Aku tak menyangka suami yang selama ini kupercaya mengelola toko daging sapi peninggalan ayah menghianatiku. Mistery daging 15O kg terbongkar sudah. Ternyata daging itu untuk acara pernikahan suamiku dengan si pelakor secara diam-dian. Aku takkan tinggal diam. Akan aku hancurkan pernikahan mereka. Namun tak kusngka, sumiku dan selingkuhannya memfitnhku hingga nasibku berujung di penjara. Setahun kemudian aku bebas. Putri Dyah ayu bukan lagi putri yang cengeng dan lemah. Aku kini sekuat baja dan akan memabalas dendam.
View More“Go now. Go run to the stables Mia. Your dad is on his way”.
I looked at my mom with my big, frightened eyes. “Please don’t, please don’t tell me he is on his way?”“Yes, Mia he is now run”.With adrenaline running through my veins, I stood up from my bed and ran as fast as I could out of the door. Almost losing my footing when I exited the back door. I shrank back in the corner of the stables trying to make myself as small as possible. I could hear him screaming in the house at my mom.“WHERE IS SHE”! My dad screamed.“Richard, please don't. She is not here, please don't hurt her!”Slap, I could hear the loud smack he gave my mom. I started sobbing softly. Why must my life be like this, why must he hate me so much? Why does my mom love him so much that she does not take us away from here? Why does she love to torment herself? My sister is the one the whole town knows. She's the one who always makes trouble for us. I know this is her doing, I know she told him something to make him this mad. I do not understand why she gets joy out of hurting me and my mother. I try keeping to myself. You can see me as the plain Jane and invisible. If I don’t get seen or heard, I will be fine. That is what I keep telling myself... Yeah not like if that ever worked. The last thing I want is for anyone to know me, to know what hell I live through every day, and most important I don’t want anyone to know who my sister and father is. I don't want anyone’s pity. I just want to live my life like an ordinary teenager.“I told you long ago, to keep your daughter in check, Isabel.”” She is your daughter too Richard.” “What did she do now?”“Does it matter, call her here right now and tell her to get her ass here now?”“Please Richard, why can’t you speak to her tomorrow? You have drunk a lot today, can't you please go and rest first.”Smack, “Do not tell me what I should and should not do woman”. “You will do what I tell you to do”Everything went silent. My mom would rather get beaten on my behalf. Once he hit me so hard, that I could not walk for a week. My dad only beats us. He would never touch my sister, she is his previous gem. You see my sister is only my half-sister. She is my dad's first love child. Her mother Rebecca died in a car crash when she was small. My dad met my mom 3 years later. My mom fell in love with him at first sight. I can't say the same for him, you do not treat someone you love like he treats my mom, but my mom loves him with her whole heart. I think my dad only married my mom to look after his precious daughter. A year later my mom got pregnant with me. I can't say my dad was not happy, because he wanted a son. Well, here I am. 'n GIRL who looks nothing like my dad or mom. My dad hates me because I am not a boy and because his precious daughter hates me too.My mom told me before “Mia never leave the stables before I come to get you. You must remember NEVER.”So here I was waiting. It soon started getting dark. It was in the middle of autumn, so the air was starting to get cooler. I only wore my normal faded jeans and a black t-shirt. I did not have time to put on shoes. I was really starting to get cold. We lived on the outskirt of town on a small range. With no neighbors nearby. I wrapped myself in my arms and slowly started to drift to sleep.“Mia… Mia wake up”I slowly opened my eyes and saw my mom kneeling in front of me.“Mom?”“Yes darling, your dad is sleeping come back inside.”“Mom are you alright?”She had a dark red handprint on the right side of her face.“Mom, why do you always let him do this to you, to us? Why can’t we go live with grandma and grandpa?”“No Mia we can't.”“Why not mom?” I asked her with tears running down my face. I hate seeing her like this.“Mia, you will never understand you are still too young.”“Mom, I'm 18, I know right from wrong, and this is wrong. Dad does not love us. If he loved us, he would never treat us like this. This… this is not love mom this is… I don’t know even what this is. Do people even have a word for this kind of living. Haven’t you had enough mom?”“Apa aku menolak waktu paman ... mencium bibirku?” aku menyapu bibir paman dengan jemariku, membuat paman memejamkan mata untuk menikmatinya.“Jawab paman?” tanyaku kembali masih dengan menyapu bibir sexynya dengan jemariku.“Tadi kau begitu berani. Kenapa sekarang diam? Hmm?” tanyaku kembali.“Aku ... aku .... ““Sst ... “ Aku menutup mulut paman dengan telunjukku. Menatap wajah tampan di hadapan membuatku tak tahan untuk tak menyentuh bibirnya. Tinggi badanku yang hanya sepundak paman, membuatku harus berjinjit untuk memberikan kecupan tipis pada bibirnya. Cup, satu kecupan sukses mendarat di bibir paman.Tak ada pergerakan. Kami saling diam dengan bibir saling menempel. Perlahan paman menjauhkan bibirnya dariku dan membingkai wajahku dengan telapak tangannya.“Ini rumah sakit. Kita tak boleh melakukan hal yang lebih.” Bisik paman dengan tersenyum. Aku merasakan harum
