/ Horor / MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH / TEROR SETAN GANCET (Bab 18)

공유

TEROR SETAN GANCET (Bab 18)

작가: Diah Pitasari
last update 게시일: 2026-06-19 11:00:53

"Kelihatannya enggak bisa hilang semua, Mak. Karena masih ada yang bersembunyi di dalam daging. Kalau dipaksakan diambil semua, khawatir jasad akan semakin rusak," kata Rudi sambil terus mengarahkan selang, mengalirkan air untuk membawa belatung-belatung yang rontok itu hanyut ke lubang pembuangan meja.

Mak Acih memperhatikan dengan rasa iba yang mendalam. Ia menghela napas panjang di ba

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 8)

    Tunggu! Rambut gondrong? Tidak! Rian tidak berambut gondrong!Fanny memejamkan matanya rapat-rapat, menggelengkan kepala dengan kuat untuk mengusir kilasan visual aneh yang baru saja melintasi kepalanya.Setelah beberapa detik menarik napas dalam, Fanny membuka mata dan merasa pikirannya sudah kembali jernih. Bayangan pria gondrong bertubuh tinggi besar dengan raut penuh murka itu telah lenyap. Sosok itu kembali berganti menjadi Rian yang kini sedang duduk tenang di samping Rizky sembari merangkul bahu bocah itu sambil mengelus kepalanya penuh rasa sayang.“Rizky jangan takut, ya. Ayo bilang sama Ayah, Rizky dipukul sama siapa?,” tanya Rian dengan suara yang kembali melembut.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 7)

    Besok siangnya, sepulang sekolah, Rizky kembali asyik bermain. Kali ini ia tidak bermain bersama teman-teman kampungnya, melainkan asyik sendirian di samping rumah dengan mainan mobil-mobilanmiliknya.Sedang asyik menggerakkan mainan mobilnya di atas tanah, Rizky mendadak melihat bocah yang kemarin ikut bersembunyi bersamanya di semak-semak, kini sedang menatapnya sambil berdiri diam di bawah pohon mangga, tak jauh dari tempatnya bermain.Rizky spontan melambaikan tangan, mengajak bocah itu untuk ikut bermain bersamanya.Bocah itu tidak langsung menghampiri. Ia memandangi Rizky cukup lama dengan tatapan kosong, sebelum akhirnya melangkah mendekat dengangesturyang sangat kikuk dan penuh kewaspadaan.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 6)

    Terlebih lagi, suara senandung itu terasa begitu dekat. Seperti bukan berasal dari luar rumah.Melainkan ... dari dalam.Jantung Fanny berdebar kencang. Ia mencoba mencari alasan paling rasional yang bisa diterima logikanya. Namun, semua pikiran positifnya patah begitu saja. Jika itu adalah orang asing yang menyusup, rasanya mustahil, karena posisi sofa ruang TV berada tepat di tengah rumah. Dari tempat duduknya, Fanny bisa mengawasi setiap sudut ruangan rumah itu dengan jelas.Suara itu terdengar lagi. Kali ini, nadanya terdengar jauh lebih sedih dan menyayat hati. Fanny memberanikan diri menoleh, mempertajam pendengarannya untuk mencari sumber suara.Seketika dada Fanny berdesir hebat saat menyadari senandung pilu itu berasal dari dalam kamar Rizky.Jantung Fanny terasa berdegup makin kencang. Ingin rasanya ia berlari ke kamar utama dan membangunkan Rian, tetapi ia merasa tidak tega mengganggu suaminya yang pasti sudah kelelaha

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 5)

