首頁 / Mafia / Menjadi Tawanan Tuan Mafia / Raymond Datang ke Kampus

分享

Raymond Datang ke Kampus

作者: Miss Wang
last update publish date: 2026-01-26 15:48:51

Raymond akhirnya melepaskan bibirnya.

Gerakannya lambat, seolah ia sendiri harus memaksa dirinya berhenti. Ibu jarinya terangkat, mengusap ujung bibirnya sendiri yang basah.

Clara tersentak.

Ia berdiri hampir tersandung, napasnya tercekat, dadanya naik turun tak beraturan. Wajahnya pucat, matanya basah, tapi ia tak berani menatap Raymond lebih lama.

“A-aku… permisi,” ucapnya terbata.

Tanpa menunggu jawaban, tanpa berani membaca reaksi di wajah pria itu, Clara berbalik dan melangkah cepat menuj
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rahasia yang Disembunyikan

    Raymond tidak bergerak.Selama beberapa detik, tubuhnya berdiri kaku di halaman depan mansion tua itu. Cahaya lampu kekuningan yang baru menyala dari dalam bangunan jatuh tepat ke wajah wanita yang berdiri di ambang pintu.Raymond menatapnya tanpa berkedip.Wajah itu.Garis rahangnya. Bentuk matanya. Lekuk bibirnya. Bahkan kebiasaan kecilnya memiringkan kepala ketika sedang menatap seseorang.Semuanya begitu familiar.Terlalu familiar.Seolah sebuah bagian dari masa kecil Raymond tiba-tiba keluar dari foto lama dan berdiri hidup-hidup di hadapannya.Bibir Raymond bergetar."Ma...?"Suara itu keluar begitu lirih hingga hampir tertelan angin malam.Wanita tersebut langsung menutup mulut dengan kedua tangannya. Air matanya mengalir deras."Raymond..."Satu kata.Namun suara itu menghantam dada Raymond jauh lebih keras daripada suara tembakan mana pun yang pernah ia dengar.Dadanya terasa sesak.Kenangan masa kecil berkelebat begitu cepat di kepalanya.Sebuah taman.Ayunan kayu.Tangan le

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Maria Antonio

    Malam semakin larut. Namun bagi Raymond, waktu seolah berhenti tepat pada saat John mengucapkan satu nama yang selama bertahun-tahun hanya hidup di dalam ingatan. Charles Antonio. Ayahnya. Pria yang selama ini ia yakini telah mati. Raymond masih berdiri di tengah ruang keamanan Rumah Sakit Pusat. Cahaya kebiruan dari puluhan monitor CCTV jatuh di wajahnya yang kaku. Untuk beberapa detik, ia bahkan tidak berkedip. Tangannya perlahan turun dari sisi tubuh. "Ulangi." Suaranya rendah. John menelan ludah sebelum menjawab. "Mansion itu tercatat dalam dokumen lama keluarga Antonio, Tuan." Ia membuka salah satu berkas digital di tabletnya. "Dan nama yang tercantum sebagai pemilik adalah..." John berhenti sejenak. "Charles Antonio." Ruangan mendadak terasa lebih sempit. Raymond menatap layar. Di sana terpampang salinan dokumen lama dengan tanda tangan yang sudah menguning dimakan usia. Charles Antonio. Tanda tangan itu sangat dikenalnya. Raymond pernah melihatnya berkali-ka

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Mengerti

    Charles kembali menatap hujan. "Jangan biarkan dia keluar dari kamar." Elena mengangguk. Namun sebelum meninggalkan ruangan, ia berhenti. "Charles." Pria itu menoleh. "Bagaimana kalau Ken mengingat semuanya?" Charles terdiam beberapa detik. Kemudian menjawab tenang. "Dia akan mengingat." Elena membelalak. "Kalau begitu—" "Justru itu yang aku inginkan." Charles tersenyum tipis. "Biarkan dia mengingat." "Biarkan dia tahu." "Kenapa?" Charles menatap Elena. "Karena dia akan membawa ketakutan itu kepada Raymond." Kamar wanita misterius Di lantai dua mansion... seorang wanita berdiri sendirian di depan cermin. Rambut panjangnya terurai hingga melewati bahu. Gaun sederhana berwarna gelap membungkus tubuhnya. Di jarinya terdapat sebuah cincin tua. Cincin emas dengan ukiran bunga kecil. Ia mengangkat tangannya. Menatap cincin tersebut. Jari-jarinya sedikit gemetar. Kemudian matanya kembali menatap pantulan wajah sendiri. Wajah yang hampir identik dengan Maria Anto

