Share

Bab 243

Author: Trya Dhafi
last update publish date: 2026-11-01 23:38:12

Ambar dan Revan hanya berdiri diam di samping mobil, menyaksikan konfrontasi tersebut tanpa berniat mengintervensi. Ambar menatap Axel dengan tatapan dingin, hatinya sudah terlanjur disakiti oleh keangkuhan dan tutur kata kasar putra kandungnya itu. Sementara Revan tetap tenang dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, tak tersulut sedikit pun oleh emosi Axel.

Melihat ibu kandung dan Revan hanya membisu tanpa niat membelanya, kemarahan Axel semakin membumbung tinggi. Matanya yang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 244

    Axel mendengus keras, dadanya naik-turun menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. Dengan tatapan menantang, ia menegakkan tubuhnya, berusaha membalas tatapan tajam Logan meski nyalinya sempat ciut sekilas melihat perawakan sang mandor."Heh, asal kamu tahu ya!" bentak Axel sengit, menunjuk tepat di depan wajah Logan. "Jangan sok berlagak jadi penguasa di depan saya! Kamu cuma mandor rendahan di sini, sedangkan saya? Saya anak kandung pemilik peternakan ini. Kalau kamu berani macam-macam atau kasar sama saya, saya adukan ke Papa saya supaya kamu langsung dipecat hari ini juga!"Logan tidak sedikit pun bergeming. Alih-alih merasa terancam, sudut bibir pemuda berbadan kekar itu justru terangkat membentuk senyuman sinis yang dingin.Tanpa aba-aba, Logan langsung maju dan menepis tangan Axel dengan kasar. Sebelum Axel sempat protes, Logan mencengkeram kerah kemeja Axel dan menariknya hingga wajah mereka berdua hanya berjarak beberapa sentimeter."Ancaman murahan. Dengar baik-baik, ana

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 243

    Ambar dan Revan hanya berdiri diam di samping mobil, menyaksikan konfrontasi tersebut tanpa berniat mengintervensi. Ambar menatap Axel dengan tatapan dingin, hatinya sudah terlanjur disakiti oleh keangkuhan dan tutur kata kasar putra kandungnya itu. Sementara Revan tetap tenang dengan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana, tak tersulut sedikit pun oleh emosi Axel.Melihat ibu kandung dan Revan hanya membisu tanpa niat membelanya, kemarahan Axel semakin membumbung tinggi. Matanya yang memerah menatap tajam ke arah Harjo, lalu beralih menunjuk wajah Revan dengan telunjuk bergetar."Papa tega ya!" jerit Axel histeris, suaranya menahan amarah dan kekecewaan. "Papa buang aku anak kandung Papa sendiri, di tempat kotor dan bau busuk ini buat jadi buruh! Sedangkan Papa dan Mama malah bakal tinggal enak di rumah mewah sama anak pungut itu!"Axel melangkah mendekat, menatap Harjo penuh kebencian. "Kenapa dia yang dapet fasilitas bagus, Pa? Dia bukan siapa-siapa. Aku yang anak kandung

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 242

    Di dalam kabin kelas eksekutif pesawat, suasana terasa cukup tenang dan nyaman. Kursi-kursi lapis kulit yang empuk dan berjarak lega dirancang untuk penerbangan jarak jauh menuju Australia.Tanpa disengaja, susunan tempat duduk menempatkan Revan dan Axel di deretan yang sama, yaitu duduk berdampingan.Bagi Revan, keberadaannya di pesawat itu adalah hal yang lumrah karena dia memang harus kembali untuk merampungkan urusan pekerjaannya. Pemuda itu tampak sangat santai, mengenakan headphone, membaca sebuah majalah bisnis, atau sesekali memejamkan mata untuk beristirahat tanpa memedulikan siapa pun di sekitarnya.Sebaliknya, batin Axel bergemuruh hebat sejak pesawat lepas landas. Dia sesekali melirik Revan dengan tatapan sinis dan tidak suka. Dalam hatinya, Axel terus menggerutu, 'Sialan! Kenapa anak pungut sok suci ini harus ikut naik pesawat yang sama dan balik lagi ke Australia? Bikin risih saja. Kenapa dia nggak tinggal di Jakarta saja bersama orang tua barunya itu?'Walaupun jengkel

