Share

ABC

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-06-06 15:23:48

Teriakan Noah sampai terdengar ke seluruh rumah.

Dan beberapa langkah di belakang Noah, Clara selalu berdiri di beranda.

Tersenyum.

Menunggu.

Hal sederhana.

Namun bagi Raymond, itu adalah hal yang tidak pernah ia miliki selama puluhan tahun hidupnya.

Rumah.

Keluarga.

Seseorang yang menunggu kepulangannya.

Dan ternyata perasaan itu jauh lebih berharga daripada kemenangan bisnis sebesar apa pun.

***

Waktu berlalu tanpa terasa.

Musim berganti.

Hari demi hari berjalan tenang.

Dan keha
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   ABC

    Teriakan Noah sampai terdengar ke seluruh rumah. Dan beberapa langkah di belakang Noah, Clara selalu berdiri di beranda. Tersenyum. Menunggu. Hal sederhana. Namun bagi Raymond, itu adalah hal yang tidak pernah ia miliki selama puluhan tahun hidupnya. Rumah. Keluarga. Seseorang yang menunggu kepulangannya. Dan ternyata perasaan itu jauh lebih berharga daripada kemenangan bisnis sebesar apa pun. *** Waktu berlalu tanpa terasa. Musim berganti. Hari demi hari berjalan tenang. Dan kehamilan Clara perlahan memasuki bulan kelima. Perutnya mulai membulat dengan jelas. Noah menjadi orang yang paling bersemangat. Setiap hari, anak itu punya ritual khusus. Menempelkan telinganya ke perut Clara. Lalu berbicara dengan adiknya. “Adik.” Hening. “Kalau dengar, tendang dua kali.” Tidak ada respons. Noah mengangguk serius. “Berarti adik malu.” Clara selalu tertawa setiap kali melihatnya. Sementara Raymond diam-diam merekam momen itu dengan ponselnya. Untuk pertama kalinya da

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Siaga

    Tatapan Raymond langsung terpaku pada ujung jari Clara. Hanya ada setitik darah di sana. Merah kecil, nyaris tak terlihat jika seseorang tidak benar-benar memperhatikannya. Namun bagi Raymond, pemandangan itu terasa seperti alarm darurat yang tiba-tiba berbunyi di seluruh mansion. Suasana ruang keluarga yang beberapa detik lalu dipenuhi tawa mendadak berubah. Rahang pria itu mengeras. Tatapannya berpindah dari jari Clara ke pisau kecil di atas meja, lalu kembali lagi ke jari istrinya. “Clara.” Nada suaranya rendah. Terlalu rendah. Dan Clara langsung mengenali nada itu. Nada yang biasanya muncul ketika Raymond menghadapi situasi berbahaya. Padahal saat ini yang terjadi hanyalah goresan kecil akibat pisau buah. Clara mengangkat tangannya sedikit. “Ray, ini cuma luka kecil—” “Tidak.” Raymond sudah melangkah cepat menghampirinya. “Darahnya bahkan tidak sampai—” “Tidak.” “Raymond.” “Tidak.” Clara menghela napas panjang. Bu Eli yang berdiri di samping meja langsung men

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Malu

    Tatapan Clara tidak lepas dari buah-buah hijau kecil yang baru saja diletakkan Raymond di atas meja ruang keluarga. Namun sebenarnya, yang membuat matanya perlahan berkaca-kaca bukanlah mangga itu. Melainkan pria yang berdiri tepat di depannya. Raymond Antonio. Pria yang namanya cukup membuat banyak orang menundukkan kepala. Pria yang biasanya selalu tampil sempurna dengan setelan mahal, rambut rapi, dan aura dingin yang sulit didekati. Kini berdiri di tengah ruang keluarga dengan kondisi yang benar-benar menyedihkan. Rambut hitamnya berantakan ke segala arah. Kemeja putih mahal yang pagi tadi disetrika sempurna sekarang penuh kusut dan bercak tanah. Bagian lengannya tergulung tidak beraturan. Ada goresan tipis di punggung tangannya. Dan yang paling parah... Sepotong rumput liar masih tersangkut santai di bahu jasnya. Clara menggigit bibir kuat-kuat agar tidak tertawa. Sayangnya gagal. Sudut bibirnya sudah terangkat lebih dulu. "Ray..." Raymond yang sedang berusaha me

