Home / Romansa / Menipu Sang CEO Buta / #325 Duniamu Tapi Baru

Share

#325 Duniamu Tapi Baru

Author: aisakurachan
last update publish date: 2026-03-01 09:31:24
"Kau jaga dia baik-baik!" Matteo hanya berpesan, tapi terdengar serupa teguran.

"Tidak perlu kau suruh!" bentak Raven, saat mendengarnya.

Begitu mereka meninggalkan penjara, Matteo sekali lagi mengutarakan keinginannya untuk kembali ke Italia. Ada urusan penting yang harus segera ditangani.

Tidak mungkin menahannya lagi, Ellie akhirnya menyerah mencoba memintanya untuk tinggal. Raven dengan baik hati, meminjamkan salah satu pesawat, kepada Matteo untuk membawanya ke Italia.

"Sampaikan salamku pa
aisakurachan

😌😌 cium aja itu Rave

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #451 Sumber dan Kesakitan

    Matteo kmenunduk, dengan kedua tangan menumpu di tanah, dan terengah. Setelah memuntahkan seluruh isi perutnya, gemetar dan keringat dingin menyerang sekujur tubuhnya.Kilasan adegan yang tiba-tiba muncul di dalam ingatannya, saat melihat rumah Fiore, membuatnya mual luar biasa. Jika masih ada benda yang tersisa di dasar perutnya, Matteo pasti juga akan memuntahkannya tanpa sisa.Kepala Matteo kini mulai ikut berdenyut hebat. Kesakitan yang tadi dirasakannya saat melihat mansion Ranallo, tidak ada apa-apanya jika dibandingkan saat ini. Denyutan itu, membuat Matteo merasa seakan ada yang menghujamkan sebatang besi pada pelipisnya."Matteo?"Ivy yang masih tidak tahu apa yang terjadi, semakin panik, saat melihat Matteo hanya mendengus dan merintih, sambil menekan kedua sisi kepalanya.Dia tidak siap menghadapi perubahan kontras yang begitu cepat itu. Baru beberapa detik berlalu, semenjak Matteo bercerita riang soal Dolce."Aku ingat...," desis Matteo. "Aku ingat...""MATTEO!"Setelah men

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #450 Rumah dan Ingatan

    Halaman samping mansion Ranallo, hampir mirip hutan mini. Pohon berjajar rapat, dan lumayan lebat. Tanah kosong seluas beberapa ratus meter persegi itu, sebagian besar ditumbuhi pohon pinus dan cemara.Saat kecil, Matteo bisa dikatakan jarang berada di situ, karena hutan tentu menyeramkan bagi anak kecil. Kini, mata hijau Matteo menatap jajaran pohon itu tak berkedip."Aku ingat," katanya. Hipnosis Ivy sekali lagi bekerja dengan sangat baik. Ingatan buruk Matteo tentang tempat ini, langsung mengalir keluar."Ingatan apa?" tanya Ivy dengan jantung Ivy berdebar.Berharap cemas ini adalah ingatan yang dicarinya. Dengan begitu mereka bisa mengakhiri tur sakit hati yang mengerikan ini, sudah dia cukup melihat Matteo tersiksa. Tour sakit hati ini, tidak terlalu mengerikan saat mereka menyusuri tempat di luar mansion Ranallo.Notte bahkan tidak berefek pada Matteo sedikitpun. Seperti halnya sekolah. Lalu jalanan kota Neive yang juga sempat disebut oleh Matteo sebagai daerah yang tidak disukai

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #449 Bayaran dan Hiburan

    Matteo berdiri diam menatap setiap penjuru ruangan itu dengan tangan terkepal erat.Sementara Ivy berdiri di sebelahnya, dengan tubuh gemetar. Jika boleh, Ivy tidak ingin mendengar lanjutan kisah yang pasti menyedihkan ini, tetapi dia harus mendengarnya sampai tuntas."Ayahku memakai cambuk sebagai bentuk hukuman, agar aku jera. Tidak ada hitungan yang pasti maupun pedoman kesalahan apa yang membuatku patut mendapat hukuman cambuk. Kadang dia hanya mencambuk dua sampai tiga kali, kadang sampai tangannya merasa lelah."Ivy ingin bertanya kenapa. Dia ingin tahu apa yang membuat Matteo pantas menerima perlakuan ini."Dia terus melakukannya sampai ketika aku berumur lima belas. Tepat setelah aku menusuk leher Dante dengan pensil. Setelah itu dia berhenti mencambukku. Menurut ayah, didikannya telah berhasil. Aku telah tumbuh menjadi kejam."Kali ini Ivy sampai harus menutup mulut. Selain untuk mencegah isakan yang mengiringi air mata, Ivy baru kali ini mendengar soal insiden Dante.Setelah

