Share

Usaha Dirga

Penulis: Mommy_Ar
last update Tanggal publikasi: 2026-02-19 03:49:40

Dirga berdiri di dekat jendela apartemennya yang gelap.

Lampu kota di kejauhan berkelip redup, sementara di dalam ruangan hanya cahaya ponsel di tangannya yang menerangi wajah tegangnya.

Rahangnya mengeras sejak tadi, jari-jarinya mencengkeram ponsel begitu kuat sampai buku-buku jarinya memutih.

“Bagaimana?” tanya Dirga di sambungan telepon, suaranya rendah namun penuh tekanan.

Di seberang sana terdengar suara ragu. “Maaf Pak… kami belum bisa menemukannya.”

Napas Dirga langsung memburu. Dadan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 202

    Setelah kepergian Wilona, keheningan di apartemen itu terasa berbeda. Tidak lagi mencekam seperti hari-hari sebelumnya, melainkan lebih tenang dan kontemplatif. Vera berdiri diam di balkon, membiarkan angin sepoi-seperti mengacak rambutnya, sementara kata-kata Wilona terus berputar di kepalanya. Sahabatnya itu benar, membenci Revan mungkin terasa memuaskan untuk ego sesaat, namun ada nyawa lain yang kini bergantung pada kedamaian hatinya.Dia akan jadi seorang Ibu, memaafkan akan jauh lebih baik.Vera menghela napas berat, mencoba mengusir sisa-sisa rasa sesak yang masih bersarang di dadanya. ‘Gimana Sayang? Kamu mau maafin papa kamu hem ?’’ tanya Vera mengusap perut nya datar.‘Maafin Mama ya kalau Mama egois,’‘Benar kata sahabat Mama, papa kamu berhak tahu keberadaan kamu.’‘Baiklah, mala mini, kita kasih kejutan ke papa kamu ya?’Ia menatap langit Jakarta yang mulai berubah jingga, menyadari bahwa menghukum Revan dengan kediaman hanya akan membuat suasana semakin beracun bagi

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 201

    Beberapa hari telah berlalu sejak badai besar menghantam apartemen itu. Suasana di dalam rumah yang biasanya penuh dengan obrolan ringan kini berubah menjadi sunyi yang canggung, namun ada sesuatu yang berbeda dari sisi Revan. Sejak konfrontasi soal foto di Surabaya itu, sikap Revan benar-benar berubah drastis. Ia seolah tersentak dari tidurnya dan menyadari bahwa ia hampir saja kehilangan poros hidupnya.Revan tidak lagi menjadi pria yang gila kerja hingga lupa waktu. Kini, jadwal harian pria itu sangat teratur dan bisa ditebak. Ia baru akan berangkat ke kantor pada pukul sembilan pagi, setelah memastikan Vera sudah bangun dan mendapatkan sarapan yang layak, meskipun ia harus memesannya dari restoran karena ia masih trauma dengan kejadian *steak* tempo hari. Dan tepat pukul tiga sore, sosoknya sudah kembali muncul di depan pintu apartemen. Tidak ada lagi lembur, tidak ada lagi pertemuan di luar jam kantor, dan tidak ada lagi alasan "terjebak badai".Di kantor pun, Revan melaku

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 200

    "Maaf, Ver. Kejadiannya gak seperti yang kamu bayangkan," Revan memulai dengan suara gemetar. "Kemarin di Surabaya, aku sudah memesan dua kamar yang berbeda. Aku di kamar 1204 dan Febby di 1206.’’‘’Benar-benar beda kamar. Tapi, tengah malam dia ketuk pintu kamarku dengan panik. Katanya ada orang asing yang mau masuk ke kamarnya, dia merasa ada yang mencoba membobol pintunya. Dia ketakutan setengah mati, Ver.""Jadi bener kalian tidur bareng?" gumam Vera getir. Suaranya nyaris hilang, digantikan oleh rasa sesak yang luar biasa. Ia merasa dunia seolah berhenti berputar. Apa yang ia lihat di foto itu ternyata dikonfirmasi langsung oleh mulut suaminya sendiri."Ver, dengerin aku dulu!" kata Revan panik saat melihat air mata mulai menggenang di pelupuk mata Vera. "Aku memang izinin dia masuk ke kamarku karena rasa kemanusiaan, karena aku pikir dia rekan kerjaku yang sedang dalam bahaya. Tapi aku suruh dia tidur di sofa! Sungguh, aku beneran nyuruh dia di sofa dan a

