Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 110 Permintaan Devan

Share

Bab 110 Permintaan Devan

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-06-11 08:17:51

Devan masuk melewati pintu samping, dia mendengar suara sibuk Sarinten di dapur. Iseng-iseng Devan melihatnya ke sana, Sarinten kaget sekali ketika Devan sudah berada di sebelahnya tanpa terdengar suara langkah kaki. Devan menyentuh kedua sisi pinggang Sarinten mencium pipi kanannya tanpa permisi.

“Mas Devan, ngagetin.” Sarinten tersenyum lalu mematikan kompor dan memutar badan.

“Aku pengen Ten,” ujarnya langsung sambil menarik ujung daster Sarinten ke atas, Devan menunduk sampai berj
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 224 Melabuhkan hasrat saat Yuyun terlelap

    Yuyun melihat gorden yang belum ditutup, dia segera berjalan menuju ke jendela dan menutupnya. Tontonan menyenangkan dan menggairahkan sudah berakhir, Anto dengan malas merebahkan tubuhnya di atas kursi rotan panjang. Dalam benak Anto, Anto membayangkan Yuyun telanjang sedang tengkurap di atas tubuhnya yang terlentang seperti sekarang, liang intim Yuyun Anto masuki tongkat miliknya lalu bokong Yuyun bergerak turun naik dengan seksi sambil melumat bibir satu sama lain. Buah dada Yuyun yang bulat dan kencang menggesek lembut dada bidang Anto. Rintihan nikmat Yuyun menjadi alunan merdu dari aktivitas panas itu. Anto menatap ke arah langit-langit beranda sambil terus mengkhayal. *** Di dalam kamar, Yuyun sudah terlelap karena merasa lelah. Devan masuk ke dalam kamar setelah mematikan ponselnya. Melihat Yuyun tidur dengan pulas, Devan enggan mengganggu, Devan hanya rebah di sebelah Yuyun tanpa melakukan apa-apa. Sekitar pu

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 223 Menikmati pemandangan tubuh telanjang Yuyun

    Devan mendapati Yuyun sedang membantu Anto bangun dari atas lantai. Devan mendekati mereka berdua lalu menatap Yuyun yang sibuk memegang lengan Anto sementara Anto menatap wajah Devan tanpa rasa bersalah. "Kenapa ini?" Tanya Devan pada mereka berdua. Darto dan Amina hanya berdiri di ambang pintu ruang makan melihat Yuyun, Devan, dan Anto. Yuyun menoleh ke arah Devan. "Anto tergelincir pas mau kembali ke beranda," jawab Yuyun seraya melepaskan genggaman tangan kanannya dari lengan Anto. Devan melihat hidung Anto mengeluarkan darah, Anto hanya mengusapnya menggunakan punggung lengan kanannya tanpa mengatakan apa-apa pada Devan. Mana mungkin Anto menunjukkan kekagumannya pada Yuyun di depan Devan, bisa-bisa Devan marah dan langsung memukulinya. "Parah?" Tanya Devan sambil berkacak pinggang menatap darah di lubang hidung Anto. Yuyun hanya mengangkat bahu lalu berjalan ke dapur. "Nggak papa Den, nanti jug

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 222 Terpukau melihat seksinya menantu majikan

    Tidak ada tanda-tanda Darto dan Amina akan menyudahi permainan panas yang terus berlanjut. Yuyun sampai selesai menyantap makan malamnya terdengar suara langkah kaki dua orang dari arah ruang depan. Ternyata Anto dan Sarinten sedang berjalan menuju ke belakang."Permisi Neng, saya mau numpang ke kamar mandi sebentar," sapa Anto pada Yuyun. Yuyun sedang berdiri di dekat jendela dapur sambil menggenggam cangkir di tangan kanannya, dia hanya mengangguk tanpa menjawab sapaan Anto. Anto masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam dapur. Sarinten membereskan piring kotor yang tadi dipakai Yuyun lalu melihat makanan masih banyak yang belum disentuh. Ketika mencuci piring di dapur Sarinten menoleh ke arah Yuyun yang kini berdiri memunggungi menghadap ke luar jendela dapur. Sarinten ingin mengobrol dengan Yuyun menanyakan tentang Amina dan Darto apa mereka berdua sudah makan malam tapi niat tersebut segera dia urungkan lantaran merasa kondisi dan situasi saat ini sa

