Share

Kabur

Author: Miss Wang
last update publish date: 2026-01-29 17:00:11

Raymond menunduk.

Napas hangatnya menyentuh kulit Clara sebelum bibirnya mendarat di lehernya. Ini bukan ciuman yang lembut, melainkan seperti tanda klaim yang dingin dan begitu mendesak.

Aroma alkohol bercampur wangi maskulin menekan kesadarannya.

Clara tersentak.

Refleks, tubuhnya berontak. Tangannya terayun tanpa pikir panjang.

PLAK!

Suara itu pecah di udara.

Raymond terdiam. Tangannya terangkat menyentuh pipinya yang tersambar. Rahangnya mengeras seketika, garis wajahnya menegang.

Clar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Di Balik Layar

    Pintu itu terbuka lebar.Cahaya dari lorong masuk ke dalam ruangan yang selama beberapa jam hanya diterangi lampu kecil di atas meja.Ken menyipitkan mata.Tubuhnya masih lemah.Namun wajahnya berubah ketika melihat sosok yang berdiri di ambang pintu.Ia mengenalnya.Tidak mungkin salah.Wajah itu pernah muncul dalam dokumen lama keluarga Antonio.Pernah ia lihat dalam foto.Pernah ia dengar namanya disebut oleh Raymond.Dan yang paling mengerikan...pria itu seharusnya sudah meninggal."Mustahil..."Ken berbisik.Maria berdiri di samping ranjang dengan wajah pucat.Pria itu masuk perlahan.Tidak membawa senjata.Tidak pula menunjukkan kemarahan.Justru ketenangannya membuat suasana terasa semakin mengerikan."Sudah lama, Ken."Ken menatapnya tajam."Bagaimana mungkin kau masih hidup?"Pr

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Jejak Terakhir Maria

    Kartu hitam itu masih berada di tangan Raymond.Satu kalimat sederhana tercetak di atas permukaannya.Kalau ingin menemukan Ken, datanglah sendirian.Raymond membacanya sekali lagi.Kemudian tertawa pendek.Bukan tawa karena lucu.Melainkan tawa seseorang yang baru saja kehilangan kesabarannya."Mereka pikir aku akan datang sendirian?"John segera menggeleng."Jangan lakukan itu, Tuan."Raymond menatapnya."Aku tidak berniat mengikuti aturan mereka."Ia menyerahkan kartu tersebut."Periksa semuanya."John menerima kartu itu."Sidik jari?""DNA, serat kain, tinta, apa pun yang bisa ditemukan.""Baik."Raymond kemudian menoleh kepada Adriana.Wanita itu masih berdiri di sudut ruangan.Wajah yang menyerupai Maria membuat Raymond kembali merasa tidak nyaman."Adriana."Wanita itu mengangkat w

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Wajah yang Bukan Miliknya

    Ruangan bawah tanah itu mendadak terasa sesak.Raymond menatap John."Di mana wanita itu?""Ruang sebelah, Tuan.""Antarkan aku."John mengangguk.Namun sebelum Raymond bergerak, Charles tiba-tiba bersuara."Raymond."Raymond berhenti."Apa?"Charles menatap putranya dengan wajah penuh keraguan."Jangan percaya semua yang akan kau lihat."Raymond tersenyum dingin."Seharusnya Ayah mengatakan itu kepada dirimu sendiri sejak awal."Ia berbalik.John membuka pintu besi di ujung lorong.Kreeek...Ruangan di baliknya jauh lebih terang.Seorang wanita duduk di atas kursi.Rambut hitam panjang terurai di bahunya.Wajahnya...wajah Maria.Raymond berhenti beberapa langkah dari pintu.Jantungnya berdegup keras.Walaupun ia sudah mengetahui kemungkinan wanita itu bukan ibunya, mel

