로그인Jackie kembali menatap Ariana dengan tatapan menyelidik. “Apa yang kamu lakukan di sini bersama David dengan pakaian yang tidak pantas? Jangan pernah bermain-main dengan David jika tidak ingin kecewa. Dia pria yang senang mempermainkan wanita.” Jackie berusaha melindungi Ariana dari predator wanita seperti David.
“Jangan salahkan dia. Aku yang meminta bantuannya untuk mematikan semua tombol itu. Tadi aku yang membuat kekacauan di sini,” jelas Ariana.“Apakah kamu bingung menAthena semakin syok mendengar hal tersebut. “Benarkah kamu melakukannya David?” tanyanya pada putranya.“Aku tidak melakukannya, Ma. Aku tidak mengingat apa pun yang terjadi semalam. Semuanya gelap dan ingatanku berhenti saat kami makan malam bersama,” jawab David jujur.“Tidak ingat, bukan berarti kamu tidak melakukannya. Mama tahu ingatanmu masih bermasalah dan dokter juga mengatakan jika terkadang memori pendekmu bermasalah. Terlepas dari semua itu, kamu harus bertanggung jawab jika Pelope hamil.” Athena tidak ingin putranya lari dari tanggung jawabnya sebagai seorang pria.“Tapi aku tidak melakukan apa pun pada Pelope, bagaimana aku harus bertanggung jawab?” tolak David.“Apa yang Mama lihat, tidak seperti apa yang kamu katakan. Mama tidak mau kamu menjadi pria pengecut. Mama akan bicara dengan papamu tentang apa yang terjadi dengan kalian,” ujar Athena lalu meninggalkan kamar David.David kemudian mengumpat keras, dia menarik jubah t
Jackie kembali menatap Ariana dengan tatapan menyelidik. “Apa yang kamu lakukan di sini bersama David dengan pakaian yang tidak pantas? Jangan pernah bermain-main dengan David jika tidak ingin kecewa. Dia pria yang senang mempermainkan wanita.” Jackie berusaha melindungi Ariana dari predator wanita seperti David.“Jangan salahkan dia. Aku yang meminta bantuannya untuk mematikan semua tombol itu. Tadi aku yang membuat kekacauan di sini,” jelas Ariana.“Apakah kamu bingung menggunakan tombolnya?” tanya Jackie yang dijawab anggukan oleh Ariana. Jackie kemudian masuk ke kamar mandi dan mengajari Ariana cara menggunakannya.“Apakah sekarang kamu sudah mengerti?” Jackie memastikan agar tidak terjadi kekacauan lagi.“Ya, sekarang aku sudah mengerti,” ucap Ariana.“Kalau begitu bersihkan dirimu dan pakailah pakaian yang pantas jika keluar.”Arian mengangguk kembali sebelum akhirnya Jackie keluar dari kamar mandi. Dia menghela nafas lega
Tubuh Ariana yang belum sehat sepenuhnya, membuat dia gampang lelah. Dia naik ke ranjang yang nyaman dan berbaring di sana, memejamkan mata dan berusaha untuk tidur. Tak disangka, dia bisa tidur dengan lelap.Hari-hari David semakin berantakan. Piere tidak selalu ada untuknya, tempat yang dulu bisa membuatnya senang dan mendapatkan kepuasan, sekarang tidak ada guna lagi karena dirinya tak lagi punya gairah di sana.Di rumah orang tuanya, ada Pelope yang membuat dirinya terus merasa kesal. Sebenarnya dia ingin pindah ke apartemen, tapi tidak diizinkan oleh orang tuanya karena kesehatannya yang belum membaik sepenuhnya pasca operasi.Mamanya khawatir jika tinggal sendiri dan terjadi sesuatu padanya, tidak ada yang menolong. Semua menjadi serba salah, dia bingung harus ke mana mencari tempat yang terasa aman dan nyaman untuk sekedar menenangkan diri.David mengotak-atik ponselnya, entah mencari nomor siapa. Semua nomor sepupunya dia lihat, siapa kir