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Binatang Kebun

    Kini giliran Raymond yang berteriak. Ken langsung tertawa sampai hampir kehilangan pegangan. Raymond menatapnya tajam membuat Ken seketika terdiam walau bahunya masih bergetar samar. Sepuluh menit berikutnya mereka akhirnya berhasil memetik beberapa mangga muda. Hijau. Keras. Asam. Persis seperti yang diinginkan Clara. Kemenangan terasa sudah di depan mata. Sampai tiba-tiba... Seekor ular kecil melintas di cabang bawah. Hening. Raymond membeku. Ken membeku. Bahkan ular itu seolah ikut membeku. Tiga makhluk hidup saling menatap dalam keheningan yang sangat canggung. Satu detik. Dua detik. Tiga detik. Lalu secara bersamaan— "AAAAAA!" Raymond dan Ken melompat turun dari pohon. Tanpa martabat. Tanpa harga diri. Tanpa sisa aura mafia yang biasanya membuat orang ketakutan. Namun bencana sesungguhnya baru dimulai. Saat Raymond sedang membersihkan pakaiannya dari daun-daun kering, ia merasakan sesuatu bergerak perlahan di bahunya. Lembut. Berbulu. Dan sangat mencu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kebun

    Raymond bahkan tidak memberi kesempatan Bu Eli menyelesaikan kalimatnya. Begitu mendengar istrinya menginginkan mangga muda, pria itu langsung berbalik menuju pintu utama mansion dengan langkah panjang dan tergesa. “Tuan, maksud saya kita bisa—” “Ken.” “Ya, Tuan?” “Siapkan mobil.” “Tapi—” “Sekarang.” Nada suaranya tegas dan tidak memberi ruang untuk perdebatan. Lima menit kemudian, sebuah mobil sedan hitam mewah meluncur keluar dari gerbang besar Mansion Antonio dengan kecepatan yang biasanya digunakan untuk mengejar target penting. Dari kejauhan, iring-iringan kendaraan itu terlihat seperti sedang menjalankan operasi rahasia tingkat tinggi. Padahal kenyataannya... Mereka sedang berburu mangga muda. Empat puluh menit kemudian. Mobil berhenti di sebuah daerah pinggiran kota yang dikelilingi hamparan sawah hijau dan kebun-kebun rakyat yang membentang luas hingga ke kaki perbukitan. Udara di sana jauh berbeda dari pusat kota. Lebih sejuk. Lebih lembap. Dan dipenuhi arom

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mangga Muda

    Namun... Raymond telah membersihkan setiap jejak jauh sebelum menjatuhkan Clark. Saat agen itu akhirnya menutup map terakhir, ekspresi frustrasi samar terlihat di wajahnya. "Kami tidak menemukan pelanggaran." "Bagus." "Tapi kami akan tetap mengawasi bisnis Anda, Tuan Antonio." "Silakan." Tatapan keduanya bertemu selama beberapa detik. Pertarungan diam tanpa kata. Lalu kedua agen itu berdiri. "Selamat siang, Tuan Antonio." "Selamat siang." Pintu tertutup. Dan aura dingin itu langsung lenyap begitu saja. Ken mengembuskan napas panjang. "Saya benci federal." Raymond mengambil cangkir kopi. "Mereka hanya melakukan pekerjaan mereka." "Dan Tuan baru saja membuat mereka pulang tanpa hasil." Kali ini Raymond benar-benar tersenyum. "Karena aku tidak memberi mereka apa pun." Namun begitu ia kembali ke kamar utama... Seluruh aura mafia menakutkan itu menghilang tanpa sisa. Benar-benar hilang. "Raymond, bagaimana?" "Lancar," Jawa Raymond singkat.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Canggung

    Raymond masih menatap ke arah pintu kaca hotel itu, matanya mengikuti dua sosok yang semakin menjauh di trotoar seberang jalan.Ken menyipitkan mata, mencoba melihat lebih jelas ke luar melalui kaca besar lobby.“Ya, Tuan,” jawabnya setelah beberapa detik. “Namanya Amanda… pegawai front office yang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Meeting

    Beberapa pegawai langsung saling berpandangan dengan wajah tegang. Meeting langsung dengan CEO bukanlah hal yang biasa. Biasanya pertemuan seperti itu hanya dihadiri para manajer atau kepala departemen.Namun kali ini berbeda.Jennifer berdiri tegak di tengah lobby, matanya menatap seluruh staf den

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Ceo Hotel Genio

    Kalimat itu seolah menjadi pemicu bagi kepanikan yang lebih besar. Para pegawai yang sebelumnya sudah tegang kini benar-benar bergerak dengan cepat.Ada yang merapikan meja resepsionis, ada yang mengecek bunga di meja lobby, dan ada pula yang memperbaiki posisi karpet yang sedikit miring.Sella ber

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Cemoohan

    Setelah pemberitahuan itu, suasana hotel yang sebelumnya masih berjalan normal berubah seketika, seperti langit cerah yang tiba-tiba tertutup awan badai. Para pegawai yang beberapa menit lalu masih berdiri santai sambil mengobrol kini bergerak cepat ke sana kemari, langkah mereka tergesa, suara sep

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status