Share

Tuan Mafia Flu

Author: Miss Wang
last update Petsa ng paglalathala: 2026-01-30 15:50:16

Clara terus berlari sampai paru-parunya terasa sesak, nafasnya memburu.

Langkahnya akhirnya terhenti di sebuah taman kecil dekat jalan besar, ia melihat bangku kayu tua menghadap hamparan langit malam. Ia jatuh terduduk, punggungnya membungkuk, napasnya terengah.

Ia menatap ke atas. Langit gelap bertabur bintang, indah dan sekaligus kejam.

“Kemana aku harus pergi…?” gumamnya lirih.

Ke rumah pamannya? Tidak mungkin. Kenangan bar itu seperti jerat yang masih menunggu. Ke rumah Hans? Ia menggel
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Anak yang Disembunyikan

    Ruang bawah tanah itu mendadak terasa jauh lebih dingin.Raymond masih berdiri di tengah ruangan dengan tatapan terpaku kepada Charles.Kalimat pria itu terus berputar di kepalanya.Adriana adalah anak yang selama ini diyakini semua orang sudah mati.Raymond menelan ludah."Ulangi."Suaranya rendah, tetapi penuh tekanan.Charles mengangkat wajah."Adriana.""Siapa dia?"Charles menarik napas panjang."Anak Maria."Raymond membeku."Anak... ibu?""Ya."Untuk beberapa detik, Raymond tidak mampu berkata apa-apa.Selama bertahun-tahun ia hanya mengetahui dirinya sebagai anak tunggal.Tidak pernah ada nama Adriana dalam keluarganya.Tidak pernah ada foto.Tidak pernah ada dokumen.Tidak pernah ada makam.Tidak pernah ada cerita.Namun sekarang seseorang berdiri di hadapannya dan mengatakan ba

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama yang Dihapus

    Raymond masih berdiri di tengah lorong yang gelap.Gelang kecil itu berada di telapak tangannya.Dua huruf yang terukir di bagian dalamnya terus menarik perhatiannya.A.R.Cahaya lampu darurat yang kemerahan jatuh samar di wajahnya. Bayangan tiang-tiang mansion memanjang di sepanjang lantai marmer, membuat tempat itu terasa seperti labirin.John berdiri beberapa langkah di belakangnya."Tuan..."Raymond tidak menjawab.Ia mengangkat gelang tersebut mendekati cahaya."Adriana."Nama itu keluar perlahan dari bibirnya.John mengerutkan kening."Nama yang tadi disebut wanita itu?"Raymond mengangguk."Dia bilang namanya Adriana."Ia membalik gelang.Tidak ada tulisan lain.Tidak ada tanggal.Tidak ada tanda keluarga.Namun sesuatu membuat Raymond yakin gelang ini bukan kebetulan."Periksa seluruh arsip keluarg

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rekaman

    Malam hampir berganti pagi ketika mobil Raymond memasuki halaman mansion.Hujan telah berubah menjadi gerimis. Jalanan di depan mansion masih basah dan memantulkan cahaya lampu taman yang berwarna kekuningan. Udara terasa dingin, tetapi Raymond sama sekali tidak memperhatikannya.Sejak meninggalkan gudang nomor tujuh belas, tangannya tidak pernah jauh dari saku dalam jas.Di sana tersimpan kaset peninggalan Maria.Sebuah benda kecil yang tampaknya sederhana.Namun Raymond tahu, benda itu mungkin menyimpan jawaban atas seluruh hidupnya.Mobil berhenti.Raymond turun.John segera menyusul."Tuan."Raymond berhenti di tangga."Pastikan tidak ada seorang pun masuk ke ruang kerja.""Termasuk Charles?"Raymond menoleh."Terutama Charles."John mengangguk.Raymond kemudian masuk ke mansion.Suasana di dalam jauh lebih sunyi dibandingkan bi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Kotak yang Ditinggalkan

