แชร์

Kehamilan Ashley

ผู้เขียน: QuinzeeQ
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-05-21 16:15:33

“Kenapa dia tersenyum ceria seperti itu?” tanya Glen heran.

Sementara Ashley, ia termenung dengan pandangan kosong. Ia sedikit shock karena ia baru sadar ia telat datang bulan. Kini ia tinggal menunggu hasil dari Dokter Brandon yang menyatakan bahwa ia benar-benar hamil.

“AARRGHHH!” jerit Ashley hingga membuat Glen, Henry, dan Alfredo yang melihat menjadi kebingungan.

Gadis itu kemudian berguling-guling diranjangnya karena frustasi. “Hei kau kenapa?” seru Glen sembari mencoba menenangkan Sang Istri.

“Kenapa Brandon malah pergi? Dia belum menyembuhkan Ashley!” jerit Glen.

“Glen aku tidak sakit!” kesal Ashley.

“Lalu kau kenapa menjerit seperti itu? Aku kira kau kesakitan!”

Ashley mencoba menenangkan dirinya. Glen pun kembali menyuapi bubur pada Ashley.

“Sudah Glen, aku mual,” tolak Ashley cepat.

“Tidak. Sekali lagi. Kau belum ada makan sejak pagi. Bagaimana mau sembuh?”

Ashley yang tidak bisa menahan rasa mualnya pun langsung berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya. “
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Medan Perang

    Cath Company Glen berdiri di ruang rapat Cath Company dengan jas gelap dan ekspresi dingin. Ruangan penuh—manajer, kepala divisi, bahkan perwakilan klien utama hadir. Semua mata tertuju padanya. “Ashley sedang dalam kondisi medis yang tidak bisa diganggu,” kata Glen lugas. “Tapi Cath Company tidak akan dibiarkan jatuh.” Ia menatap layar presentasi. “Proyek Kerjasama dengan Zaxe company tidak gagal. Strateginya perlu disesuaikan, dan itu sedang dilakukan.” Nada suaranya tidak ramah, tapi meyakinkan. “Untuk sementara,” lanjutnya, “aku yang akan menjadi pengambil keputusan strategis. Semua revisi kampanye lewat aku.” Beberapa orang saling pandang—terkejut, tapi juga lega. Glen bukan Ashley. Tapi ia adalah pemimpin Vierca. Dan nama itu cukup untuk membuat klien berpikir dua kali. Disisi lain, Ashley sedang tertidur diranjang rumah sakit. Dan George, Pria itu menemani Ashley tepat disamping ranjangnya sembari sibuk mengutak atik laptop yang berada dipangkuannya. Saat Ashley

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Istirahat Total

    “Aku tahu. Kita harus mencari cara agar dia tidak memaksa untuk terus bekerja. Sangat berbahaya bagi bayi yang dikandung,” ujar George. Saat sedang berdiskusi, Dokter tiba. “Tuan Glen, saya ingin bicara dengan anda,” Dokter kandungan masuk kedalam kamar Ashley dengan map ditangannya. Wajahnya profesional namun serius. Glen mengikuti langkahnya dibelakang. Ia menutup pintu, memastikan ruangan tenang. Monitor berdetak stabil, tapi justru itu yang membuat kata-katanya terdengar lebih berat. “Kontraksi yang Anda alami bukan kejadian biasa,” lanjutnya. “Ini respons tubuh terhadap stres emosional yang cukup ekstrem.” Ashley menelan ludah. “Apakah… berbahaya?” “Jika terulang, iya.” Dokter itu menatap Ashley lurus. “Risiko kelahiran prematur meningkat. Dan pada kondisi tertentu, bisa mengancam ibu dan janin.” Glen mengepal tangan. “Apa yang harus kami lakukan?” “Pertama,” jawab dokter tegas, “rawat inap sampai kondisi stabil. Kedua, hilangkan sumber stres.” Kalimat itu me

