LOGINKatanya, langkah awal untuk maju adalah melupakan masa lalu. Tapi apakah bisa melupakan masa lalu? Kenangan manis, atau kesedihan yang pahit di masa lalu, Ilena selalu ingat, terutama pada Naftanya.
View MoreSetelah melayangkan tamparan keras dengan amarah yang menggebu, Ilena meninggalkan Aldan begitu saja di Cafe dan menuju rumahnya dengan taksi, mengingat dirinya harus bersiap untuk pernerbangan ke Jogjakarta dua jam lain.Tanpa tahu, Aldan telah membuntutinya sejak tadi.Mengepak pakaian dan keperluan dengan asal, Ilena melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya lalu mengangkut koper biru besar ke bagasi taksi."Ssh! Berat!" keluhnya ketika menaikkan koper, satu tangannya masih memegang map berwarna biru berisi formulir pendaftaran, lantas ia mendesah lega begitu supir taksi mengambil alih pekerjaannya.Menarik segaris lengkung pada bibir, wanita dengan rok hitam dan bluose putih itu tersenyum ramah, "Terimakasih, Pak."Setelah mengusap map yang ia pegang sejak tadi, Ilena mendekap erat lembaran-lembaran kertas itu di dadanya, begitu mesin mobil berbunyi bergegaslah ia duduk di belakang kursi kemudi.Seiring taksi dengan warna biru
"Hai, sendirian?" Ilena lantas menoleh, cafe yang ia datangi saat ini lumayan sepi, entah ada angin apa seorang pemuda bodoh menanyakan hal yang sudah ia tau jawabannya.Menaikkan alis, Ilena menatap tajam. "Kita kenal?"Pemuda itu sontak tertawa, lalu duduk di hadapan Ilena tanpa permisi. "Aldan, kamu lupa?"Ilena tersentak saat nama itu membawa dirinya pada kenangan masalalu, naasnya kebanyakan bukan tentang Aldan, tapi yang lainnya."Aku tidak terlalu ingat wajahmu." sahutnya, Aldan yang mengulurkan tangan sejak tadi terpaksa menurunkan tangannya karena tak kunjung disambut. "Pergi. Aku ingin sendiri.""Oh, waw!" Aldan bertepuk tangan heboh. "Dimana Ilenaku yang manja?""I'am not yours!" bantah Ilena lantang, "Kita tidak punya hubungan apapun, baik dulu mau pun sekarang!""Jadi, pergi dari sini." katanya penuh penekanan, matanya memancar dingin, gertur tubuhnya juga terlihat waspada dengan tangan terkepal di atas meja. Aldan
Juli 2020"Apa kabar, Ma?""Aku bawa bunga mawar putih kesukaan Mama. Aku juga punya hadiah buat Mama." tutur seorang wanita dengan dress berwarna putih sederhana, ia tampah mengeluarkan sesuatu dari sling bag berwarna senada yang menggantung di bahunya.Sebuah kotak dengan alat-alat bedah mainan.Meletakkannya di dekat nisan batu yang mulai usang setelah sepuluh tahun tertanam, menunjukkan identitas seseorang yang dikubur di dalamnya.Tersenyum getir, wanita yang tampak kurus dengan kulit kuning langsat itu mengelus nisan yang tertulis namanya Ibunya. "Mama, aku sudah mengikuti lima oprasi bedah sejak bekerja di rumah sakit dua bulan yang lalu.""Aku berhasil jadi dokter, Ma." tukasnya. "Sayangnya Mama keburu pergi sebelum bisa aku obati.""Sepuluh tahun aku berjuang, Ma. Setelah semua orang meninggalkan aku begitu saja, aku berusaha bangkit bersama mimpi-mimpi yang kembali aku rakit bersama rasa sakit. ""Kenapa Mama harus pe
Ilena mengetuk pintu kelasnya, waktu menunjukkan pukul setengah delapan, berarti bel sudah berbunyi tiga puluh menit yang lalu.Padahal hari ini adalah minggu pertama bulan mei, di mana ujian sekolah sedang di laksanakan. Anak perempuan dengan kuncir kuda itu memegang lututnya sambil terengah-engah."Kenapa kamu terlambat?" tanya Bu Aina saat Ilena sampai di depan kelas.Semua murid menatapnya penuh tanya, terutama Nafta yang menatap khawatir dan marah."Maaf, Bu. Saya tadi sempat kecelakaan di jalan." jawabnya sambil menunjukkan beberapa goresan di lutut dan sikunya.Bu Aina sedikit heran, menggelengkan kepala, guru yang masih single itu mempersilakan Ilena duduk.Luka tadi pagi, tapi ... Luka itu tidak kelihatan segar, beberapa sudah mengering.Murid-murid mengerjakan soal-soal dalam senyap, detik-detik terakhir mereka di sekolah dasar tak terasa sudah semakin sedikit, waktu terus saja menghitung tanpa jeda.Nafta meremas ker






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews