ホーム / Romansa Pria / Cincin Ajaib Pangeran Terbuang / Bab 219. Untung Ada Bang Raka!

共有

Bab 219. Untung Ada Bang Raka!

last update 公開日: 2026-10-02 23:00:12

Rasanya letih sekalian karena hanya tidur beberapa jam saja dan harus ke kantor polisi mengurus tiga anak buahnya. Raka akhirnya memutuskan untuk langsung ke kantor agencynya.

Tora, Agus dan Vico tak banyak bicara sepanjang perjalanan. Apa yang terjadi pada mereka hari ini benar-benar membuat hidup seakan di ujung tanduk.

Mereka bertiga tiba di rumah agency itu tepat saat matahari sudah bersinar cerah di pagi hari. Keadaan masih sepi, di mana semua tampaknya menikmati waktu
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 301

    Raka yang duduk di sudut seberang mempertajam pendengarannya, menyimak setiap detail penjelasan yang meluncur dari mulut para wartawan tersebut."Lantai satu tempat kita duduk sekarang ini adalah area lobi utama dan restoran komersial yang dikelola oleh investor swasta luar," jelas Riri merinci sambil menghitung dengan jarinya. "Terus, naik ke lantai dua, itu sepenuhnya area pusat kebugaran dan spa eksklusif. Kalau lantai tiga, khusus bioskop mini privat. Nah, baru di lantai empat dan lima, itu wilayah kekuasaan mutlak Bu Maya, tempat karaoke mewah dan klub malam beroperasi.""Oh ... begitu ya," gumam Gufron manggut-manggut paham, mencatat dalam ingatannya. "Berarti lantai paling atas itu ruang kantor pribadi Bu Maya juga?""Betul sekali," sahut wartawan ketiga yang tadinya diam saja. "Lantai lima itu selain ada hall karaoke VIP, juga jadi pusat administrasi dan ruang kerja pribadi Bu Maya. Tempat itu ketat banget penjagaannya, bahkan wartawan kayak kita jarang bisa tembus ke sana ka

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 300

    Di sisi lain. Suasana di lobi utama gedung hiburan lima tingkat di Jalan Rayuan Pulau Kelapa itu tampak bergemerlap. Lampu kristal gantung berukuran besar memantulkan cahaya keemasan di atas lantai marmer yang licin mengkilap, sementara alunan musik instrumental bernada santai berputar lembut dari pengeras suara sudut ruangan.Di tengah keramaian staf, pengunjung berjas rapi dan lalu - lalang para manajer, dua sosok pria duduk terpisah namun saling mengawasi dalam senyap.Di sudut dekat pilar marmer besar, Raka duduk menyilangkan kaki dengan santai di atas kursi sofa beludru berwarna abu - abu gelap. Ia mengenakan pakaian yang sangat sederhana, hanya kemeja lengan panjang polos tanpa atribut formal dan celana bahan biasa. Di tangan kanannya, selembar koran harian terbentang lebar, menutupi sebagian wajahnya. Namun, di balik tepi atas koran tersebut, sepasang mata Raka yang tajam mengawasi setiap jengkal pergerakan di lobi dengan tingkat kewaspadaan setingkat militer.Dari tempat dud

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 299. Dua Penyelamat

    Namun, sebelum lutut Pak Bambang menyentuh lantai marmer, sebuah tangan kokoh tiba - tiba mencengkram pundaknya dari belakang, menariknya berdiri tegak dengan sekali hentakan bertenaga.Pak Bambang tersentak. Ia menoleh dengan mata basah dan terbelalak.Di hadapannya, berdiri Parto dengan seragam satpam yang sangat rapi dan tatapan mata yang teramat tajam. Di samping Parto, berdiri Vico dengan postur tegap, melipat tangan di dada seraya memandang jijik ke arah dua tamu mabuk tersebut."Cukup, Pak Bambang," ucap Parto dengan suara baritonnya yang berat, tegas, dan berwibawa memenuhi ruangan VIP. "Seragam dan posisi Bapak mungkin sedang jatuh di hadapan mereka, tapi martabat manusia tidak boleh diinjak - injak begitu saja di tempat kami bertugas."Dua tamu mabuk itu terkejut melihat kehadiran satpam yang mendadak ikut campur. "Heh, satpam bodoh! Jangan ikut campur urusan tamu!" bentak salah satu dari mereka.Vico melangkah maju satu langkah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 298. Berlutut dan Merangkaklah!

