แชร์

Bab 108

ผู้เขียน: Liazta
last update วันที่เผยแพร่: 2024-10-20 21:51:15

Eliza merasakan jantungnya yang berdebar dengan cepat. Kakinya sudah gemetar dan bibir pun sudah putih. Mengapa bisa sampai teledor seperti ini. Seharusnya Eliza membangun Nathan agar tidak terjadi salah paham.

Mawar terkejut bukan main ketika melihat makan yang tertidur lelaki atas tempat tidurnya.

"Apa yang telah kalian lakukan?" Mawar bertanya sambil memandang Eliza.

Dengan cepat Eliza menggelengkan kepalanya.

"Mengapa Nathan bisa tidur di sini? "Mawar menunjuk ke arah putranya.

"Maaf mi,
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (17)
goodnovel comment avatar
nengkulsum rahmawati
Noah bilek: ahh bapak.. rasakan balas dendam krna sdh dominasi mommy semalam
goodnovel comment avatar
Dwi Mutia
noua di lawan ......
goodnovel comment avatar
Dwi Mutia
cepat tu Eliza cepat urus percerayan kamu
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 951

    Suara kecapan terdengar nyaring memenuhi seisi kamar.Bibir mereka kembali bertemu setelah menghirup udara untuk beberapa detik. Ciuman itu kini ini lebih dalam, lebih lama dan lebih berani.Leo sangat menikmati rasa manis bibir istrinya. Ia memasukkan lidahnya ke dalam mulut Anisa dan kemudian bermain-main di dalam rongga mulut yang terasa sangat hangat tersebut.Anisa sempat terkejut.Namun hanya sesaat.Karena detik berikutnya—ia justru merespons.Lidahnya ikut bermain. Tangan kecilnya tanpa sadar mencengkeram kemeja Leo.Menariknya sedikit lebih dekat.Napas mereka mulai tidak teratur.Hangat.Berbaur.Leo memperdalam ciuman itu perlahan.Tidak tergesa—namun jelas tidak lagi sekadar ragu.Anisa merasakan tangan suaminya sudah mulai bergerak lincah menarik roknya ke atas. "Leo!" Gumamnya pelan. Matanya terbuka lebar sambil menatap mata suaminya. Namun pria itu hanya menatapnya sambil tersenyum nakal. Anisa akhirnya tidak membantah. Dan perlahan… membuat segalanya terasa sem

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 950

    suasana yang sempat kacau itu mulai mereda. Para tamu kembali ke tempat duduk mereka. Beberapa masih membicarakan kejadian tadi dengan suara pelan. Namun kali ini— bukan lagi dengan emosi. Melainkan dengan rasa puas. Musik kembali mengalun lembut. Lampu-lampu yang hangat menyelimuti ruangan. Seolah tidak pernah terjadi apa-apa sebelumnya. Anisa masih berdiri di pelaminan. Tangannya masih digenggam oleh Leo. Pria itu menatapnya dengan lembut. Ibu jarinya mengusap punggung tangan Anisa perlahan. “Capek?” bisiknya pelan. Anisa menggeleng kecil. Namun matanya sedikit berkaca-kaca. “Tidak…” ia tersenyum. “Justru aku merasa… ringan.” Leo tersenyum. Ia mengangkat tangan Anisa, lalu menciumnya lembut. “Aku di sini,” ucapnya pelan. Anisa menatapnya. Dan untuk pertama kalinya sejak semua itu terjadi— ia benar-benar merasa aman. Acara pun kembali berjalan dengan lancar. Tamu-tamu mulai maju satu per satu. Memberikan ucapan selamat. Senyum kembali menghiasi wajah Anisa

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 949

    “Tidak!” Tiba-tiba Wati berteriak lagi. Suaranya serak. “Aku tidak terima!” Ia menunjuk ke arah penghulu dengan tangan gemetar. “Semua ini bisa diatur! Kalian semua bersekongkol!” Namun— kali ini tidak ada yang mendengarkan. Justru— emosi para tamu sudah mencapai puncaknya. Seorang tamu berdiri dari kursinya. “Cukup!” Dan tanpa diduga— plak! Sepotong kue melayang dan tepat mengenai wajah Wati. Krim putih langsung menempel di pipinya. Ruangan seketika hening satu detik. Lalu— brak! Piring lain terlempar. Kali ini mengenai bahu Sandy. “Orang tua macam apa kalian?!” “Memalukan!” “Tidak punya hati!” Teriakan mulai bersahutan dari berbagai arah. Mirna menjerit ketika seseorang menyiramkan kuah panas ke gaunnya. “Ahh!” Ia mundur panik, wajahnya penuh ketakutan. Sandy mencoba melindungi dirinya— namun potongan kue lain mengenai wajahnya. “Dasar pengecut!” “Dari tadi cuma diam!” “Berani-beraninya datang ke sini membuat keributan!” Wati benar-benar kacau sekara

