แชร์

BAB 47

ผู้เขียน: stevendeeary
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-05 20:39:42

Darah segar mengalir di lantai, pecah ke sana ke mari, meleleh di antara erangan keras Juan yang kini tergeletak tak berdaya.

Pria itu menatapku tajam, air matanya tumpah, kilat kemarahannya terlihat jelas, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Tubuhnya sudah kucabik-cabik, kepalanya juga terluka akibat benturan keras lantai yang penuh dengan pecahan keramik.

“Ini adalah balasan untuk orang yang telah selangkah menghancurkan hidupku,” ucapku datar.

Aku berlutut, kakiku hampir sejajar dengan pundak
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 56

    “Mas....”POV CELINESetelah melewati sekian perdebatan dengan Kiara. Akhirnya adikku mengalah dan membiarkan Mas Jevan mengantarku ‘pulang’.Pulang yang Kiara kira, aku akan kembali ke rumah Mama.“Maaf kalau unit ini gak seluas unitku sebelumnya,” kata Mas Jevan.Ya, tempat ini amat kecil. Hanya ada satu kamar, ruang tamu kecil dan kamar mandi. Aku tidak yakin bisa bertahan di sini untuk waktu yang cukup lama.“Hanya sementara, nanti kita akan pindah ke kota lain setelah menikah,” lanjutnya.Setidaknya kalimat itu membuatku sedikit tenang. Kuletakkan koperku di ujung ruangan, pelan berjalan sambil tanganku iseng meraba-raba barang-barang di kamar itu.Bersih, terawat, tak ada debu setipis apa pun. Mungkin Mas Jevan sering datang ke sini dan membersihkannya. Baiklah, aku bisa tidur nyaman di sini.“Makasih ya, Mas,” ucapku.“Gak masalah kamu di sini, kan?”Aku mengangguk pelan. “Asal gak sama Kiara. Aku butuh waktu untuk gak ketemu dia dulu.”Mas Jevan menarik pinggangku. Jarak setip

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 55

    “Saya harus pergi sekarang—““Tunggu, Jev. Kamu jangan gegabah!” Rakabumi menahanku. “Kita hanya mengira-ngira, tapi kalau kamu ambil keputusan terlalu cepat sama saja kamu mengabaikan misi-misi kita sebelumnya.”Langkahku urung, kembali aku duduk dan termenung.“Jangan lupa, fokus kita adalah kasus Valisa sekarang,” lanjutnya sambil mengambil tablet yang tergeletak di atas meja, sesaat ia meluncur lalu menunjukkan layar tablet itu ke arahku.“Juan sudah sadar, tapi masih belum bisa diajak berbicara. Dua anak buah saya berjaga ketat di depan ruang ICU, tidak ada yang bisa menemui Juan selain istri dan keluarga intinya.”Beberapa foto terpampang di layar, juga hasil rekam medis dari rumah sakit tempat Juan dirawat.“Beberapa kali anggota kita mengajaknya berbincang, tapi responnya masih belum sepenuhnya. Saya agak skeptis, firasat saya berkata Juan tidak akan buka mulut. Karena yang ia hadapi bukan hanya Bianca, melainkan juga orang-orang yang berdiri di belakang wanita itu.“Sekali sa

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 54

    “Kamu gak tahu kan, Om Jevan ketagihan banget sama aku,” ujarku lantang.POV KIARALangkah Kak Celine benar-benar berhenti, butuh waktu lama sampai akhirnya berbalik badan dan menatapku.Aku ingin sekali melihatnya kalah, tapi yang kulihat malah wajah menyebalkannya tersenyum ke arahku. “Ngaco kamu, Kiara. Dia menyelamatkanmu dari teman-temannya Mama, gak mungkin dia ikut ngelecehin kamu juga.Kakak geleng-geleng kepala. “Lain kali, jangan kentara liarnya Kiara. Kamu harusnya berterima kasih sama Mas Jevan, kalau bukan karena dia mungkin malam itu kamu digilir sampai pagi.“Atau mungkin sampai Mama merasa uangnya sudah cukup dari orang-orang itu,” ujar Kakak.Tanpa sadar tanganku mengepal kuat. “Kamu... gak percaya dengan kata-kataku, Kak? Aku gak ngaco, aku dan Om Jevan memang—““Kakak udah tahu, kamu jatuh cinta sama Mas Jevan, kan? Gak apa-apa, perasaanmu gak salah. Mas Jevan orang baik, dia tampan dan lembut. Perempuan di luar sana gak mungkin gak jatuh cinta kalau berdekatan deng