Wajah paman semakin dekat. Bahkan ujung hidung kami saling bersentuhan. Oh Tuhan, benarkah ini. Apa aku sedang tidak bermimpi. Pria yang sudah menggetarkan hatiku tengah menatapku penuh hasrat.Aku memejamkan mata menandakan dari sebuah kepasrahan. Aku dikejutkan oleh benda kenyal yang menyentuh bibirku membuat jantungku memacu kian cepat. Bibir paman menyapu dengan lembut hingga membuatku terbuai.Entah mendapat dorongan dari mana hingga membuatku membalasnya dengan lebih berani. Sejenak kami saling berpagut dalam balutan rindu.Sayangnya semua keindahan itu harus terhenti karena masuknya perawat yang membawa kursi roda untukku. Kami pun saling melepas pagutan dengan perasaan malu.“Sorry,” ucap paman lirih. Dia menjauh dariku sembari menghapus jejak pada bibirnya yang basah. Lalu menyugar rambutnya dan berdiri membelakangiku. Paman masuk ke dalam toilet. Entah apa yang akan dilakukannya. Aku akan mencari tahu tentang hal itu.“M
Rasanya tubuh ini sudah sehat dan tak perlu obat apapun. Berdekatan dengan paman pasti lebih mujarab dari obat manapun.Tunggu, bukankah paman sedang marah kepadaku. Bagaimana kalau dia menolak untuk menjagaku. Atau dia mau tapi aku dicuekin. Aduuh bagaimana ini. Aku menggaruk kepala yang tidak gatal.“Put! Cepat telpon pamanmu suruh ke sini. Ibu harus berangkat sebentar lag biar bisa lihat jenazah budemu.”“Hah? Aku. Bu?” aku menunjuk ke arah diri sendiri.“Iya. Cepetan!”“Ibu saja! Nih hapenya!” aku menyerahkan ponsel kepada ibu. Tak mungkin aku duluan yang menghubungi paman.“Kamu aja! Cepetan. Ibu mau beres-beres dulu!”Duh Gusti, bagaimana ini. Ibu benar-benar tak mau mengerti perasaanku.“Cepat puuuttt!!”“Iya!”Aku mengusap layar dan membuka aplikasi berwarna hijau dan mencari nomor paman. Rasanya ragu untuk menyentuhnya. Ja
“Oke, Paman tahu. Tapi setidaknya kau masih punya rahim dan bisa hamil. Jangan pernah meremehkan sesuatu yang berhubungan dengan nyawa, Putri!”“Sudahlah, Paman. Aku tak butuh nasehatmu! Yang jelas aku akan memakai jasa pengacara yang hebat untuk memberikan hukuman berat kepada mereka!”“Tapi Put ... ““Tolong, keluar! Aku ingin sendiri!”“Put! Paman seperti tak mengenal dirimu lagi! Hanya karena dendam kau sampai kehiangan jati diri dan juga hati nuranimu! Paman seperti tak mengenalmu lagi!”‘Tolong keluar, Paman! Aku ingin sendiri!” teriakku dengan kesal. Tanpa terasa airmata mengalir deras pada pipiku.“Baiklah! Paman hanya ingin kau menjadi putri yang dulu, yang penuh dengan cinta, kasih sayang. Bukan putri yang memenuhi dadanya dengan api dendam!”“Keluar, Paman! Keluar!!” aku menutup telinga dan tak mau mendengar nasihat apapun dariny
“I ... Iya Mbak Yu. A-ada apa?” tanya Paman degan terbata. Aku tahu kalau dia masih merasa canggung dengan kejadian tadi.“Radit dan keluarganya sekarang di mana?!”“Mereka sudah di bawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.”“Baguslah! Kau harus menghukum mereka seberat-beratnya!” ucap Ibu sembari mengepalakn tangan. Rupanya beliau masih terbakar emosi.“Itu bukan kewenanganku Mbak. Nanti pengadilan yang akan menghakimi mereka!” jawab Paman.“Huuch pokoknya aku mau ketemu sama mereka dan bakal tak uwes-uwes mereka nanti!” ucap ibu dengan gemas. Jelas saja dia tidak terima anaknya diperlakukan seperti ini.“Sudahlah, Mbak. Yang penting sekarang kita fokus untuk pengobatan Putri. Mereka sudah ada yang mengurusi!”“Ya sudah. Mbak mau ngurus administrasi dulu. Kamu tolong tungguin Putri dulu, ya!”‘Iya, Mbak! Tapi gak bisa l
Dan tak lama kemudian terdengar suara Radit menjerit sangat keras. Bukan sekali, tapi berkali-kali. Suara bag big bug tak ada hentinya disertai suara jeritan ibunya Radit. Sepertinya paman sedang memukuli Radit dengan brutal. Syukurlah, paman selalu datang tepat pada waktunya.‘Tangkap mereka semua!” Paman memerintah kepada anak buahnya.Sepertinya terdengar penolakan dari Radit dan ibunya. Bahkan aku mendengar suara Radit yang terus memanggil nama istrinya. Aku yakin wanita itu pasti terluka parah, hingga membuat Radit berteriak histeris.Kemudian, aku merasakan tubuhku sedikit terangkat. Rupanya paman menaruh kepalaku di atas pangkuannya.“Putri! Bangunlah!” Paman menepuk-nepuk pipiku. Dia pasti sangat khawatir. Sebenarnya aku masih sadar dan mendengar semua aktifitas di sekitar. Hanya saja aku merasa seperti tak bertenaga. Bahkan untuk membuka mata saja rasanya tidak sanggup.Aku berusaha tetap bertahan. Namun lamba
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Comments