Home / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 58 Hasrat Juminah

Share

Bab 58 Hasrat Juminah

Author: Jackie Boyz
last update publish date: 2026-04-24 10:05:58

Tiba di perempatan jalan, Anto duduk di atas dipan dalam pos penjaga.

“Mas mau pesan apa?” Tanya Wawan – penjual nasi.

“Es campur!” Sahut Anto sambil memajukan bibirnya.

“Aku nggak jual es campur Mas, adanya suma nasi goreng.”

“Laiya, sudah tahu kamu itu jual nasi, malah aku ditanya mau beli apa? Piye to kamu Wan?”

“Iya Mas, maklum Mas aku nggak gaul, kurang pengalaman.”

“Apa hubungannya pengalaman sama nasi goreng, Wan?” Tanya Anto,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 198 Takut ketahuan

    “Pak, cepat selesaikan,” ucap Yuyun pada Darto.“Kenapa malah buru-buru, aku masih pengen genjot pepek kamu Yun, aku masih pengen belum muncrat aku, oukhhh, pepekmu enak sekali Yun, oukhh, sssshhh Yun, ah, seksinya tubuh kamu,” puji Darto pada Yuyun.Yuyun menatap tubuh telanjang Darto yang kini tinggal di atas tubuhnya. Tubuh Darto bergerak aktif menyodok liang intim Yuyun. Yuyun hanya cemas kalau Devan tiba-tiba pulang ke rumah.“Pak, emh, oukhh, buruan selesaikan sekarang,” pinta Yuyun lagi seraya meremas-remas kedua bahu Darto.“Kenapa? Kamu masih marah sama aku? Huh? Uh, uh, ah, ah, Yun, aku pengen genjot terus sayang,” bisik Darto pada telinga Yuyun, Darto menekan paha Yuyun ke samping hingga terbuka lebar-lebar, dengaan begitu dia bisa menikmati selangkangan Yuyun sepuas hatinya.Yuyun merengek-rengek sambil kelojotan menggoyangkan bokongnya yang basah penuh keringat. Pukulan-pukulan organ intim mereka sangat berisik sekali sampai ranjang Yuyun ikut bergoy

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 197 Memerkosa menantu

    “Akh, ssh, oukh, ukh, Pak, ah, emh, akh, ssssh, oukhh, ukh, ukh, emh, ahhh, ssh, oukh,” racau Amina keenakan. Area intim Amina terus dimasuki oleh Darto. Hentakkan Darto sangat kasar hingga membuat alas ranjang empuk berderak-derak di lantai. Liang intim Amina menumpahkan cairan berulang kali, Darto terus menggenjot sisi basah tersebut dengan dorongan cepat. Amina terengah-engah menikmatinya.“Enak, hah? Sudah jangan alasan terus! Oukh, ah, ahhhh. Bu, oukhh, ah, ah, ah, ah,” racau Darto sambil terus menggenjot.“Pak oukhhh, aku muncrat oukhh, sshhh, oukhh, pepekku enak Pak, pengen keluar lagi, genjot terus, oukhh, umh, ahhh,” pinta Amina pada Darto sambil membuka bibir basahnya. Amina merem-melek menikmati sodokan Darto yang terus berlangsung.“Iya, oukhh, Bu, pepekmu makin basah, oukhh, punyaku seperti kesedot Bu, oukhh,” ujar Darto sambil terus menyodok liang intim Amina.“Bapak, aku mau muncrat lagi, ugghh, oukhh,” ujar Amina sambil menggoyangkan bokongnya ke kana

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 196 Seksinya tubuh menantuku

    “Iya, ah, Pak, aku, ouh, tapi,”Desahan Yuyun terhenti, Yuyun menatap ke sekitar, dia cemas kalau Amina tiba-tiba muncul dan menyela pada detik-detik saat hasrat Yuyun tiba di ubun-ubun. Darto melihat kecemasan terlukis jelas di wajah menantunya tersebut.“Tenang saja, nggak akan lama,” bujuknya sambil mulai memeluk kedua paha Yuyun, sementara Yuyun memegangi tengkuk Darto. Darto mulai menjilati sisi intim Yuyun, lidah pria itu naik-turun seperti lap basah yang terus menyapu lembut kacang Yuyun hingga ke bawah menggelitik liang intim Yuyun yang sudah basah karena mulai bernafsu.“Ssh, ah, oukhh, ssshhh, Paak, aahh, sshhh, oukhhh,” desah Yuyun sambil mengerjap nikmat.“Slurrp, ah. Yun, pepek kamu mulai berair, enak sekali Yun, gurih sekali, oukhh, aku makin gemas,” ujar Darto sambil terus menyapukan lidahnya semakin dalam Darto membuka satu paha Yuyun dan menekannya ke samping dengan begitu Darto bisa lebih leluasa menikmati selangkangan Yuyun.“Ummmhh, oukhh, Pak

