แชร์

BAB 20

ผู้เขียน: stevendeeary
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-24 15:29:05

“Ssshhh... Ju-Juan, jangan berisik, eemh....”

Mataku membulat sempurna. Si pria menyebut nama Bianca, dan suara lembut yang amat kukenali itu menyebut nama Juan.

Dasar binatang! Gengsi setinggi langit, menolak disentuh saat di pelabuhan, tapi berlagak seperti kucing birahi di tempat umum seperti ini.

Aku tidak marah, aku sudah tahu Bianca adalah pemain, dan baru kemarin aku mengira-ngira Bianca pasti akan berselingkuh dengan Juan—tanpa menunggu hari pernikahan kami, perselingkuhan mereka sudah
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 21

    “Om.. ahh, da-dalem banget....”Jangan kalian tanya darimana staminaku selalu datang. Aku pria hyper, pria yang melepas stress di kepala dengan seks.Sejak kapan aku begini? Aku tidak ingat, tapi yang bisa kusadari adalah aku mulai begini sejak Nadira yang mengajakku duluan. Nadira yang mengatakan bahwa ini satu-satunya cara yang membuat beban kita sedikit berkurang.Aku tidak pernah setuju tentang hal itu, karena setelah puas, masih muncul beban dan masalah lain. Namun alih-alih menolak, aku malah ketagihan dengan Nadira.Tidak juga. Aku justru membayar wanita-wanita lain untuk tidur denganku.“Enak? Mau dikasarin lagi, hm?” Aku berbisik, sebelum akhirnya kugigiti kulit leher Kiara dengan penuh nafsu, sementara di bawah kutanamkan ‘Jevan Kecil’ sedalam-dalamnya, menyentuh titik g-spot yang membuat Kiara tak bisa berhenti menjerit saking nikmatnya.Pinggul gadis itu bergoyang, tubuhnya terombang-ambing mengikuti hentakanku.Dia persis Bianca, patut dinikmati karena memang menggoda. Ti

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 20

    “Ssshhh... Ju-Juan, jangan berisik, eemh....”Mataku membulat sempurna. Si pria menyebut nama Bianca, dan suara lembut yang amat kukenali itu menyebut nama Juan.Dasar binatang! Gengsi setinggi langit, menolak disentuh saat di pelabuhan, tapi berlagak seperti kucing birahi di tempat umum seperti ini.Aku tidak marah, aku sudah tahu Bianca adalah pemain, dan baru kemarin aku mengira-ngira Bianca pasti akan berselingkuh dengan Juan—tanpa menunggu hari pernikahan kami, perselingkuhan mereka sudah terlaksana.Aku buru-buru berbalik badan, kembali ke meja di mana Kiara masih menunggu. “Kita pulang,” kataku.“Eh, kok? Aku baru pesan—“ Gadis itu terdiam saat melihatku mengambil beberapa lembar uang dan meletakkannya di atas meja.“Kita cari makan di tempat lain saja.” Kutarik lengan Kiara sedikit kasar hingga tubuh gadis itu tersentak ke depan karena kehilangan keseimbangan.“Om, ini bukan arah pulang. Kita mau ke mana?” tanyanya saat menyadari mobilku tidak berada di jalur perjalanan menunj

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 19

    “Mas Jevan....” Celine melenguh keras di atasku. Mendengar itu, mulutku makin bersemangat memilin pucuk kedua dadanya.Kuakui dia tak serta merta membuatku tergila-gila seperti saat pertama kali aku mencicipi tubuh Kiara, tetapi sekali lagi kuulang, “Celine tidak memaksa, dia menghargaiku.”“Udah basah ternyata,” godaku, kupercepat gesekan telunjuk dan jari tengahku pada labia yang masih tertutup celana dalam.Basah, harum menggoda. Lagi kupilin dadanya, kusesap lembut hingga gadis itu kehilangan keseimbangan tubuhnya. Celine menjerit pelan, kepalanya terlempar ke belakang, menahan nikmat yang kuberikan dari dua arah.Ku baringkan tubuhnya, bibirku mulai bergeriliya mengabsen tiap sisi kulit tubuhnya. Bercak merah bekas permainan kami semalam masih tertinggal di sana, tak menyurutkan keinginanku untuk berbuat sedikit lebih kasar dari sebelumnya.Satu tanganku melepas panty gadis itu dengan tak sabar, ciumanku turun ke sana, kunikmati ranumnya segitiga basah kemerahan itu.Cup!Kulebar

