/ Rumah Tangga / Madu Suamiku / Adil kan mas ?

공유

Adil kan mas ?

작가: Aisyah Ahmad
last update 게시일: 2025-02-09 19:30:19

"Loh, benar kan? Kenapa kamu tersinggung aku ngomongin ular? Ups... Aku lupa kalau ularnya punya telinga."

"Mbak Zahra jangan sembarangan ya kalau ngomong! Aku sudah baik baik mau meminta maaf sama mbak Zahra ya, aku sudah baik baik mau hidup bareng bareng berbagi suami... "

"Heeeei... Kok kebalik ya Anda! Harusnya nya kan saya yang bilang seperti itu. Hah... Hebat, hebat... Sekarang aku jadi lebih semakin percaya apa yang di katakan Rayyan. Kalau kamu aslinya seperti apa! "

"E... E... Mbak, mb
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Madu Suamiku   Tidak terima

    Zahwa terdiam. Tak menjawab, tapi matanya seolah ketakutan sembari memandangi kakaknya."Zahwa sayang, kenapa nak, hem ?" tanya Zahra lagi. "Rayan. Kenapa adek kamu ini ?" tanya Zahra ke Rayyan saat menyadari dua anaknya sedang saling pandang."Apa Ayah kalian yang melakukannya ?" tanya bu Sukma dengan hati-hati."Zean, itu... kamu ambilkan minyak oles dulu cepetan. Kasihan itu sampai biru-biru begitu, ya ampun," ucap Bu Nindi menyela. Zean tersentak lalu segera berlalu untuk ambil minyak oles.Sementara Zahra, Bu Sukma, dan Bu Ninda masih fokus ke Rayyan dan Zahwa."Kamu nggak usah takut, Zahwa ngomong aja. Rayyan, coba kamu yang jawab. Ada apa itu sama punggung adek kamu ? Jatuh atau gimana, atau ada yang jahatin kalian ?"Rayyan masih diam. Tapi alih-alih tak menjawab, ia langsung menggulung sedikit lengannya dan memperlihatkan lebam yang sama di lengan Rayyan. "Astagfirullah ! Kamu juga ? Coba sini, bilang ! Sebenarnya ini ada apa ?" tanya Zahra lagi dan kali ini, lebih tegas. A

  • Madu Suamiku   Memar dipunggung Zahwa

    Rumah Zahra sudah sunyi ketika mobil berhenti di halaman. Zahra turun pertama. Angin sore menyentuh wajahnya lembut, dan dari teras ia bisa melihat jejak pesta yang tak pernah benar-benar terjadi. Lampu-lampu kecil masih menyala. Bunga-bunga segar belum layu. Teras itu… cantik. Terlalu cantik untuk hari yang seharusnya sempurna, tapi malah berantakan. Zahra berdiri diam. Ia mengembuskan napas, lalu tersenyum kecil sambil menggeleng. Begini caranya hidup bercanda, batinnya. Ia melangkah masuk. Di dalam, kursi pelaminan masih berjajar megah. Background floral-nya tetap berdiri gagah. Tenda catering masih terisi hampir penuh. mungkin para tetangga pulang terburu-buru, mungkin juga tidak ada yang tega menyentuhnya, saat kehebohan tadi pagi terjadi. Zahra menyentuh gaun pengantin yang ia pakai. Kain putih itu masih sempurna. Sayangnya, gaunnya tidak pernah mendapat giliran berada di tengah keramaian. Sunyi. Tapi bukan sunyi yang menyedihkan. lebih seperti... jeda. Ze

  • Madu Suamiku   Nahkoda kapal yang baru

    "Zahra... kita ke rumah sakit dulu saja ya, sebelum pulang," ucap Zean."Iya, Mas. Akhu khawatir sama anak-anak. Takut kenapa-napa, terutama sama psikisnya.""Ya kamu juga, Zahra. Kamu pasti tadi shock banget kan,""Mmm... aku nggak apa-apa kok."Perjalanan ke rumah sakit cukup tegang.Mobil melaju membelah jalanan yang mulai ramai. Udara terasa berat, bukan karena panas, melainkan karena perasaan yang tak terucap. Zahra menatap lurus ke depan, jemarinya saling bertaut di pangkuan, sesekali menghela napas pendek. Di luar, deretan masjid mengalunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. suara merdu yang saling bersahutan, menggema dari pengeras suara, menandai waktu yang kian mendekati sholat Jumat.Lantunan itu seharusnya menenangkan, namun justru menambah rasa tegang yang menggantung di dalam mobil. Seolah setiap ayat membawa doa, juga kegelisahan yang berlapis. Rayyan duduk diam, sembari sesekali memperhatikan wajah bundanya. Sementara Zahwa terlelap di pangkuan bundanya, belum sepenuhnya terba

