Home / Romansa / Magang Jadi Istri CEO / MJIC - 75 Tamu Tak Diundang

Share

MJIC - 75 Tamu Tak Diundang

Author: senjaaaaaa
last update Huling Na-update: 2025-08-23 12:42:52

“’Lo udah bangun, Kay? Udah enakan belum?” tanya Fina begitu sadar jika aku tengah menggerakan badanku untuk sedikit bersandar.

Mataku menatap sekeliling, ruangan putih dengan aroma antiseptik yang sedikit menyengat, obat-obatan tersimpan rapi di rak, dan ... selang infus yang menancap di punggung tanganku menandakan jika aku sedang tak baik-baik aja. Perlahan, ingatanku kembali pulih ... ya, aku pingsan saat ingin mengirimkan file revisi beberapa waktu yang lalu, dan setelahnya? aku tak mengetahui apa yang terjadi.

“Lo mau makan apa? Minum apa? Nih, tadi Kak Raka sama Kak Salsa ada beli banyak makanan sama minuman,” tambah Fina tiba-tiba menyodorkan kantong plastik besar ke arahku, suaranya agak tinggi seolah sengaja bikin rame ruangan ini.

Aku menatap jauh ke belakang Fina, dan pandanganku langsung tertuju pada sosok Raka sama Salsa yang tengah duduk di kursi yang berada di pojok ruangan. Mereka lagi makan bareng, sesekali slaing menyuapi seraya ketawa pelan. Begitu mereka sadar aku
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 87 Request Baby Gemoy

    “Udah lah mending aku masuk mobil aja,” putusku mengibaskan tangan menjauhi Rayhan dan segera masuk ke dalam mobil. Padahal sebenarnya, aku nggak mau kalo Rayhan sampe tau aku salah tingkah.Mobil berlalu meninggalkan tempat yang penuh kenangan ini, membelah jalanan sore yang mulai rame ole para pengguna jalan yang baru pulang dari aktivitasnya. Sementara di dalam mobil, keadaan sunyi menyelimuti kami ... baik aku dan Rayhan ngak ada yang memulai pembicaraan, karena aku lebih fokus untuk menjaga debaran jantungku biar nggak semakin keras.“Kay ...,” panggil Rayhan yang membuatku menoleh. “Aku mau lanjutin obrolan kita yang tadi sempet kepotong.”Aku menyipitkan mata ke arahnya, menatap wajahnya yang fokus dengan jalanan di depannya. “Obrolan ... yang tadi?” tanyaku menahan rasa gugup.Dia mengangguk pelan, tanpa menoleh ke arahku.“Iya. Yang sempet diganggu sama Dimas. Harusnya sekarang nggak ada yang m

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 86 Ajakan Rayhan

    Tubuhku langsung menegang begitu mendengar suaranya, aku buru-buru mendongakkan kepalaku. Dan di depanku, hanya berjarak beberapa langkah, berdiri sosok Rayhan dengan gagahnya, sementara tatapannya tertuju penuh ke arahku.Aku terbelalak tak percaya jika pria itu masih berada di tempat ini. “R-Rayhan?” ucapku terbata.Ia mengangkat sebelah alisnya, “Ngapain jongkok di situ?” tanyanya dengan santai, tapi nada suaranya seakan tengah menahan tawa melihat tingkahku. Kepalanya menole ke kanan dan kiri, seolah tengah mencari sesuatu. “Mereka ninggalin kamu?”Aku menelan ludah kasar, kemudian menghela napas berat. “Iya, kayaknya ... kayak sengaja banget,” ujarku mencoba menyembunyikan getar dalam suaraku, tapi percuma.Rayhan mendengus pelan, lalu menyelipkan kedua tangannya ke saku celana. “Mereka emang udah niat banget nge setu up dari awal. Kita berdua emang dijebak sampe di titik nggak bisa ngelawan.”Aku menatapnya penuh tanda tanya. “Maksudnya ...?”

