แชร์

TEROR SETAN GANCET (Bab 19)

ผู้เขียน: Diah Pitasari
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-20 11:00:20

Di atas jalinan tali tersebut, Rudi menggelar tiga helai kain kafan lebar sebagai pembungkus bagian luar tubuh almarhumah. Tak lupa, ia juga menaburkan wewangian berupa remukan kapur barus halus yang cukup banyak, menata gumpalan-gumpalan kapas di beberapa titik strategis kain, serta menyemprotkan minyak wangi non-alkohol beraroma kuat di atas lembaran kain kafan yang terbentang.

Aroma pekat zat kimiawi dan wewangian itu men

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    YANG PATAH TUMBUH, YANG HILANG BERGANTI

    Pertengahan November di Desa Cialas.Setelah berbulan-bulan mengalami kemarau panjang, Musim hujan yang dinantikan akhirnya tiba. Namun di tengah sukacita menyambut hujan, warga Desa Cialas, beberapa hari terakhir, mendadak dihebohkan dengan kemunculan hewan-hewan yang biasanya berhabitat di lereng gunung.Aki Amin bercerita, beberapa tetangga ada yang melihat harimau liar melintas di pekarangan. Ular, babi dan kucing hutan pun makin banyak berkeliaran di desa. Ia meminta Mak Acih lebih bersikap waspada. Tidak biasanya memang, hewan-hewan itu turun gunung.“Kemarin monyet-monyet yang biasa tinggal di hutan, juga kelihatan berkeliaran di perkampungan, Mak.” Aki Amin menyeruput kopinya.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    JENAZAH YANG MENUNTUT SUCI (Bab 4)

    "Terus ... Neneng harus bagaimana sekarang, Mak?" tanya Neneng dengan suara bergetar. "Apa Neneng cuma bisa diam saja menanggung dosa ini?"Mak Acih tersenyum tipis, senyum yang menenangkan badai di dada Neneng."Nanti, datanglah ke kuburan Salmah," saran Mak Acih. "Doakan dia. Terus, kamu minta maaf langsung sama almarhumah dari hati kamu yang paling dalam. Janji sama diri kamu sendiri dan sama arwahnya, kalau di masa depan, kamu akan jauh lebih teliti dan enggak akan mengulangi kesalahan yang sama ke jenazah siapa pun."

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    JENAZAH YANG MENUNTUT SUCI (Bab 3)

    Sekitar pukul dua dini hari, Neneng seperti merasakan sedang terombang-ambing di batas tipis antara alam sadar dan alam mimpi. Tubuhnya terasa lelah dan berat, namun indranya tiba-tiba menangkap sebuah aroma yang sangat menyengat.Bau itu bukan aroma sedap malam atau kapur barus, melainkan bau anyir lumpur yang kotor dan busuk.Dalam kondisi setengah sadar itu, Neneng perlahan membuka matanya. Ia langsung merapatkan selimut, saat merasakan hawa di dalam kamar mendadak terasa membekukan tulang. Di ujung ranjangnya, dalam ke

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    JENAZAH YANG MENUNTUT SUCI (Bab 2)

    Langkah Neneng, Danu, dan Kang Hadi bergegas membelah jalanan desa yang masih diguyur gerimis sisa badai. Sesampainya di rumah duka, suasana sudah dipadati oleh para pelayat. Tenda terpal biru telah dipasang seadanya di halaman depan untuk memayungi tamu yang berdatangan.Neneng dan Danu melangkah masuk ke dalam ruang tengah. Suara isak tangis langsung menyambut pendengaran mereka. Di dekat jenazah yang sudah ditutupi kain batik panjang, ibu kandung Salmah yang sudah sepuh tampak duduk bersimpuh, meratap pilu meratapi nasib putrinya. Di sebelahnya, adik perempuan Salmah berusaha menenangkan, sementara dua anak remaja perempuan Salmah menangis tersedu-sedu sambil memeluk bantal sang ibu.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    JENAZAH YANG MENUNTUT SUCI (Bab 1)

    Azan Asar baru saja berkumandang di Masjid Desa Cialas, seiring kabut tebal yang perlahan turun. Hujan deras yang mengguyur desa sejak tadi siang, telah mengubah jalanan tanah menjadi kubangan lumpur di mana-mana. Salmah, perempuan paruh baya berusia empat puluh tahun, berjalan sendirian menyusuri jalanan desa dengan langkah terburu-buru. Ia baru saja pulang dari berjualan makanan ringan buatan sendiri di pasar kota. Biasanya, ia akan menaiki ojek motor atau becak dari jalan raya untuk sampai ke rumahnya. Namun sore itu, entah kenapa, tidak ada satu pun tukang ojek maupun tukang becak yang mangkal di ujung jalan desa. Maka, ia pun terpaksa berjalan kaki menembus hujan deras. Langkahnya telah sampai di dekat saluran irigasi desa, ketika tiba-tiba angin kencang menerpa, membuat payung yang sedang dipakainya terlepas dari genggaman dan kabur tertiup angin. Salmah refleks mencondongkan tubuh untuk menangkap payung itu. Namun nahas, tanpa ia duga, kakinya terpeleset bebatuan tepi irigasi

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    WARISAN HAJAH HALIMAH (Bab. 5)

    Mak Acih tertegun tak percaya. Hajah Halimah dulunya adalah juragan tambak ikan nomor tiga terbesar setelah Haji Sobri dan Haji Sani—bapak dan anak yang merupakan orang terkaya di Desa Cialas. Tambak ini tak pernah gagal panen."Kok bisa, Rusma? Perasaan barukemarinEmak beli sekilo ikan patin yang segar-segar di sini." Mak Acih menatap kolam-kolam tambak yang kini tampak keruh, kotor, dan sunyi tanpa riak kehidupan.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    RUMAH BARU UNTUK PARDI (Bag 1)

    Pagi yang cerah di Desa Cialas. Angin bertiup sepoi-sepoi, membawa kesejukan dan aroma segar udara pegunungan. Aki Amin melangkah sendirian menuju sawah Haji Kosim yang terbentang luas dan bertanah subur. Berada tepat di bawah perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar berusia tua. Ia dan beberapa te

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    ANAKING JIMAT AWAKING (Bag. 1)

    Subuh yang dingin dan sepi di Desa Cialas. Sang raja siang masih enggan menampakkan sinarnya. Ketika tiba-tiba suasana syahdu pagi nan sunyi, dibuyarkan suara sepiker masjid yang mengumumkan kabar duka. Hari ini, seorang perempuan warga Desa Cialas, telah berpulang. Meninggalkan gemerlap duniawi ya

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    SUSUK PEMIKAT LILIS (Bag. 2)

    Hati Neneng terenyuh. Ia dan Lilis merupakan teman masa kecil. Mereka cukup dekat, walau perempuan cantik itu lebih tua beberapa tahun darinya. Komunikasi semakin berkurang, saat Lilis bersekolah di bangku SMP, sementara Neneng masih duduk di bangku kelas lima SD. Tahun-tahun berlalu tanpa pernah

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    SUSUK PEMIKAT LILIS (Bag. 1)

    Menjalani profesi sebagai pemandi jenazah, jelas bukan impian semua orang. Terutama bagi mereka yang berjiwa penakut dan materialistis. Sebuah profesi yang harus dilakukan dengan hati ikhlas lagi sabar, serta meluruskan niat hanya untuk beribadah sebagai amal jariah, bekal bagi diri saat berada di

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status