Teilen

198 || Penyusup

last update Veröffentlichungsdatum: 24.10.2026 02:52:47

"A-apa maksud, Putri?"

Yuwen Shuang menyipitkan matanya. Tatapannya tidak lepas dari wajah pria di hadapannya. Semakin ia memperhatikan, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Seragam yang dikenakan pria itu memang sama seperti pengawal Istana Dingin lainnya, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Ia tidak pernah melihat pria ini sebelumnya.

"Siapa namamu?" tanyanya lagi.

Pengawal itu tampak gugup. "Hamba ...."

Belum sempat melanjutkan perkataannya, terdengar suara langkah kaki dari kejauhan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   199 || Melindungi?

    Langit pagi Ibu kota Jingzhou yang masih diselimuti awan kelabu. Embun membasahi ujung dedaunan di sepanjang jalan menuju Istana Phoenix, sementara para penjaga mulai berganti posisi setelah berjaga sepanjang malam. Kekacauan yang terjadi beberapa jam sebelumnya telah mereda, tetapi bekas ketegangan masih terasa di setiap sudut istana. Beberapa pelayan bahkan masih berbisik mengenai penyusup yang belum tertangkap.Yuwen Shuang berjalan perlahan melewati koridor panjang dengan ditemani dua pelayannya. Langkahnya terlihat tenang, tetapi jemarinya sesekali meremas ujung lengan bajunya. Undangan Permaisuri yang diterimanya semalam terus terbayang di pikirannya. Ini bukan pertama kalinya ia melihat wanita itu, cotetapi mereka belum pernah benar-benar berbicara dalam suasana seperti ini.Ketika gerbang Istana Phoenix mulai terlihat, Yuwen Shuang menarik napas panjang. Ia mengingat kembali nasihat ibunya agar tidak mudah mempercayai siapa pun di dalam istana..Pintu utama terbuka setelah pen

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   198 || Penyusup

    "A-apa maksud, Putri?"Yuwen Shuang menyipitkan matanya. Tatapannya tidak lepas dari wajah pria di hadapannya. Semakin ia memperhatikan, semakin ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Seragam yang dikenakan pria itu memang sama seperti pengawal Istana Dingin lainnya, tetapi ada sesuatu yang berbeda. Ia tidak pernah melihat pria ini sebelumnya."Siapa namamu?" tanyanya lagi.Pengawal itu tampak gugup. "Hamba ...."Belum sempat melanjutkan perkataannya, terdengar suara langkah kaki dari kejauhan. Beberapa pengawal lain berlari melewati halaman Istana Dingin. Pria di hadapan Yuwen Shuang secara refleks menoleh ke arah suara tersebut.Gerakannya begitu cepat, tetapi cukup untuk membuat Yuwen Shuang semakin curiga."Kau bukan pengawal yang biasa berjaga di sini," ucap Yuwen Shuang tegas.Wajah pria itu seketika berubah."Putri, hamba memang baru ditugaskan malam ini.""Siapa yang menugaskanmu?" tanya Yuwen Shuang dengan suara tajam. Pengawal itu tak langsung menjawab. Pria itu semakin gu

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   197 || Harapan Yuwen Shuang

    Suasana di dalam kamar seketika menegang. Yuwen Shuang tanpa sadar menggenggam tangan Selir Li Mei lebih erat, sementara Bibi Sun berdiri terpaku di depan pintu dengan wajah penuh kewaspadaan.Selama bertahun-tahun, Permaisuri Xie Zhaoyun hampir tidak pernah mengirim orang ke Istana Dingin, apalagi di tengah malam seperti ini. Bahkan ketika Yuwen Shuang pertama kali datang ke Istana, wanita itu tidak pernah menunjukkan perhatian khusus kepadanya ataupun kepada selir Li Mei.Karena itulah, kedatangan utusan Permaisuri saat ini terasa sangat aneh.Selir Li Mei menoleh ke arah Bibi Sun dan menganggukkan kepalanya pelan. "Buka pintunya."Bibi Sun tampak ragu-ragu. Tatapannya sempat beralih kepada Yuwen Shuang sebelum akhirnya berjalan menuju pintu kayu itu. Begitu pintu dibuka, seorang kasim muda segera membungkukkan tubuhnya dengan hormat."Hamba memberi salam kepada Selir Li dan Putri Kedua."Yuwen Shuang memperhatikan pria itu dengan saksama. Wajahnya tampak asing. Ia yakin belum perna

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   196 || Pesan Selir Li Mei