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Kontraksi Palsu

    “Ada apa?” tanya Alfredo curiga begitu melihat ekspresi Louis yang tak biasa. Louis menggeleng dengan wajah gugup. Dibenaknya hanya terpikir kata-kata George dan Ashley yang barusan ia dengar. Tangannya gemetar tak beraturan. “Bagaimana jika itu bayiku.” kata kata George terus terputar dikepalanya. Ia sudah lama menjadi asisten George. Ia tahu sisi liar bosnya, tahu perubahan sikap George sejak Ashley muncul kembali. Tapi yang barusan ia dengar—itu bukan sekadar obsesi. Ini sangat bahaya. Jika rumor ini keluar, bukan hanya George yang hancur. Ashley. Glen. Cath Company. Bahkan Slytzean. Semua bisa ikut tenggelam. Sementara itu, di lantai atas, Ashley masuk kembali ke ruang kerjanya. Ia menutup pintu, bersandar di sana beberapa detik, lalu perlahan mengusap perutnya. “Tenang,” bisiknya. Entah pada dirinya sendiri, atau pada bayi itu. Percakapan barusan membuat dadanya sesak. Bukan karena George semata—melainkan karena ketakutan yang selama ini ia tekan mulai menemukan be

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Rapat Di Cath Company

    Pagi di mansion berjalan rapi seperti biasa. Glen sudah berpakaian formal, jasnya sempurna, ekspresinya tenang. Ashley turun menyusul dengan langkah pelan, satu tangannya menahan perut yang mulai terasa berat. “Aku antar kamu ke kantor,” ujar Glen.. Ashley tersenyum kecil. “Kamu tidak terlambat?” “Aku masih bisa mengatur waktu,” jawabnya ringan. Perjalanan menuju Cath Company berlangsung hening namun nyaman. Glen sesekali melirik Ashley, memastikan ia duduk dengan baik. Tidak banyak bicara, tapi kehadirannya terasa menenangkan. Sesampainya di depan gedung Cath Company, Glen turun lebih dulu, membukakan pintu. “Jangan memaksakan diri,” katanya singkat namun tegas. “Kalau lelah, hentikan rapat.” Ashley mengangguk. “Aku tahu.” Glen menunggu sampai Ashley benar-benar masuk ke gedung sebelum kembali ke mobil dan melanjutkan perjalanannya menuju Vierca Group. Tak lama setelah itu, sekretaris Ashley mengetuk pintu ruang kerjanya. “Nyonya Ashley, Tuan George dari Slytzea

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Moment bahagia Ashley dan Glen

    Sore itu paviliun belakang mansion terasa tenang. Angin berembus pelan, membawa aroma teh hangat yang baru diseduh. Ashley duduk dengan posisi rapi namun santai, satu tangannya memegang cangkir, tangan lain sesekali menyentuh perutnya. Glen duduk di hadapannya. Sebagai anak bungsu keluarga Moonstone, sikapnya selalu terlihat lebih ringan dibanding saudara-saudaranya—namun tetap penuh perhitungan. “Kamu sudah dengar soal Rensca?” tanya Ashley membuka pembicaraan. Glen mengangguk pelan. “Sudah. Keputusan itu langsung dari Tuan Besar.” Ashley menarik napas. “Jujur saja, aku merasa caranya terlalu keras. Dia sedang hamil, tapi justru dipindahkan dan dijauhkan dari William.” Glen menyandarkan punggungnya dengan tenang. “Di keluarga Moonstone, stabilitas selalu lebih penting daripada perasaan. Ayah hanya melakukan apa yang menurutnya perlu.” Nada suaranya datar, tidak membela, namun juga tidak menentang. Ashley menatap permukaan teh di cangkirnya. “Aku takut kondisi Rensca mal

  • Nyonya Ketiga Keluarga Moonstone   Nasib Rensca

    Dengan segala pertimbangan, Akhirnya Rensca dilarukan kerumah sakit terdekat. Koridor rumah sakit kembali sunyi setelah dokter masuk ke ruang observasi. Rensca masih terbaring lemah di balik pintu tertutup itu—bertarung sendirian mempertahankan janin yang hampir saja hilang. Di luar, keluarga Moonstone berdiri tanpa empati. Tuan Besar Moonstone duduk di kursi tunggu paling ujung. Tongkat kayunya bertumpu di lantai, genggamannya mantap, wajahnya tak menunjukkan sedikit pun kegelisahan. Usia tak pernah melemahkan wibawanya—justru memperkerasnya. “Dokter bilang janin masih hidup,” lapor salah satu anggota keluarga dengan suara hati-hati. “Masih,” ulang Tuan Besar pelan. Satu kata itu terdengar seperti vonis. William berdiri tak jauh, rahangnya mengeras. “Ayah, kondisi Rensca tidak stabil. Dia hampir—” “Dia kehilangan kendali,” potong Tuan Besar dingin. “Dan itu tidak bisa ditoleransi dalam keluarga Moonstone.” Tak ada nada khawatir. Hanya penilaian. Seorang paman Mo

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status