Share

Bab 11

Author: Deyrara
last update Last Updated: 2026-01-09 08:55:28

Tidak lama setelah Marisa datang, seseorang yang mereka tunggu kehadiran nya muncul dengan beberapa orang pengawal di belakang nya.

Seorang pria dewasa dengan menggunakan setelan jas rapi dan sepatu pantofel hitam mengkilap berjalan di dahapan para karyawan nya dengan percaya diri.

Dialah anak dari Ammir yang kini akan menggantikan jabatan nya menjadi seorang ceo sekaligus pimpinan perusahaan, semua karyawan yang di lewati oleh nya menunduk dengan hormat kecuali Marisa.

Marisa terdiam sejenak dengan mata yang tidak berkedip melihat pria di hadapan nya, baru saja dia temui ketika kembali dari ruang ganti.

Bahkan dia berani memarahi bos nya itu, karena keteledoran nya itu kini dada nya berdentam sangat keras karena takut jika orang itu akan murka pada nya.

"Gawat, semoga dia tidak ingat dengan kejadian tadi. Semoga dia amnesia Tuhan!" Batin Marisa sambil meggenggam erat tangan nya.

Hana yang melihat Marisa terdiam tanpa menundukkan kepala seperti dia dan orang yang lain pun
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 12

    "Maaf bos, tadi saya habis mengantarkan minuman ke ruang staf!" Ucap Marisa sambil menunduk sopan walaupun sang bos tidak melihat nya."Kenapa tidak membawakan minuman untuk saya?" Tanya sang bos dengan suara datar dan dingin."Maaf bos, saya tidak tahu jika bos mau minta bawakan minuman. Sekarang saya ambilkan dulu minum untuk bapak!" Ucap Marisa ingin berbalik namun tidak jadi saat mendengar penolakan dari sang bos."Memang nya kamu pikir saya bapak kamu, sembarangan panggil bapak. Punya istri saja belum apalagi anak, ini malah kamu panggil bapak!!" Bentak sang bos karena tidak di terima dan langsung berjalan ke hadapan Marisa."Maaf bos, saya tidak bermaksud." "Kamu anak baru di sini?" Tanya sang bos dan di beri anggukan kepala oleh Marisa."Pantas tidak sopan dengan bos. Apa kamu kenal dengan saya?" Pertanyaan itu hanya di berikan gelengan kepala oleh Marisa dan membuat sang bos semakin geram terhadap nya."Kamu bisu?" Bentak sang bos dan membuat Marisa terlonjak."Tidak bos, maa

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 11

    Tidak lama setelah Marisa datang, seseorang yang mereka tunggu kehadiran nya muncul dengan beberapa orang pengawal di belakang nya. Seorang pria dewasa dengan menggunakan setelan jas rapi dan sepatu pantofel hitam mengkilap berjalan di dahapan para karyawan nya dengan percaya diri. Dialah anak dari Ammir yang kini akan menggantikan jabatan nya menjadi seorang ceo sekaligus pimpinan perusahaan, semua karyawan yang di lewati oleh nya menunduk dengan hormat kecuali Marisa. Marisa terdiam sejenak dengan mata yang tidak berkedip melihat pria di hadapan nya, baru saja dia temui ketika kembali dari ruang ganti. Bahkan dia berani memarahi bos nya itu, karena keteledoran nya itu kini dada nya berdentam sangat keras karena takut jika orang itu akan murka pada nya. "Gawat, semoga dia tidak ingat dengan kejadian tadi. Semoga dia amnesia Tuhan!" Batin Marisa sambil meggenggam erat tangan nya. Hana yang melihat Marisa terdiam tanpa menundukkan kepala seperti dia dan orang yang lain pun