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 948

    Eliza yang berdiri di sisi pelaminan tersenyum pelan.Matanya hangat saat memandang Anisa.Kini ia mengerti.Pantas saja gadis itu begitu tenang sejak awal.Pantas saja ia tidak ingin pesta pernikahan ini sangat diawasi dengan ketat.Pantas saja ia tidak menolak ketika keluarga itu datang.Ternyata…semuanya sudah ia siapkan.Hari ini—Anisa melepaskannya.Suara Anisa kembali terdengar.Lantang.Jelas.“Aku ingin hidup bebas… dari keluarga yang tidak pernah ada untukku.”Ruangan itu kembali hening.Tidak ada yang berani menyela.Bahkan napas pun terasa tertahan.Wati menggertakkan giginya.Namun kali ini—ia tidak bisa lagi berteriak seperti sebelumnya.Tatapan orang-orang di sekelilingnya sudah berubah.Tidak ada lagi simpati.Hanya hinaan.Namun perlahan—ekspresi wajahnya berubah.Bukan marah.Melainkan… berpikir.Matanya melirik ke arah Leo.Kemudian ke para tamu asing yang memenuhi ruangan.Ia akhirnya menyadari sesuatu.Pria ini… bukan orang sembarangan.Dan di detik itu—niatny

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 948

    Eliza yang berdiri di sisi pelaminan tersenyum pelan.Matanya hangat saat memandang Anisa.Kini ia mengerti.Pantas saja gadis itu begitu tenang sejak awal.Pantas saja ia tidak ingin pesta pernikahan ini sangat diawasi dengan ketat.Pantas saja ia tidak menolak ketika keluarga itu datang.Ternyata…semuanya sudah ia siapkan.Hari ini—Anisa melepaskannya.Suara Anisa kembali terdengar.Lantang.Jelas.“Aku ingin hidup bebas… dari keluarga yang tidak pernah ada untukku.”Ruangan itu kembali hening.Tidak ada yang berani menyela.Bahkan napas pun terasa tertahan.Wati menggertakkan giginya.Namun kali ini—ia tidak bisa lagi berteriak seperti sebelumnya.Tatapan orang-orang di sekelilingnya sudah berubah.Tidak ada lagi simpati.Hanya hinaan.Namun perlahan—ekspresi wajahnya berubah.Bukan marah.Melainkan… berpikir.Matanya melirik ke arah Leo.Kemudian ke para tamu asing yang memenuhi ruangan.Ia akhirnya menyadari sesuatu.Pria ini… bukan orang sembarangan.Dan di detik itu—niatny

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 947

    Baru sekarang ia menyadari sesuatu yang mengerikan.Pria yang selama ini ia hina…ternyata adalah dokter yang melakukan operasi besar itu.Seorang dokter yang bahkan disaksikan oleh para ahli dari berbagai negara.Para tamu mulai bertepuk tangan.Beberapa bahkan bersorak.Baru sekarang keluarga itu menyadari sesuatu.Pernikahan ini tidak hanya disaksikan tamu yang hadir di ruangan itu.Acara ini disiarkan secara langsung.Ke berbagai negara.Banyak tamu asing berdiri di sana.Hampir setengah ruangan adalah orang-orang dari luar negeri.Rekan dokter.Peneliti.Profesor.Mereka semua memandang keluarga Anisa dengan ekspresi jijik.Seseorang berteriak dari belakang,“Memalukan!”Yang lain menambahkan,“Orang tua seperti apa yang meninggalkan anak cacat sendirian?!”Suasana menjadi riuh.Wati gemetar.Wajahnya pucat.Untuk pertama kalinya—ia tidak bisa berkata apa-apa.Sementara di atas pelaminan—Anisa hanya berdiri dengan tenang.Leo berdiri di sampingnya.Lalu dengan lembut—ia mengge

  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 129

    "Liza yakin mas bukan tipe suami yang banyak duit tapi pelit sama istri. Liza yakin mas tipe suami yang royal dan menjadi istri ratu." Eliza berkata dengan panik.Nathan tertawa mendengar perkataan Eliza. Apalagi melihat wajah Eliza yang sedang panik, sungguh lucu dan menggemaskan.Eliza diam saat mem

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 122

    "Sebentar pak, saya akan menghubungi anak-anak saya. Walau bagaimanapun kami harus berkumpul. Anak-anak harus tahu," kata Wati dengan semangat. Wajah yang tadi penuh kemarahan berubah dalam hitungan detik. Akhirnya apa yang ditunggunya selama ini akan, segera dia dapatkan. Wati langsung menghubungi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 124

    "Bukankah selama ini kamu yang begitu sangat pandai menghina orang. Berkaca dengan diri sendiri, lihat dirimu. Sebenarnya aku tidak ingin membuka aib di depan umum. Tapi kamu yang terlalu kelewatan sehingga membuat aku tidak bisa menutupi lagi kekurangan kamu. Setelah ini kita sudah tidak lagi menja

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
  • Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir   Bab 107

    Eliza terbangun ketika mendengar suara Noah yang sudah merengek manja. Hal pertama yang dilihatnya ketika membuka mata adalah wajah Nathan. Melihat Nathan tidur dikamar yang sama dengannya, tentu saja membuat Eliza panik dan gugup."Ya ampun, semalam aku tidur pasti sangat lelap sampai gak tahu kalau

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-19
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status