Home / Romansa Pria / Cincin Ajaib Pangeran Terbuang / Bab 245. Pengakuan Gufron

Share

Bab 245. Pengakuan Gufron

last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-09 13:00:27

Pagi baru saja menetas ketika matahari menyusup di antara celah-celah pepohonan Kompleks Perumahan tempat mess Rino berada. Namun, tidak seperti pagi-pagi biasanya yang diwarnai canda gurau atau celetukan usil Sudar soal sarapan, perjalanan pulang tiga satpam Agensi Sentosa kali ini diliputi keheningan yang serasa menghimpit dada.

Gufron berjalan paling depan dengan kepala tertunduk dalam. Langkah kakinya berat, seragam satpamnya dilipat rapi dan dimasukkan ke dalam tas ransel lusuh
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 286. Kegelisahan Luna

    “Jadi! Sebentar aku keluar!” Teriak Rino dari dalam kamarnya. Luna melangkah menuju shower. Ia mulai membasahi tubuhnya, bergegas untuk mandi. Tapi Rino dengan cepat meraih pinggangnya. Lelaki itu mengecup tengkuk kekasihnya. “Sebentar saja, kita tuntaskan dulu sebelum mandi.” Tanpa menunggu jawaban kekasihnya, Rino kembali menancapkan ujung tombaknya dalam-dalam. Luna meremas lengan Rino, meninggalkan jejak kuku-kukunya yang menembus kulitnya. Tapi Rino bahkan tak mengaduh. Ia justru mendesah nikmat dan mulai mengayun dengan tempo yang cepat. Sepasang tangan kokohnya meremas pinggang Luna, seolah tak membiarkannya lari. Dan setiap hentakannya semakin dalam, kuat dan cepat. Saking kuatnya, suara rintihan terus terdengar keluar dari bibir Luna. Kedua kulit bertumbukan, menghasilkan suara kecipak saat cairan kenikmatan yang keluar beradu dalam gairahnya yang semakin memuncak.Napas yang terengah, debaran jantung yang

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 285. Mana Tahan

    Sepasang tangan Luna menekan dinding di depannya. Ia menggigit bibirnya dengan pasrah saat merasakan sesuatu yang keras menekan di bawah sana. Perih yang sama masih dirasakannya saat batang yang keras berotot itu menerobos ke dalam tubuhnya. “Aaah … Luna,” bisik Rino sembari melumat daun telinga gadis dalam pelukannya itu, “Lunaku.” Tubuh lelaki itu sedikit gemetar saat merasakan remasan di batangnya. Rasa hangat dan kelembutan itu membuatnya seperti menggila.“Mmmph —” Luna mengerang pelan. Tubuhnya selalu meremang setiap Rino menyentuh daun telinganya yang sensitif. Lelaki itu melepaskan pelukannya. Tangannya mulai menyentuh garis punggung kekasihnya, menurun hingga lekuk pinggangnya dan berakhir meremas sepasang gumpalan lembut pantatnya yang mulus. “Mas!” Protes Luna saat Rino menepuk gumpalan itu saking gemasnya.“Kenapa? Udah nggak tahan, ya,” goda Rino dengan menyebalkan, “Sayang … Mas goyang sekarang, ya. Le

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 284. Bercinta di Siang Bolong

    Rino mengecup bibir Luna dengan penuh hasrat. Kali ini Luna membalasnya dengan gairah yang sama. Ia dapat merasakan lidah mereka saling bersilang, keduanya seperti menyatakan perasaan yang sama, rasa takut kehilangan yang sangat jelas. Lelaki itu melepaskan cekalannya yang menahan tangan Luna di atas kepalanya. Tangan besar dan kasar itu kembali menyentuh kulit lembut Luna. Kali ini tepat di dadanya. Ia meremas dengan lembut sebelum lidahnya dengan nakal menari di atas puncak kemerahan di dadanya dan mengecupnya dengan penuh hasrat. Luna mendesah pelan. Rasa gelitik itu terasa mengganggu, namun ia justru menikmatinya. Perempuan itu meremas rambut Rino yang agak panjang.. “Ooough!” Luna mendesis pelan saat pemilik jemari kasar itu menyentuh tubuhnya di bawah sana. Ia dapat merasakan jemari kekarnya menggesek lembut pada kain berenda yang menutup rapat di bagian intinya. Rino tak membuang waktu. Lelaki itu