    Langkah kaki Pak Bambang yang terburu - buru membawanya tiba di area koridor VIP 2. Suara keributan dan bentakan suara lelaki terdengar menggelegar dari dalam ruangan, memancing perhatian para staf dan pengunjung yang lewat.Begitu Pak Bambang mendorong pintu ruang VIP 2 terbuka, ia mendapati dua orang tamu pria berbadan besar dengan aroma alkohol yang pekat sedang berdiri marah-marah. Meja di hadapan mereka berantakan, gelas- gelas pecah berserakan di lantai dan Mita berdiri di sudut ruangan dengan wajah ketakutan yang sengaja dilebih - lebihkan."Manajer macam apa kamu, hah?!" bentak tamu bertubuh gempal sambil menunjuk tepat di muka Pak Bambang. "Pemandu lagu kamu ini pelayanannya buruk! Sudah dibayar mahal, tapi malah sok jual mahal sama tamu! Kasih kami kompensasi atau kami pastikan tempat karaoke ini ditutup karena berita buruk!"Pak Bambang yang tadinya biasa bersikap arogan di depan anak buahnya mendadak ciut nyali begitu menghadapi tamu VIP yang mabuk dan berduit. Ia langsung

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 297. Tahan Napas

    Suara putaran kunci di lubang pintu terdengar begitu nyaring, memecah keheningan ruang kerja Pak Bambang yang temaram. Sudar merasakan aliran darahnya berdesir hebat. Jantungnya berdegup kencang seolah hendak meloncat keluar dari rongga dada.Gawat! Pak Bambang balik lebih cepat dari dugaan! batin Sudar panik.Tidak ada waktu lagi untuk berpikir panjang. Pintu depan sudah mulai berderit terbuka, menampilkan celah cahaya dari koridor luar. Dengan refleks kilat yang luar biasa gesit untuk ukuran tubuhnya yang gempal, Sudar melompat kecil ke sisi belakang meja kerja yang lebar, lalu menjatuhkan diri tiarap di balik tirai beludru panjang yang menjuntai sampai ke lantai untuk menutupi bagian bawah meja.Untung saja meskipun bertubuh paling montok di antara semua anggota agensi, tetapi berkat latihan yang selalu dilakukan setiap hari, Sudar bisa bergerak cukup gesit dan bisa berpikir taktis di kala terjepit.Ceklek.Pintu terbuka lebar. Langkah kaki berat Pak Bambang terdengar memasuki ruan

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 296. Menyusup

    Pak Bambang menurunkan kakinya dan menatap Parto yang tak segera menjawab dengan rasa kesal. Sikap satpam itu yang selalu berpenampilan tenang, cuek dan muka datarnya sungguh mengesalkan bagi manager tersebut.“Cepat bilang ada gangguan keamanan apa!”"Tadi beberapa menit lalu, saat saya melakukan patroli keliling, saya memergoki ada gerak - gerik mencurigakan dari seorang tamu pria mabuk yang mondar - mandir di dekat lorong VIP 4, area tempat Mita biasa bekerja," jelas Parto dengan nada sangat formal dan meyakinkan. "Pria itu terlihat mengawasi Mita dengan gelagat tidak senonoh dan berniat melakukan pelecehan terselubung saat Mita lengah."Mendengar nama Mita dan potensi insiden pelecehan disinggung, Pak Bambang langsung duduk tegak. Sebagai orang yang turut merancang skenario jebakan untuk menjatuhkan satpam, telinganya langsung berdengung mendengar kata 'pelecehan' yang dikaitkan dengan Mita."Apa?! Pelecehan terhadap Mita?!" sergah Pak Bambang

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status