  • Madu Suamiku   Tabir yang tersingkap

    "Wah wah wah... ada apa nih, kamu tiba-tiba sampai disini ? Ooooh. Aku tahu. Jadi gimana ? Batal ya, pernikahannya ? Terus kamu kesini, berubah pikiran dan mau balik sama aku, ayo... sekarang ? Kita ke KUA ? Hm ?" 'PLAAAKKK!!!'"GILA KAMU MAS !!!""Dimana anak-anak ? Apa maksud kamu bawa mereka kesini dan memblokir nomor aku, ha ? Kamu sengaja kan ? Dimana mereka sekarang ?" Kali ini sudah habis kesabaran Zahra. "Wow wow wow... Chill... mereka ada kok. Dan mereka baik-baik saja.""Ya udah. Mana mereka ? Biar aku bawa mereka sekarang." Zahra mau langsung menerobos untuk nyari anak-anak, tapi di hadang lagi oleh Dimas. "NO ! kuncinya sama aku." ucap Dimas sembari mengacungkan kunci seolah mengejek Zahra. "Kamu kunci mereka, Mas ? Gila kamu Mas ! Siniin kuncinya. Pasti merkeka ketakutan sekarang. Bener-bener gila kamu !" "Eits. Enggak ! Nggak akan aku serahkan sebelum kamu mau balik lagi sama aku ! Menikah sama aku lagi, dan aku akan kembalikan mereka. Kalau tidak, Nggak akan !" "

  • Madu Suamiku   Villa 2

    Sampai di pertengahan jalan, tiba-tiba mobil berubah arah. Mobil ia kemudikan dengan kecepatan tinggi menjauhi jalanan arah menuju rumah Bunda mereka. Rayyan yang mulai oaham dengan arah jalan sempat protes tapi Dimas langsung membentaknya. Sejak itu, tiba-tiba suasana menjadi tegang dan semakin tegang setelah ponsel Dimas berbunyi.Dimas semakin lepas kendali hingga mobil yang ia bawa menuju tempat yang asing menurutnya. Tiba di sebuah tempat, sebuah Villa, Dimas menyeret Rayyan dan Zahwa keluar dari mobil. Menyeretnya dengan kasar hingga mereka menangis, dan membanting mereka di lantai kamar vila itu sambil Dimas marah-marah tidak jelas."Aduh Mas, kemana kita harus cari mereka. Kita udah muter-muter satu jam, tapi tidak ketemu. Aku khawatir." ucap Zahra cemas.Sementara Zean masih fokus dengan kemudi sembari sesekali melirik jalanan. Tapi tetap saja dia juga tak melihatnya."Apa kita lapor polisi aja ya, Mas?"Zean diam sesaat. Berusaha berpikir dengan fikiran jernih."Sepertinya

  • Madu Suamiku   Villa

    "Kenapa kamu disini, nduk ? Terus, ini..." Bu Sukma tampak kaget, sembari memandangi Zahra yang tiba-tiba didepannya dan masih mengenakan baju pengantin."Iya, aku disini bu. Anak-anak dimana bu, kenapa mereka belum sampai sana. Dimana mereka ?""Loh. Tadi pagi sudah berangkat, jam 7 pagi sama Dimas, Zahra. Tadi mereka sudah pada dndan, sudah berangkat. Dimas juga tadi berangkatnya buru-buru kok. Ibu rencananya juga mau ikut. Tapi tiba-tiba perut ibu mules setelah sarapan tadi, mangkanya ibu suruh Dimas berangkat aja duluan, takutnya telat.""Ya Allah. Nggak ada bu. Nggak ada Mas Dimas dan anak-anak sampai sana. Aku sudah nungguin dari tadi pagi, tapi nggak ada. Mereka tidak datang.""Ya Allah nduk. Tenan ! Dimas wes berangkat dari pagi. Demi Allah !""Ya tapi nggak ada, buk ! Enggak ada. Iya kan mas ?" Zahra menoleh ke Zean seolah minta validasi."Nggih, Bu Sukma. Dimas ataupun anak-anak belum datang. Itulah sebabnya kami kesini. Kami khawatir, soalnya nomor Dimas tidak bisa dihubung

  • Madu Suamiku   Nasib Nisa

    Sementara di ujung kota, rintik hujan telah membasahi jalanan perbatasan antara dua kabupaten tersebut. Seorang wanita duduk disebuah halte bus, tapi tidak sedang menunggu bus manapun. Ia hanya duduk sembari memandangi orang berlalu lalang naik dan turun bus tersebut. Dia pun tak sedang menunggu at

  • Madu Suamiku   Ojek Palsu

    Cuaca mendung menyelimuti kota dengan julukan kota pisang itu. Angin sepoi sepoi juga berhembus manja sejak pagi tadi. Mentari pun tampaknya masih setia bersembunyi di balik awan hitam yang menggantung di sisi langit bagian barat. Zahra duduk di kursi penumpang sembari memandangi pemandangan di lua

  • Madu Suamiku   Mau ??? Bayarin !!!

    "Hahaha, udah deh Dim, kerja yang bener, jangan halu mulu, nanti di omelin Mang Asep baru tau rasa! ""Siapa yang Halu, aku serius, aku nggak bohong kok, nggak halu juga! Nih, ya kalau kamu nggak percaya!" ucap Dimas pada rekan kerjanya. Tampaknya, dia mulai membual lagi. Kemudian dia meraih ponsel

  • Madu Suamiku   Sepotong Hati yang pernah tertolak

    "Sudah, ayo kita pulang. Kapan kapan kan kita bisa berkunjung kesini lagi, ayo Dan, Antar ibuk pulang." ucapnya pada anak lelaki keduanya yang kini duduk di sofa dan Resti juga berada tak jauh darinya. Mereka memang sengaja diam, tak mau ikut campur dengan urusan keluarga mereka."Baik Buk,"Setela

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status