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 18

    “Jangan pernah datang ke pelabuhan, Mas, sekali pun Mama yang ngajak,” kata Celine lagi.Napasku tersendat sesaat, kuhela putus-putus, lalu kutatap Celine. “Emangnya di pelabuhan ada apa, Cel?”Celine menghela napas, lega kurasa. “Syukurlah kalau kamu gak ke sana. Sumpah, semalam aku kebangun dan lihat kamu gak ada di sampingku.”“Aku mulai berpikir aneh-aneh, aku cek handphone dan ada pesan dari Mama kalau Mama lagi di pelabuhan. Aku mau hubungi kamu, tapi aku takut kamu lagi sama Mama. Aku gak tenang, Mas.“Aku takut kamu keseret dalam bisnis Mama. Aku takut nasib kamu kayak Papa. Kematian Pak Panca masih jadi sesuatu yang bikin aku gak tenang.”“Itu sebabnya gerd kamu kambuh? Kamu kirim pesan kepada saya saat perut kamu sakit karena mikirin saya, Cel?” tanyaku menyela.Gadis itu mengangguk. “Mas, aku butuh kamu di sini. Aku sampe mikir, apa aku kabur aja, ya? Tapi aku maunya kabur sama kamu, Mas.”Kutarik tubuh gadis itu naik ke pangkuanku, kupeluk dia erat-erat, kubiarkan kepalany

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 17

    “Eeuunghh...”Saliva kami terputus. Sialnya aku tidak bisa berbuat lebih jauh karena Nadira sedang datang bulan. Tidak apa-apa, nanti main sama Celine.“Kangen,” kata Nadira lalu meletakkan kepalanya di atas dadaku yang penuh bercak lipstik merahnya.“Jadi, kamu minta ketemu di sini cuma buat kangen-kangenan? Kamu bilang kamu tahu soal Ardian, itu cuma alibi aja, ya?” tanyaku iseng.Nadira menggeleng. “Masa ketemu cuma buat ngomogin kasus.” Perempuan itu menautkan seluruh kancing kemejanya. Sudah puas aku bermain-main dengan dada sintalnya.Ia turun dari ranjang, mengambil tas laptop lalu kembali duduk di sebelahku. “Soal Ardian dan pembunuhan berencana Panca Wardana semuanya sudah dirancang dua bulan setelah kematian Rendra Satvika,” ujar Nadira memulai.Aku mengangkat satu alis. Nadira menunjukkan layar laptopnya ke arahku. “Sudah beberapa hari sejak rapat besar di markas, aku tinggal di dekat rumah keluarga Luan Hamijaya.”“Menurut penelitian salah satu anggota kita yang menyamar d

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 16

    “Jangan coba-coba bohong ya, Mas!” Bianca membentakku, tapi matanya berkaca-kaca.Aku termenung sebentar, menatap wanita itu dengan tak biasa.Inikah Bianca yang kulihat semalam?Inikah Bianca yang mengomando puluhan anak buah kapal di gudang pelabuhan?Inikah Bianca yang memaki dan membunuh Ardian?Sialnya, aku tidak bisa menebak peran dan wajah mana yang sedang Bianca pakai pagi ini. Sorot matanya menyiratkan sebuah ketulusan saat ia berbicara, lembut dan tertata suaranya.“Mas, jawab! Kamu ngapain ke rumah Bianca? Tetangga di sana ngomong sama aku loh, Mas. Katanya kamu nginep—““Nginep?” Aku menyela.“Benar, kan? Kamu nginep di rumah Celine!” bentakan Bianca terdengar makin frustrasi.Aku menghela napas, mana mungkin aku mengaku. Kupasang ekspresi tenang—mengimbangi Bianca yang bermuka dua. “Aku datang siang hari, bawain makan siang untuknya. Terus mal

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status