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 199

    Dalam hitungan detik, mesin pencari itu menyuguhkan ribuan artikel. Revan mengerutkan kening, membaca judul-judul yang muncul dengan serius, seolah-olah ia sedang membedah laporan audit tahunan perusahaan.“10 Cara Ampuh Luluhkan Hati Istri,” tulis salah satu artikel. *Jangan Pakai Logika, Pakai Perasaan.’’ Ada juga poin yang menekankan pentingnya physical touch dan mendengarkan tanpa memotong pembicaraan.Revan membaca satu per satu poin di sebuah artikel blog yang cukup populer. Di sana tertulis: “Langkah pertama: Akui kesalahan tanpa pembelaan. Langkah kedua: Berikan perhatian kecil yang menunjukkan Anda peduli. Langkah ketiga: Jangan paksa dia bicara, tapi biarkan dia tahu Anda selalu ada.”Revan terdiam sejenak, merenungkan saran-saran tersebut. Ia menyadari satu hal: tadi ia terlalu banyak membela diri soal daging basi dan masalah di Surabaya. Ia terlalu menggunakan logika, padahal Vera mungkin hanya butuh ditenangkan.Ia meletakkan ponselnya kembali. Inilah saatnya memprak

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 198

    Vera yang sedari tadi berpura-pura memejamkan mata, akhirnya tidak tahan lagi mendengar suara rintihan tertahan dari arah samping tempat tidur. Suara napas Revan terdengar berat, sesekali diselingi suara erangan kecil yang menunjukkan pria itu tengah menahan rasa sakit yang luar biasa. Vera membalikkan tubuhnya perlahan, mendapati suaminya masih terduduk lemas di lantai sambil memegangi perutnya."Kamu kenapa?" tanya Vera. Suaranya masih terdengar datar, namun ada secercah kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan sepenuhnya.Revan mendongak. Wajahnya yang biasanya tegas kini tampak kuyu, dengan pelipis yang basah oleh keringat dingin. "Perutku sakit sekali, Ver. Kayaknya daging *steak* tadi sudah basi," keluhnya dengan suara yang sedikit bergetar.Vera mengerutkan dahi, secara otomatis instingnya sebagai pengelola rumah tangga muncul. "Mana ada basi. Daging itu *fresh*. Aku sendiri yang memilihnya dan baru beli tiga hari lalu. Penyimpanannya pun di *freezer* dengan suhu yang b

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 197

    ​Vera berjalan mendekat, namun begitu aroma daging setengah matang itu menusuk indra penciumannya, perutnya mendadak bergejolak hebat. Rasa mual yang luar biasa menghantamnya seketika. Vera menutup mulutnya dengan tangan, berusaha keras menahan gejolak di lambungnya.​Ia menatap piring di depannya dengan tatapan nanar. Daging setengah matang itu kini terlihat mengerikan di matanya, belum lagi risiko bakteri yang bisa membahayakan janin di rahimnya. Sebagai ibu hamil, ia tahu betul makanan seperti itu adalah pantangan besar.​"Aku gak mau makan," ucap Vera pendek, suaranya terdengar kaku. Ia segera memalingkan wajah, tidak tahan melihat tampilan daging tersebut.​Senyum di wajah Revan perlahan memudar. Ia menatap piringnya, lalu menatap Vera dengan raut kecewa yang tidak bisa disembunyikan. "Kenapa? Kamu masih marah ya soal semalam? Aku sudah masak ini susah payah, Ver. Ini kan daging kesukaan kamu, biasanya kamu paling semangat kalau aku masak ini."

  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Bab 131

    Drrtt… Drrtt… Drrtt…Ponsel di atas meja kerja itu kembali bergetar tanpa henti. Getaran kecil itu terasa seperti mengetuk kesabaran Revan yang sejak pagi sudah terkuras oleh pekerjaan. Tumpukan berkas masih menggunung di depannya, proposal yang harus ia pelajari belum juga selesai, sementara emai

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-04
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Maaf

    Seperginya Evelyn, pintu ruang perawatan itu tertutup pelan. Suara kecil itu terasa seperti garis batas memisahkan masa lalu dan masa kini.Ruangan mendadak sangat hening. Cahaya lampu putih menerangi wajah pucat anak itu, sementara di sudut ruangan, dua orang dewasa berdiri saling berhadapan denga

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Renata Zevannia

    Di depan ruang perawatan Rena, suasana terasa begitu berat. Lampu lorong rumah sakit menyala terang, tapi tak mampu mengusir dingin yang menjalar di dada masing-masing orang yang berdiri di sana. Melalui kaca transparan, terlihat seorang gadis kecil terbaring lemah di atas ranjang pasien. Wajahnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Mendadak Jadi Sugar Baby   Sebuah Fakta

    ‘’Mama kamu!’’ ucap Evelyn bergetar.Brakkk!Seketika itu Yudah menggebrak meja di depannya. Dia menatap Evelyn dengan sangat tajam.‘’Jangan membawa nama ibuku dimasalah kita!’’ Yudah seolah tidak terima.‘’Aku—“‘’Sorry Evelyn, sepertinya sekarang aku tahu, kenapa aku bisa b

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-30
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status