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sadar

    Malam semakin larut. Hujan tipis turun di atas kota, membasahi kaca-kaca tinggi Rumah Sakit Pusat. Cahaya lampu jalan memantul di permukaan aspal yang basah, menciptakan garis-garis cahaya kekuningan yang bergetar setiap kali kendaraan melintas. Namun di lantai khusus keamanan rumah sakit, tidak ada seorang pun yang memikirkan waktu. Raymond masih berdiri di depan layar monitor. Gambar wanita yang menyerupai Maria masih terpampang di sana. Wajah itu hanya terlihat beberapa detik dalam rekaman CCTV. Tetapi beberapa detik tersebut cukup untuk mengguncang keyakinan Raymond selama bertahun-tahun. John datang membawa sebuah map hitam tebal. Langkahnya cepat. "Tuan." Raymond tidak langsung menoleh. "Ada hasil?" John berhenti di hadapannya. "Kami menemukan arsip kematian Charles Antonio." Raymond akhirnya mengalihkan pandangan. "Berikan." Map itu diserahkan. Raymond membukanya. Dokumen pertama adalah surat keterangan kematian. Nama: Charles Antonio.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sosok bag 2

    "Tiga menit." kata teknisi. "Kamera mati selama tiga menit." Raymond menatap layar. "Tidak mungkin kebetulan." John mengangguk. "Seseorang sengaja memutusnya." "Periksa rekaman sebelum kamera mati." Teknisi segera memundurkan video. Beberapa detik sebelum gambar menghilang, salah satu pria itu menoleh ke belakang. Wajahnya hanya terlihat sebagian. Raymond tiba-tiba mengangkat tangan. "Berhenti." Gambar dibekukan. "Perbesar." Teknisi memperbesar gambar. Resolusinya menurun, tetapi bentuk wajah pria itu masih terlihat. Rahang tegas. Hidung lurus. Garis wajah yang begitu familiar. Raymond tidak berkedip. Putar lagi." Rekaman kembali berjalan. Wajah itu muncul sesaat. Kemudian tertutup masker. Raymond mundur satu langkah. Dadanya terasa berat. "Charles..." John langsung menoleh. "Tuan?" Raymond tidak menjawab. Ia terus menatap layar. Tidak mungkin. Ia sendiri menghadiri pemakaman ayahnya. Ia sendiri melihat peti mati Char

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak yang Seharusnya Mati

    Tik...Tok...Tik...Tok...Suara jam antik itu terdengar jelas di tengah ruangan yang nyaris tanpa suara.Jarumnya bergerak perlahan, seolah tidak peduli dengan waktu yang terus berjalan.Di atas ranjang besar dengan seprai putih, Ken masih terbaring tak sadarkan diri.Wajahnya pucat.Perban tebal melingkari kepalanya, sementara beberapa luka kecil terlihat di pelipis dan rahangnya. Selang oksigen terpasang di bawah hidung. Di samping ranjang, sebuah monitor portabel terus menampilkan garis detak jantung yang naik turun.Bip...Bip...Bip...Lemah.Tetapi stabil.Ruangan itu sama sekali tidak menyerupai kamar rumah sakit.Dindingnya dilapisi marmer hitam mengilap. Lampu kristal menggantung dari langit-langit tinggi. Tirai beludru berwarna gelap menutup seluruh jendela, membuat cahaya dari luar tidak bisa masuk.Tidak ada lambang rumah sakit.Tidak ada suara perawat.Tidak ada bau khas antiseptik.Hanya kesunyian.Kemudian...Klik.Pintu kayu besar terbuka perlahan.Seseorang masuk.S

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dikurung di Basement

    Clara masih terpaku di tempatnya ketika Raymond mengangkat tangan sedikit.Isyarat itu cukup.Ken, asistennya, langsung melangkah maju. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel, menyebutkan angka, lalu mengangguk pelan pada manajer bar. Tidak ada negosiasi. Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Tuan Mafia Kejam

    Para anak buahnya serentak menunduk.Sementara itu, melihat kedatangan seorang Raymond Antonio, tubuh Ny. Eva semakin gemetar dan tangisannya semakin keras, melengking menusuk gendang telinga. “T-Tuan Raymond… aku mohon… aku akan bayar… aku—”Raymond mendekat, tatapannya kosong. Tidak ada amarah. T

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gadis Yatim Piatu, Clara

    “Lepaskan aku!”Teriakan Clara tenggelam oleh dentuman musik dan tawa para pria yang memenuhi ruangan. Dua penjaga menyeretnya keluar dari kamar sempit itu, langkahnya terseret di lantai. Kain hitam yang tipis membalut tubuhnya begitu ketat, memamerkan lekuk yang paling sensitif. Bagian atasnya te

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status