Home / Rumah Tangga / Madu Pemberian Ipar / Pernikahan Yanto dan Feyla (1)

Share

Pernikahan Yanto dan Feyla (1)

Author: Kurnia_cy
last update publish date: 2026-03-09 09:04:33

Hari demi hari berganti dan akhirnya tiba lah hari yang sangat dinantikan oleh Feyla yaitu hari pernikahannya dengan Yanto.

Dengan mengusung konsep pernikahan simple tapi elegan, ballroom hotel disulap menjadi tempat yang cantik dengan nuansa putih dan hijau.

Di atas pelaminan, tampak sepasang pengantin tengah duduk berdampingan dengan wajah sumringah dan gembira. Setelah melalui serangkaian prosesi, keduanya merasa lega dan bahagia dapat duduk bersanding di pelaminan pada malam hari itu. Di ki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Madu Pemberian Ipar    Runi Hamil?

    Sebulan kemudian.“Huekk.... huekkk....” Keheningan pagi itu dipecahkan oleh suara muntah seseorang di dalam kamar mandi. “Runi? Kamu kenapa?” tanya Yuda dengan nada panik. Ternyata yang sedang muntah-muntah itu adalah Runi dan Yuda yang mendengar hal tersebut langsung menghambur ke dalam kamar mandi.Runi berbalik badan dan Yuda bisa melihat betapa pucat wajah istrinya itu.“Kamu kenapa, Run? Kamu sakit?” tanya Yuda lagi sambil memijit pelan kedua bahu Runi.“Nggak tahu nih, Mas. Tiba-tiba saja badanku terasa lemas, kepalaku pusing dan perutku mual seperti diaduk-aduk,” ucap Runi sambil memijit dahinya.“Kamu sakit maag? Atau jangan-jangan...” Bola mata Yuda berputar liar, dadanya berdegup kencang, sebuah prasangka muncul di benaknya.“Jangan – jangan apa, Mas?”“Jangan – jangan kamu hamil, Run,” bisiknya dengan suara lirih.“Ha-hamil?” Runi tampak kaget.“Ya, siapa tahu. Soalnya beberapa minggu lalu, Richard, temanku bercerita bahwa istrinya tengah hamil muda dan pada awal kehamil

  • Madu Pemberian Ipar    Undangan Khusus

    Yanto menghembuskan napas kasar dan menatap istrinya dengan rasa iba. Meski sedikit kecewa mendengar berita barusan, tetapi Yanto masih bisa menerimanya karena dia sudah memprediksi hal ini akan terjadi sehingga dia sudah mempersiapkan mentalnya. “Mas Yanto, apa yang harus kita lakukan sekarang? Kamu bicara dong, Mas. Jangan diam saja seperti patung!” seru Feyla dengan kesal. “Sudah, Feyla. Berhenti berharap pada orang lain. Kita jalani saja dulu apa yang ada di depan kita. Seperti kataku tadi, besok aku akan mencari pekerjaan untuk menghidupi kita bertiga dan aku juga akan mencari sekolah di sekitar sini untuk Randy. Aku akan mengurus surat pindah Randy dari sekolah yang lama dan kamu sekarang bertanggung jawab mengurus rumah dan menyediakan makanan untuk kita semua.” Yanto mulai menegaskan pembagian tugas di antara mereka.“Apa? Aku disuruh ngurus rumah? Kamu pikir aku ini pembantu, Mas?! Aku istrimu dan aku tidak suka disuruh-suruh seperti itu! Satu lagi, aku juga tidak mengizink

  • Madu Pemberian Ipar    Penolakan Yuda

    Sontak Yanto tercengang melihat reaksi Feyla. “Loh, kenapa kamu kaget begitu? Memangnya ada yang salah dengan ucapanku?”Feyla menggeleng dengan kuat-kuat. “Aku tidak mau! Masakan aku seorang pemilik perusahaan besar melakukan pekerjaan receh seperti itu. Bisa jatuh harga diriku, Mas!”“Tapi sekarang kamu bukan lagi seorang pemilik perusahaan, Fey. Sadar kamu, jangan kebanyakan berhalusinasi!” ketus Yanto.Feyla terdiam, dalam hatinya membenarkan perkataan Yanto tersebut. Akan tetapi, perempuan itu tetap tidak ingin melakukan saran Yanto. Dia yang selama ini bekerja di balik meja, berteman dengan komputer dan kertas-kertas dokumen menyebabkan Feyla enggan untuk menyentuh bidang pekerjaan yang memang bukan ranahnya.“Mas, bagaimana kalau kita minta tolong sama Yuda, suaminya Runi?” cetus Feyla tiba-tiba.“Yuda?” “Iya, Mas. Yuda itu kan pengusaha terkenal juga, jadi kita minta saja bantuannya untuk mengambil alih kembali perusahaan dan aset-aset milikku. Aku yakin dia punya kenalan p

