Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 104. Kita Putus!

Share

Bab 104. Kita Putus!

last update publish date: 2026-08-11 23:00:37

Ardy merasa begitu sengsara. Dia yang biasanya bisa bertindak sepuasnya sekarang tidak bisa apa-apa, tidak bisa bergerak dan malah dibentak-bentak orang lain.

Ardy mendengus kesal saat kelambu sudah di tutup oleh keluarga pasien. Dia memegang ponselnya dengan erat dan merasa ada yang salah. Bagaimana uangnya bisa hilang begitu saja.

Ardy lalu menghubungi layanan bank. Dia harus tahu siapa yang sudah mengambil uangnya tersebut. Setelah menjawab semua pertanyaan akhirnya dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 107. Ketegasan Dinda

    Raka yang baru saja selesai melakukan sesi pijatan pada seorang perempuan yang sarafnya kejepit, mendekat ke arah kerumunan di ruangan Dinda. Dia heran melihat Calvin dan Tio juga beberapa karyawan wanita sedang berkumpul di sana. Pria itu berpikir kalau ada pembagian bonus sehingga semua orang ada di sana, tetapi kalimat terakhir yang diucapkan Dinda membuatnya kaget.“Jangan menggigit tangan yang memberi kamu makan!” Kalimat tajam yang keluar dari mulut Dinda itu, tampak berbeda dengan keseharian tangan kanan tante Nilam yang selalu ramah dan kalem.Raka berdiri di depan pintu masuk dan mengintip ke dalam. Dia berdiri di sebelah seorang perempuan yang bekerja di bagian penerima tamu. Ketegangan di ruangan itu membuatnya berbisik mencari tahu.“Ada apa, kenapa Dinda marah-marah?” bisiknya lembut.Perempuan di sebelahnya langsung terkejut dan spontan salah tingkah berada dekat sekali dengan Raka. Wajah dan telinganya langsung memerah.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 106. Ancaman Ardy - 2

    Ardy geram sekali! Dalam keadaannya yang babak belur begini dan tak punya uang, bagaimana bisa mereka semua tega padanya. Nana memutuskan hubungan dengannya, Susi mengacuhkannya dan sekarang dia dipecat dari kerjaan. Kepala Ardy rasanya mau pecah. Tubuhnya kesakitan, pikirannya sumpek dan kepalanya terasa berat. Pemecatan sepihak ini membuat emsosi pria labil itu makin berantakan. “Dengar Dinda, katakan pada tante Nilam aku akan lapor polisi dan bilang kalau panti pijat kalian adalah sarang germo dan prostitusi!” teriak Ardy tanpa peduli dengan banyaknya pasien di ruang sempit itu. “Hati-hati kamu kalau bicara Ardy!” ujar Dinda tenang di seberang sana. “Spa dan Panti pijat ini adalah panti pijat murni. Kami tidak pernah menyediakan jasa layanan lebih dari itu, kalau sampai kamu menawarkan diri dan dibayar oleh pelanggan, itu artinya kamu yang menjadikan dirimu sebagai G I G O L O!” Dinda dengan sengaja menyepel setiap hur

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 105. Ancaman Ardy

    Ardy menatap lekat ke arah gadis muda yang baru saja datang. Susi yang menggunakan rok mini itu jelas tidak pantas berada di rumah sakit ini, diantara semua orang yang berpakaian panjang. Dia menatap Susi dengan seksama. Gadis itu tidak mungkin adalah anak sopir seperti yang diucapkan Nana, kan. Kalau sampai hal itu terjadi, Ardy kalah bandar. Dia sudah membuang uang banyak untuk gadis itu. Bahkan jika ditotal bisa nyaris seratus juta. Uang yang susah payah dia dapatkan itu tak isa dihasilkan dalam satu bulan, apalagi satu malam.“Kok dirawat di kamar seperti ini sih, Mas?’ Susi merasa jijik dengan kondisi kamar itu. Dia tidak menanyakan keadaan Ardy atau kenapa pria itu bisa sampai masuk rumah sakit. Saat Susi datang dia hanya terlihat tak nyaman ada di ruangan itu. “Susi … tolong Mas Ardy urus pindah kamar ya.”“Hmm ….” Nada malas terdengar dari wajah cantik itu. “Terus pembayaran kamarnya gimana, uangnya transfer ke susi y

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 104. Kita Putus!

