مشاركة

Bab 87 - POV Papa

مؤلف: Rahmani Rima
last update تاريخ النشر: 2026-07-22 21:36:10

Sarah langsung berdiri. “Jangan.”

Papa menatapnya.

Sarah menggeleng cepat. Wajahnya langsung pucat. “Jangan biarin mereka masuk.”

Asisten yang masih berdiri di dekat pintu langsung menoleh kepada Papa.

Papa tidak menjawab. Ia hanya menatap Sarah. “Sarah.”

“Saya belum siap. Saya belum siap ketemu mereka lagi.” tangannya gemetar.

Papa mengangguk pelan. "Mbak Maya, tolong minta mereka menunggu di ruang tunggu.”

Asisten mengangguk. “Baik, Dok.”

Pintu kembali tertutup.

Sarah berdiri membeku
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 89 - Menelisik

    Pagi itu Vio sarapan bersama Adriel. Tapi dari tadi dia diam. Adriel yang awalnya sibuk makan akhirnya meletakkan sendok.“Kamu marah sama aku?”“Enggak.”“Terus kenapa mukamu gitu?”“Gitu gimana?”“Kayak kita baru cekcok serius." Vio langsung menatapnya tajam.“Oke. Berarti kamu marah.”Vio kembali menyendok nasi. “Papa gak jadi nikah sama Sarah.”Adriel langsung berhenti makan. “Hah?”“Papa gak jadi nikah sama Kak Sarah.” Vio mengulangi kalimat yang sama.“Kenapa?”“Gak tahu.”“Vio?”“Aku beneran gak tahu. Papa belum bilang.”Adriel menatap istrinya beberapa detik. “Terus kenapa kamu keliatan kesel? Bukannya harusnya kamu seneng?”Vio menusuk telurnya dengan garpu. “Harusnya Papa nikah aja sama Kak Sarah.”Adriel membeku. Bingung dengan istrinya. “Bukannya kamu yang paling gak mau mereka nikah?”“Iya. Kemaren-kemaren.”“Bukannya kamu yang kemarin sibuk minta Papa batal nikah?”“Iya.”“Terus sekarang kenapa—”“Biar Kak Sarah gak bisa rebut kamu!”Hening.“Ap

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 88 - Menjaga Rahasia

    “Gue... gagal ngomong.”Adriel langsung memegang bahunya pelan. “Gak apa-apa.”Vio menatap suaminya. Entah kenapa, justru kalimat itu yang membuatnya semakin merasa bersalah.“Beneran gak papa?” Rocky menyelidik.Vio mengangguk.“Papa ngomong apa?” tanya Adriel. “Gak tahu.”“Lah, lo baru keluar dari ruangan papa, masa gak tahu?”Vio menatap Rocky datar.Rocky langsung mengangkat kedua tangan. “Oke-oke, jangan galak.”Adriel masih memperhatikan wajah Vio. Istrinya terlalu tenang. Bukan tenang yang biasa. Vio terlihat seperti seseorang yang baru saja mengetahui sesuatu, lalu berusaha keras menyimpannya sendirian.“Vio.” Jantung Vio langsung berdegup. “Iya?”“Ada yang papa bilang?”Vio berkedip. “Nggak.”Jawabannya terlalu cepat. Adriel menyipitkan mata. Vio langsung sadar. Sial.“Aku maksudnya...” Vio buru-buru memperbaiki. “Papa cuma bilang kalau semuanya belum jelas.”Rocky langsung mendengus. “Berarti gak ada kemajuan?”“Nggak.”“Sarah tetep mau nikah?”Vio terd

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 87 - POV Papa

    Sarah langsung berdiri. “Jangan.”Papa menatapnya.Sarah menggeleng cepat. Wajahnya langsung pucat. “Jangan biarin mereka masuk.”Asisten yang masih berdiri di dekat pintu langsung menoleh kepada Papa.Papa tidak menjawab. Ia hanya menatap Sarah. “Sarah.”“Saya belum siap. Saya belum siap ketemu mereka lagi.” tangannya gemetar.Papa mengangguk pelan. "Mbak Maya, tolong minta mereka menunggu di ruang tunggu.”Asisten mengangguk. “Baik, Dok.”Pintu kembali tertutup.Sarah berdiri membeku. Papa tidak langsung bicara. Ia membiarkan Sarah menarik napas beberapa kali sampai tubuhnya sedikit lebih tenang.“Dok.”“Iya?”“Kalau mereka benar-benar bohong... “Kenapa mereka masih mau saya menikah dengan Dokter Sam?”Papa menatapnya lama. “Itu yang harus kita cari tahu.”Sarah menelan ludah. “Kalau utang saya sudah lunas...” Ia menatap map di tangannya. Berarti saya gak punya kewajiban lagi secara finansial?”Papa mengangguk.Sarah menutup matanya. Air mata kembali mengalir.“Ki

