แชร์

Bab 5

ผู้เขียน: Aman
Aku menarik napas dalam-dalam, mengangkat kaki, lalu melangkah melewati gelang yang hancur itu dengan penuh tekad.

Beberapa hari berikutnya, aku pindah kembali ke rumah lama Keluarga Faresta untuk fokus mempersiapkan pernikahanku.

Tiga hari sebelum pernikahan, aku dan pihak hotel menetapkan seluruh detail acara.

Manajer hotel memberitahuku bahwa semua bunga mawar untuk dekorasi lokasi pernikahan sudah diganti dengan bunga matahari.

"Pak Ricky bilang, bunga favorit Anda adalah bunga matahari. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk Anda."

Perasaan hangat menyelimuti hatiku. Aku pun mengirimkan pesan kepada Ricky yang masih berada di luar negeri.

[Bunga mataharinya sangat cantik. Aku sangat menyukainya. Terima kasih.]

Di saat yang bersamaan, Arvin memperbarui status di media sosialnya.

Dalam foto itu, dia sedang mengajak Della berlibur di tepi pantai.

Cahaya matahari, hamparan pasir, perjalanan ke pantai yang pernah aku mohon dengan teramat sangat kepada Arvin selama lima tahun, tetapi tidak pernah terwujud itu, kini didapatkan Della dengan begitu mudahnya.

Dua hari sebelum pernikahan, Ricky mengirimkan daftar tamu undangan.

Daftar yang padat, tetapi tertata rapi itu membuatku merasa betapa dia begitu mementingkan pernikahan ini.

Luna mengirimkan pesan kepadaku, mengatakan bahwa dia tidak bisa menghubungi Arvin selama sehari penuh.

Di hari terakhir sebelum pernikahan, Ricky mengeluarkan biaya besar untuk menerbangkan sebuah gaun pengantin bertahtakan berlian dari luar negeri.

Di bawah pendar cahaya lampu, aku membelai lembut gaun yang tampak seperti dalam mimpi itu dan tiba-tiba saja, aku mulai menantikan hari esok.

Layar ponselku menyala, sebuah pesan dari Arvin muncul.

[Kunci pintar di rumah kehabisan baterai. Apa kamu menyimpan kunci cadangannya?]

Di kolom obrolan, layar itu dipenuhi oleh rentetan balon percakapan berwarna hijau.

Padahal, terakhir kali dia mengirimiku pesan adalah dua bulan yang lalu.

Aku tersenyum tipis, lalu menelungkupkan ponsel ke atas meja, membiarkan bunyi notifikasi pesan itu terus berdenting tanpa henti.

Di hari pernikahan, deretan mobil mewah berkumpul di luar hotel. Bahkan, ada lebih dari seratus wartawan yang bersiaga di lantai bawah, bersiap untuk mendapatkan berita eksklusif pernikahan CEO Grup Haryanto.

Aku duduk di depan cermin rias, menatap wajahku yang perlahan-lahan dipoles hingga membentuk riasan yang sempurna.

Rasanya, seakan-akan semua rasa sakit dan kesedihan di masa lalu juga ikut menghilang secara perlahan-lahan.

Di ponselku, Arvin masih terus mengirimiku pesan tanpa rasa jemu.

[Aurelia, bagaimana caramu merangkai gelang yang kamu berikan padaku dulu? Butirannya rusak, aku harus bagaimana?]

[Jangan salah paham ya. Aku bukannya memungut kembali gelang itu. Aku cuma ingin merangkai gelang untuk Della sebagai hadiah.]

[Aurelia, jawab aku!]

[Sejak kapan kamu belajar teknik jual mahal kayak gini?]

Bunyi notifikasi yang menyebalkan itu berbunyi berulang kali.

Tanpa ragu sedikit pun, aku mengambil ponselku, menghapus seluruh riwayat obrolan antara aku dan Arvin, lalu segera memblokir nomor Arvin.

...

Sementara itu, di vila Keluarga Laksita, Arvin menatap tanda seru merah yang muncul di layar obrolannya.

Rasanya dia ingin segera membuang kembali gelang kayu yang sempat dia pungut itu ke tempat sampah. Akan tetapi, entah mengapa Arvin tidak rela melakukannya.

