공유

Chapter 113.

작가: Anshuu_
last update 게시일: 2026-10-06 20:25:59

Meskipun Ying Yue adalah keponakan Permaisuri, Kaisar selalu menyayanginya seperti anak sendiri. Sejak kecil, Ying Yue sudah sering berada di istana dan mendapat perhatian lebih darinya.

Hari itu, Ying Yue datang menemui Kaisar.

Namun, sejak memasuki ruangan, wajahnya tampak murung. Ia bahkan tidak menyentuh teh yang sudah disiapkan untuknya.

Kaisar yang sedang membaca dokumen akhirnya mengangkat kepala.

“Kenapa wajahmu tampak begitu muram?”

Ying Yue segera menggeleng.

“Tidak ada apa-apa, Paman
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 146.

    Keesokan paginya, Lin Yuechan sudah berdiri di depan gudang penyimpanan dokumen Kediaman Lin—setidaknya, dalam bayangannya. Kenyataannya, ia masih duduk di meja makan kediaman Jiang, menghabiskan semangkuk bubur sambil mendengarkan Fu Cheng menjelaskan bahwa pencarian buku pengiriman bulan kesepuluh membutuhkan waktu. “Berapa lama?” tanya Yuechan. “Jika semua dokumen diperiksa satu per satu, mungkin sampai sore.” Yuechan meletakkan sendoknya. “Kalau begitu, aku akan ikut mencari.” Jiang Xuan yang duduk di sampingnya langsung menoleh. “Kau tidak perlu datang sendiri. Fu Cheng bisa mengurusnya.” “Aku ingin memeriksa dokumennya langsung. Jika ada sesuatu yang berkaitan dengan tulisan Ibu, mungkin aku bisa mengenalinya.” Jiang Xuan memahami alasan itu. Namun, ia juga tahu Yuechan sering lupa waktu ketika sedang menyelidiki sesuatu. “Baik. Kita akan pergi setelah makan, tetapi kau harus berjanji tidak memaksakan diri.” Yuechan mengangguk cepat. “Setuju.” “Dan kau harus makan s

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 145.

    Di dalam kereta, Yuechan memandangi kantong kain yang kini tersimpan di tangannya. Mereka belum menemukan Zhou An. Namun, untuk pertama kalinya, mereka memiliki pesan langsung yang mungkin berasal darinya. Jiang Xuan memperhatikan wajah istrinya. “Kau sedang memikirkan siapa yang memberinya perintah?” Yuechan mengangguk. “Ya. Tapi aku tidak ingin menebak-nebak nama seseorang hanya berdasarkan kalimat ini.” “Bagus. Kita akan mencari tahu lebih dahulu.” Yuechan menyandarkan kepala ke bantalan kereta. “Semoga saja kita bisa menemukannya sebelum jejaknya menghilang sepenuhnya.” Jiang Xuan menggenggam tangannya. “Kita akan berusaha.” Kereta terus bergerak meninggalkan desa, membawa mereka kembali menuju Qinghe. Di tangan Yuechan, secarik pesan itu terasa ringan. Namun, di balik beberapa baris tulisan tersebut, mungkin tersimpan jawaban yang telah ia cari selama bertahun-tahun. Dan kali ini, ia semakin dekat untuk mengetahui siapa yang sebenarnya mengetahui rahasia pengobatan

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 144.

    Pagi itu, Lin Yuechan sedang menikmati kue kacang ketika Fu Cheng datang membawa kabar terbaru. “Nyonya Muda, kami menemukan seseorang yang mungkin mengenal Zhou An.” Yuechan yang semula hendak mengambil kue kedua langsung meletakkan sumpitnya. “Di mana?” “Di sebuah desa di sebelah timur Qinghe. Menurut mantan pelayan Kediaman Lin, Zhou An pernah tinggal di sana setelah meninggalkan pekerjaannya.” “Apakah orang itu mengetahui keberadaannya sekarang?” “Belum pasti. Namun, ia mengatakan bahwa Zhou An pernah bekerja di sebuah penginapan kecil sebelum menghilang dari desa tersebut.” Jiang Xuan, yang duduk di samping Yuechan, mengangkat pandangan dari surat di tangannya. “Siapa nama orang yang memberikan informasi itu?” “Seorang pedagang kain bernama Liu. Ia mengenal Zhou An karena mereka pernah tinggal di desa yang sama.” Yuechan segera membersihkan jemarinya dengan saputangan. “Aku ingin pergi ke desa itu.” Jiang Xuan menoleh kepadanya. “Kau baru saja sarapan.” “Aku sudah s

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 143.

