Home / Male Adult / Mau Berapa Ronde? / Bab 209. Kepercayaan Jessica

Share

Bab 209. Kepercayaan Jessica

last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-29 18:00:38

“Jess!” Raka melambaikan tangannya ke arah perempuan cantik berkulit pucat itu. Malam itu setelah lima belas menit ia menunggu, akhirnya perempuan bermata sipit itu pun muncul di hadapannya.

Jessica melangkah tegas ke arah Raka dan langsung duduk di hadapannya. Tanpa basa basi ia langsung melotot kesal.

“Kamu beneran gila, ya!” kesalnya, “bisa-bisanya ngedeketin aku di jam kerja.”

“Aku kan cuman nyapa, Jess.” Raka menjawab dengan santai.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 210. Ngintip, Bikin Panas Adem

    Di sisi lain. Ini hari pertama Tora, Vico dan Agus bekerja pada Karaoke di jalan langsep. Sedangkan Sudar, Gufron dan Parto bertugas di jalan Duku. Mereka berangkat bekerja dengan penuh semangat. Enam orang di dua tempat karaoke milik artis terkenal. Masing-masing dari mereka naik sepeda motor ke lokasi yang dituju, Anak buah Raka tersebut mendapatkan shift malam, dari jam tujuh malam hingga empat pagi. Tumbler besar berisi kopi sudah siap menemani mereka bekerja. “Tora, ini hari pertama kita kerja beneran.” Agus berteriak penuh semangat. “Yaa, rasanya lebih keren ya daripada cuma jadi tukang parkir dan preman pasar.” Tora membalas teriakan Agus yang mengendarai motor di sebelahnya. “Tukang parkir ya enak loh, banyak duitnya!” Vico yang duduk di boncengan Agus tidak terima Tora merendahkan pekerjaan ayahnya. “Aku tau, aku dulu kan ya tukang parkir. Cuma itu rebutan wilayah, mana

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 209. Kepercayaan Jessica

    “Jess!” Raka melambaikan tangannya ke arah perempuan cantik berkulit pucat itu. Malam itu setelah lima belas menit ia menunggu, akhirnya perempuan bermata sipit itu pun muncul di hadapannya. Jessica melangkah tegas ke arah Raka dan langsung duduk di hadapannya. Tanpa basa basi ia langsung melotot kesal. “Kamu beneran gila, ya!” kesalnya, “bisa-bisanya ngedeketin aku di jam kerja.” “Aku kan cuman nyapa, Jess.” Raka menjawab dengan santai. “Cuman nyapa? Kamu nggak cuman, Raka. Kamu … diem di depanku, cukup lama dan … bahkan kamu bikin aku kena tegur Pak Devon!” Jessica masih melebarkan mata sipitnya. “Kenapa? Dia mau batalin rencana pernikahanmu dengan anaknya?” tanya Raka, lagi, dengan santainya. “Bukannya … itu emang yang kamu mau?” “Aku —” Jessica menghela napas panjang. “Aku masih butuh kerjaan ini.” “Jess, percaya sama aku. Kamu … bakal terus dipakai oleh perusahaan ini,

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 208. Dukungan

    Raka terkejut mendengar makian Pak Jaelani. Lelaki muda itu segera memeriksa tampilan di layarnya. Matanya ikut melotot saat melihat foto Luna dan Rino sedang berciuman! “Heh! Kapan dia pakai hape aku? Rino sialan!” Makinya dalam hati. Tapi Raka segera mengendalikan emosinya. Ia bisa mengurus Rino nanti, tapi merayu Pak Jaelani adalah hal yang utama. Ia tidak mau mengecewakan Shakira. Ia harus mengumpulkan paling tidak dua puluh persen saham tambahan agar posisi Shakira tidak akan tergoyahkan. “Bukan. Bukan itu, tapi gambar ini, Pak Jaelani.” Raka langsung menarik layar ponselnya ke sisi kanan. Kini di layarnya, tampak sebuah berkas tentang nama-nama semua pemegang saham. Pak Jaelani langsung meraih ponsel Raka. Lelaki itu mencubit layarnya, membuat tampilannya jadi lebih besar. Matanya langsung melebar saat melihat beberapa nama yang dikenalnya sudah diberikan tanda. “Apa maksudnya ini?” “Berkas ini saya dapat dari meja se

