공유

10 - Target

작가: Luna Maji
last update 게시일: 2026-05-08 22:31:16

Rosemary langsung menegang. Viscount Sterling. Edmund.

“Apa isinya?” tanya Vane.

Benedict tidak menjawab langsung. Ada suara kertas dilipat kembali. “Ayahku mencurigai ada yang tidak beres dengan keluarga itu.”

“Tidak beres bagaimana?”

“Entahlah.” Suara Benedict terdengar seperti seseorang yang sedang berpikir keras. “Tapi dia memintaku untuk mengawasi 'Edmund Sterling' lebih dekat.”

Tidak. Tidak. Tidak.

Rosemary merasakan hawa dingin men
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   206 - Kembali

    Sarapan selesai tidak lama setelah Duke mengucapkan kalimat itu. Tidak ada yang berbicara lagi setelahnya. Hanya suara denting sendok yang mengisi keheningan, dan bahkan itu perlahan berhenti satu per satu.Duke Harrington berdiri lebih dulu, mengakhiri sarapan tanpa perlu mengucapkan kata-kata penutup. Gerakannya sudah cukup. Duchess sudah lebih dulu meninggalkan ruangan, entah sejak kapan tepatnya, Rosemary tidak melihatnya pergi. Piringnya masih di atas meja. Cangkir tehnya masih setengah penuh. Tapi kursinya sudah kosong.Alice memeluk Rosemary di depan pintu. Cepat, hangat, dengan bisikan yang hanya bisa didengar oleh mereka berdua.“Aku akan ke Kingsley nanti. Kita harus bicara tentang pendaftaran.”Rosemary menatapnya. “Kau serius?”

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   205 - Kesalahan Terbesar

    Tawaran itu masih menggantung di udara ketika Rosemary menyadari bahwa semua orang di meja itu menunggunya bicara.Duke Harrington menatapnya dengan ekspresi yang tidak berubah, tenang, terukur, seperti seseorang yang sudah mempertimbangkan setiap kata sebelum mengucapkannya. Duchess, di sisi lain, tidak menyembunyikan ketidaksukaannya. Cangkir tehnya masih terletak di atas piring dengan bunyi yang lebih keras dari yang seharusnya beberapa detik lalu. Alice sudah berhenti mengunyah sejak kata Ashworth disebut.Dan Rosemary tidak bisa menjawab.Bukan karena ia tidak ingin. Lima tahun. Lima tahun ia menunggu seseorang—siapa pun—mengatakan bahwa mereka tahu sesuatu tentang ayahnya. Tentang pengadilan itu. Tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik pintu-pintu yang tidak pernah terbuka untuk keluarga Sterl

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   204 - Sarapan

    Utusan itu masih berdiri di sana, menunggu jawaban.Oliver menoleh pada Rosemary. “Sarapan” Ia mengerutkan kening. “Aku yakin Duke Harrington tidak pernah mengundang orang hanya untuk makan.”Henry melirik Benedict, lalu kembali pada Rosemary. “Duke Harrington tidak suka membuang waktu,” katanya, nadanya ringan. “Sarapan adalah urusan yang serius.”“Kau mengatakannya seperti peringatan.”“Karena memang begitu.”Benedict sudah melangkah. “Aku akan ikut.”Pegawai itu membungkuk. “Tentu saja, Lord Harrington. Kereta menunggu di halaman.”Rosema

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   203 - Pengumuman

    Benedict membuka pintu.Oliver sudah berdiri di ambang dengan tangan masih terangkat, siap menggedor lagi. Napasnya sedikit terengah, entah karena berlari atau karena panik, sulit dibedakan.“Akhirnya! Kalian—”Ia berhenti. Matanya melirik ke dalam kamar, melewati bahu Benedict. Rosemary masih duduk di karpet dekat perapian yang sudah benar-benar dingin. Rambutnya kusut. Gaun biru tua semalam masih melekat di tubuhnya, sedikit kusut di bagian bahu.Mata Oliver menyipit. Ia menatap Rosemary. Lalu menatap Benedict. Lalu kembali ke Rosemary.Mulutnya terbuka.Dan tepat saat itu matanya bertemu dengan tatapan Benedict. Satu detik. Ekspresi yang tidak mengatakan apa p

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   202 - Pagi

    Beberapa detik setelahnya, mereka hanya saling memandang.Rosemary yang biasanya dipenuhi pikiran tentang penyamaran, tentang keluarganya, tentang semua hal yang bisa salah, justru tidak memikirkan apa pun. Hanya ada detak jantungnya sendiri yang masih terasa tidak teratur.Benedict juga kehilangan kata-kata. Ia sudah merencanakan banyak hal dalam hidupnya, tapi tidak satu pun dari rencana itu yang mempersiapkannya untuk momen ini.Lalu Rosemary tertawa kecil. Bukan karena ada yang lucu, tapi karena gugup.“Apa?” tanya Benedict.“Aku tidak tahu harus bilang apa.”Sudut bibir Benedict terangkat sedikit. Ada kelegaan di sana, seperti seseorang yang mendengar

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   201 - Hanya Mereka

    Suara langkah Alice dan Oliver menghilang di koridor, lalu tidak ada lagi yang tersisa kecuali keheningan. Di luar, Kingsley sudah gelap. Lentera terakhir di halaman sudah padam. Seluruh akademi tidur, atau setidaknya berpura-pura tidur, seperti yang selalu terjadi di akhir malam yang terlalu panjang.Rosemary masih berdiri di dekat pintu. Gaun biru tuanya masih melekat di tubuhnya, tapi wig yang dikenakannya sudah mulai longgar. Ia meraih ujungnya, menariknya pelan, lalu meletakkannya di atas meja. Rambut pendeknya kembali terlihat.Benedict masih berdiri di dekat jendela. Ia memperhatikan setiap gerakan Rosemary tanpa bersuara.“Malam yang panjang,” kata Rosemary.Benedict tidak menjawab, tapi ia tidak mengalihkan perhatiannya.

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   6 - Duel

    “Ini demonstrasi sederhana,” suara Master Alden menggema. “Ingat, ini bukan duel. Hanya demonstrasi teknik menyerang dan bertahan. Lord Harrington akan menyerang. Yang Mulia Pangeran Henry akan bertahan.”“Dan kalau aku tidak bisa bertahan?” tanya Henry dengan nada bercanda, tapi matanya tidak.“Ka

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   5 - Debat

    Semua mata masih tertuju pada Rosemary.Ia bisa merasakannya. Puluhan pasang mata menatapnya. Ada yang penasaran. Ada yang meremehkan. Ada juga yang menunggu dengan sabar. Jantung Rosemary berdebar kencang. Darahnya berdesir di telinga. Ia sudah berdiri. Tidak bisa mundur sekarang.“Lord Sterling t

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   4 - Kelas

    Benedict menatap tepat ke arahnya.Mata abu-abu itu menangkap tatapan Rosemary, dan untuk sesaat tidak ada yang bergerak. Air dari rambutnya yang basah menetes ke bahunya, mengalir turun ke dadanya yang bidang. Alisnya terangkat sedikit. “Kau selalu menatap orang seperti ini, Sterling?”Benedict ti

  • Lord Harrington, Jangan Dekat-dekat!   3 - Punggung

    Rosemary tersentak. Ia terduduk dengan cepat. Tangannya segera menarik mantel, teringat ikatan dadanya yang tadi dilonggarkan.“Anda … Anda tidak bisa masuk begitu saja!”Dan begitu suara itu mencapai telinganya sendiri, Rosemary ingin menggigit lidahnya.Suara rendah yang selama ini ia pertahankan

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status