بيت / Romansa / PEREMPUAN BERKALANG NODA / 48. Sulit Memutuskan

مشاركة

48. Sulit Memutuskan

مؤلف: Mastuti Rheny
last update تاريخ النشر: 2026-05-05 12:59:15
POV Fajar

Aku sempat mengira Maya akan meminta sesuatu yang sulit atau bahkan aneh. Tapi ketika jawabannya keluar dari bibirnya, justru sesuatu yang sederhana—terlalu sederhana untuk seseorang seperti dia.

"Nasi Padang... di dekat sekolah kita dulu."

Aku terdiam sesaat. Lalu tanpa sadar sudut bibirku terangkat.

Tempat itu.

Tempat penuh kenangan.

Tempat di mana dulu kami sering berdebat soal lauk mana yang paling enak, di mana Maya selalu mencuri sambal di piringku dan berpura-pura ti
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق
تعليقات (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
beli aja nasi padangnya buat Maya..kasih alasan yg masuk akal kalau rencanamu Gatot..
عرض جميع التعليقات

أحدث فصل

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    57. Pertolongan Vena

    Angga POVAir sungai yang bau dan keruh masih menempel di tubuhku ketika aku akhirnya berhasil naik ke tepi jalan kecil di belakang pasar. Napasku ngos-ngosan. Kaosku basah kuyup. Lututku lecet karena sempat terseret arus.Tapi aku tak peduli.Yang penting aku lolos.Aku segera meminjam ponsel seorang tukang parkir dengan alasan ingin menghubungi keluarga. Tanganku gemetar saat mengetik nomor yang sudah sangat kuhafal di luar kepala.Vena.Beberapa detik kemudian panggilan tersambung.["Halo?"]Suara perempuan itu terdengar pelan dan hati-hati.["Ven, ini aku."]Hening seketika.["Mas Angga?!"]Aku langsung menoleh ke kanan kiri memastikan tak ada orang yang memperhatikanku.["Kamu bisa jemput aku?"]Nada napasku terdengar berat.Vena langsung panik.["Mas sekarang di mana? Kenapa suaramu kayak gitu?"]["Aku ada masalah. Polisi nyari aku."]Aku sengaja membuat suaraku terdengar lemah dan tertekan.Dan seperti biasa...Vena langsung luluh.["Ya Allah... polisi? Memangnya apa yang terja

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    56. Melarikan Diri

    Angga POV“Ke mana perempuan itu pergi sialan!”Aku membanting pintu kamar hotel hingga bergetar keras. Napasku memburu saat mendapati kamar itu kosong. Selimut berantakan. Gelas minuman masih tersisa di meja. Tapi Maya tidak ada.Padahal beberapa jam lalu aku sendiri yang mengantarnya ke sini.Tanganku gemetar saat kembali menghubungi Benny.["Apa Maya bersamamu?"] tanyaku mencecarnya.["Bukannya dia di hotel? Tidak, aku tidak mengajak Maya."][“Tadi bukannya masih sama kamu?”] tanyaku gusar.Di seberang sana Benny malah terdengar santai.[“Iya, tapi sesuai perjanjian sebelum jam 9 kencan harus sudah selesai, jadi aku pergi tapi dia masih di kamar. Emangnya dia ke mana?"]Jantungku makin tak karuan.["Kalau aku tahu ngapain aku tanya kamu,"] sergahku mulai kebingungan.Jelas aku bingung. Karena kalau sampai Maya pergi aku bisa kehilangan ladang penghasilan. Belum lagi sudah ada beberapa pria yang sudah menghubungiku dan menyatakan minatnya untuk menghabiskan malam dengan Maya.Mereka

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    55. Terkukung Amarah

    Maya POV“Kamu…?!”Aku memegang dada yang berdebar kencang saat melihat Andien berdiri di belakangku sambil mendelik kesal.“Ya Allah Andien, aku kira siapa. Aku sampai mau pingsan,” desisku setengah kesal.Andien malah terkekeh melihat ekspresi kekagetanku.“Ngapain kamu berdiri di sini kayak maling?”Andien masih saja cengengesan.Sementara aku langsung mengembuskan napas lega saat mendapati sahabatku sudah berada di dekatku yang membuatku tak terlalu mengkhawatirkan kedatangan Mas Angga.“Ndien, jangan ngagetin begitu.”"Sejak kapan kamu disitu?" tanyaku setelah aku bisa menetralkan detak jantungku."Barusan," jawab Andien seraya mulai mengikuti langkahku."Aku harap Mas Angga nggak ada di dalam," gumamku berharap."Kalau gitu aku akan memeriksa dulu, kamu tunggu di sini dulu," pinta Andien sigap.Aku mengangguk pelan dan menghentikan langkahku sejenak, menunggu aba-aba dari Andien sebelum aku bisa memasuki ruang perawatan putriku.Tak lama Andien muncul dari ambang pintu memberi i

