Share

Bab 33

"Mau bicara apa, sih? Bicara di sini, 'kan bisa?" ujar Papa menutup buku menu yang tadi dia baca.

"Enggak enak, Pah." Aku berucap dengan lesu.

Mataku terus mencuri pandang pada Adi, tapi pria yang sok keren itu malah santai dan sama sekali tidak menoleh ke arahku.

Beberapa saat menunggu, makanan serta minuman yang kita pesan sudah datang. Namun, satu yang aku bingungkan. Kenapa anaknya Pak Gunawan belum juga datang?

Bukannya aku menunggu dia, tapi katanya tadi sudah di jalan. Kok, enggak nyampe-nyampe?

"Mari silahkan dimakan, Alina. Kita makan dulu lah, sebelum nanti ke pembahasan. Biar perut kenyang," tutur Pak Gunawan.

Aku mulai menikmati steak yang ada di depanku dengan terus melirik ke arah Adi. Tapi orang yang aku lirik malah anteng dengan makanannya. Sama sekali tidak peka, meski beberapa kali aku memberikan kode.

Tidak ada pembicaraan yang serius ketika kami makan. Obrolan didominasi Papa sama Pak Gunawan yang membicarakan tentang bisnis.

Aku menyimak, seraya terus menc
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (11)
goodnovel comment avatar
asma jaya
hmm. koin lagi
goodnovel comment avatar
Eva Farida
kenapa haris ada pembelian koin ...padahal kan udah pake data bacanya juga... pemborosan
goodnovel comment avatar
ultramen cosmos
kenapa harus pake koin lagi seruh" nya harus nunggu besok
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status