  • Madu Pemberian Ipar    Pindah Ke Kontrakan

    “Mas, serius kita tinggal di sini?” tanya Feyla sedikit bergidik melihat penampakan bangunan di depan matanya. Yanto, Feyla, dan Randy kini tengah berdiri di depan sebuah rumah tipe minimalis. Setelah terusir dari rumah Feyla sebelumnya, Yanto memutuskan mencari sebuah penginapan untuk mereka tinggali buat sementara waktu karena mereka belum tahu akan pergi kemana. Feyla sempat protes, kenapa Yanto memilih penginapan bukan hotel karena selama ini dia terbiasa menginap di hotel jika ada keadaan yang memaksanya tidak bisa pulang ke rumah seperti urusan kerja di luar kota sehingga perempuan itu merasa tidak nyaman harus menginap di tempat yang memang tidak semewah hotel yang biasa ditempatinya.Yanto menjelaskan alasannya yaitu penghematan biaya. Saat ini keuangan mereka sepenuhnya bergantung pada uang cash dan tabungan yang dimiliki Yanto. Meskipun jumlahnya masih cukup banyak, tetapi mengingat dirinya yang masih belum mempunyai pekerjaan untuk saat ini menyebabkan Yanto mulai melakuka

  • Madu Pemberian Ipar    Kekalahan Feyla 

    Kini semua pandangan mata terarah pada Feyla. Jika Yanto dan Randy menunjukkan ekspresi sangat terkejut dan khawatir, lain hal nya dengan Deon dan kedua anak buahnya yang menunjukkan ekspresi biasa saja bahkan Deon sempat-sempatnya menyunggingkan senyum sinis di sudut bibirnya. “Mama!” seru Randy dengan mata terbelalak.“Feyla, jangan konyol! Buang pisau itu, cepat!!” perintah Yanto dengan nada panik. Ya, rupanya Feyla menekankan sebilah pisau pemotong buah ke lehernya yang entah darimana diperolehnya. Ujung pisau yang runcing tampak berkilat tertimpa cahaya lampu yang menyala, menggetarkan hati orang-orang yang melihatnya. “Tidak mau! Selama bedebah itu beserta anjing peliharaannya masih terlihat di depan mataku, aku tidak akan melepaskan pisau ini!” balas Feyla dengan suara nyaring. “Jangan bodoh, Feyla! Kau pikir Deon akan takut pada ancamanmu itu! Aku yakin tidak, Feyla! Sekarang dengarkan kata-kataku, jangan bertindak konyol, buang pisau itu! Lihat Randy, dia ketakutan meliha

  • Madu Pemberian Ipar    Tetap Ingin Bertahan 

    “Mas!” sentak Feyla dengan bola mata membeliak.“Apa hak mu untuk memecat semua ART ku?! Mereka tidak ada yang boleh pergi, harus tetap di sini dan bekerja seperti biasa karena aku akan tetap berada di sini! Persetan dengan semua perintah si Deon keparat itu!” geram Feyla.Feyla lalu menatap wajah asisten rumah tangganya satu persatu dengan tatapan nyalang.“Kalian dengar itu? Kalian harus tetap berada di sini karena aku, majikan kalian masih ada di sini!” tegas Feyla.Para ART itu terlihat sibuk berembuk satu sama lain dan sejurus kemudian, Pak Sapto, satpam di rumah itu maju dan berdiri di depan Feyla.“Maaf, Bu Feyla. Setelah kami berembuk, kami putuskan bahwa kami akan mengikuti perintah Pak Yanto. Kami akan pergi dari sini karena melihat situasi saat ini, rasanya tidak mungkin kami terus bertahan di sini. Pak Deon adalah pemilik rumah ini sekarang dan tadi instruksinya sudah jelas, kita semua harus pergi dari sini. Di samping itu, barusan saya dapat kabar dari saudara saya yang a

  • Madu Pemberian Ipar    Tawaran Pekerjaan Dari Feyla.

    Atensi Yanto pun teralih kepada suara itu. Dia menoleh ke arah sumber suara dan pandangannya menangkap sesosok orang yang dikenalnya."Mbak Feyla?" gumamnya sedikit kaget karena tidak menyangka bisa bertemu Feyla di sana.Rupanya orang itu adalah Feyla. Dia berdiri di samping meja Y

  • Madu Pemberian Ipar    Masih Mencari 

    Yanto termangu mendengar rentetan kriteria yang disebutkan Bu Miranda. Dari tiga kriteria tersebut, hanya kriteria pertama yang bisa dipenuhinya, sedangkan kriteria kedua dan ketiga tidak dipunyainya sama sekali."Jadi bagaimana Pak Yanto?" tanya Bu Miranda.Yanto menggeleng lemah.

  • Madu Pemberian Ipar    Pembahasan Tentang Anak

    Sepuluh hari pasca Yanto mengalami kecelakaan, Yanto merasa tubuhnya sudah mulai kuat dan sudah mampu untuk beraktivitas kembali seperti biasa.Oleh karena itu, di hari yang ke sebelas, dia memutuskan untuk mencari pekerjaan baru guna menopang kehidupan mereka.Tidak mungkin mereka

  • Madu Pemberian Ipar    Support Dari Runi

    "Lho, Kak Feyla. Ini kan bukan jalan menuju ke sekolahnya Randy?" tanya Runi sambil memandang dengan cermat jalanan yang dilalui oleh mobil yang dikemudikan Feyla."Memang bukan," jawab Feyla singkat."Tapi bukankah tadi Kakak bilang kita akan menjemput Randy?" tanya Runi kembali de

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status