Dengan gusar, Arvin mencengkeram erat-erat gelang di tangannya. Jantungnya seakan sudah lepas dari kendalinya, berdegap kencang diliputi rasa gelisah.

Pada saat yang sama, Luna yang sudah berdandan cantik turun dari tangga.

Dia menatap Arvin yang tengah berdiri terpaku dengan raut wajah kacau, lalu bertanya dengan bingung, "Kak, kenapa Kakak belum ganti baju?"

"Apa Kakak berencana pergi ke pernikahan Aurelia dengan pakaian seperti itu?"
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 10

    Aku menyenggol lengan Ricky."Kamu dengar semuanya?""Hmm.""Kalau begitu, apa kamu merasa nggak senang? Aku sudah menjelaskan begitu banyak padanya padanya."Ricky tersenyum tipis. "Nggak. Justru bagus kalau kamu sudah memperjelas semuanya dengannya.""Aku tahu, kamu nggak akan melakukan sesuatu yang melampaui batas."Berbeda dengan Arvin yang selalu bersikap agresif ….Ricky bagaikan mentari di waktu pagi, selalu hangat dan menenangkan.Rasa hangat kembali menyeruak di dalam hatiku. Aku berbisik pelan kepadanya, mengucapkan terima kasih."Terima kasih, Sayang.""Apa?"Tubuh Ricky langsung menegang.Aku memalingkan wajah ke samping, merasa terlalu malu untuk kembali menatapnya."Aku bilang, terima kasih, Sayang."Dia tidak salah dengar dan ini juga bukan mimpi ….Suara Ricky bergetar."Boleh panggil sekali lagi?""Aduh, kamu bener-bener nyebelin! Sayang, Sayang, Sayang ….""Sudah cukup, 'kan?"Ricky tidak mampu berkata-kata.Wajahnya menjadi merah padam. Dia tidak bisa berkata-kata un

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 9

    Begitu melihatku keluar, Arvin langsung tertegun untuk sesaat."Aurelia."Arvin terlihat begitu kuyu, benar-benar berbeda dari sosok penuh semangat yang ada dalam ingatanku.Aku pun menghela napas, menyadari bahwa aku tidak akan bisa menghindari kerumitan ini begitu saja."Ada apa?"Aku menghentikan langkah, tidak lagi berjalan mendekat ke arahnya.Arvin berdiri di bawah anak tangga, sementara aku berdiri tegak di atasnya.Dia menengadah menatapku."Kamu nggak mau lagi memanggilku Kakak?"Aku tertawa kecil. "Kurasa nggak perlu lagi."Itu kan hanya panggilan untuk merayu.Sudah putus, buat apa memanggilnya seperti itu lagi?Padahal dahulu, Arvin paling suka saat aku memanggilnya Kakak.Gurat kepedihan muncul di mata Arvin. Dia menatapku seakan ingin bicara, tetapi ragu.Setelah beberapa saat bergulat dengan perasaannya, Arvin pun akhirnya menyerah dan angkat bicara, "Aurelia, kalau aku minta maaf padamu, bisakah kita berbaikan?""Ke depannya, aku akan memperlakukanmu dengan baik, gimana

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 8

    "Aku benar-benar menyukaimu.""Tapi aku tahu, selama beberapa tahun belakangan ini, kamu sebenarnya …."Ricky tertegun sejenak, lalu menatap mataku dengan raut serius."Aurelia, aku bisa menunggumu. Tapi, tolong jangan biarkan aku menunggu terlalu lama, ya?"Aku menatap Ricky dengan perasaan campur aduk.Aku tidak pernah menyangka bahwa Ricky benar-benar menyukaiku.Dahulu, demi Arvin, aku bertengkar hebat dengan keluargaku dan bersikeras menuntut pembatalan pertunangan.Saat itu, tatapan mata Ricky tampak acuh tak acuh. Dia hanya membalas dengan satu kata, "Oke."Aku mengira, Ricky tidak menyukaiku.Tidak pernah terpikir olehku bahwa dia menyimpan perasaan yang tidak terucapkan ini.Emosi di lubuk hatiku makin meluap. Setelah terdiam cukup lama, aku pun memberinya jawaban yang paling serius."Oke."Di matanya seakan ada kembang api yang tiba-tiba meledak, yang berkilau dengan indah.Kami berdua saling bertatapan untuk waktu yang lama. Lalu, setelah itu, dia dengan lembut memelukku den