    Sore itu, Lin Yuechan bersiap meninggalkan kediaman Jiang bersama Jiang Xuan. Pertemuan dengan pegawai lama toko obat akan dilakukan di sebuah kedai teh kecil di bagian selatan Qinghe. Tempat itu dipilih karena cukup tenang dan jauh dari keramaian jalan utama. Sebelum berangkat, Yuechan memastikan kotak kecil berisi salinan dokumen telah tersimpan di dalam tasnya. Jiang Xuan memperhatikan gerakannya dari dekat pintu. “Bukankah kau hanya perlu membawa satu atau dua lembar catatan?” Yuechan mengangkat tasnya. “Bagaimana kalau orang itu mengingat sesuatu yang berkaitan dengan dokumen lain?” “Kalau begitu, kita bisa meminta Fu Cheng membawanya nanti.” “Bagaimana kalau saat itu aku lupa apa yang ingin kutanyakan?” Jiang Xuan terdiam sesaat, kemudian mengulurkan tangan untuk mengambil tas tersebut. “Berikan kepadaku. Setidaknya bahumu tidak perlu menanggung seluruh isi ruang kerjaku.” Yuechan menyerahkan tas itu sambil tersenyum puas. “Suamiku memang paling bisa diandalkan.” “B

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 142.

    Pagi itu, Lin Yuechan masih berada di tempat tidur ketika Jiang Xuan selesai mengenakan jubah luarnya. Cahaya matahari menyelinap melalui celah tirai, jatuh tepat di wajah Yuechan yang berusaha bersembunyi di balik selimut. “Yuechan, sudah waktunya bangun.” “Tidak.” Jiang Xuan menoleh. “Bahkan kau belum tahu aku akan mengajakmu melakukan apa.” “Kalau bukan mengajakku makan, aku tidak tertarik.” Jiang Xuan terkekeh pelan. “Aku hanya ingin memberitahumu bahwa Fu Cheng akan kembali membawa kabar pagi ini.” Mendengar nama Fu Cheng, Yuechan membuka sedikit selimutnya. “Apakah dia menemukan Zhou An?” “Belum tentu. Dia juga membawa dokumen yang baru dikirim dari Kediaman Lin.” Yuechan akhirnya duduk, rambutnya sedikit berantakan. “Kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal?” “Aku baru saja mengatakannya.” “Tapi kau mengatakannya setelah membangunkanku.” Jiang Xuan menatap istrinya dengan geli. “Baiklah. Lain kali aku akan membiarkanmu tidur sampai tengah hari, lalu memberitah

  • Menikah Dengan Bupati Kejam   Chapter 141.

    Setelah memastikan kondisinya tidak menunjukkan tanda kegawatan saat itu, ia meminta pelayan mengambilkan obat yang telah diresepkan tabib. “Kau harus makan terlebih dahulu, lalu minum obat dan beristirahat.” Jiang Xuan memandang istrinya. “Bagaimana dengan penyelidikan?” “Akan tetap berjalan meskipun kau tidur selama satu jam.” “Kalau ada laporan penting?” “Aku akan menyuruh Fu Cheng membacanya keras-keras di samping tempat tidurmu.” Jiang Xuan tertawa kecil, lalu segera berhenti ketika rasa tidak nyaman kembali terasa di dadanya. Senyum Yuechan menghilang. “Jangan memaksakan diri hanya karena ingin menenangkanku.” Tatapan Jiang Xuan melembut. “Baik. Aku akan beristirahat.” Yuechan baru terlihat lega setelah mendengar jawaban itu. Sambil membantu suaminya meninggalkan ruang kerja, ia kembali memikirkan nama Zhou An. Penyelidikan tentang ibunya perlahan menemukan arah baru, tetapi ia tidak ingin kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga dalam usahanya mencari kebenaran

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status