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 85 Ditinggal Sendiri

    “Nggak lucu, Dim.”Dimas terkekeh pelan, lalu terdengar tepukan tangan, sekali. “Ayo, Kay, sebentar aja. Nanti kamu bisa balik lagi ke sini kok kalo masih kangen, nggak bakal ilang juga Ayangmu itu.”Aku mengintip dari sela-sela jariku, lalu mulai membuk tangan dan menundukkan kepala, berusaha menyembunyikan wajahku yang panas. Dalam hati, aku tahu Rayhan pasti masih nyimpen kalimat yang belum sempat keluar tadi. Dan aku ... degup jantungku belum mau tenang.“Saya nggak bakal acc semua cuti yang kamu ajukan,” ancam Rayhan terdengar menyeramkan.“ADUH ... jangan dong, Bos. Nanti Baby Pitha bisa ngamuk-ngamuk, bisa nggak dapet jatah saya,” jawab Dimas terdengar memelas.“Makanya yang sopan sama BOS,” jawab Rayhan menekan kata ‘bos.’“Siap. Ayo, Kay. Daripada riwayat hidupku lebih hancur.”“Oh ... i-iya, Mas,”

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 84 Kode 'Ciuman'

    “Emang kamu belum sadar juga?” tanya Rayhan lagi.Aku mengangkat sebelah alisku, berusaha mencai jawaban dari pertanyaanku yang dijawab dengan pertanyaan juga olehnya. “Pertemuan ini ... kayaknya emang sengaja direncanain sama mereka, ya?” tanyaku mencoba menebak arah pembicaraan.Ia tertawa sinis, kemudian rautnya kembali berubah menjadi datar. “Bukan ‘kayak’ lagi, Kay,” jawabnya datar. “Emang sengaja.”Mulutku sedikit terbuka, ternyata ini bukan cuma perasaanku aja. “Apa ... maksudnya?” tanyaku pelan, nyaris berbisik.Rayhan mengangkat dagunya, lalu menatapku lekat-lekat. “Ya kita berdua sama-sama dijebak.”Deg!Kata-kata itu seakan menamparku habis-habisan, membuat napasku tercekat. Seolah baru sekarang aku sadar, ada benang merah yang nggak kelihatan ... ta

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 83 Plotwist Perusahaan

    “Kamu kalo hah heh terus, aku cium lagi!” jawabnya terkesan mengancam.Aku sontak menggeser dudukku, menjauhinya, “Sumpah! Takut banget!” ujarku bergidik ngeri.Ia terkekeh pelan, seolah aku tengah bercanda dengan ucapanku barusan. “Takut kenapa sih?”Aku menahan napas sejenak, lalu menatapnya datar. “Rayhan ... kita kan udah bukan suami istri kontrak lagi. Jadi, ya ... jangan gitu-gitu lagi!” ucapku sambil menepuk mengibaskan tanganku, berusaha mempercayai apa yang kukatakan, padahal aslinya, aku berharap kalimat itu nggak pernah keluar dari bibirku.Rayhan menatapku dengan senyum miring. “Kata siapa kita bukan suami istri, Kay?” tanyanya sambil mencondongkan badan sedikit ke arahku, dan membuat jantungku berdegup kencang.Aku mengerjap cepat, lalu kembali terdiam, tetapi bibirku serasa kaku. “Eh ... maksudmu ... maksudmu gimana?” ujarku tergagap. Aku kebingungan sendiri, rasa

  • Magang Jadi Istri CEO   MJIC - 82 First Kiss!

    Rayhan masih menatapku dengan senyum miring di bibirnya, dan sebelum sempat aku bereaksi lagi—cup! Bibirnya menempel sebentar di bibirku. Hanya sepersekian detik, cepat, singkat ... tapi cukup untuk membuat seluruh tubuhku membeku.Aku refleks menahan napas, dan mataku membelalak kaget. Rasanya, dunia berhenti berputar dalam detik itu juga. Keringat dingin menyasar di seluruh tubuhku selaras dengan hatiku yang kian berdebar.Lalu ia menjauhkan badannya pelan, terkekeh singkat sambil melangkah mundur. “Heeeh ...,” ujarnya renyah tapi penuh dengan kemenangan. Dan dengan entengnya, ia melangkakan kakinya dan kembali duduk di kursi, “Makan dulu, ah,” ujarnya dengan santai, seolah baru aja nggak ngelakuin sesuatu yang bisa bikin jantungku copot.Aku masih diam mematung di tempatku berdiri. Tanganku terangkat pelan, menyentuh bibirku

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status