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 221 Tubuh Montok istriku

    "Aku belum ingin melakukannya, Pak," balas Amina sembari berusaha untuk menghindar dari serangan Darto. Darto sudah berhasil menekan ujung batang miliknya ke dalam dan juga meremasi kedua bukit kembar Amina. Sesekali Darto memilin-milin kedua puting Amina yang kencang. Darto melihat kedua kaki Amina mulai gemetaran, bibir Amina juga tampak sedang menahan desahan akibat ulahnya. "Eemhh, engh, mmh," desah Amina lirih seraya meremas handuk yang tadi digunakan untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Kedua tangan Amina memegangi sisi meja rias di depannya. "Basah Bu," bisik Darto sambil menatap reaksi Amina dari pantulan cermin di depan mereka berdua. Darto terus mendorong kejantanannya memasuki liang intim Amina, bokong Amina dipaksa menungging olehnya hingga seluruh tongkatnya bisa masuk ke dalam. "Akhh, Pak, ah, awh, aku belum ingin," tolak Amina lagi pada Darto. Amina yang tadinya menanggapi Darto dengan sikap dingin mulai mendesah nikmat.Darto tidak menyahu

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 220 Menantu yang manja

    "Pak, sudah ya?" Pinta Yuyun pada Darto. Tenaga Yuyun sudah terkuras sejak Darto melumat area intim Yuyun, Yuyun sudah mengeluarkan cairan kepuasan lebih dari sekali. Mendengar menantu cantiknya merengek sambil meremas-remas tengkuknya, Darto malah merasa senang dan mengukir senyum penuh gairah. "Baru juga sebentar Yun, masa mau udahan," sahutnya seraya menyibak bibir area intim Yuyun lalu menjilati dan melumatnya kembali. "Engh, awh, engggh, Pak, ooohhh, ohhh, sshhhh, aku nggak kuat, ooohh, nggghhhh," desah Yuyun sambil menggigit bibir bawahnya, kedua mata Yuyun yang sayu menatap ke bawah. Di sana Darto tidak mau berhenti menjilati area intim Yuyun yang sudah basah dan lumer karena terus dimainkan oleh bibir dan lidah Darto. "Sebentar, sluurpp, Yun cairanmu keluar lagi, kamu cantik sekali pas mengerang seperti ini," puji Darto sambil menelan cairan Yuyun yang masih meleleh turun dari area intim Yuyun. Setelah puas menghisap Darto

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 219 Kangen menantu

    *** Samsudin sedang berjalan sambil membawa gerobaknya menuju ke kandang lain, dari arah belakang Narti baru datang dengan kereta tabung susu kosong untuk diantarkan pada Susanti. Melihat punggung Samsudin pergi meninggalkan lokasi kandang di mana Susanti bekerja, Narti hanya mengernyitkan keningnya. "Apa mungkin Samsudin dan Susanti ada hubungan khusus? Kenapa Samsudin dari arah kandang jatah kerja Susanti?" Gumam Narti seraya mendorong keretanya menepi dari jalan setapak. "Kok sepi? Susanti ke mana? Kereta susunya masih di sini, itu juga gerobak pakan, apa ada pekerja lain?" Tanya Narti dalam hati. Sekitar beberapa menit kemudian terdengar suara langkah kaki dari celah-celah bangunan kandang menuju ke arah Narti. Narti sengaja menunggu di sana karena ingin tahu Susanti pergi bersama siapa. "Mbak Narti?" Panggil Susanti pada Narti. "Ini aku sudah ambilkan tabung kosong untuk kamu, yang ada isinya aku bawa ke

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status