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Anak yang Disembunyikan

    Ruang bawah tanah itu mendadak terasa jauh lebih dingin.Raymond masih berdiri di tengah ruangan dengan tatapan terpaku kepada Charles.Kalimat pria itu terus berputar di kepalanya.Adriana adalah anak yang selama ini diyakini semua orang sudah mati.Raymond menelan ludah."Ulangi."Suaranya rendah, tetapi penuh tekanan.Charles mengangkat wajah."Adriana.""Siapa dia?"Charles menarik napas panjang."Anak Maria."Raymond membeku."Anak... ibu?""Ya."Untuk beberapa detik, Raymond tidak mampu berkata apa-apa.Selama bertahun-tahun ia hanya mengetahui dirinya sebagai anak tunggal.Tidak pernah ada nama Adriana dalam keluarganya.Tidak pernah ada foto.Tidak pernah ada dokumen.Tidak pernah ada makam.Tidak pernah ada cerita.Namun sekarang seseorang berdiri di hadapannya dan mengatakan ba

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Nama yang Dihapus

    Raymond masih berdiri di tengah lorong yang gelap.Gelang kecil itu berada di telapak tangannya.Dua huruf yang terukir di bagian dalamnya terus menarik perhatiannya.A.R.Cahaya lampu darurat yang kemerahan jatuh samar di wajahnya. Bayangan tiang-tiang mansion memanjang di sepanjang lantai marmer, membuat tempat itu terasa seperti labirin.John berdiri beberapa langkah di belakangnya."Tuan..."Raymond tidak menjawab.Ia mengangkat gelang tersebut mendekati cahaya."Adriana."Nama itu keluar perlahan dari bibirnya.John mengerutkan kening."Nama yang tadi disebut wanita itu?"Raymond mengangguk."Dia bilang namanya Adriana."Ia membalik gelang.Tidak ada tulisan lain.Tidak ada tanggal.Tidak ada tanda keluarga.Namun sesuatu membuat Raymond yakin gelang ini bukan kebetulan."Periksa seluruh arsip keluarg

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Rekaman

    Malam hampir berganti pagi ketika mobil Raymond memasuki halaman mansion.Hujan telah berubah menjadi gerimis. Jalanan di depan mansion masih basah dan memantulkan cahaya lampu taman yang berwarna kekuningan. Udara terasa dingin, tetapi Raymond sama sekali tidak memperhatikannya.Sejak meninggalkan gudang nomor tujuh belas, tangannya tidak pernah jauh dari saku dalam jas.Di sana tersimpan kaset peninggalan Maria.Sebuah benda kecil yang tampaknya sederhana.Namun Raymond tahu, benda itu mungkin menyimpan jawaban atas seluruh hidupnya.Mobil berhenti.Raymond turun.John segera menyusul."Tuan."Raymond berhenti di tangga."Pastikan tidak ada seorang pun masuk ke ruang kerja.""Termasuk Charles?"Raymond menoleh."Terutama Charles."John mengangguk.Raymond kemudian masuk ke mansion.Suasana di dalam jauh lebih sunyi dibandingkan bi

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Clara, Tawanan Tuan Mafia

    Sementara di tempat gelap itu, harapan Clara nyaris padam. Langkahnya terseret, kakinya terasa berat seperti diikat beban. Clara menghela napas panjang. Ia merasa seperti orang yang sudah tak punya pilihan. Bunyi pintu besi ditutup terdengar lebih keras dari sebelumnya. Clara berdiri beberap

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijodohkan

    Clara menghantam pintu itu dengan kedua tangannya. “Buka! Tolong buka! Aku mohon!” Tak ada jawaban. Clara merosot ke lantai. Tangannya gemetar, nafasnya terputus-putus. Ia memeluk lututnya, tubuhnya meringkuk sekecil mungkin, seolah ingin menghilang ke dalam bayangan. Air mata jatuh tanpa bisa d

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dikurung di Basement

    Clara masih terpaku di tempatnya ketika Raymond mengangkat tangan sedikit.Isyarat itu cukup.Ken, asistennya, langsung melangkah maju. Tanpa banyak bicara, ia mengeluarkan ponsel, menyebutkan angka, lalu mengangguk pelan pada manajer bar. Tidak ada negosiasi. Tidak ada tawar-menawar. Tidak ada yan

  • Menjadi Tawanan Tuan Mafia   Dijual Paman, Dibeli Tuan Mafia

    Keesokan paginya, Clara bangun dengan kepala yang sakit dan dada yang masih terasa sesak.Seluruh tubuhnya nyeri sebab tidur di atas lantai yang keras dan dingin. Dalam hatinya, ada kemarahan yang belum menemukan jalan keluar. Clara bangkit perlahan. Tangannya gemetar saat merapikan rambut cokelat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status