แชร์

Bab 92 Terlambat.

ผู้เขียน: SanASya
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-09 21:27:06

Anggota keluarga Homar lainnya tidak sempat kembali ke rumah masing-masing atau membereskan barang-barang mereka. Tuan Homar tahu, cepat atau lambat, baik dirinya maupun seluruh keluarganya pasti akan ditangkap. Karena itu, ia memutuskan untuk membawa mereka pergi saat itu juga.

Dengan suara tegas, ia mencoba meyakinkan mereka.

“Aku akan mengatur kehidupan kalian untuk sementara,” katanya. “Aku berjanji tidak akan membuat kalian menderita atau ikut terlibat lebih jauh dalam kesalahanku.”

Menden
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 136 Misi mencari bukti.

    Sebelum masuk ke dalam bangunan, anggota pengawal memastikan para penjaga di dalam juga terkena obat. Mereka masuk dengan mudah dan langsung menuju ruang kerja Barna di lantai atas. Sepanjang lorong di dalam pabrik yang mereka lewati, terlihat tumpukan kain-kain dan biji-bijian yang semuanya merupakan setengah dari transaksi yang disembunyikan oleh perusahaan Barna.Pemimpin pengawal tidak bisa menyembunyikan senyum sinisnya. “Pria ini benar-benar berani menyembunyikan barang sebanyak ini. Entah berapa banyak keuntungan yang mereka raup. Apa pun caranya, kita benar-benar harus menemukan petunjuk. Jangan lepaskan orang itu.”Rekan pengawal lainnya ikut berkomentar, “Dia bahkan tidak pernah memberi sumbangan ke daerah yang membutuhkan. Hanya sedikit pejabat atau bangsawan yang mau memberi bantuan untuk orang-orang yang tidak mampu. Untungnya kita punya Nona Muda yang bahkan mau melepaskan perhiasannya untuk ditukar dengan uang saat bertemu dengan orang yang membutuhkan bantuan.”Wakil p

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 135 Misi mencari bukti.

    Sebelum tim pencari bukti berangkat, pemimpin pengawal memanggil mereka ke kamarnya untuk membahas rencana.“Menurut Tuan Besar, ada kemungkinan bukti-bukti itu disimpan di tempat rahasia. Menurut kalian, di mana tempat itu?”pemimpin pengawal memulai dengan pertanyaan. Suaranya rendah dan tenang.“Ruang kerja di rumahnya,” jawab salah satu pengawal.Pemimpin pengawal mengangguk. “Benar, pertama kita akan cari dulu ke sana. Ingat, ini adalah misi yang sangat penting. Cari dengan teliti petunjuk sekecil apa pun. Meski Tuan Besar khawatir bukti sudah dihancurkan, tapi pasti ada bukti lain. Terutama kita harus cari tempat di mana dia menyembunyikan barang bukti utama.”Para pengawal mengangguk tegas, bahkan Rico ikut merasakan semangat rekan-rekan ini. Padahal ia adalah agen ganda.Tepat pada tengah malam, sepuluh orang memasuki kediaman keluarga Benvenuto. Tidak mudah untuk masuk ke rumah ini karena ada banyak penjaga yang sepertinya tidak bisa dianggap lemah. Apalagi mereka membawa sen

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 134 Menghentikan Steve.

    Seperti kata wakil pemimpin, Rico dan sembilan orang lainnya yang dipanggil ke ruang kerja Giovanni mendapat tugas penting dan rahasia, yaitu mencari bukti kejahatan keluarga Benvenuto.Rico yang mendengar perintah itu tahu bahwa inilah saatnya ia memberikan bukti yang sudah disiapkan oleh bosnya. Tapi tentu saja, ia tidak bisa memberikannya sekarang. Butuh waktu agar penemuannya terlihat alami.Setelah Giovanni menyampaikan hal-hal penting untuk tugas ini, para pengawal keluar. Mata Rico sempat melirik foto keluarga DeLuca yang masih lengkap bersama mendiang Nyonya Besar. Ia menyimpan kembali pemikirannya dan pergi ke kamar untuk bersiap-siap.Meskipun kamar tidurnya tidak sebesar miliknya di markas besar Red Line, untungnya ini adalah kamar pribadi. Selesai bersiap dengan cepat, ia mengunci pintu dan menutup jendela dengan rapat, lalu menghubungi Shin dengan ponsel lamanya.Begitu panggilan tersambung, ia langsung melaporkan apa yang baru saja terjadi. “Bos, sudah saatnya mengeluark

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 133 Keterkejutan Rico.

