مشاركة

Pindah

مؤلف: Miss Wang
last update تاريخ النشر: 2026-04-12 16:32:07

Malam merambat turun dengan perlahan, menelan setiap sudut kota dalam bayangan gelap yang panjang. Di lantai atas hotel, di balik pintu kamar yang tertutup rapat—Raymond berdiri sendirian di depan jendela.

Lampu-lampu kota berkilau di bawah sana, terlihat indah… namun baginya, itu hanyalah ilusi ketenangan. Dunia yang ia kenal tidak pernah benar-benar aman. Tidak pernah.

Tangannya perlahan mengepal.

Sella sudah mati dengan cara yang terlalu kejam untuk disebut sekadar pembunuhan. Dan lebih d
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Bukti Masa Lalu

    Raymond tertawa pelan. Namun tawa itu sama sekali tidak mengandung kehangatan. "Lucunya..." "Semua pembohong yang pernah kutemui juga mengatakan hal yang sama." Elena memejamkan mata sesaat. Kemudian dengan tangan yang masih gemetar, ia membuka tas kulit tuanya. "Aku sudah menduga..." "...kau akan mengatakan itu." Karena itu... "Aku membawa sesuatu." Perlahan ia mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berwarna cokelat tua. Permukaannya dipenuhi goresan halus akibat usia. Sudut-sudutnya mulai aus. Pengait logamnya bahkan telah berubah warna karena karat. Kotak itu jelas bukan benda yang baru disimpan beberapa bulan. Melainkan benda yang telah dijaga selama puluhan tahun. Dengan sangat hati-hati Elena membuka tutupnya. Di dalamnya tersimpan sebuah foto hitam putih berukuran kecil. Raymond menerimanya tanpa berkata apa-apa. Tatapannya langsung terpaku. Dalam foto itu tampak dua gadis remaja berdiri berdampingan di depan sebuah rumah tua bergaya koloni

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mencurigakan

    "...bisakah aku tinggal sementara di Mansion Antonio?"Kalimat itu meluncur pelan dari bibir Elena, nyaris tenggelam oleh dengung pendingin ruangan dan bunyi monitor jantung yang berdetak stabil di sisi ranjang Clara.Namun justru karena diucapkan dengan suara yang begitu lirih, permintaan itu terdengar jauh lebih berat.Seolah seluruh harga diri wanita itu ikut dipertaruhkan dalam satu kalimat sederhana.Tak seorang pun langsung menjawab.Ruangan VIP yang beberapa saat lalu dipenuhi kehangatan karena Clara berhasil melewati masa kritis, kini kembali diselimuti keheningan yang begitu pekat.Bahkan Noah yang masih duduk di sisi ranjang ibunya ikut terdiam. Bocah kecil itu bergantian menatap Elena, kemudian ayahnya, tanpa benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi.Tatapan Raymond perlahan berubah.Jika beberapa menit yang lalu matanya dipenuhi keterkejutan dan kebingungan setelah mendengar pengakuan Elena sebagai adik kandung mendiang ibunya...Kini sorot mata itu berubah.Dingin.Ta

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Percaya Tak Percaya

    Elena memejamkan mata sesaat. Seolah ia sudah menyiapkan diri untuk pertanyaan itu sejak lama. "Aku tahu." Jawabannya lirih. "Kami terpisah selama puluhan tahun." Raymond mengernyit. Tatapannya semakin tajam. "Kalau kau benar adik kandungnya..." "Kenapa aku tidak pernah mendengar keberadaanmu?" Pertanyaan itu membuat Elena menunduk. Jemarinya saling menggenggam erat di depan tubuh. Sampai buku-buku jarinya memutih. Beberapa detik berlalu sebelum akhirnya ia berbicara lagi. "Dulu..." Suaranya terdengar jauh. Seolah sedang menarik kembali kenangan yang ingin dilupakannya. "Setelah kakek dan nenekmu meninggal..." "Keluarga kami pecah." Tatapannya kosong mengarah ke lantai. "Warisan." "Ego." "Salah paham." "Dan banyak keputusan bodoh yang kami buat saat masih muda." Air mata kembali jatuh. "Kakakmu pergi meninggalkan rumah." "Aku juga pergi." "Kami sama-sama keras kepala." Senyumnya pahit. "Dan tidak satu pun dari kami mau menjadi orang pertama yang meminta maa

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Keluarga?

