Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 131. Markas Rentenir

Share

Bab 131. Markas Rentenir

last update publish date: 2026-09-01 20:00:31

Raka sudah berdiri di dalam ruang tamunya dan dia melihat Bu Koco dan anaknya ada di dalam sana. Perasaan pemuda itu mulai tenang melihat kalau yang datang bukanlah perusuh.

“Malam,” sapa Raka sopan.

“Raka kemari Nak, ini anak Bu Koco namanya Baidowi. Dia itu guru pencak silat di daerah kita.” Bu Lastri menunjuk pada pemuda kurus dan berwajah ramah di depan Raka.

“Raka.”

“Bai.”

“Nah, Raka, ini Bu Koco dan anaknya bilang kalau mereka curiga sebenar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 132. Pak Nugraha

    Tak perlu waktu lama bagi Raka untuk mengalahkan ke empat tukang pukul itu. Sekali tendang dan pukul keempat orang itu sudah tergeletak dan tak kuat untuk bangun. Padahal pemuda desa itu hanya menggunakan sepertiga dari kekuatannya, belum sampai setengah. Namun, para tukang pukul yang hanya besar badan dan gemar menakut-nakuti warga itu tak berdaya.Satu tukang pukul lagi yang berhadapan dengan Baidowi pun berhasil dikalahkan oleh guru pencak silat itu. Meskipun tidak dengan sekali serangan seperti Raka, tetapi beberapa jurus sudah mampu membuat pria yang tubuhnya lebih besar itu tersungkur. SI tukang kredit langsung gemetaran melihat pemandangan di depannya. Tubuhnya yang kurus jadi terlihat ringkih dan wajahnya yang semua angkuh langsung rontok menjadi keringat dingin di sekujur tubuh.“Ka-kalian mau apa?” ujarnya dengan gemetaran.“Sudah aku bilang aku mau ketemu dengan Pak Nugraha. Aku di sini tidak mencari masalah tapi meluruskan m

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 131. Markas Rentenir

    Raka sudah berdiri di dalam ruang tamunya dan dia melihat Bu Koco dan anaknya ada di dalam sana. Perasaan pemuda itu mulai tenang melihat kalau yang datang bukanlah perusuh.“Malam,” sapa Raka sopan.“Raka kemari Nak, ini anak Bu Koco namanya Baidowi. Dia itu guru pencak silat di daerah kita.” Bu Lastri menunjuk pada pemuda kurus dan berwajah ramah di depan Raka.“Raka.”“Bai.” “Nah, Raka, ini Bu Koco dan anaknya bilang kalau mereka curiga sebenarnya yang membuat hutang palsu itu adalah Parto, suaminya si Nella.” Bu Lastri menceritakan kembali apa yang diucapkan oleh mereka.“Parto?” Raka tak mengerti.“Iya, Parto menghilang dua bulan lalu, waktunya sama persis dengan hutang piutang yang mereka katakan. Nah, sampai sekarang tidak ada yang tahu di mana si Parto itu.” Bu Koco menjelaskan.“Benar, Mas. Parto itu gaya hidupnya memang wow, Mas. Dia ngakunya anak orang kaya pemilik perkebunan lombok, jeruk, jagung da

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 130. Ajeng 2

    Raka tersenyum tipis. Tak mungkin dia menceritakan pada orang tuanya perihal pekerjaannya sekarang. Jika dipikirkan lagi, bagi orang desa hal tersebut sangat tidak pantas.“Ya belajar dari internet, Bu.” Raka tak merasa berbohong mengenai hal ini.“Terus sekarang kamu di kota masih kerja di warung ayam?” “Sudah enggak, Bu. Raka dan teman-teman buka jasa satpam.” “Ooo pantas kamu jago berkelahi tadi.” Bu Lastri mengangguk-anggukan kepalanya.Pak Budi yang dipijat Raka sudah terlelap. Pria itu merasa nyaman setelah sebelumnya sempat meringis beberapa kali menahan sakit. Raka pun menyelimuti ayahnya dan menoleh ke arah sang ibu.“Ibu, Raka pijet juga ya?”“Ndak usah, ibu bisa pijet besok saja. Kamu cepetan bawa motor mu itu masuk. Beli motor kok gede sekali sih, kan susah dorongnya. Motor mu yang dulu di mana? Kamu jual?” Perempuan itu mengikuti Raka keluar dari kamar.“Motor masih aman, Bu. Dipakai Raka sehari-h