Mata Ariana terbelalak ketika Jackie mengambil dokumen itu dan bersedia menjadi walinya. “Jangan lakukan hal yang nantinya akan menjadi bebanmu,” singgung Ariana.“Jika tidak ingin aku menjadi walimu, kamu tidak akan mendapat perawatan dan bayimu akan mati. Apakah kamu menginginkan hal tersebut terjadi? Kubur saja gengsimu itu dan kamu hanya perlu bilang terima kasih. Itu sudah cukup,” ucap Jackie.Ariana seketika menundukkan kepala karena tahu dia butuh bantuan seseorang sekarang dan jika saat ini hanya Jackie yang bisa membantunya, seharusnya dia bersyukur. “Terima kasih,” gumam Ariana lirih.“Besok Anda sudah bisa pulang. Untuk informasi selanjutnya bisa ditanyakan ke bagian administrasi,” ucap perawat tersebut lalu berniat undur diri tapi Ariana segera menahannya.“Bisakah aku minta tolong untuk diinformasikan total tagihanku? Aku khawatir tabunganku tidak cukup untuk membayarnya,” ujar Ariana. Perawat itu mengangguk mengiyakan, lalu
Kesal dengan hal itu, dia menarik wanita yang menggodanya tersebut ke kamar langganannya lalu mendorong wanita itu dengan kasar ke atas ranjang. Tangannya menyingkap rok mini yang wanita itu pakai lalu menurunkan celana dalam wanita itu.Ketika wanita itu ingin menyentuh dan membuka pakaiannya, David menampar tangannya dan membalikkan wanita itu sehingga tubuhnya memunggunginya. Dia merasa nyaman dengan posisi tersebut karena tidak perlu melihat wajah wanita itu yang membuat gairahnya semakin menghilang.Tanpa pemanasan, dia menghentakkan miliknya ke dalam milik wanita itu. Teriakan keras antara rasa nikmat dan sakit dirasakan wanita itu. Pinggul David bergerak menghentak. Sayangnya bukan kenikmatan yang dia rasakan.Saat dirinya menutup mata, ada rangkaian peristiwa yang terpecah dalam kepalanya. Bayangan seorang wanita cantik yang mendesah di bawahnya, datang mengusik. Sayangnya cahaya matahari pagi menutup wajah wanita itu sehingga dia tidak bisa meliha
“Lalu bagaimana dengan ternakmu,” Nyonya Brown mengingatkan.“Untuk itulah aku ke sini. Ambilah semua yang tersisa di rumahku karena aku tidak bisa membawanya. Kamu telah sangat membantuku selama ini dan aku tidak memiliki apa-apa untuk membalas kebaikanmu. Jadi aku menyerahkan apa yang tersisa padaku untukmu. Aku masih memiliki sedikit tabungan dan akan pergi ke kota. Aku mengira aku bisa tinggal sampai tua di sini untuk menemanimu, ternyata takdirku berkata lain.”Tubuh Nyonya Brown menegang mendengar hal tersebut, perasaan kehilangan itu dia rasakan kembali. Dulu rasa itu dia rasakan ketika anak-anaknya pergi ke kota untuk mencari kehidupan mereka sendiri, kini dia kembali harus mengalaminya ketika Ariana berniat pergi dari tempatnya.“Aku sangat sedih mendengar kamu ingin pergi tapi aku tidak bisa menahanmu, sama seperti aku tidak bisa menahan kepergian anak-anakku. Aku tidak akan mengambil ternak dan barang-barangmu, tapi akan menjaganya untukmu. Aku
Sepanjang perjalanan, tidak ada satu pun dari mereka yang berbicara. Zack tampak serius dengan kemudinya. Tatapan matanya terus lurus ke depan, berkonsentrasi dengan jalan yang mobil yang dilalui. Sedangkan Kelly menatap keluar jendela, asyik dengan pikirannya sendiri.Bayangan tentang d
“Bagaimana dengan Nona Kelly? Karena tampaknya Anda masih sangat muda,” usul Maria. “Itu jauh lebih baik dibanding Nyonya,” kata Kelly. “Nona, bolehkah aku menggendong Tuan Muda Ethan? Agar Anda bisa makan dengan nyaman,” seorang pelayan yang du
“Tidak akan, di nadinya mengalir darah Collins dan aku akan membawanya pulang ke rumah yang layak untuk putramu,” ujar Zack. “Rumahku sangat layak untuknya, dia baik-baik saja bersamaku. Lagi pula kalian tidak menyayangi Ethan, untuk apa kalian mengambilnya? Aku sangat menyayanginya,” seru Kelly.
Salah satu pintu dari sebuah ruangan terbuka dengan kasar. Elbert Collins masuk ke ruang kerja putranya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Zack Collins yang terkejut, sontak mendorong wanita yang sedang memuaskan gairahnya, hingga wanita itu terjatuh terjengkang ke lantai. “Pergi! Aku tidak me







