FAZER LOGIN“Kalau begitu maka apa yang harus kita lakukan selanjutnya, Nyonya muda?” tanya Pengurus Gu memastikan padanya. Xu Qingyu melihat-lihat lagi sebelum akhirnya mengatakan,”ratakan dengan tanah, bangun ulang seluruhnya.”Semua orang yang ada di sana terkejut, namun Ning Xueqin sudah memiliki rencana di dalam hatinya.“Buat bangunan yang menyatu dengan bangunan kita, dengan begitu maka pelanggan akan lebih mudah untuk melihat-lihat,” ucap Xu Qingyu.Xu Qingyu akan menggambar sketsanya dan sebenarnya uang yang dia siapkan sejak awal adalah enam puluh tael emas, namun uang sisanya biarkan saja.Gunakan untuk membangun ulang bangunan ini, setelah menggambar sketsanya maka Xu Qingyu menyerahkannya kepada Pengurus Gu.“Pengurus Gu, aku percaya padamu. Kamu carilah seseorang yang berpengalaman untuk membuat ini semua, aku berharap bisa selesai dalam waktu tiga bulan. Itu berarti sebelum musim dingin tiba,” ucap Xu Qingyu.Pengurus Gu menganggukkan kepalanya dan menerima perintah tersebut dari
Mendengar ini membuat Liu Jun tertawa, sementara Xu Qingyu merasa kebingungan ketika mendengarkan ini. Rasanya dia tidak mengatakan sesuatu yang lucu, lalu kenapa Liu Jun ini tertawa? Mungkinkah ada yang salah dengan otak Liu Jun ini?“Apakah ada yang lucu?” tanya Xu Qingyu merasa agak tersinggung.“Tidak, tidak. Jangan tersinggung, Nona. Aku hanya menertawakan diriku sendiri karena mengingat alasanku menjual toko ini,” jawab Liu Jun menenangkan dirinya sendiri.“Toko ini aku jual karena aku terlalu sibuk, belum lagi posisi toko ini agak aku tidak sukai. Terlalu jauh dari toko ku yang lainnya, selain itu aku juga pernah terpeleset di toko ini jadi aku memilih untuk menjualnya,” lanjut Liu Jun dengan geli.Xu Qingyu bahkan terkejut ketika mendengarkan alasan di balik penjualan toko ini. Liu Jun ini terlalu konyol bukan?“Jika boleh tahu, Tuan muda Liu sebelumnya berbisnis apa?” tanya Xu Qingyu.“Oh aku? Aku hanya meneruskan usaha orang tuaku saja, semuanya ku jual. Ada bahan pokok, ka
Mereka semua masih sangat muda, paling baru saja berusia lima belas atau enam belas tahun, mungkin seumuran dengannya.“Kami memberi hormat kepada Nyonya muda!” seru ketiga orang itu dengan kompak.“Siapa nama kalian?” tanya Xu Qingyu.“Nama hamba adalah Jin Meng,” ucap pemuda yang lebih berisi.“Nama hamba adalah Jin Zhen,”ucap gadis yang ditengah.“Nama hamba adalah Jin Yuan,” ucap pemuda yang tampak lebih pendiam.“Kalian satu keluarga?” tanya Xu Qingyu merasa aneh mendengarkan nama mereka.“Kami mengikuti nama yang diberikan oleh guru kami, nama keluarga kami juga mengikuti guru,” jawab Jin Yuan.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya dan mengerti. Meskipun tidak terlalu paham alasannya dan merasa agak aneh namun juga bukannya hal yang salah atau bagaimana.Ada beberapa orang yang menyebutkan bahwa jasa Guru sama dengan jasa orang tua, jadi mungkin wajar saja menggunakan marga guru mereka.“Jadi, perhiasan apa saja yang bisa kalian buat?” tanya Xu Qingyu kembali fokus pada urusannya.“
“Sudahlah, aku sudah tua. Biarlah kalian berlima saling menjaga satu sama lain, aku tidak akan menentang lagi. Asalkan kalian bahagia maka aku akan ikut bahagia,” ucap Xu Yong menyeka air matanya.“Terima kasih, Ayah!” seru Xu Qianyi lalu langsung memeluk Ayahnya dengan kuat.Xu Qingyu tersenyum lebar dari samping, senang rasanya melihat Xu Qianyi bisa memutuskan pernikahannya sendiri.Memutuskan pernikahan adalah keuntungan yang sangat besar. Beruntung bagi Xu Qingyu untuk menikah dengan Ling Shang yang sangat baik padanya.Jika seperti kakaknya, Xu Yin maka itu adalah bentuk ketidak beruntungan yang paling besar karena menikah dengan Putra Mahkota.Pernikahan yang dijodohkan ibarat sebuah meja perjudian, tidak tahu apakah akan berbuah manis atau pahit.Sementara jika memutuskan sendiri maka setidaknya akan berpeluang lebih besar untuk berbuah manis.“Kalau begitu maka aku akan menyuruh Nyonya Wen untuk mencarikannya untukmu,” ucap Xu Yong.Xu Qianyi menganggukkan kepalanya dengan se
Tanpa sadar air mata Xu Qingyu mengalir ketika mendengarkan perkataan dari Ayahnya, dia sebelumnya terlalu khawatir sampai sampai lupa bahwa Ayahnya jauh lebih berpengalaman darinya.“Yin'er juga sangat perhatian, meskipun situasinya sulit di Istana namun dia juga tidak lupa untuk memperingatkanku,” ucap Xu Yong dengan senyum lebar.Xu Qingyu menganggukkan kepalanya, tidak ada satupun dari mereka berlima yang ingin Ayah mereka terperosok jatuh ke dalam jurang tak berdasar.Semakin tinggi posisi jabatan maka semakin besar tanggung jawabnya, Ayah mereka sudah menua.Sudah saatnya untuk berhenti dan menikmati hidup, masalah biaya maka biarlah mereka anak-anak yang menanggung.“Ayah, aku memiliki sesuatu untuk dikatakan.”Xu Qingyu menatap Ayahnya dan memang ada sedikit hal yang harus dikatakan olehnya.“Baiklah.”Xu Qingyu dan Ayahnya berjalan ke ruang kerja Ayahnya sementara anak-anak lain saling berkumpul terutama Xu Ming yang baru saja pulang.Xu Jian bahkan diberikan izin untuk pulan
Xu Qingyu mendengarkan masalah ini dengan seksama dan diam diam mencatat hal ini ke dalam hatinya.“Baiklah, jika itu maumu. Maka aku akan mencarikan nya untukmu,” balas Xu Qingyu meyakinkan.Tidak ada yang boleh memaksa kakaknya untuk menikah dengan orang yang tidak diinginkan olehnya.Karena Xu Qingyu tahu jelas bagaimana tabiat Xu Qianyi. Perilakunya keras dan sulit untuk dikekang, sehingga bertemu dengan keluarga yang keras juga akan menjadi penyiksaan baginya seumur hidup.Nyonya Wen dan Ayahnya mungkin bermaksud baik dengan mencarikan keluarga baik yang memiliki moral tinggi.Namun semakin tinggi moralnya maka akan semakin tinggi tuntutannya, ini akan menyiksa Xu Qianyi.Xu Qingyu tidak ingin hal ini sampai terjadi, lagipula Xu Jian dan Xu Ming belum menikah maka pernikahan Xu Qianyi seharusnya tidak terlalu mendesak.Mereka berdua bermain bersama, menghabiskan waktu bersama, mengobrol dan berkeluh kesah satu sama lain sambil menunggu Ayah mereka dan Xu Ming kembali.“Tuan dan T