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 283. Cemburu

    Luna meletakkan jarinya tepat di bibir Rino. Ia mendorong lelaki itu menjauh dari tubuhnya. “Kamu belum jawab pertanyaanku, Mas,” sahut Luna, “kamu nggak bisa sepelekan masalah ini. Kamu nggak tau kan, betapa tersiksanya aku setiap menghadapi Sekar.” Rino menundukkan kepalanya. Ia menghela napas panjang, sementara tangannya memijat keningnya sendiri yang mulai berdenyut. “Sekar lagi … Sekar lagi,” lirih Rino, “aku harus gimana sama Sekar, Sayang? Kamu tau, kan … dia itu nggak punya tempat tinggal. Nggak mungkin, kan … kalau aku usir dia cuman karena hal kecil gini.”Luna menggeleng pelan. Ia semakin kesal karena Rino masih tak juga memahami masalah ini. “Mas, kamu ini pura pura bodoh, atau memang bodoh, sih?” kesal Luna, “semua orang juga bisa lihat, siapapun juga bisa ngerasain kalo Sekar … perempuan yang kamu anggap adik itu … sebenarnya suka sama kamu. Dia itu benci dan nggak suka sama aku itu, ya … karena dia anggap aku ngerebut d

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 282. Siang Yang Panas

    Rino mengunci pintu kamarnya. Ia menatap wajah Luna yang masih terlihat sedih oleh rasa bersalah. Egonya sebagai seorang lelaki langsung terusik. Ia mengangkat tangannya, menyentuh dagu perempuan di hadapannya untuk mengunci tatapannya. “Luna, jangan ngerasa bersalah. Aku yang sukarela ngelakuin ini,” ujar Rino dengan suara yang lembut, “kamu tau sendiri Sekar seperti apa. Nggak usah dengerin dia, ya.” Luna mengerucutkan bibirnya dengan manja. “Tapi Mas, kalau Mas masih antar aku … dia bakal ngamuk lagi. Aku nggak mau hubungan kalian jadi rusak gara gara aku.” Rino menatap mata Luna yang mulai berkaca-kaca. Perlahan ibu jarinya menyentuh pipi lembut kekasihnya dan mengusapnya. “Nggak akan. Sekar nggak mungkin punya pikiran sepicik itu. Aku sudah mengenalnya cukup lama,” sahut Rino. Ia menarik sudut bibirnya, memberikan senyuman yang menenangkan bagi kekasihnya. “Percayalah. Nanti juga dia bakal lupa dan seperti biasa.”“Mas,

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 281. Ojek Pribadi Luna

    Siang itu ….Luna menggenggam tangan Rino saat melangkah masuk ke dalam rumah sekaligus kantor Sentosa Agensi. Ia melenggang begitu saja di hadapan beberapa anak baru yang sedang berlatih dengan gigihnya. “Mas Rino!” Suara keras Sekar, segera membuat Rino menghentikan langkahnya. Lelaki itu memutar tubuhnya dan menatap gadis berpotongan rambut cepak itu. Gerakan itu membuat Luna yang masih menggandeng tangannya, terpaksa ikut berhenti. “Ada apa?” tanya Rino tanpa rasa bersalah.“Kamu ini … beneran! Nggak bisa ya, bertanggung jawab dikit,” ketus Sekar, “kamu tuh pemimpin kami di sini!” Rino mengerutkan keningnya. “Maksud kamu apa, Sekar?” “Ya … setidaknya kamu kerjakan tugas kamu. Latih mereka, bukan serahkan semua muanya ke aku,” protes Sekar, “aku harus berangkat kerja. Mbak Vero bisa marah kalo aku terus terusan telat gara gara ngegantiin tugas kamu … sementara kamu sendiri malah milih jadi tukang ojek pribadi ses

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 4. Perubahan Besar

    Air dingin yang menyentuh kulit Raka, terasa begitu menyegarkan. Namun perasaan aneh itu tak bisa diacuhkannya lagi. Bukan saja tentang kejadian semalam, tapi juga yang ia amati pagi ini. Tubuhnya berubah! Bagaimana bisa tubuhnya yang kurus, tiba-tiba saja padat, berisi dengan otot perut layaknya

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 3. Cincin Aneh

    Mata Raka langsung melotot saat melihat cincin di dalam kotak kayu itu. Ia meraih logam putih itu dan mengamatinya dengan seksama. Matanya tertuju pada bagian dalam lingkaran itu. Ada grafir halus dengan huruf yang tak dikenalnya di sepanjang lingkaran itu. Mungkin itu tulisan kuno atau bahkan tuli

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 2. Basah

    Rakasya baru saja membuka pintu kamarnya, saat tante Feli tanpa basa-basi menyeruak masuk. Wanita itu sama sekali tak peduli ataupun canggung dengan penampilan Raka yang saat ini hanya memakai celana boxer saja. Niatnya untuk menagih sewa kamar, sudah dapat ditebak oleh Raka. Wanita itu menengadah

  • Cincin Ajaib Pangeran Terbuang   Bab 1. Tante Galak Yang Bahenol

    "Baru pulang, Ka?" "I-iya, Tante." Rakasya Gutawa langsung gugup, saat mendapati ibu kost menegurnya. Raka baru saja menjagrak miring sepeda motornya, sebelum menutup pintu pagar rumah kost. Tapi ia sudah disambut dengan pemandangan indah, yang sering menghiasi imajinasinya dalam kamar kost yan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status