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 241

    Dandi menghela napas panjang, senyum hangatnya berganti dengan wajah lelah dan sedih saat Axel disebut."Soal Axel... jujur sampai sekarang dia tetap belum berubah, Mas Suryo. Meskipun udah tak usir dari rumah setelah semua yang dia lakukan, tapi kok sifatnya nggak berubah sama sekali," jawab Dandi.Suryo dan Dewi saling berpandangan, menyimak dan terkadang menggelengkan kepala ikut prihatin."Orang tua kandungnya aja awalnya juga nggak langsung mau menerima dia gitu aja karena kelakuannya yang udah kelewatan," lanjut Dandi seraya memijat pelipisnya perlahan. "Mereka benar-benar kecewa berat."Dandi menatap Suryo dan Dewi bergantian dengan tatapan lurus. "Tapi besok, Axel akan tetap dibawa ke Australia. Biar di sana dia dikasih pelajaran arti hidup yang sesungguhnya, karena kalau dibiarkan di sini, dia hanya akan terus menghancurkan dirinya sendiri dan orang lain."Suryo mengangguk paham, menghela napas dan ikut prihatin. "Sudahlah, Dandi, Mila. Kalian sudah berbuat sangat banyak dan

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 240

    Meskipun kiranya kepikiran kayak kenal nama itu, Rima memilih untuk diam saja karena belum yakin dan dia nggak akan gegabah, daripada membuat masalah makin runyam.Reno menatap Harjo. "Papa yakin mau menangani sendirian? Sedangkan papa nanti di Australia sana. Lagian orang ini kayak obsesif. Papa nggak bisa menghadapinya sendirian tanpa persiapan matang, Pa."Harjo menoleh ke arah Reno, lalu tersenyum tipis yang menenangkan. "Tenang, Rey. Papa tidak akan bertindak ceroboh. Tapi masa lalu ini harus diselesaikan oleh orang yang memang bersinggungan langsung dengannya. Kalian fokus saja pada kebahagiaan keluarga."Dandi dan Darmawan saling bertukar pandang, menghargai keputusan Harjo, tapi tetap waspada pada sosok bernama Gunadi Darma.Tidak terasa hari pun semakin beranjak siang. Suasana ruang keluarga yang tadi tegang, sudah kembali tenang. Bik Yuli bersama para asisten rumah tangga lainnya pun sudah selesai menyiapkan hidangan makan siang, bahkan Bu Rahma ikut di dapur memasak, daripa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 239

    "Jadi siapa dalang di balik semua itu, Pak Darmawan?" tanya Dandi tidak sabar, penasaran sampai setengah berdiri dari kursinya.Darmawan menatap Dandi, lalu mengedarkan pandangannya ke seisi ruangan sebelum menghela napas berat."Orang itu bernama Gunadi Darma," beritahu Darmawan.Suasana ruang keluarga yang tadinya hangat langsung berubah hening. Semua orang terdiam, mencoba mencerna nama asing yang baru saja disebut Darmawan."Gunadi Darma?" gumam Dandi dengan kening berkerut dan menggeleng pelan. "Apa kalian ada yang mengenal nama itu? Saya sama sekali tidak pernah mendengar namanya."Satu per satu orang di ruangan itu saling berpandangan, menggelengkan kepala karena tidak tahu."Saya juga baru pertama kali mendengar nama itu," sahut Darmawan melanjutkan penjelasannya. "Ini baru pengakuan awal dari dokter senior dan perawat yang bertugas di rumah sakit saat itu, yang akhirnya terpaksa buka mulut setelah tim kita menekan dan memaksa, mengantongi bukti ancaman masa lalu. Tapi sayangn

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 4

    Brakk! Suara itu begitu keras hingga membuat mata Reno langsung terbuka sempurna. Beberapa detik kemudian suara benda pecah lainnya kembali terdengar, disusul tangisan yang terdengar putus asa dan nyaris histeris. Prang! Reno segera bangkit dari sofa. Jantungnya berdegup lebih cepat ketika m

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 3

    Hari yang terasa seperti mimpi buruk itu akhirnya selesai juga. Pernikahan terlaksana. Resepsi berjalan tanpa hambatan berarti. Para tamu penting yang hadir sama sekali tidak mengetahui kekacauan besar yang terjadi beberapa jam sebelumnya. Di mata mereka, semuanya terlihat sempurna. Pengantin wa

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 2

    Brakk! Pintu ruang rias VIP itu terbuka begitu keras hingga semua orang yang ada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah sumber suara. Seorang wanita muda, cantik berdiri di ambang pintu dengan napas sedikit memburu. Gaun pengantin putih yang dikenakannya tampak sempurna. Riasan wajahnya juga je

  • Nona, Yakin Nggak Mau?   Bab 1

    "Nikahi putriku dan sebagai gantinya, biaya pengobatan ibumu dan utang-utang keluargamu dua ratus juta, lunas kubayar." Reno alias Reynald Notoharjo merasa seperti baru saja disambar petir di siang bolong. Pria berusia dua puluh lima tahun itu berdiri kaku di tengah ruangan mewah yang bahkan la

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status