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 7

    "Nggak ada hubungannya denganmu."Ricky melambaikan tangannya."Satpam!""Tolong antar Pak Arvin keluar.""Aurelia, kamu benar-benar hebat!"Arvin menyentak tangan satpam yang hendak menahannya. Wajahnya penuh amarah."Baiknya, kamu nggak menyesali hal ini."Setelah melontarkan ancaman itu, Arvin berbalik dan pergi tanpa menoleh sedikit pun.Barulah, para tamu di ruangan mulai sadar dari keterkejutan mereka. Suara bisik-bisik pun mulai terdengar riuh di sana-sini.Meski biasanya aku tidak terlalu peduli dengan pandangan orang, menghadapi situasi seperti ini tetap saja membuatku merasa malu dan kesal.Ricky menyadari rasa tidak nyamanku. Dia pun menyematkan cincin ke jari manisku dengan ekspresi yang begitu serius.Kemudian, Ricky menepuk punggung tanganku dan berbisik pelan, "Jangan khawatir, biar aku yang mengurusnya."Aku pun mulai tenang dan hanya menganggap kejadian ini sebagai sebuah insiden kecil.Setelah Arvin pergi, pernikahan pun berlangsung dengan lancar.Saat seluruh rangkai

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 6

    Di atas panggung pelaminan, aku dan Ricky sedang mengucapkan janji pernikahan kami.Saat pembawa acara menyerahkan mikrofon kepadaku dan bertanya apakah aku bersedia menikah dengan Ricky, tiba-tiba terdengar keributan dari arah pintu."Dia nggak mau!"Arvin menendang pintu aula hingga terbuka, lalu bergegas melangkah ke tengah panggung.Mengenakan setelan jas hitam yang dibuat khusus, Arvin bahkan terlihat lebih mirip pengantin pria dibandingkan Ricky."Aurelia, jangan main-main lagi.""Aku nggak suka lelucon seperti ini."Sorot mata Arvin tampak dalam dan dia menatapku dengan begitu tajam."Aku nggak sedang bercanda denganmu.""Seperti yang kamu lihat sendiri, aku akan menikah."Saat aku menatapnya, detak jantung Arvin sempat terhenti untuk sesaat.Wajahku yang jelita itu kini dirias dengan begitu sempurna. Penampilanku benar-benar berbeda dari apa yang ada dalam ingatannya.Arvin pun merasa bahwa pada saat ini, aku bukan lagi sekadar adik yang selama ini selalu ditanggapinya dengan a

  • Lima Tahun Penantian dalam Sunyi   Bab 5

    Aku menarik napas dalam-dalam, mengangkat kaki, lalu melangkah melewati gelang yang hancur itu dengan penuh tekad.…Beberapa hari berikutnya, aku pindah kembali ke rumah lama Keluarga Faresta untuk fokus mempersiapkan pernikahanku.Tiga hari sebelum pernikahan, aku dan pihak hotel menetapkan seluruh detail acara.Manajer hotel memberitahuku bahwa semua bunga mawar untuk dekorasi lokasi pernikahan sudah diganti dengan bunga matahari."Pak Ricky bilang, bunga favorit Anda adalah bunga matahari. Dia ingin memberikan yang terbaik untuk Anda."Perasaan hangat menyelimuti hatiku. Aku pun mengirimkan pesan kepada Ricky yang masih berada di luar negeri.[Bunga mataharinya sangat cantik. Aku sangat menyukainya. Terima kasih.]Di saat yang bersamaan, Arvin memperbarui status di media sosialnya.Dalam foto itu, dia sedang mengajak Della berlibur di tepi pantai.Cahaya matahari, hamparan pasir, perjalanan ke pantai yang pernah aku mohon dengan teramat sangat kepada Arvin selama lima tahun, tetapi

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status