    Klik... Suara kunci pintu yang terbuka terdengar pelan di tengah keheningan ruang rawat VIP. Perlahan, daun pintu bergerak ke dalam. Cahaya koridor yang terang membentuk siluet seseorang di ambang pintu. Pada awalnya tidak ada yang terlalu memperhatikan. Raymond masih berdiri di sisi ranjang Clara. Noah masih duduk di dekat kaki ranjang sambil memegang buku gambar yang ingin ia tunjukkan kepada ibunya. Bu Eli berdiri di samping meja kecil, sedang merapikan kotak makanan yang baru dibawanya. Sementara Ken tetap berada beberapa langkah dari pintu. Namun sesaat kemudian... Seluruh ruangan mendadak membeku. Wanita yang baru datang itu melangkah masuk dengan tenang. Suara hak sepatu kremnya berdetak lembut di lantai marmer mengilap. Tok... Tok... Tok... Ia mengenakan gaun panjang berwarna gading dengan potongan sederhana namun elegan. Sebuah bros mutiara kecil tersemat di sisi dada kirinya. Rambutnya yang hitam kecokelatan telah dihiasi semburat perak akibat usia. Disanggu

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sehat

    Keesokan paginya... Mentari pagi menyelinap lembut melalui jendela besar ruang perawatan VIP. Cahaya keemasan jatuh di atas lantai marmer mengilap, menghangatkan ruangan yang semalam dipenuhi kecemasan. Aroma bunga lili dan mawar putih memenuhi udara. Beberapa buket bunga ucapan selamat memenuhi meja di sudut ruangan. Namun Raymond bahkan tidak sempat melirik semuanya. Sejak pukul lima pagi... Ia sudah terbangun. Bahkan sebelum Clara membuka mata. Ia membantu istrinya duduk perlahan, menopang punggungnya dengan satu tangan agar tidak terasa sakit. Setelah itu ia mengatur bantal satu per satu hingga menemukan posisi yang paling nyaman. Ketika Clara mengatakan air minumnya sedikit dingin... Raymond langsung menggantinya dengan air hangat. Saat selimut bergeser sedikit... Ia segera merapikannya kembali hingga menutupi tubuh Clara dengan sempurna. Tak ada satu pun gerakan yang luput dari perhatiannya. Tak lama kemudian, seorang perawat muda masuk sambil membawa nampan sara

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tetap di Sisi

    Ken masih berdiri di balik dinding kaca ruang ICU. Kedua tangannya terselip di saku celana bahan hitam yang sejak semalam mulai dipenuhi lipatan. Tatapannya belum juga beralih dari pasangan suami istri yang berada di balik kaca bening itu. Di dalam ruangan, Raymond masih duduk di sisi ranjang pasien. Jemari besarnya membungkus tangan Clara dengan sangat hati-hati, seolah takut genggaman itu terlepas. Sesekali ibu jarinya mengusap pelan punggung tangan istrinya, memastikan kehangatan itu benar-benar nyata. Semalam ia hampir kehilangan wanita itu. Dan kini, bahkan untuk melepaskan tangannya selama beberapa detik saja, Raymond tidak sanggup. Pemandangan itu membuat dada Ken terasa hangat. Sudah belasan tahun ia mengenal Raymond Antonio. Ia pernah melihat pria itu menghadapi rapat bisnis bernilai miliaran rupiah tanpa sedikit pun berubah ekspresi. Ia pernah melihatnya berjalan melewati hujan peluru dengan wajah setenang orang yang sedang berjalan di taman. Namun, baru hari inila

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Amanda

    Jennifer yang berdiri beberapa langkah di belakangnya langsung terdiam. Alisnya sedikit terangkat, jelas ia tidak menyangka permintaan itu.“Tuan…?” ucapnya ragu.Raymond masih duduk menghadap jendela besar yang membentang dari lantai hingga hampir menyentuh langit-langit. Jennifer menarik napas p

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kembali Datang

    Mobil hitam itu benar-benar berhenti tepat di depan pintu utama hotel. Kilau bodinya memantulkan cahaya matahari pagi yang lembut, membuatnya tampak semakin mencolok di antara kendaraan lain.Beberapa staf mulai berbisik panik. “Cepat rapikan posisi kalian…”“Dia benar-benar datang lagi…”“Kenapa

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Canggung

    Raymond masih menatap ke arah pintu kaca hotel itu, matanya mengikuti dua sosok yang semakin menjauh di trotoar seberang jalan.Ken menyipitkan mata, mencoba melihat lebih jelas ke luar melalui kaca besar lobby.“Ya, Tuan,” jawabnya setelah beberapa detik. “Namanya Amanda… pegawai front office yang

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Berpapasan

    Tanah masih bergetar di bawah kaki mereka. Getaran itu menjalar melalui papan-papan kayu rumah tua yang sudah rapuh dimakan usia. Dinding berderit, kaca jendela bergetar keras, dan debu berjatuhan dari langit-langit seperti hujan abu yang tidak pernah diundang.Clara memeluk tubuh Kakek Charly yang

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status