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    54. Impian Bersama

    "May, maukah kamu menikah denganku?"Aku terkesiap mendengar permintaannya.Pada akhirnya aku menunduk dan tanpa sadar menarik tanganku dari genggamannya.Aku mendesah panjang sebelum kemudian kembali menatap wajah Fajar kembali yang terlihat memendam harapan besar."Jar, kamu terlalu emosional, dan rasanya semua sangat tak adil untuk kamu, Jar," jawabku dengan hati-hati.Fajar mendengus berat. Keningnya langsung mengernyit lugas."Tak adil apa maksud kamu?""Jar, kumohon bukalah mata kamu, lihat aku baik-baik. Aku ... aku ini bukan lagi Maya yang dulu. Aku seorang wanita yang sudah menikah, aku memiliki anak, aku sekarang miskin bahkan aku pernah dilacurkan oleh suamiku sendiri."Fajar menggeleng tegas seolah ingin mengingkari segala fakta yang sedang aku ungkapkan padanya saat ini."Sudah beberapa laki-laki yang pernah menjamah tubuhku, Jar," imbuhku lugas. Sebenarnya aku ingin mengungkapkan juga jika temannya yang bernama Rizal itu juga pernah menghabiskan malam bersamaku.Tapi ak

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    53. Sebuah Lamaran

    Maya POVAda sebuah kelegaan ketika akhirnya telingaku sayup-sayup mendengar suara Fajar di luar sana.Segera aku membuka tirai dan mengintip dari balik jendela, dan ternyata sosok yang aku tunggu itu sudah memasuki halaman.Tapi bersamaan dengan itu kudengar juga suara keributan yang membuatku bergegas keluar demi bisa menghampiri Fajar yang sedang bersitegang dengan seorang perempuan muda dengan penampilannya yang terlihat chic."Jar, kamu sudah datang?"Fajar segera mengalihkan perhatian padaku saat aku sudah ada di dekatnya."May, kamu nggak apa-apa, kan?"Fajar terlihat sangat mengkhawatirkan aku.Tapi sungguh aku merasa sangat tak enak hati karena terus saja merepotkannya.Aku benar-benar tak mempunyai pilihan lain selain meminta bantuan padanya.Aku masih sangat trauma dengan apa yang sudah terjadi padaku sebelumnya.Aku selalu takut jika Mas Angga akan menemukan aku, atau bahkan malah Beny yang akan mengetahui jika aku tinggal di rumah ini."Jar, maaf ya aku pasti sudah merepo

  • PEREMPUAN BERKALANG NODA    52. Gadis Manja

    "Siapa wanita yang dimaksud Bella?" tanya ibu yang kini mulai menjadi penasaran.Aku melirik pada ibu yang terlihat sangat serius sekarang.Sedikit ragu untuk mengungkapkannya pada ibu, tapi aku juga tak sanggup untuk membohongi ibu."Jadi karena wanita itu kamu tadi siang menolak makan siang di rumah? Pasti dia sosok yang istimewa, bahkan kedekatan kamu sama wanita itu membuat Bella sampai cemburu kayak gitu."Aku berusaha untuk menyantap makan malamku dengan tenang. Sebisa mungkin aku ingin menyembunyikan keberadaan Maya dari ibu dan tak mengungkapkan apapun."Bu, tumben ini acarnya kok kurang asam gini ya, apa tadi cukupnya kurang ya?"Aku mencoba mengalihkan pembicaraan."Jar, kamu belum menjawab pertanyaan ibu lho."Ibu sekarang malah memindaiku lebih lekat sembari dengan menyendokkan nasi ke dalam mulutnya.Jelas ibu sangat menunggu jawabanku."Siapa perempuan itu? Kalau kamu serius kamu secepatnya kenalkan sama ibu."Aku langsung terdiam. Perlahan aku mulai meletakkan sendok ya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status