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 53

    “Mas, gimana keadaan Kiara?” pertanyaan itu meluncur tepat setelah aku menutup pintu.Aku agak terkejut sebentar, tapi buru-buru kunetralkan ekspresiku agar Celine tak curiga.“Mas lama banget di dalam. Kiara baik-baik aja, kan?”Sudah pasti Celine curiga, lihat saja dari gerakan matanya. Memindaiku ke sana ke mari, terlihat sedih tapi tak tahu apa sebabnya, terlihat cemas tapi juga bingung.“Kakinya terluka, gak dalam, tapi udah baik-baik aja sekarang. Saya berencana memanggil dokter kalau lukanya infeksi,” jawabku.“Aku mau ngomong sama Kiara,” sahutnya.“Kiara udah tidur, jangan diganggu dulu. Dia masih syok.”“Mas... kenapa lama banget sama Kiara?”Aku terdiam, menatap Celine dalam, napasku bertalu lelah... lama-lama membuatku kesal. “Lama atau sebentar, saya pastikan apa yang saya lakukan di dalam adalah untuk kebaikan Kiara.”“Bu-bukan gitu maksud aku, Mas. Aku cuma gak mau Kiara salah paham.”“Dia gak salah paham. Dia cuma kaget, dan sudah saya luruskan kalau dia cuma salah den

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 52

    “Kiara!” Aku memanggilnya, tapi gadis itu abai dan malah berbalik badan, berlari cepat masuk ke kamar.Aku tak tinggal diam, apalagi saat kulihat serpihan pecahan gelas yang jatuh tadi menancap telapak kakinya, menciptakan jejak-jejak darah di sepanjang langkah.Tangis Kiara pecah, tertimbun di balik bantal yang menutup seluruh wajahnya. Aku menutup pintu kamar, merangkak ke atas ranjang dan memeluk gadis itu.“Kia....”Kiara menepis tanganku. “LEPAS!” berangnya serak.“Kiara, dengarkan saya dulu.”“Om batal nikah sama Mama karena Kak Celine, iya? Jadi selama ini Om juga suka sama Kak Celine? Terus aku ini apa, Om? Om sentuh aku, pakai badanku berkali-kali, semua itu artinya apa?“Ternyata Om sama aja kayak teman-teman Mama—““Kiara, dengarkan saya dulu!” potongku cepat, gadis itu terdiam. “Kamu salah paham. Saya gak akan menikah dengan Celine. Saya... hanya sedang membahas perjodohan antara dia dan Farel.”“BOHONG! AKU GAK TULI, OM! AKU DENGAR SENDIRI OM BILANG MAU NIKAHI KAK CELINE!

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 51

    “Tapi aku penasaran, kenapa Om kesannya jadi kayak ikut campur masalah Mama, ya?”Pertanyaan Kiara membuatku terpaku.“Waktu itu Om sampe bongkar-bongkar berkas di kamar Mama. Om juga pengen tahu rumahnya Tante Valisa, dan sekarang... jangan bilang Om juga mau ikut campur masalah Mama dan Tante Valisa?”Aku meneguk ludah. Sadar tak sadar, sikapku selama seharian ini terlalu kentara. Aku terlalu ikut campur, aku tidak bisa menahan diri untuk tidak peduli.Komandan Rakabumi memang tidak memberiku perintah langsung, tetapi sebagai saksi mata langsung dan ‘penyebab’ tumbangnya Juan di tangan Bianca. Aku merasa aku harus tahu tiap-tiap ritme kasus ini.“Saya cuma khawatir dengan kamu dan Celine. Apalagi setelah kalian mendapat pesan dari nomor tak dikenal itu. Saya yakin, Bianca gak akan diam aja, terlebih kalian milih pergi dari rumah daripada tinggal sama dia,” ujarku, lancar.Kiara manggut-manggut. “Aku udah tahu sih. Om pasti sayang banget sama aku. Om tenang aja, aku gak akan pulang.

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status