    Ardy merasa begitu sengsara. Dia yang biasanya bisa bertindak sepuasnya sekarang tidak bisa apa-apa, tidak bisa bergerak dan malah dibentak-bentak orang lain.Ardy mendengus kesal saat kelambu sudah di tutup oleh keluarga pasien. Dia memegang ponselnya dengan erat dan merasa ada yang salah. Bagaimana uangnya bisa hilang begitu saja. Ardy lalu menghubungi layanan bank. Dia harus tahu siapa yang sudah mengambil uangnya tersebut. Setelah menjawab semua pertanyaan akhirnya dia mendapatkan jawaban.“Empat hari yang lalu bapak sudah mentransfer uang ke rekening Ibu Susi sebesar sepuluh juta rupiah, lalu mengirim uang ke Ibu Haniyah sebesar lima juta juta, ada juga transaksi ponsel baru sebesar dua belas juta rupiah.” Ardy ingat semua itu. Dia mengirim ke Susi karena gadis itu merengek bilang ingin memberi kado orang tuanya sebuah jam tangan mewah. Uang lima juta dia kirimkan ke ibunya di kampung dan ponsel baru itu adalah yang ditangannya sekarang.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 103. Kemalangan Ardy

    Seluruh tubuh Ardy terasa sangat sakit. Pria itu baru sadar dari pingsannya yang berhari-hari lamanya. Dia bahkan tidak tahu bagaimana bisa berada di tempat ini.Tubuhnya terasa sakit semua. Tangan dan kakinya tidak bisa digerakkan, bahkan menggeser bokong saja terasa sangat sukar sekali. Dia rasanya ingin pingsan lagi saja daripada merasakan sakit seperti ini.Kepalanya yang pusing baru bisa membaik setelah beberapa saat, setelah sadar. Dan telinganya langsung bisa menangkap suara-suara bising di sekitarnya. Hidung Ardy bergerak seiring dengan matanya yang terbuka. Dia mencium aroma yang pengap bercampur bau masakan, keringat dan obat-obatan.“Dimana ini?” Saat membuka mata, dia melihat dirinya sudah di rumah sakit dengan satu kaki yang di bebat perban tebal.“Apa ini … ada apa dengan kakiku. Aaaakkkkh.” Ardy mengerang merasakan sakit yang luar biasa. Dia perlahan teringat dengan apa yang terjadi padanya. Beberapa tukang pukul

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 102. Gairah Yang Tertunda

    Raka merasakan hangat dan lembutnya kulit mantan ibu kosnya. Apalagi saat puncak kemerahannya yang sudah mengeras itu menggores kulit dadanya. Lelaki muda itu menelan ludahnya. Tante Feli terasa lebih agresif dari sebelumnya. Ia dapat merasakan jemari wanita itu menyentuh di garis wajahnya, menurun hingga ke pucuk hidung hingga menyentuh bibirnya. Ada senyuman tersungging di bibir wanita itu. Senyuman yang sudah membuat jantung Raka berdebar semakin cepat. Tubuhnya tak bisa menampik keinginannya merasakan kembali keliaran sang ibu kos, mengulang kenangan saat pertama kali ia merasakan nikmatnya surga dunia. Tante Feli mendekatkan wajahnya. Ia mendaratkan kecupannya dengan lembut di rahang lelaki muda itu. Lalu perlahan ia mulai menggodanya dengan kecupan basah lain di jakunnya. Raka memejamkan mata. Ia menikmati kembali rasa yang sangat dirindukannya itu. Tangannya mulai terangkat, ingin menyentuh pantat besar sang ibu

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status