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 86 - POV Sarah

    Vio masih menatap papa tanpa berkedip. Botol air mineral di tangannya hampir terlepas kalau saja jemarinya tidak buru-buru menggenggam lebih erat.“Karena takut aku mimisan lagi?”Papa mengembuskan napas pendek. Sudut bibirnya terangkat tipis. “Papa emang gak tahan lihat kamu sakit.”Vio langsung menunduk. Hidungnya kembali terasa panas. Untung belum sampai mimisan lagi.“Tapi... bukan itu alasannya.”Papa meletakkan cangkir wedang jahe di atas meja. Tangannya bertaut di pangkuan, seperti sedang memilih kata-kata yang tepat.“Papa ini dokter, Vi.”Vio mengangguk pelan.“Kalau pasien datang dengan demam, papa gak cuma kasih obat penurun panas. Papa cari penyebabnya.”Vio mulai mengangkat wajah.“Sarah bukan penyebab masalahnya.”“Terus?”“Masalahnya jauh lebih rumit dari itu.”Papa bangkit pelan, lalu berjalan ke arah jendela. “Papa sudah bicara dengan orang tua Sarah.”Mata Vio langsung membesar.“Papa juga sudah bicara sama Sarah. Jawabannya tetap sama.”Vio ikut berd

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 85 - Mulai Beraksi

    Mereka pindah ke lorong sepi. Rocky langsung mode briefing tim perang.Adriel masih ragu. “Papa gak akan berubah pikiran cuma karena diajak ngomong. Gue tahu sifatnya.”Rocky langsung nyaut, “Ya karena yang ngajak ngomong bukan orang yang tepat.” Adriel melotot. “Maksud lo?”Rocky santai, “Lo anak pungut, makanya gak akur. Anak kesayangan beliau itu Vio.”Qairo langsung batuk nahan ketawa. Adriel mendengus. “Gue masih di sini, Ky.”Rocky tepuk bahu Vio. “Makanya yang ngomong harus dia.”Vio langsung tegang. “Gue.. harus ngomong apa?”Rocky angkat jari satu per satu. "Pertama, lo jangan bilang, ‘jangan nikahin Sarah’.”Vio mengangguk cepat.“Lo bilang, 'aku takut papa nanti kesepian.' Bikin beliau ngerasa lo mikirin kebahagiaannya, bukan ngelarang.”Adriel mulai memperhatikan serius."Kedua, singgung perbedaan usia secara halus. Bukan bilang papa ‘terlalu tua’. Itu bunuh diri. Yang ada lo ditendang dari ruangan."Qairo menimpali, “Kamu bilang fase hidupnya beda.”Rocky

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 84 - Rapat Serius

    Adriel buru-buru membantu Vio memakai lagi baju jaga yang tadi terbuka. Vio masih manyun sambil merapikan baju.Di belakang mereka, Rocky tepuk tangan pelan. “Yang kabur dari bangsal anak ternyata ada dua.”Qairo langsung nutup muka untuk tertawa.Vio menengok tajam. “Kalian tuh kenapa sih?!” Dia balik ke Rocky. “Serius. Rapat apa?”Rocky sok misterius. “Sini, gue bisikin.”Vio mendekat dengan wajah curiga. Rocky nunduk ke telinganya, lalu berbisik pelan.“Gue tau punya Adriel gede, tapi kalo lagi stress, punya dia akan menciut banget. Dan sekarang dia lagi stress."Vio melotot tajam. "Lo tuh ya!"Rocky ngakak sambil pegang perut. Tepat saat itu pintu terbuka lagi.Elsa muncul bawa map. “Dok, mau minta TTD berkas yang wak—”Belum sempat selesai kalimatnya, Vio langsung nyamperin, narik tangan Elsa keluar ruangan. "Kita keluar sekarang."Elsa bingung diseret. “Hah? Kena—”Pintu ditutup dari luar. Di dalam ruangan tinggal tiga pria yang masih tertawa tidak jelas.Ruangan ak

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 4 - Mantan Adriel?

    “Rocky!” Suara Adriel menggema.Tidak sampai sepuluh detik, pintu kamar tamu terbuka keras.“Kenapa sih jam segini udah manggil tamu? Gak sopan ba—”Rocky berhenti bicara saat melihat Vio pingsan di pelukan Adriel. Wajahnya pucat, darah masih mengalir di bawah hidung. Ekspresinya langsung run

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 3 - Rumah Asing

    Koridor ruang rawat tiba-tiba terasa sempit. Rocky dan Adriel menatap Qairo. Qairo menatap Vio. Dan Vio menatap Qairo seperti menemukan sesuatu yang familiar dan membuatnya merasa aman.“Qai, kamu dateng?" Mata Vio berkaca-kaca. Nada suara itu hangat, lega, penuh harapan. Nada yang baru terdengar

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 2 - Masih Ragu

    Vio menggeleng.Dia kembali menatap lelaki di depannya. Wajahnya tenang tapi rahangnya mengeras. “Nama dokter siapa?” Tanya Vio pelan.“Adriel.”“Nama lengkap?”“Adriel Rakatama.” Jawabannya datar. Di balik nada stabil itu ada sedikit jeda napas yang nyaris tak terdengar.Vio menyipitk

  • MAAF, DOK, KITA SALING KENAL?   Bab 1 - Maaf, Dok, Kita Saling Kenal?

    Viola menekan tombol lift dengan siku. Tangannya sibuk membawa ratusan map laporan operasi dan rekam medis pasien. Dia sempat melirik jam tangan yang menunjukkan pukul 18.05 wib. Jam pulang manusia normal, tapi jadi jam kekacauan bagi residen Obgyn tahun ke dua.Drrrrt~"Halo, sayang?""Kamu

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status