Short
Masalah di Kebun Jagung

Masalah di Kebun Jagung

에:  Ungu완성
언어: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10챕터
2조회수
읽기
서재에 추가

공유:  

보고서
개요
목록
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.

Di atas motor roda tiga menuju kota, kursi pengemudi yang sempit itu dipenuhi oleh aku, menantuku, dan sahabatnya. Kami bertiga berimpitan. “Sempit banget, bagaimana kalau ... aku duduk di pangkuan Paman Joni saja?” ucap sahabat menantuku itu sambil membalikkan badan dan duduk mengangkang di atas kakiku. Jalanan tanah pedesaan yang bergelombang membuatnya terus mendesah pelan. Tatapannya perlahan mulai sayu, dia menatapku dengan wajah menggoda yang tampak begitu bergairah. Sementara itu, menantuku yang melihat pemandangan ini memalingkan wajahnya dengan malu-malu, namun kedua kakinya tanpa sadar merapat kencang.

더 보기

1화

Bab 1

Matahari di bulan Agustus terasa sangat menyengat, tapi menantu perempuanku yang baik, Mulan Dimara, bersikeras menemaniku ke kebun jagung untuk memanen jagung karena rasa baktinya.

Kulitnya halus dan mulus, tetapi dia ikut bekerja bersamaku selama tiga jam tanpa mengeluh sedikit pun.

“Ayah, istirahatlah sebentar, biar ini aku yang kerjakan,” kata Mulan dengan suara yang sangat lembut. Dia datang sambil membawa botol air.

Hari ini dia memakai kemeja biru muda yang sudah basah kuyup oleh keringat, hingga kainnya menempel di tubuh dan menjadi nyaris transparan.

Entah sejak kapan dua kancing kerahnya terbuka. Saat dia membungkuk untuk meletakkan botol air, terlihat sekilas kulitnya yang putih bersih dan belahan dadanya yang samar.

“Nggak usah, aku masih kuat,” kataku sambil segera membuang muka, tenggorokanku tiba-tiba terasa kering.

Mulan berumur dua puluh delapan tahun. Dia sudah menikah dengan anak angkatku, Soni Atmaja, selama tiga tahun.

Wajahnya cantik, kulitnya bersih, dan punya lesung pipit kalau tersenyum. Dia diakui sebagai primadona di desa ini.

Wataknya lembut dan santun, dia tidak pernah bergaul dengan orang-orang tidak jelas di desa.

“Ayah ‘kan sudah sibuk sepanjang pagi,” katanya bersikeras, sambil mengulurkan tangan hendak mengambil jagung dari tanganku.

Begitu dia mendekat, aroma campuran keringat dan wangi sampo yang lembut menyeruak ke hidungku.

Pandanganku jatuh tanpa kendali ke kerahnya yang terbuka. Kulit putih itu nyaris menyilaukan di bawah sinar matahari.

Tiba-tiba ada aliran panas yang menyerbu perut bagian bawahku. Aku terkejut saat menyadari tubuhku memberikan reaksi.

Mulan sepertinya menyadari sesuatu. Tatapannya turun ke bawah, lalu matanya tiba-tiba membelalak lebar, dan pipinya seketika memerah padam.

Aku merasa sangat malu sampai ingin rasanya masuk ke dalam lubang tanah. Aku bergegas berbalik badan, pura-pura merapikan tumpukan jagung. Namun, aku mendengar pekikan kecil darinya.

“Ayah, aku ... aku akan mengerjakan di sebelah sana saja,” ucapnya terbata-bata. Lalu dia hampir lari terbirit-birit karena malu.

Aku berdiri mematung di tempat, jantungku berdegup kencang. Ada rasa malu sekaligus kesal pada diri sendiri.

Umurku sudah lima puluh sembilan tahun, tapi bisa-bisanya aku punya pikiran kotor terhadap menantuku sendiri. Kalau hal ini sampai tersebar, mau ditaruh di mana mukaku?

Istriku meninggal saat aku berumur empat puluh lima tahun. Karena saat muda dia tidak bisa punya anak, jadi kami mengadopsi Soni.

Setelah dia pergi, aku membesarkan anakku sendirian dan tidak pernah terpikir untuk menikah lagi.

Namun, ada apa denganku hari ini? Aku menunduk menatap bagian celanaku yang menonjol, lalu mencubit diriku sendiri dengan keras.

Setelah sibuk seharian, kami semua sangat lelah saat sampai di rumah.

Setelah makan semangkuk mi seadanya, aku mandi lalu berbaring tidur.

Tengah malam, aku terbangun karena haus dan pergi ke dapur untuk mengambil air.

Saat melewati kamar anakku, terdengar suara grasak-grusuk dan desahan yang tertahan dari dalam.

Aku membatin, anak dan menantuku sudah sibuk seharian, tapi malam-malam masih bisa melakukan hubungan suami istri. Energi mereka kuat sekali!

Awalnya aku ingin cepat-cepat lewat, tapi tiba-tiba aku mendengar namaku disebut.

“Ayahmu tadi di kebun jagung ... lihat aku, sampai bereaksi ....” Itu suara Mulan, terputus-putus.

Aku terpaku di tempat, gelas di tanganku hampir saja jatuh.

“Haha, Pak Tua itu sampai tegang?” kata Soni terdengar mengejek. “Sepertinya Ayahku masih perkasa ya.”

“Jangan ketawa, itu memalukan banget. Menurutku kita harus carikan Ayah pasangan.”

“Sudah pernah kucoba cari, tapi dia nggak mau,” kata anak angkatku itu terengah-engah. “Eh, jujur padaku, punya Ayahku ukurannya besar nggak?”

“Sayang! Kamu ... kamu mesum ya!”

“Bilang saja kenapa, kamu ‘kan tadi lihat?”

Setelah hening sejenak, Mulan menjawab dengan suara yang hampir tak terdengar, “Besar ....”

Wajahku terasa panas membara, ada rasa malu tapi anehnya juga ada sedikit rasa bangga. Ini sungguh konyol. Seharusnya aku segera pergi, tapi kedua kakiku seolah berakar di lantai.

“Mau nggak coba sekali sama Ayahku?” ucapan anak angkatku itu makin ngawur saja.

“Eh, kamu keterlaluan, ya!” seru Mulan terkejut.

“Cuma bercanda kok!” Soni tertawa pelan. “Tapi ... coba kamu panggil aku ‘Ayah Mertua’.”

“Kamu, kamu benar-benar ....” Suara Mulan terdengar kesal, tapi tak lama kemudian, dia benar-benar memanggil dengan suara gemetar, “A-Ayah Mertua ....”

Napasku seketika menjadi berat, aliran panas kembali menyerbu perut bawahku.

펼치기
다음 화 보기
다운로드

최신 챕터

더보기

독자들에게

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

댓글 없음
10 챕터
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status