Share

Bab 239

Author: SanASya
last update publish date: 2026-08-24 22:52:23

Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"

Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Irwan
Semoga orang orang delofa di bantu kelompok red line lekas menangkap basah para rival nya saat melakukan aksi kejahatannya ...... .........
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 239

    Bella mengernyitkan dahinya saat menyadari pria di depannya malah terpaku. "Kenapa kamu malah menatapku seperti itu? Ayo, cepat bangun. Lantai ini sangat dingin dan sama sekali tidak baik untuk pemulihan luka-lukamu. Kenapa kamu tidak meminta kasur lantai atau apa pun yang layak kepada sipir untuk dijadikan sebagai alas tidur sementara?"Bella perlahan membantu memapah tubuh Shin, lalu menuntunnya duduk di atas kursi. Shin mencoba menenangkan gejolak di dalam hatinya akibat kejutan manis yang diberikan oleh perempuan di sampingnya ini."Tidak apa-apa, Bella," ujar Shin, suaranya terdengar rendah dan serak. "Penjaga di tempat seperti ini tidak akan mungkin mau mengizinkan seorang tahanan sepertiku untuk meminta banyak hal mewah. Lagipula, kenapa kamu bisa nekat datang ke tempat mengerikan ini tengah malam begini? Dengan siapa saja kau datang ke sini?"Bella sangat tahu bahwa peraturan hukum di penjara militer memang seketat itu. Apalagi ia menyadari bahwa citra sosok Shin di mata para

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 238

    Bella, Chiara, dan Adrian berhasil masuk ke dalam penjara bawah tanah pusat dengan sangat mudah. Skenario yang disusun Chiara berjalan lancar. Semua aparat yang bertugas menjaga sif malam ini adalah orang-orang yang sengaja dikirim oleh Chiara. Karena Bella memegang kekuasaan pasukan keamanan kota, mudah bagi Chiara untuk melakukan semua ini, termasuk petugas sipir di pintu masuk utama pun ia ganti dan sudah diberi arahan untuk tutup mulut. Chiara sengaja merombak seluruh daftar penjaga malam itu agar nama mereka bertiga tidak perlu tercatat di dalam buku pengunjung.Penjara bawah tanah pusat ini terhitung sangat steril dan hanya memiliki kurang dari dua puluh sel isolasi. Tempat ini memang dirancang khusus hanya untuk menampung para penjahat kelas atas. Ini pun statusnya hanya berupa tempat penahanan sementara sebelum para tahanan tersebut menjalani proses persidangan dan menerima ketetapan hukuman ma ti atau seumur hidup.Setelah seluruh proses hukum mereka selesai disidangkan, baru

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 237

    Jarum jam sudah hampir menunjukkan tengah malam saat seluruh kediaman utama DeLuca dilingkupi oleh keheningan malam yang pekat. Di saat semua penghuni rumah dan pelayan mulai tidur nyenyak, Bella di dalam kamarnya masih berjalan mondar-mandir dengan gelisah. Sesekali ia melangkah mendekat dan menengok ke luar jendela, memastikan jeda waktu patroli dari para penjaga yang lewat di halaman bawah.Tiba-tiba, ia teringat pada sosok Rico. Pria itu pasti akan membantunya untuk bisa keluar dari rumah ini demi menemui bosnya. Tanpa membuang waktu lagi, Bella segera menyambar ponselnya di atas ranjang dan melakukan panggilan cepat. Tiga detik kemudian panggilan langsung tersambung."Ya, Nona Bella. Ada urusan mendesak apa hingga Anda menghubungi saya di tengah malam begini?" tanya Rico dari seberang telepon, suaranya terdengar jelas dilingkupi rasa heran dan malas.Bella langsung mengatakan tujuannya tanpa basa-basi, "Saya ingin pergi mengunjungi Bosmu malam ini juga. Bisa kau bantu alihkan per

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 236

    Setengah jam kemudian, Bella, Chiara, dan Adrian melangkah keluar dari ruang kerja Giovanni. Sementara itu, para tetua masih berkumpul di dalam untuk mendiskusikan kelanjutan masalah politik yang belum menemukan titik terang.Begitu pintu tertutup, Chiara langsung menarik lengan Bella dengan protektif, membawanya masuk ke dalam kamar tidur Bella, diikuti oleh Adrian yang berjalan mengekor di belakang. Adrian, yang sejak tadi sudah mendengar seluk-beluk masalah pelik mengenai ditangkapnya pemimpin kelompok mafia terbesar di Blackstone, tentu saja dilingkupi rasa penasaran yang cukup besar tentang apa sebenarnya akan dibicarakan oleh kedua perempuan di depannya ini.Sesampainya di dalam kamar Bella, ketiganya langsung duduk berhadapan. Bella, yang kini berstatus sebagai tersangka utama dalam hal menyembunyikan rahasia besar, mendadak harus menerima dua tatapan mata yang menghujam dari kedua sahabatnya. Suasana kamar seketika terasa agak mengintimidasi."Kenapa kamu masih cemberut sepert