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 195 Mendadak bergairah

    Begitu Sarinten pergi, Yuyun langsung mengintip ke dalam dan Yuyun melihat kedua kaki telanjang Amina menjuntai ke bawah meja, sementara Amina duduk di atas tepi meja kerja dengan tubuh telanjang bulat, Darto duduk berjongkok di depan Amina melahap selangkangan Amina dengan sangat buas, Yuyun melihat daging kacang kecil pada sisi intim Amina dilumat Darto lalu ditarik-tarik dengan bibir Darto hingga keluar dari bibir sisi intim Amina. Setiap kali Darto melakukan itu, Yuyun melihat cairan Amina ikut keluar dan membanjiri jemari Darto yang sedari tadi aktif mengocok dengan kocokan cepat.“Bapak, dia nafsu sekali, buah dada Mami sampai membulat dan kencang banget,” bisik Yuyun sambil menelan ludahnya sendiri. Yuyun bisa melihat puting Amina yang kini meruncing dan kencang ditambah bukit kenyal itu nampak membulat dan semakin besar dari ukuran normal.“Pak, oukhhhh, aku muncrat, oukhhhh, Pak enak sekali oukhhh, sshhhh, enghh, aahhhh,” desah Amina penuh kepuasan.Yuyun meliha

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 194 Mengintip Amina

    Setelah beberapa jam lamanya Rangga masih belum bersedia melepaskan Yuyun hari juga sudah gelap, Yuyun masih merintih di dalam lautan gairah yang diberikan Rangga. Berbagai posisi sudah dilakukan tapi sepertinya Rangga masih tetap tidak senang jika Yuyun tetap pulang ke rumah.Rangga membuat Yuyun menungging menghadap ke arah sandaran sofa sementara dirinya mendorong kejantanannya dari belakang punggung Yuyun. Rangga tetap bersemangat untuk terus membuat Yuyun memekik dan mendesah keenakan. Hari libur satu-satunya kesempatan Rangga untuk berbulan madu dengan Yuyun di rumah megah yang dia hadiahkan pada Yuyun.“Mas, oukh, oh, akh, sshhh, Mas, oukhh, Mas, nggak lelah? Oukhh, sudah berapa lama kita terus melakukannya, emh, akhh,” rengek Yuyun. Baju yang dikenakan Yuyun sudah sangat berantakan, padahal dia tadi sempat merapikannya tapi Rangga membuat kedua bukit kenyal pada dada Yuyun kembali keluar dan kini menjadi bahan remasan penuh gairah oleh Rangga. Setiap Rangga menusuk s

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 193 Tidak boleh pulang

    Sore itu setelah puas melakukan hubungan intim, Rangga hanya duduk-duduk di ruang tengah sambil memeluk bahu Yuyun. Keduanya tengah menonton tayangan televisi, di meja depan mereka berdua ada beberapa makanan cepat saji yang dibeli Rangga untuk makan siang mereka.Yuyun memegangi bungkus berisi camilan, sesekali dia menyuapi Rangga sambil terus menonton tv. Rangga terlihat sangat nyaman dengan kebersamaan mereka berdua dan sepertinya Rangga enggan kalau Yuyun meninggalkannya melihat dari cara Rangga memeluk bahu Yuyun saat ini.Yuyun tahu keengganan itu, jika dia langsung membahas pulang ke kediaman Devan, Rangga pasti akan menahannya untuk tetap tinggal di sana jadi Yuyun mencoba mencari alasan lain yang tidak membuat Rangga kesal padanya.“Mas,” ucap Yuyun sambil mengukir senyum termanis dari yang paling manis untuk ditunjukkan pada Rangga.“Kenapa? Kamu tidak melihat tayangan televisi sore ini begitu bagus? Aku suka alurnya, si bos menjadi pemilik wanita yang diin

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 1 Panasnya ibu tiriku

    Pagi-pagi sekali Sarinten menyiapkan sarapan untuk keluarga Darto. Janda berusia tiga puluh dua tahun beranak satu tersebut sudah enam bulan bekerja di kediaman Darto sejak diceraikan oleh suaminya.Darto memiliki istri sambung bernama Amina, wanita berusia empat puluh tahun pengelola empat toko pe

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 2 Layani aku

    Brak! Saking terburu-buru sampai terdengar gebrakan keras di pintu. Sarinten bersembunyi di belakang punggung Devan, wanita itu malah merangkul pinggang Devan.Yuyun mendengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali langsung berbalik dan mengetuk pintu kamar mandi. “Mas! Mas Devan di dalam? Burua

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 3 Istri Majikan yang menggoda

    Tak lama kemudian, Darto dan Amina berjalan bersama-sama menuju ke ruang makan. Seperti biasa Amina mengenakan baju terusan ketat sepanjang lutut. Kedua bahu jenjangnya tampil mulus karena baju yang dikenakan Amina hanya sampai sebatas dada.Anto hampir memuntahkan kopinya menatap kedua bola yang h

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 66 Kelelahan

    Yuyun sebenarnya merasa lelah karena belakangan ini dia sering bercinta dengan Darto. Tidak ada waktu untuk memikirkan Rangga karena tubuhnya sudah tidak mampu menerima sentuhan intim dari Rangga. Yuyun sampai melamun dalam pelukan Rangga."Kamu kenapa? Ada yang mengganggu pikiran kamu, Yun?"

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status