    Pintu gudang kembali tertutup setelah suara rekaman Maria menghilang.Hujan masih mengguyur atap seng di atas kepala mereka. Suaranya begitu deras hingga hampir menenggelamkan bunyi napas para pengawal.Raymond berdiri di tengah gudang dengan kotak logam di tangannya.Tatapannya tidak lagi tertuju pada pintu.Ia menatap benda kecil itu.Kotak tersebut berwarna hitam kusam, permukaannya dipenuhi goresan halus dan noda karat di beberapa bagian. Namun pada bagian tengahnya terdapat lambang kecil yang sangat dikenalnya.Lambang keluarga Antonio.John mendekat."Tuan, sebaiknya kita membawanya keluar terlebih dahulu."Raymond menggeleng."Tidak."Ia meletakkan kotak itu di atas peti kayu."Kalau Maria menyembunyikannya di sini, berarti dia ingin seseorang membukanya di tempat ini."John memandang sekeliling."Atau seseorang ingin kita membukanya."Raymond menoleh.Tatapan keduanya bertemu."Benar."Raymond mengeluark

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Gudang no 17

    Hujan mulai turun ketika konvoi kecil Raymond memasuki kawasan pelabuhan lama.Rintiknya mula-mula tipis, kemudian semakin deras, membasahi kaca mobil dan membuat lampu-lampu jalan terlihat seperti garis cahaya yang kabur. Kawasan itu sudah lama tidak digunakan. Sebagian besar bangunan gudang berdiri dalam keadaan gelap, dindingnya kusam, pintu-pintu besi dipenuhi karat, dan rumput liar tumbuh di sela-sela beton yang retak.Di kejauhan, suara ombak terdengar menghantam dinding pemecah gelombang.Raymond duduk diam di kursi belakang.Tangannya menggenggam kunci kecil yang diberikan Elena.Benda itu dingin.Namun anehnya, setiap kali melihatnya, Raymond selalu teringat pada ibunya.Maria.Nama itu kembali memenuhi pikirannya.Wanita yang selama puluhan tahun diyakininya telah meninggal.Wanita yang wajahnya muncul kembali melalui Adriana.Dan sekarang...sebuah gudang tua yang m

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Akhirnya

    DOR!Pintu besi itu bergetar hebat.Raymond berdiri tepat di baliknya.Jas hitamnya sedikit basah akibat hujan. Rambutnya masih menyimpan titik-titik air, tetapi tatapannya sama sekali tidak menunjukkan kelelahan.John berdiri di sebelahnya bersama beberapa pengawal.“Buka pintunya.”Tidak ada jawaban.Raymond mengangkat tangan.“Hitung sampai tiga.”John langsung memberi isyarat.“Satu…”DOR!Sebelum hitungan selesai, salah seorang pengawal menghantam pintu dengan bahunya.Kunci pintu patah.Pintu terbuka keras.Raymond langsung masuk.Matanya bergerak cepat menyapu ruangan.Ken terbaring di atas ranjang.Wajahnya pucat.Di sebelahnya berdiri seorang pria berkemeja putih.Raymond mengenal wajah itu dari kartu identitas yang ditemukan sebelumnya.“Dr. Adrian Cole.”Adrian tidak bergerak.

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Sang Mafia Kehilangan Arah

    Mobil Raymond memasuki halaman mansion. ajahnya masih setenang biasanya—dingin dan tertutup. Ia bahkan belum menyadari bahwa ada sesuatu yang hilang malam itu.Langkahnya mantap ketika memasuki ruang utama. Jas hitamnya masih rapi, aroma rokok dan parfum mahal bercampur samar di udara. Dan Ken berj

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Hening dan Tegang

    Tak lama kemudian, mereka sampai kembali di Mansion Raymond. Pintu mobil terbuka. Ken, asisten Raymond dan para anak buah serempak menunduk. Raymond turun lebih dulu. Clara melangkah mengikutinya, sedikit tertinggal di belakang.Salah satu anak buah melirik Clara terlalu lama.“Jaga pandanganmu,”

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Pura-pura menjadi Kekasih Tuan Mafia

    Clara membeku mendengar itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Langkahnya gontai mengikuti Raymond dan anak buahnya menuju mobil. Di dalam mobil, Clara hanya bisa membisu. Di saat yang bersamaan, air mata Clara kembali menggenang. Perasaannya kembali bercampur. Putus asa dan pengharapan, semuan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status