Share

Bu Lela Ditampar

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2025-12-09 13:00:11

Runi bergegas keluar rumah dan dengan langkah lebar, dia berjalan menuju ke depan gang. Di tengah jalan, dia berpapasan dengan gerobak sayur Mang Ujang yang masih dikelilingi oleh beberapa orang ibu yang sedang berbelanja.

Jantung Runi berdetak kencang saat menyadari bahwa beberapa orang diantara mereka adalah orang-orang yang berdemo di rumah Yanto kemarin. Hal tersebut membuat Runi kian mempercepat langkahnya supaya tidak sampai berurusan dengan mereka. Runi takut kalau-kalau para ib

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Terusir

    Yanto yang sudah tidak dapat lagi menahan emosi karena mendengar perkataan Deon tersebut langsung melontarkan umpatannya. Rasa malu tak terkira membuat dirinya seolah tak punya muka lagi untuk menghadapi Feyla. Kini dia sadar bahwa akibat kebodohannya, perusahaan milik istrinya itu telah direbut oleh Deon, tapi di sudut hatinya yang lain dia tidak sepenuhnya merasa ini semua adalah kesalahannya. Ini semua karena Feyla yang tidak lagi mau membimbingnya padahal dia masih baru dan perlu banyak belajar dari para seniornya yang dalam hal ini diharapkannya adalah Feyla, istrinya. Jadi menurut Yanto, Feyla juga punya andil dalam kekacauan ini.“Ha...ha...ha... baguslah kalau kau sadar. Tapi itu semua tidak ada gunanya lagi, semuanya sudah terlambat. Sejak kau gagal menyelesaikan masalah di perusahaan dan aku mulai mendapat perhatian dari para investor, dari situlah aku mulai melobi dan mendekati mereka perlahan-lahan. Aku menanamkan dalam pikiran mereka bahwa aku lah yang pantas menjadi pemi

  • Madu Pemberian Ipar    Fakta yang Terungkap 

    Deon balik menatap Feyla dengan tenang, tidak terintimidasi dengan sikap Feyla tersebut. “Untuk masalah ini, kau bisa tanya suami kesayanganmu itu.” “Aku? Kenapa aku? Aku tidak pernah loh menjual saham kepadamu,” tukas Yanto dengan raut wajah sedikit kaget karena Deon melemparkan ‘bola’ kepadanya. “Lalu bagaimana dengan Pak Iwan? Apa kau juga merasa tidak menjual saham kepadanya?” Lagi-lagi Deon berucap dengan santai. Yanto terdiam sejenak. Tentu saja dia mengenal Pak Iwan dan memang benar apa yang dikatakan Deon bahwa dia telah menjual saham miliknya dan Feyla kepada Pak Iwan.“Kenapa kamu diam, Mas? Kamu kenal gak sama dia?” cecar Feyla.“Ke-kenal, Fey,” jawab Yanto terbata.“Benar kamu menjual saham kita padanya?”Yanto mengangguk pelan, otaknya kini dipenuhi banyak tanda tanya besar tentang apa hubungan antara Pak Iwan dengan Deon.“Kenapa kamu berani-beraninya menjual saham kita, Mas?! Apa aku ada memberi izin padamu?! Kau sungguh lancang sekali, Mas!” seru Feyla dengan amara

  • Madu Pemberian Ipar    Feyla Syok.

    “Gimana, Viana? Apa kamu sudah mulai mengerjakan pesanan dari Nyonya Adinata?” tanya Bu Julia di siang hari itu. “Sudah, Bu. Ini saya lagi membuat sketsa kasarnya,” ucap Viana sembari menunjukkan lembaran kertas putih di hadapannya yang telah berisikan sketsa dasar desain yang hampir rampung.Nyonya Julia memperhatikan sketsa yang dibuat oleh Viana dengan seksama lalu dia bertanya tentang konsep dari sketsa yang dibuat tersebut beserta alasan dia memilih konsep itu. Dengan lugas, Viana langsung menjelaskannya di hadapan bos nya itu.Mendengar penjelasan Viana, Nyonya Julia menggangguk-anggukkan kepala, dalam hatinya dia merasa kagum pada kemampuan Viana dalam mendesain dan menjelaskan konsep desain tersebut dengan begitu detail. “Baiklah, kalau begitu lanjutkan lagi pekerjaanmu.”“Baik, Bu.”Nyonya Julia melangkah meninggalkan ruang kerja Viana, tapi tiba-tiba dia berbalik lagi ke meja Viana. “Viana, bagaimana pendapatmu tentang Jimmy?” tanya Nyonya Julia to the point.Seketika Via

