Share

Bab 243

Author: SanASya
last update publish date: 2026-08-27 23:00:21

Mobil yang membawa Bella perlahan memasuki gerbang besi hitam yang berukuran tinggi. Setelah petugas penjaga mengenali siapa sosok yang datang, ia segera memberikan kode kepada penjaga lainnya agar pintu gerbang raksasa itu dibukakan. Mobil pun melaju masuk dengan sangat mulus, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan jalan setapak berbatu yang mengarah langsung ke halaman utama rumah.

Villa ini berdiri megah di tengah hamparan alam yang asri, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjula
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 243

    Mobil yang membawa Bella perlahan memasuki gerbang besi hitam yang berukuran tinggi. Setelah petugas penjaga mengenali siapa sosok yang datang, ia segera memberikan kode kepada penjaga lainnya agar pintu gerbang raksasa itu dibukakan. Mobil pun melaju masuk dengan sangat mulus, sebelum akhirnya berhenti tepat di depan jalan setapak berbatu yang mengarah langsung ke halaman utama rumah.Villa ini berdiri megah di tengah hamparan alam yang asri, dengan latar belakang pegunungan hijau yang menjulang tinggi dan diselimuti kabut tipis serta awan mendung, menciptakan suasana yang tenang sekaligus memukau.Villa dua lantai ini berarsitektur modern yang menyatu dengan alam, menggabungkan material batu alam bertekstur kasar, kayu berwarna cokelat hangat, serta kaca bening berukuran besar yang mendominasi dinding dan jendela. Atapnya dirancang berupa atap genteng bergaya tradisional yang memberikan kesan elegan sekaligus kokoh.Halaman villa sangat luas dan tertata rapi dengan rumput hijau. Jal

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 242

    Di saat ketiganya sedang sibuk membicarakan pergerakan licik Marco Bellandi dan Bianchi Vittorio, pintu keluar penjara bawah tanah pusat perlahan terbuka. Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari dalam gedung dengan tergesa-gesa. Ketiganya segera naik ke dalam mobil sedan hitam mereka dan langsung memacu kendaraan meninggalkan lokasi dengan diikuti oleh mobil pengawal dari belakang. Melihat pergerakan itu, Rico segera berpamitan kepada Zero dan Vito untuk kembali menaiki sepeda motornya dan menyusul sekaligus mengawal ketat pergerakan Nona Bella dari kejauhan.Hampir sepanjang malam itu, Bella sama sekali tidak bisa memejamkan matanya dengan nyenyak. Pikirannya terus berkecamuk, memikirkan detail ucapan dingin Shin di dalam ruang interogasi serta konspirasi politik yang sedang mengepung keluarganya. Ia hanya mampu tertidur selama kurang lebih dua jam saja, dan sebelum jarum jam menunjukkan pukul enam pagi, ia sudah terbangun dari tidurnya.Setelah berjalan-jalan sebentar menyus

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 241

    Rico yang sejak awal mengawal pergerakan dari jarak aman, memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan yang cukup gelap, tidak jauh dari kompleks penjara bawah tanah pusat. Ia kemudian berjalan santai ke salah satu mobil hitam yang terparkir di sana. Setelah memastikan situasi sekitar aman, ia membuka pintu di samping kemudi. Di dalam kendaraan, tampak Zero sedang bersandar, sementara adiknya, Vito, duduk tenang di kursi penumpang bagian belakang."Kamu akhirnya datang juga," sapa Zero menyambut kehadiran Rico."Kak Rico, apakah dua mobil yang baru saja masuk ke halaman penjara tadi membawa Nona Bella?" tanya Vito penasaran, menatap ke arah pintu masuk fasilitas tersebut."Ya, itu Nona Bella dan kedua sahabat dekatnya," jawab Rico sembari matanya tetap mengawasi area parkir penjara. Ia cukup familier dengan beberapa kendaraan yang terparkir di sudut lain halaman. Mobil-mobil itu memiliki kode tanda khusus yang samar. "Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan mereka bertiga di dalam sana te