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 207. Pak Jaelani

    “Pak Jaelani, tujuan saya datang kemari … saya mau membeli saham Danu Artha dari Bapak,” ujar Raka pada pria dihadapannya.Setelah berjam-jam ia mencari alamat itu, akhirnya satu nama yang tercantum dalam daftar tadi berhasil ia temui. Pak Jaelani, lelaki berusia enam puluhan itu jelas menunjukkan ketidaksukaannya.Lelaki tua itu mendecak kesal. “Aku sudah pernah bilang, jangan buang waktumu buat rayu aku. Aku tidak akan pernah jual saham itu sampai kapan pun!” Raka menghela napas saat lelaki tua itu memutar tubuhnya dan hendak masuk kembali ke dalam rumahnya. Tidak ada penyambutan yang ramah. Justru penolakan itu terlihat dengan jelas. Tapi Raka tak ingin semua usahanya sia-sia. Ia menepuk pundak lelaki tua itu. Tepat saat itu tubuhnya seperti terseret ke dalam pusaran waktu dan terhempas begitu saja dalam sebuah pemandangan yang sama sekali asing baginya. “Ryu, aku kagum sama tekadmu, Nak.” Raka langsung mengenali sosok pri

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 206. Misi Dari Shakira

    Raka ingin sekali mengatakan itu, tapi ia tidak mau dianggap lancang. Lelaki itu hanya bisa menelan keinginan terbesarnya. Perempuan tangguh dan “Kamu mesti kasih bonus besar buat agensi kita.” Shakira menganggukkan kepalanya. “Tentu saja,” sahutnya datar. Lagi-lagi Shakira harus mengusir jauh-jauh pikirannya. “Tentu saja, dia melakukan semua itu cuma buat mendapat uang lebih,” batinnya, “Shakira … Shakira! Jangan bodoh! Lelaki muda seperti Raka, tidak akan melirik janda yang dianggap bawa sial seperti kamu. Bahkan suami kamu sendiri mati sebelum sentuh tubuh kamu!” Shakira menelan ludahnya dengan berat, seperti menelan pil pahit kehidupan yang harus dilaluinya sendirian. Beberapa saat kemudian mereka pun tiba di kantor Danu Artha Jaya. Semua berjalan seperti biasa. Shakira yang langsung masuk ke ruang kerjanya dan tatapan setiap pekerja wanita yang seolah ingin melucuti setia

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 205. Taruhan!

    Raka mengamati wajah pucat Shakira, saat perempuan cantik itu mencoba menapakkan kakinya yang baru saja disentuh oleh Raka. Shakira mengerutkan keningnya. Rasanya mustahil. Tak ada rasa sakit sedikit pun saat sepasang kakinya menapak di lantai. Ia seperti tak pernah mengalami cedera apapun! “Raka … kamu apain kakiku tadi?” Shakira menyentuh pergelangan kakinya. “Kamu pelintir pergelangan kakiku, lalu ….” “Enggak. Aku nggak ngelakuin apa-apa kok.” Raka tersenyum tipis. Ia berdiri dari anak tangga, tempatnya memijat kaki Shakira. “Sekarang … udah bisa jalan, atau masih mau kugendong?” Shakira melebarkan matanya, saking kesalnya. Tanpa menjawab apapun, ia kembali memakai sepatu tingginya dan melangkah keluar mendahului Raka. Sepanjang jalan menuju kantor, Shakira menggigiti jarinya dengan gelisah. Raka yang mengamati, akhirnya tak tahan untuk bertanya. “Ada yang salah? Apa yang kamu takutkan?”

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Mau Berapa Ronde?   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status