    Yuwen Shuang menatap Kaisar dengan wajah pucat. Lidahnya mendadak kelu untuk mengeluarkan sepatah katapun. Kini kepalanya dipenuhi berbagai macam pertanyaan. Dari apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya, tentang Heishan yang disebut oleh Kaisar, dan Zhao Fenglin yang ternyata masih hidup. Suaminya akan kembali ke ibu kota. Namun, mengapa ayahnya sendiri justru berbicara seolah-olah Zhao Fenglin adalah musuh yang harus diawasi?"Baginda ...," suara Yuwen Shuang bergetar, "apa yang sebenarnya terjadi di Heishan?" Kaisar Yuwen Longzhi membalikkan tubuhnya dan memandang halaman istana yang gelap. "Ada seseorang yang mencoba membunuh Zhao Fenglin."Mata Yuwen Shuang langsung membelalak. "Membunuh?" bisiknya."Namun, dia selamat." Kaisar berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Dan sejak saat itu, aku tidak lagi mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya."Yuwen Shuang tanpa sadar menggenggam erat lengan bajunya sendiri. Selama ini, Zhao Fenglin adalah jenderal paling setia di

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   195 || Ancaman

    Teriakan Yuwen Shuang memecah keheningan malam. Tanpa memedulikan tatapan para penjaga di sekitarnya, ia segera berlari menaiki tangga batu menuju sang Ibu. Jubah panjangnya terseret di lantai, sementara wajahnya dipenuhi keterkejutan dan kepanikan."Ibu, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya dengan napas memburu.Selir Li Mei perlahan mengangkat kepalanya. Wajah wanita itu tampak jauh lebih pucat daripada biasanya, matanya sedikit memerah seolah telah menangis dalam waktu yang lama. Saat melihat Yuwen Shuang, raut wajahnya justru berubah panik."Shuang'er, kenapa kau datang ke sini?" bisiknya pelan.Yuwen Shuang berlutut di samping ibunya. Tatapannya segera beralih ke tali yang melilit pergelangan tangan Li Mei."Siapa yang melakukan ini?" Suaranya mulai bergetar. "Kenapa mereka mengikat Ibu?"Li Mei membuka mulut, tetapi sebelum sempat menjawab, suara berat tiba-tiba terdengar dari dalam aula."Karena itu perintahku."Tubuh Yuwen Shuang langsung menegang. Perlahan, ia mengangkat ke

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   194 || Panggilan Kaisar

    Angin malam berembus pelan, membuat ujung jubah hitam Han Zhiren berkibar di bawah cahaya lentera. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya menggeleng tipis."Hamba tidak berani menebak kehendak Baginda."Yuwen Shuang menatapnya lekat, seolah ingin mencari sesuatu dari wajah tenang pengawal itu. Namun ia tidak menemukan apapun. Pria itu begitu pandai menyembunyikan ekspresinya.Untuk beberapa saat, suasana di halaman paviliun menjadi sunyi. Para pelayan menundukkan kepala, tidak berani ikut campur dalam percakapan mereka.Yuwen Shuang perlahan mengalihkan pandangannya ke arah aula utama istana yang tampak jauh di balik kegelapan malam. Hatinya semakin gelisah. Selama bertahun-tahun, Kaisar Yuwen Longzhi hampir tidak pernah memanggil Selir Li Mei, apalagi di tengah malam seperti ini.Semakin dipikirkannya, semakin aneh semuanya terasa.Tiga hari yang lalu, ia tiba-tiba diperintahkan kembali ke istana. Lalu, suasana istana berubah menjadi jauh lebih tegang. Sekarang, Li Mei dipanggil se

  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   009 || Permintaan Maaf

    “Fenglin, kau harus sadar sikapmu pada istrimu itu salah!” Han Ruoxi kembali membuka suara saat melihat putranya hanya diam saja. Tatapan wanita itu tajam putranya yang tak mengalihkan sedikitpun pandangan darinya. “Ibu tahu kalau kau tidak bisa menerima pernikahan itu. Tapi cara kamu meninggalk

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-17
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   067 || Tidak Seperti Rumor Yang Beredar?

    Zhao Fenglin tidak langsung menjawab.Kereta terus bergerak mendekati gerbang istana.Suara roda kayu yang berderak perlahan bercampur dengan langkah para penjaga yang berjaga di sepanjang jalan menuju gerbang utama.Lampion merah besar yang tergantung di kedua sisi gerbang bergoyang pelan tertiup

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-05
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   066 || Perjalanan Menuju Istana

    Langit ibu kota perlahan berubah gelap ketika matahari akhirnya tenggelam di balik tembok kota.Lampion-lampion mulai dinyalakan satu per satu di sepanjang jalan utama. Cahaya kuning hangat memantul di batu jalan yang telah dipakai selama puluhan tahun oleh kereta para pejabat dan bangsawan.Di dep

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-05
  • Menjadi Istri Sang Jenderal Buruk Rupa   068 || Sambutan Kaisar

    Yuwen Shuang dan Zhao Fenglin menoleh hampir bersamaan.Di barisan meja utama yang sedikit lebih tinggi dari tempat para pejabat duduk, seorang wanita anggun telah berdiri dari kursinya.Gaun sutra merah tua yang dikenakannya jatuh panjang hingga lantai. Hiasan emas di rambutnya berkilau di bawah c

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-05
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status