    Fanny baru saja memejamkan mata, ketika tiba-tiba ia merasakan gelombang kesedihan dan ketakutan yang luar biasa menyelimuti pikirannya. Entah bagaimana mulanya, ia tiba-tiba mendapati dirinya tengah meringkuk di sudut ruangan, mencoba menyembunyikan wajahnya di balik kedua telapak tangan. Rambut panjang sepinggangnya terurai berantakan, menutupi sebagian tubuhnya yang gemetar. Ada rasa sakit yang berkedut hebat di pelipis serta belakang kepalanya, membuat pandangannya kabur dan ia hanya bisa merintih menahan nyeri yang menyiksa."Sia ulah loba tingkah!Nurutwaekaaing!" Sebuah suara laki-laki yang berat, tertahan, tetapi sarat akan ancaman yang sepertinya tak main-main, mendadak menggema di dalam kepalanya.Seketika itu pula, Fanny merasakan rasa takut yang luar biasa kembali

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 4)

    Tak berselang lama, kasurnya terasa melesak karena sebuah tekanan, entah apa, yang memberati salah satu sisi ranjangnya. Seperti ada seseorang yang sedang menduduki ranjang itu. Euis makin gemetar ketakutan di balik selimut.Tiba-tiba.“Teh ....” Terdengar suara lirih seorang perempuan yang memanggilnya. Suaranya terdengar begitu lirih dan menyedihkan. Sama persis dengan suara yang memanggilnya di rumah Minah tadi siang. Menyadari itu, tiba-tiba Euis merasa ketakutan. Ia memejamkan matanya lebih erat dan menutup telinganya rapat-rapat. Tidak mau mendengar atau melihat apa pun di dalam ruangan kamarnya.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    FAJRI TIDAK MAU PULANG (Bab. 3)

    Beberapa hari kemudian, sebuah mobil bak terbuka berhenti di depan pekarangan rumah Minah. Abas bersama seorang pria asing keluar dari kursi sopir. Mereka langsung memasuki rumah dan mulai sibuk menaikkan barang-barang serta perabotan rumah tangga dari dalam rumah ke atas bak mobil tersebut.Melihat kesibukan yang mendadak itu, beberapa warga yang kebetulan melintas, lantas mendekat penuh rasa ingin tahu."Kang Abas mau pindahan?" tanya Euis, berjalan mendekat."Iya, Teh," jawab Abas pendek. Sikapnya tetap dingin, menunjukkan dengan jelas bahwa ia tidak ingin diganggu atau dibantu."Pindahan sendirianaja?EmangTehMinah&

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    NASIB BUNGA (Bab. 13)

    Desa Cialas. Sepeninggal Bowo dan Herman menuju ke makam Entin, Dadang langsung berembuk dengan Sanah dan Euis mengenai Entin yang dikabarkan bergentayangan menghantui penduduk. “Bagaimana kalau kita tanyakan pada Aki Uwin? Minta dicarikan jalan keluar buat masalah ini?” Dadang memberi ide. Aki

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    NASIB BUNGA (Bag. 12)

    “Bowo mengeluh pada saya, ia kerap dihantui oleh arwah Entin. Indri juga kerap didatangi, ya, Ndri?” tanya Herman pada Indri yang mengangguk lemah.“Anak bungsu saya juga sering mendadak sakit panas. Sudah diminumi obat, panasnya enggak turun-turun. Baru sembuh kalau saya berikan air y

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    RUMAH BARU UNTUK PARDI (Bag 1)

    Pagi yang cerah di Desa Cialas. Angin bertiup sepoi-sepoi, membawa kesejukan dan aroma segar udara pegunungan. Aki Amin melangkah sendirian menuju sawah Haji Kosim yang terbentang luas dan bertanah subur. Berada tepat di bawah perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar berusia tua. Ia dan beberapa te

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    ANAKING JIMAT AWAKING (Bag. 1)

    Subuh yang dingin dan sepi di Desa Cialas. Sang raja siang masih enggan menampakkan sinarnya. Ketika tiba-tiba suasana syahdu pagi nan sunyi, dibuyarkan suara sepiker masjid yang mengumumkan kabar duka. Hari ini, seorang perempuan warga Desa Cialas, telah berpulang. Meninggalkan gemerlap duniawi ya

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status