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #448 Hitam dan Darah

    "Ada apa dengannya?""Heat stroke!" Ivy menyahut sekenanya. Hanya itu alasan terbaik yang bisa Ivy berikan pada Dante, untuk menjelaskan kondisi Matteo, yang terlihat payah.Dante yang baru saja keluar, heran melihat Matteo berbaring di sofa sambil menutup matanya dengan handuk basah.Ivy yang memintanya tadi kepada pelayan. Kepala Matteo terserang pusing luar biasa.Sejak kakinya melangkah ke dalam rumah itu. Otak Matteo seakan membengkak oleh banjir ingatan buruk dan kenangan yang selama ini tersimpan di otaknya.Matteo bukan melupakan semuanya, hanya saja dia seperti menyediakan ruangan rapat terkunci, untuk menyimpan semua hal buruk yang terjadi di rumah ini. Dengan tujuan agar dia bisa berfungsi dengan normal, tanpa terus dikejar oleh teror dan rasa sakit.Dan sekarang, seolah ada seseorang yang menjebol tembok ruangan itu, membuat ingatan yang seharusnya tersimpan rapi, meluber dan menyebar tanpa bisa dicegah.Ivy yang tentu saja adalah orang yang menjebol tembok ruang penyimpana

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #447 Rumah dan Keengganan

    "Berapa lama Ellie akan tinggal di Swedia?" tanya Ivy.Matteo mengangkat bahu, sambil melirik ke arah spion, memastikan jika yang mengikutinya hanya mobil Luigi dan Armano.Dia harus sangat berhati-hati, karena saat ini mereka sedang menuju ke mansion Ranallo. Rumah itu mungkin seaman benteng, tapi perjalanan menuju ke situ sangat beresiko.Semua orang tahu disitu adalah tempat kediamannya. Jika ingin menyerangnya, maka saat perjalanan menuju kesana adalah waktu yang sangat tepat.Kini Matteo harus lebih ekstra hati-hati lagi, karena dia membawa Ivy. Dia tidak ingin terjadi suatu saat Ivy bersama dengan dirinya."Aku rasa akan lama. Masalah terberat di kehidupannya sudah selesai sekarang." Matteo hanya bisa memberikan prediksi."Apa kau kecewa dia tidak lagi tinggal di sini?" Ivy menebak dari nada berat.Matteo menarik nafas panjang. "Iya dan tidak.""Hmm?'"Aku sedikit senang, karena aku berarti aku tidak lagi harus menyembunyikan dirimu. Dan aku tidak perlu lagi meninggalkanmu untuk

  • Menipu Sang CEO Buta   S2 #446 Pencarian dan Kenangan

    Matteo menepikan mobilnya di suatu jalan yang cukup sepi. Ada beberapa mobil yang lewat, tapi bisa dihitung dengan jari sebelah tangan. Jalan itu bukan termasuk jalan utama Neive. Bukan termasuk daerah penarik turis.Matteo menghentikan mobil di depan sebuah rumah besar dan luas. Tapi tidak seperti mansion Ranallo yang terlihat megah dan modern, bangunan itu lebih mirip penginapan.Terlihat banyak jendela, dan pintu depan juga terlihat besar, dengan gaya klasik."Tidak terlihat sesuatu yang aneh disana," komentar Ivy, memandang bangunan itu dengan melongokkan kepala dari samping Matteo."Kau pikir bentuknya akan seperti apa?" tanya Matteo, melihat Ivy terheran-heran."Aku memprediksi suatu bangunan tua dengan banyak sarang laba-laba, atau mungkin bangunan gelap di suatu tempat yang tersembunyi.""Kau yakin tidak sedang membicarakan rumah hantu?" Matteo gelinya geli mendengar penggambaran Ivy tentang Notte"Ah.. benar. Aku mengambil gambaran yang salah."Ivy menyadari, Notte seharusnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status