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 240

    Bella menatap pria di hadapannya cukup lama. Di dalam ruang interogasi yang temaram itu, kesunyian mendadak membeku saat keduanya saling melempar pandangan, seolah sedang menilai isi kepala satu sama lain melalui sorot mata masing-masing.Setelah beberapa saat, Bella menarik pandangannya perlahan. "Sayang sekali kamu tidak bisa melakukannya di kota ini. Jadi, kau mungkin akan mendekam sangat lama di sini, dan kemungkinan besar... kau tidak akan pernah bisa bebas lagi."Shin justru menyunggingkan sebuah senyuman yang penuh arti, sama sekali tidak terpengaruh oleh kalimat ancaman itu. "Kau sangat tahu apa maksudku yang sebenarnya, Bella."Bella sedikit mencondongkan tubuhnya, lalu berbisik dengan nada suara yang teramat lirih, "Kau pikir... aku benar-benar akan melakukannya?""Kau pasti akan melakukannya, Bella. Dan setelah itu, kau akan menemukan sesuatu yang sangat menarik," sahut Shin dengan tatapan mata yang memancarkan keyakinannya terhadap kemampuan perempuan didepannya."Kenapa k

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 239

    Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang diberikan oleh perempuan di sampingnya ini."Tidak apa-apa, Bella," ujar Shin, suaranya terdengar rendah dan serak. "Penjaga di tempat seperti ini tidak akan mungkin mau mengizinkan seorang tahanan sepertiku untuk meminta banyak hal mewah. Lagipula, kenapa kamu bisa nekat datang ke tempat mengerikan ini tengah malam begini? Dengan siapa saja kau datang ke sini?"Bella sangat tahu bahwa peraturan hukum di penjara militer memang seketat itu. Apalagi ia menyadari bahwa citra sosok Shin di mata para

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 238

    Bella, Chiara, dan Adrian berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah pusat dengan sangat mudah. Skenario yang disusun Chiara berjalan lancar. Semua aparat yang bertugas menjaga sif malam ini adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Chiara. Karena Bella memegang kekuasaan pasukan keamanan kota, mudah bagi Chiara untuk melakukan semua ini, termasuk petugas sipir di pintu masuk utama pun ia ganti dan sudah diberi arahan untuk tutup mulut. Chiara sengaja merombak seluruh daftar penjaga malam itu agar nama mereka bertiga tidak perlu tercatat di dalam buku pengunjung.Penjara bawah tanah pusat ini terhitung sangat steril dan hanya memiliki kurang dari dua puluh sel isolasi. Tempat ini memang dirancang khusus hanya untuk menampung para penjahat kelas atas. Ini pun statusnya hanya berupa tempat penahanan sementara sebelum para tahanan tersebut menjalani proses persidangan dan menerima ketetapan hukuman ma ti atau seumur hidup.Setelah seluruh proses hukum mereka selesai disidangkan, baru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 19

    Bella menghela nafas lega, tapi dia menatap waspada akan kedatangan orang-orang itu. Sepertinya ini pemimpin mereka, terlihat sikap empat pria itu begitu hormat akan kedatangan mereka."Apa yang kamu lakukan?" Seorang pria bertanya dengan nada angkuh, dia pemimpin kelompok Morsani.Dua pria yang ke

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 18

    Salah satu pria yang sedang bermain melihat ke tempat Bella dan anak-anak dikurung. "Lihat, gadis itu sudah sadar."Tiga pria lainnya menoleh, tatapan berbinar mereka menandakan kekaguman pada kecantikan gadis yang tidak sengaja mereka culik."Kita sungguh beruntung, harganya pasti tinggi.""Tidak

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 17

    Ketika Bella membuka matanya, bau debu dan rokok yang pekat membuatnya terbatuk. Ia terbaring di lantai, disekitarnya terdapat kotak-kotak besi besar dengan beberapa sudah berkarat. Ingatan sebelum dirinya pingsan membuatnya sadar dari linglung, ia ingin bangun. Tapi kemudian menyadari kalau kedua

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 16

    Bella terdiam ditempat, apa yang harus ia lakukan? pikirnya. Ditangan penculik itu bukan hanya ada Alan, tapi ada anak-anak lain didalam mobil, tentu Bella ingin menyelamatkan mereka juga.Mendengar ancaman penculik, Bella tidak bisa meminta bantuan. Takutnya para penculik itu nekat dan menyakiti a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status