  • Madu Pemberian Ipar    Ancaman Bu Elvina

    “Mas Jimmy? Anda Mas Jimmy, kan? Saudara iparnya Mbak Mika?” tanya Viana dengan setengah ragu, takut salah orang. Pria berkemeja navy yang diduga Viana merupakan Jimmy, terlihat memandang Viana dengan intens. ‘Benar, saya Jimmy. Kamu siapa, kenapa bisa mengenali saya? Tapi... tunggu dulu, rasanya saya sedikit familiar dengan wajahmu. Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” ucap Jimmy sambil terus menatap Viana. “Saya Viana, Mas. Saya dulunya tetangga Mbak Mika sewaktu masih tinggal di Kota U,” jelas Viana. “Viana... Viana... Oh iya, saya ingat sekarang. Kalau tidak salah, waktu itu kamu pernah hampir ketabrak sama mobil saya. Iya, kan?” “Iya, benar, Mas.”“Tapi kenapa kamu ada di sini? Bukannya kamu harusnya ada di Kota U?” Jimmy mengungkapkan keheranannya. Viana tersenyum kecil melihat kebingungan Jimmy.“Saya kerja di sini, Mas dan sekarang saya juga tinggal menetap di kota ini.”“Oh, begitu ya.”“Iya, Mas. Kalau gitu saya permisi dulu, Mas.”“Oke, eh... maaf ya, tadi saya udah n

  • Madu Pemberian Ipar    Kedatangan Nyonya Adinata

    “Siapa cewek tadi itu, Kak? Datang-datang langsung marah-marah saja,” ucap Ayu ketika Viana sudah kembali. “Oh...itu mantan adik ipar kakak. Biasalah, dia memang kayak gitu orangnya. Sehari saja gak ngebully kakak, gak senang dia, meriang, panas dingin badannya,” seloroh Viana bercanda. “Ha...ha...ha... Kakak ini, bisa aja bercandanya. Tapi Kak...serius nih, tadi aku dengar dia nyebut - nyebut Kakak penyebab kakak iparnya keguguran, itu ceritanya gimana sih, Kak dan kapan kejadiannya?” tanya Ayu penasaran. “Oh itu. Jadi gini...” Viana lalu mulai menceritakan kejadian beberapa waktu lalu yang melibatkan dia, Runi dan Feyla. Ayu mendengarkan dengan seksama. Di sepanjang Viana bercerita, raut wajah perempuan bertubuh mungil itu berubah-rubah, campuran antara marah, kesal dan juga geram. “Haissh....gila! Gak nyangka aku ada orang se-bloon itu. Dipikirnya gampang apa mencuri di toko perhiasan sekelas Sparkle n’ Shining Diamond. Pengamanannya gak main-main, CCTV bertebaran dimana-mana.

  • Madu Pemberian Ipar    Mengorek Informasi 

    “Itu...itu kan Viana.” Raut wajah Runi langsung terlihat kesal melihat orang tersebut yang ternyata memang Viana.‘Sial, kenapa harus jumpa dia di sini, sih?!’ batin Runi dongkol.Runi terus menatap Viana yang tengah makan. Di depan Viana, ada seorang wanita yang belum pernah dilihat Runi sebelumnya.“Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya. Ah, peduli amat. Untuk apa aku urusin dia, buang-buang waktu saja,” gumamnya pelan.Meski dia berusaha mengabaikan keberadaan Viana di tempat itu, tetapi tatapan mata Runi tetap tertuju kepada Viana. Penampilan Viana yang modis dengan barang branded yang melekat di tubuhnya memantik rasa iri dalam hati Runi.‘Sialan, kenapa makin hari dia makin cantik dan modis saja. Sepertinya bercerai dengan Bang Yanto tidak berpengaruh apa-apa pada dirinya. Malah dia tampak lebih berkelas sekarang ini. Sungguh aku tak rela melihatnya. Tapi...tunggu dulu...bukankah bagus dia ada di sini, aku bisa tanya kejelasan soal pengangkatan rahimku padanya. Ya, siap

  • Madu Pemberian Ipar    Hubungan Terlarang

    Viana mengedikkan bahu."Aku nggak bilang gitu, lho. Tapi...kalau kamu merasa seperti itu, berarti memang iya kamu melakukannya. Apa.. ada rahasia yang kamu sembunyikan dari kami?" pancing Viana sambil mendekatkan wajahnya kepada Runi, membuat Runi gelagapan."Ya, nggaklah, Mb

  • Madu Pemberian Ipar    Curhatan Aldo

    "Istri mas itu orang yang egois, dia tidak pernah menghargai mas sebagai suaminya. Dia tidak pernah mau mengerjakan pekerjaan rumah termasuk mengurus keperluan mas. Padahal selama ini, semua keinginannya selalu mas penuhi, tapi di matanya, semua pengorbanan mas itu tidak ada artinya sama sekali.

  • Madu Pemberian Ipar    Perkenalan

    "Nama saya Runi, Mas dan sebagai tanda terima kasih dari saya, izinkan saya untuk mentraktir Mas makan siang kali ini. Boleh kan, Mas?" tanya Runi sambil menatap wajah Aldo dengan penuh harap.Pada saat yang sama, Aldo juga tengah menatapnya lekat-lekat dari atas ke bawah, tetapi Runi tak

  • Madu Pemberian Ipar    Dewa Penolong Runi.

    Pegawai itu segera masuk ke dalam dan tak lama kemudian dia keluar bersama-sama wanita paruh baya yang berpakaian modisWanita paruh baya itu tersenyum ramah kepada Runi. Terlihat dari raut wajahnya bahwa dia telah mengetahui masalah yang sedang terjadi saat itu."Maaf ya Mbak, mana

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status