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 235

    Bella sadar bahwa apa yang ia lakukan saat ini pasti akan terlihat seperti tindakan membela seorang penjahat di mata keluarganya. Meskipun di dalam lubuk hatinya ia memang memiliki niat terselubung untuk membantu Shin, setelah memikirkan sesuatu beberapa saat yang lalu ia mengatakan pendapatnya."Kakek, aku katakan hal ini dengan jujur. Selama beberapa bulan berinteraksi dan berhubungan dengan Shin, aku sedikit banyak tahu bagaimana sifat asli dari pria itu," ujar Bella, menatap kakeknya dengan yakin. "Dia memang pria yang kejam, licik, dan penuh dengan kebohongan. Meskipun aku sendiri tidak pernah melihat bagaimana bentuk kekejamannya yang sebenarnya di dunia mafia, tetapi aku yakin bahwa dia bukanlah tipe orang kejam yang akan tega membantai masyarakat yang tidak berdosa demi uang."Paman Giorgino menghela napas pendek, menatap keponakannya dengan sangsi. "Bella, bagaimana kamu bisa begitu yakin kalau semua tragedi itu bukan perbuatan dari Shin atau kelompoknya?"Bella menatap paman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 234

    Tujuan Kakek Gan datang secara tiba-tiba ke kediaman putra pertamanya adalah untuk membicarakan masalah besar yang sedang membahayakan posisi Giovanni di pemerintahan. Mengetahui bahwa para tetua keluarga akan mendiskusikan urusan yang sangat penting, Bella, Chiara, dan Adrian hendak berpamitan untuk keluar dari ruangan. Namun, Kakek Gan mengangkat tangan kirinya, memberi isyarat agar ketiganya tetap berada di sana untuk mendengarkan."Generasi muda juga perlu belajar. Tentu saja, jika mereka memiliki ide dan saran yang bagus, kita akan tetap mendengarkannya," ucap pria tua itu dengan nada berwibawa sembari menatap wajah-wajah muda di depannya.Kakek Gan kemudian mengambil tempat duduk di kursi kerja kebesaran Giovanni. Ia mengetukkan tongkatnya sekali ke lantai sebelum memulai pembicaraan dengan menatap lurus ke arah putra sulungnya. "Kamu sudah tahu kalau ini adalah sebuah umpan jebakan yang sengaja dipasang untuk menjatuhkanmu. Kenapa kamu malah nekat menggigitnya, Giovanni?"Giova

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 7

    Pintu kamar Bella terbuka tanpa suara, seorang pria tinggi dengan pakaian acak-acakan penuh darah muncul dibaliknya. Pencahayaan minim tidak membuatnya sulit melihat keseluruhan ruangan itu.'Ini tidak seperti rumah Walikota,' pikirnya.Rumah walikota yang berada di pusat kota tentu sangat besar da

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 5

    Bella keluar dari kamar mandi dan melihat Adrian sibuk di dapur. Rambutnya tergerai masih setengah basah, matanya menatap senang pada Adrian yang datang membawakan makanan untuknya. Kebetulan Bella lapar, dia tidak perlu masak."Aku tadi buat minestrone, kamu pasti belum makan malam, makanlah." Adr

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 4

    Bella duduk di kursi makan dan merenung. Benar kata Adrian, dirinya agak ceroboh membawa pria itu kerumahnya. Walau terluka dan tidak sadarkan diri, ia tidak mengenalnya.Siapa yang melukainya? Luka separah itu jika ia tidak melihatnya pasti tidak akan selamat sampai esok hari.'Apakah pelakunya su

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 3

    Udara malam Desa San Felice menusuk kulit Bella, dingin terasa semakin pekat karena keringat yang bercampur dengan ketakutan. Dengan susah payah, ia menahan tubuh pria asing itu yang beratnya jauh melebihi tenaganya.Nafasnya tersengal, kakinya hampir menyeret, namun entah dari mana kekuatan itu mu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status