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 10

    "Marisa!!' Teriak Mira kepada Marisa. "Kemana saja sih? Aku cariin dari tadi!" "Tadi aku kebelat dan mau ke kamar mandi!" Jawab Marisa dengan suara bergetar. "Kamu kenapa, kok wajah kamu pucat, kamu sakit?" Pertanyaan beruntun dari Mira membuat Marisa sedikit lebih tenang, karena dia berfikir masih ada orang yang sedikit perduli padanya. "Aku tidak kenapa-kenapa kok! Ayo kita balik kerja lagi." Mereka berdua pun kembali ke tempat acara untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, setelah selesai acara mereka berdua pun pulang dan berpisah di jalan. Saat Marisa menunggu ojek online di halaman hotel, seseorang yang Marisa ingin hindari datang menghampiri. "Jam segini keluar dari hotel, habis chekin?" Ucap Selly orang yang datang menghampiri Marisa. Marisa hanya memutar bola mata malas dan tidak menghiraukan ucapan Selly. "Tidak terima tawaran pak Harun malah jadi simpanan om-om! Udah benar juga ibu sama bapak aku mau jodohin malah ngelawan ujung-ujung nya jadi pemuas para l

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 9

    Marisa mendengar suara derapan kaki banyak orang dari kejauhan, Marisa berusaha sekuat tenaga untuk melawan pak Harun dan segera meminta tolong kepada orang-orang yang akan lewat. Hingga mereka sampai di koridor hotel, Marisa melihat sekelompok orang sedang berjalan menuju ke arah mereka. Marisa berjalan sambil terseret seret karena tarikan pak Harun. "Tolong!!" Teriak Marisa ketika orang-orang itu mulai mendekat. "Diam!!" Bentak pak Harun. "Tolong siapapun itu tolong saya, saya mohon!!" Marisa tidak berhenti dan tidak menyerah untuk meminta tolong walaupun cengkraman tangan pak Harun semakin erat. Hingga mereka berpas-pasan dengan seorang pria dewasa dengan tubuh tinggi tegap menggunakan setelan jas yang rapi dengan di iringi oleh empat orang pengawal di belakang nya. Mata mereka bertemu, sejenak mereka saling tatap dan Marisa memberikan kode permintaan tolong kepada orang itu. Namun sayang pria dewasa itu tidak mengerti dan melewati nya begitu saja. Hingga Marisa sampa

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 8

    Setelah pulang dari kantor, Marisa berhenti di wc umum untuk mengganti pakaian dan bebersih badan. Setiap malam hari Marisa bekerja di sebuah klub malam, jika dia pulang ke rumah maka sama saja akan membuang buang waktu dan bisa saja dia terlambat berangkat ke tempat kerja. Marisa bekerja sebagai pelayan di tempat kerja nya, dahulu dia pernah di tawarkan kerja menjadi pelayan bagi para pria berhidung belang namun Marisa tidak ingin menghilangkan kehormatan dan martabat nya sebagai seorang perempuan. Bagi nya pekerjaan yang gaji nya kecil lebih baik dari pada pekerjaan dengan gaji besar namun dia harus menurunkan harga diri nya. Setelah selesai bersiap, Marisa langsung berangkat ke klub malam dengan berjalan kaki karena jarak tempuh dari wc yang di singgahi Marisa dengan tempat bekerja nya tidak terlalu jauh. "Marisa cepat, pelanggan sudah banyak yang menunggu!" Ucap teman Marisa yang juga bekerja sebagai pelayan. "Baiklah, ayo kita semangat bekerja!!" Jawab Marisa penuh seman

  • Menjadi Kesayangan Tuan Ammar   Bab 7

    "Kenapa ini ribut-ribut?" Tanya Selly pura-pura tidak tahu dengan masalah yang terjadi. "Ini bu, dokumen yang sudah saya kerjakan tiba-tiba basah karena office girl baru ini!" Ucap staf itu mengadu pada Selly. "Suruh saja dia yang mengerjakan kembali semua dokumen yang tadi rusak!!" Jawab Selly sambil melirik ke arah Marisa. "Benar juga, sekarang kamu kerjakan semua dokumen saya yang sudah kamu buat rusak. Saya tunggu sampai jam dua belas siang jika semua belum beres saya akan adukan kamu ke pak bos biar di pecat di hari pertama bekerja!" Seketika ruang itu menjadi riuh kembali karena orang-orang yang berada di ruangan itu semua menertawakan Marisa. "Tapi saya tidak mengerti bagaimana cara nya!" Jawab Marisa sambil meremat jari jemari nya. "Ya jelas tidak mengerti lah, orang yang pendidikan nya rendah mana bisa mengerjakan semua ini!" Jawab Selly sambil menekan kata rendah di depan semua orang. "Tapi saya tidak sengaja, adakah cara lain untuk saya bertanggung jawab?" Tan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status