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 129. Ajeng

    Nella menatap Raka dengan tegang. Perempuan itu tak menyangka kalau sosok pria kurus, hitam manis dan tampangnya yang culun itu bisa berubah menjadi lelaki jantan.Rambut Raka cepak, meskipun berantakan karena baru lepas dari helm, tetapi tetap nampak sangat menarik. Kulitnya bersih kecoklatan dan tampak bersinar. Hal yang lebih luar biasa lagi selain rahang laki-laki itu yang tampak tegas adalah, tubuh Raka dipenuhi otot-otot yang tampak begitu kuat. Aura mantan kekasihnya itu terlihat seribu kali lebih menarik dari dulu.“Hey, Nella, apa itu mantanmu si Raka?” bisik Bu Lis sambil menyenggol tubuh perempuan itu.“Eh … eh … iya sepertinya,” sahut Nella gelagapan.“Gila, bisa berubah gitu anak si Lastri jadi kayak Shahrukh Khan?” Bu Lis tak menutupi kekagumannya. “Wah, rugi kamu dulu sudah putuskan dia. Lihat motornya itu gede dan menyala. Pasti mahal sekali,” bisik perempuan penggosip itu tak hentinya. Nella mengepalkan tangann

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 128. Raka Pulang!

    Raka tidak percaya ayah dan ibunya berhutang apalagi pada rentenir. Di saat susah dulu saja, mereka sebisa mungkin tidak meminjam pada siapapun, apalagi sekarang Raka sudah rutin mengirim uang pada mereka. “Tidak, Nak, tidak. Bapak nggak tau ngutang tapi mereka tiba-tiba datang bilang kalau bapak ngutang,” sahut Pak Budi dengan keyakinan.“Aku sudah biasa menghadapi orang yang mangkir kayak kamu ini. Kalau sudah dipatahkan tangannya baru ngaku terus bayar!” teriak tukang kredit yang kesal karena salah satu anak buahnya sampai terluka.Raka menatap ke arah laki-laki itu dengan sorot yang tajam dan tegas. Tubuhnya yang tegang dan rahangnya yang keras seolah memancarkan api. Kemarahan jelas tergambar dari sikap pemuda desa yang baru pulang itu.“Kalau bapak dan ibuku bilang tidak hutang ya tidak hutang!” geram Raka dengan suara yang tegas.“Mana bisa kalian mangkir, jelas kami bawa bukti tanda tangan dan KTP bapakmu!” teriak si tukang kredi

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 127. Provokasi Nella

    “Ajeng ….” Bu Lastri langsung memeluk keponakan jauhnya itu dan menyembunyikan gadis tersebut di belakang punggungnya. “Ngapain kamu kemari, Nak.” “Ajeng denger kalau Bulik dan Pak lik ada masalah, jadi cepet-cepet kemari,” ujar gadis itu dengan tulus. “Waduh, Ndukkk … ini bahaya, cepat masuk ke dalam dan kunci pintu,” bisik Bu Lastri khawatir.Persis seperti dugaan Bu Lastri. Tukang kreditur itu mulai mengincar ke arah Ajeng. Gadis berkulit kuning langsat dan cantik itu mulai menarik perhatian mereka.“Bu Lastri, anak boss saja masih bujang. Jadi … kalau mau dibayar dengan anak ini ya aku bisa ajukan.” Tukang kredit itu mendekati Ajeng dan Bu Lastri. “Jangan macam-macam!” Lastri segera saja pasang badan melindungi Ajeng. “Kalian siapa, boss kalian siapa, aku gak mau dijodoh-jodohin!” sahut Ajeng dengan sikap takut-takut, tapi lantang.“Kamu kalau ketemu anak bossku pasti naksir.” Tukang kredit itu tertawa keras.

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status