    Bella menjelaskan, “Ayah pasti tahu kalau aku memiliki beberapa mata-mata untuk mengawasi beberapa tempat. Salah satu mata-mata yang mengawasi di pelabuhan melaporkan ada beberapa kontainer mencurigakan yang datang bersama kontainer yang dikirim untuk pemerintahan.”Bella kemudian menceritakan pengejaran truk yang membawa kontainer itu sampai ia mengaitkannya dengan pekerjaan pejabat di bidang ekonomi.“Bukankah Tuan Barna memiliki hak akses penuh atas transaksi di sana? Aku juga baru tahu kalau bisnis keluarga Benvenuto sedang menurun sejak beberapa tahun ini. Jika tidak ada sokongan dana besar, perusahaan itu tidak akan bertahan. Tapi tanpa adanya investor baru atau pembeli saham baru, perusahaan itu berhasil menutup kerugian yang ditanggung sebelumnya dan tetap berjalan dengan baik sampai sekarang.” Bella menjelaskan.Berita ini, Giovanni pernah mendengarnya dulu. Tapi ia tidak terlalu mengikuti detailnya, setelah itu benar-benar tidak ada berita apapun. Bahkan keluarga Benvenuto d

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 132 Tidak bisa menikah dengannya.

    Bella baru saja pulang dan langsung berbaring di sofa. Jendela ruang tamu terbuka, angin sepoi-sepoi masuk membuat tirai putih itu bergoyang lembut. Hari ini ayahnya ada janji temu dengan Steve.Matanya masih tertutup seakan sedang berpikir. Ia masih belum percaya kalau Steve mungkin memang menyukainya, setidaknya itu menurut Chiara sebelumnya. Namun, Bella merasa masih ada yang janggal dalam perjodohan ini.Setelah pencarian lebih jauh, yang mereka temukan justru mengejutkan.Mereka menemukan suatu keanehan dalam pekerjaan Tuan Barna di pelabuhan. Bella ingat kalau Tuan Barna adalah kepala bidang ekonomi. Dialah yang mengurus seluruh perdagangan di pelabuhan, termasuk menerima surat-surat transaksi.Hal itu langsung membuat Bella mengaitkannya dengan kasus kontainer mencurigakan yang mereka temukan sebelumnya.Chiara dan para informan yang sebelumnya masih pusing dengan kasus itu mulai mencari keterkaitan antara kedua hal tersebut setelah mendengar kecurigaan Bella. Siapa sangka duga

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 131 Dukungan Marco.

    “Yo, Tuan Marco, ada angin apa yang membawamu mengunjungi markas kecil milikku?” Dante menyapa dengan santai, meski ada kewaspadaan dalam matanya.Marco melihat sekeliling ruang keluarga mansion Iron Vultures dan tersenyum tipis.“Tempatmu cukup besar, anak muda.”Tatapannya kemudian kembali menilai Dante. “Jadi, kamulah pemimpin yang bisa mengangkat kelompok yang hampir hancur ini ke jajaran kelompok terkuat?”Meski Marco berpenampilan seperti pria paruh baya biasa, ia adalah pemimpin kelompok Black Serpent, kelompok terkuat kedua setelah Red Line. Meski usianya sudah di atas lima puluh tahun, kepemimpinannya masih ditakuti banyak kelompok mafia di bawahnya, termasuk Iron Vultures.Banyak yang mengatakan Marco sangat licik, kejam, tidak kenal ampun, terobsesi dengan kekuasaan, dan akan menggunakan cara apa pun untuk mencapai puncak. Sayangnya, saat Ruggero Vitali memutuskan mundur dan menyerahkan posisi pemimpin pada Shin Vitali, Marco hampir saja menjadi penguasa mafia di Blackstone

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 11

    Alarm jam 04.30 pagi di handphone Adrian berbunyi, getaran di atas meja membuat suaranya lebih nyaring. Adrian membuka matanya dan meregangkan tubuhnya yang kaku. Tangannya meraih handphone untuk mematikan alarm, dahinya sedikit mengernyit, langsung teringat dengan pasien di kamar Bella.'Semalaman

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 10

    Kakek Ruggero dari tempat duduknya pun melihatnya tadi. Ini pertama kalinya sejak ia membawa Shin waktu kecil, senyum yang terlihat manusiawi itu muncul. Meski sekilas tapi nyata. Sebuah kilatan singkat, bukan kejam, bukan sinis, melainkan hangat.'Apa itu benar? Atau aku hanya mulai terlalu tua hi

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 9

    Di ruang tamu mansion Vitali, kakek Ruggero sedang berbicara dengan pria yang memiliki aura elegan dan tenang. Memakai mantel dan pakaian serba hitam, rambut hitam pendek tersisir menyamping. Wajahnya tampan dan menawan, senyum ramah membuat sosoknya semakin bersinar.Keduanya terdiam ketika pria y

  • Nona Incaran Ketua Mafia   Bab 8

    Para pengawal itu berdiri di samping mobil depan dan belakang, mengawasi sekitar. Sedangkan yang mengikuti Shin ke mobil ditengah adalah dua orang kepercayaannya, Rico dan Vito.Rico membukakan pintu untuk Shin. Para pengawal baru masuk setelah memastikan pemimpin mereka sudah duduk nyaman.Di dala

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status