguncang di penuhi kilat.Lintang terpundur beberapa ratus kilo, begitu pun dengan Galuh dan rombongann
Tangan kiri Nawadurja menarik tongkat semesta, sedangkan tangan kanan berusaha mendorong pedang supaya bisa menyentuh inti energi milik Lintang.Sebuah pemandangan pilu dimana terdapat dua mahluk yang tengah saling membunuh.Namun baik Lintang mau pun Nawadurja, keduanya sama-sama tidak mau menyerah.Kesalahan terbesar Nawadurja adalah memulai kembali jurus penghancuran di saat inti energi milik Lintang belum benar-benar dia dapatkan.Galuh, Kala Pati, Raja Mulu, Putri Shalya, Anjeli, Jinggo, Asgar, pangeran Arundia dan yang lain memang berhasil dia kunci.Tetapi Lintang sendiri yang merupakan inti dari jurusnya malah dibiarkan bebas, dalam artian bisa leluasa melawan.Padahal jika saja Nawadurja berfokus pada Lintang terlebih dahulu, maka Galuh dan yang lain juga akan dia dapatkan karena baik Galuh mau pun Dewa Kegelapan atau anggota kelompoknya, mereka sama-sama sudah tidak bisa lagi bertarung.Namun Nawadurja yang ingin segera menyelesaikan tugasnya malah mengambil langkah salah se
Di dalam kebingungan tak berdasar, samar-samar Lintang mendengar perkataan sosok mahluk bayangan kepada Nawadurja.“Di antara kehidupan dan kematian, terdapat 3 Jagat Raya,” ungkap mahluk itu.Dia menjelaskan tentang Jagat yang terbagi menjadi 3.Jagat Raya pertama bernama Bhursaloka, alam bawah tempat para mahluk fana tinggal, seperti manusia, iblis, dewa, dan mahluk-mahluk lain yang bisa mati.Sedangkan Jagat Raya kedua bernama Bhurvaloka, alam tengah antara Fana dan keabadian.Tidak diterangkan entah apa yang ada di dalamnya, yang jelas saat mendengarnya saja kepala Lintang langsung terasa amat sakit.Sementara Jagat Raya ketiga bernama Svarloka, alam kekekalan yang tidak ada satu pun mahluk mengetahui rahasianya.Dari apa yang bisa Lintang cerna, Jagat Raya pertama juga dijuluki sebagai Buanaloka yang berarti daratan besar.Namun bukan itu yang membuat Lintang penasaran, tetapi lebih kepada sosok mahluk bayangan yang sedang berbicara kepada Nawadurja. Dimana selain mengetahui bany
Wush! Trang! Trang! Trang! Trang!Pertarungan jarak dekat antara Lintang dan Nawadurja terus terjadi di ketinggian.Hal itu menyebabkan keretakan semesta Maniloka bertambah semakin besar.Bahkan semesta Raya sekali pun terus berguncang tiada henti, membuat beberapa alam mengalami pergeseran tempat.Semakin lama, Lintang terlihat semakin kewalahan.Sedangkan Nawadurja masih sangat prima seakan pertarungan sengit tidak berdampak apa-apa pada kondisi tubuhnya.Galuh, Kala Pati, Dewa Kegelapan bersama Asgar dan yang lain menonton cemas di kejauhan.Mereka sangat ingin membantu, namun kerusakan pada inti energi membuat semua orang tidak bisa berbuat apa-apa.Setiap kali Lintang terkena serangan, Putri Shalya, Anjeli, dan Mayang akan berjerit memanggil namanya.Sementara Galuh, pangeran Arundia, Jinggo dan yang lain mengepalkan tangan menahan amarah.Sedangkan Limo dan Samhu masih tidak sadarkan diri akibat luka yang dideritanya.Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain berharap Lintang ma
Asgar sangat tahu sifat Lintang.Meski sering membangkang dan paling membuat Lintang pusing, tetapi dia adalah kawan yang paling peduli dan paling mengerti perasaan Lintang.Sehingga tanpa berkata apa pun, Asgar langsung melilit tubuh Samhu dan Limo secara bersamaan.Kemudian setelah itu dia pergi menjauh sembari menyembunyikan air matanya.Baik Galuh, pangeran Arundia, mau pun yang lain. Mereka tidak mampu turut campur terhadap perselisihan itu.Semua ikut berlalu mengikuti Asgar, berusaha tetap tegar supaya tidak mengganggu pikiran Lintang.Padahal kesedihan yang paling menyakitkan itu adalah kesedihan yang tidak bersuara, tidak terlihat menunjukan sikap, tetapi rasa sakitnya akan abadi.Sama seperti Asgar, semua orang juga menyalahkan diri sendiri karena ketidak berdayaannya.Sedangkan Dewa Kegelapan tidak mau peduli, dia ikut kepada rombongan Galuh hanya karena tidak ingin mati saja oleh Nawadurja.Setelah kepergian Asgar dan rombongan Galuh, Lintang terlihat merenung menundukan w







