FAZER LOGINRadtya Gilgan, anak dari keluarga konglomerat berniat untuk melamar mantan pacarnya saat remaja dulu. Dia begitu mencintai sang mantan hingga ingin menjadikan perempuan itu miliknya. Raditya layaknya anak konglomerat lainnya membuat hidupnya penuh tekanan dan pembatasan. Dan banyak rahasia tersembunyi dari pria itu, Raditya dan Wulan menjalani pernikahan yang tidak mereka inginkan satu sama lain. Radit panggilan akrab Raditya terpaksa mempertahankan pernikahannya dengan perempuan itu untuk membuat nama keluarganya tak tercemar. karena dia terperangkap pernikahan tersebut membuatnya berkeinginan ingin menyiksa perempuan itu. Tapi siapa sangka dia malah terjebak akan perasaannya terhadap Wulan. Wulan Hermantyo, Putri kedua Hermantyo yang terpaksa harus menikah dengan pria manja dan keras kepala hal itu ia lakukan karena demi orang tuanya yang ingin menikahkan Widya kakaknya dengan pewaris perusahaan besar. Tapi nyatanya Widya menolak mentah-mentah membuat Wulan yang harus menjalani pernikahan tersebut.
Ver mais"Apa kalian gila hah, aku tidak mau" tolak Radit dengan keras. Dia yang akan berdiri setelah sarapan pagi ini, membalik tubuh seketika menatap penuh amarah pada kedua orang tuanya yang masih duduk di meja makan. "jaga sikapmu Radit," Seru Reynold, dia berdiri dengan kedua tangan yang menekan kuat meja. seakan menyalurkan emosinya disitu. "apa pantas kau bicara begitu dengan orang tuamu? " marahnya menatap nyalang. "untuk apa aku menjaga sikap kalau kalian seenaknya denganku, aku sudah menuruti kalian untuk tidak menceraikan perempuan itu." Radit menatap Wulan sambil menunjuk tepat di wajah Wulan yang duduk di depannya. "Sekarang kalian malah punya ide gila, menyuruhku bulan madu" lanjut Radit merasa tak Terima. "Radit jaga sikap mu sayang, please jangan begini" Fiola langsung merengkuh lengan anaknya, sedikit berbisik di telinga. Radit melepaskan begitu saja tangan sang mama, sedikit bergeser. Menatap mamanya tak senang "sudahlah ma, aku capek. aku mau keatas dulu" uc
Radit terdiam melihat laki-laki yang tidak asing baginya itu. Sedangkan laki-laki itu yang tadinya tersenyum seperti menyambut kehadiran Radit langsung ikut terdiam saat melihat perempuan yang ada di sebelah Radit saat ini. "Kau.. kenapa kau ada disini? " tanya Radit terkejut. Lukas yang tadinya melihat kearah Wulan langsung menatap kearah adiknya, Yups Lukas dan Radit adalah saudara seayah beda ibu. "Hai bro, apa kabar" sapa Radit berusaha mengkondisikan wajahnya yang terkejut tadi saat melihat Wulan. wajahnya kini sumringah saat melihat adiknya. Radit yang di sapa dengan penuh senyuman hanya memasang wajah datar nan dingin, dia terlihat tak perduli dengan sapaan ramah itu. "aku tanya, kenapa kau bisa ada disini" tukas Radit kembali bertanya seperti itu pada Lukas. "kenapa pertanyaan mu konyol sekali, jelas aku disini. Ini rumah kakekku" tukas Lukas. "mana pria tua bangka itu" ucap Radit dan langsung menyingkirkan Lukas dari hadapannya. Lalu ia masuk kedalam sendi
Radit saat ini baru saja selesai mandi, dia tadi sampai rumah setelah dari kantor langsung mandi membersihkan diri. Hampir dua puluh menit dia di kamar mandi, saat dia keluar belum mendapati Wulan. kamarnya masih kosong tak ada Wulan di situ, "dasar perempuan lelet, sampai sekarang belum di rumah juga" gerutu Radit. Pria tinggi tegap itu lalu berjalan kearah lemari untuk mengambil pakaiannya. Dia harus segera berganti pakaian baru setelah itu dia akan ke rumah kakeknya. Kakeknya begitu cerewet sedari tadi terus saja menyuruh asisten untuk menelpon nya agar dia cepat datang kerumah keluarga Gilgan. Pria tua yang menurunkan Marga Gilgan padanya dan ayahnya itu sangat menyebalkan mentang-mentang memiliki harta tapi seenak sendiri. "kalau bukan karena uangmu, aku tidak mau datang mengenalkan perempuan itu pada mu" tukas Radit. Radit terus saja mengomel sendiri. Radit memang tidak ada keinginan untuk mengenalkan Wulan pada kakeknya, tentu saja dia enggan karena pere
Banyak yang tak mengira jika kehidupan seorang konglomerat itu tidak menyenangkan, banyak aturan yang harus dijalakan. Banyak larangan yang menyesakkan harus diturutu, kehidupan bak di penjara apa-apa dibatasi. Radit duduk merenung di kursi kerjanya, yang ada diruangannya tersebut. Dia saat ini berada di kantor, duduk di meja dengan jabatan Direktur tertulis jelas di atas mejanya itu. Benar Radit menjabat sebagai seorang direktur di perusahaan ayahnya, sedangkan CEO serta pemegang saham sepenuhnya ada di tangan ayahnya dan kakeknya. Pintu ruangan Radit terbuka, membuat pria itu mengalihkan pandangannya ke kearah pintu saat mendengar suara pintu yang terbuka tersebut. Pandangannya menatap datar pada pria yang masuk kedalam. Seorang pria tua, dengan tongkat di tangannya berjalan serta topi putih yang dikenakannya. Ia berjalan mendekat kearah Radit yang hanya diam melihat dirinya masuk. “Kakekmu datang tapi kau hanya diam saja begini, mana sopan santunmu?” tukas pria itu pada sang cu
Wulan menaruh kantung es pada luka Radit, dia melakukan itu agar darah yang mengalir saat ini bisa membeku dan berhenti. Dia merasa aneh dengan darah itu yang terus mengalir padahal lukanya tidak terlalu besar.Radit hanya diam sambil sesekali melihat kearah Wulan yang telaten membersihkan lukanya hi
Banyak alasan yang membuat Radit selama ini tampak diam, sedikit keras kepala dan egois terhadap orang lain. Dia sebenarnya pria yang baik yang tidak terlalu menyukai kekarasan. Dia hanya akan keras pada dan acuh pada seseorang jika orang tersebut membuat suasana hatinya buruk dan membuat dirinya te
Radit menaikkan Wulan ke atas dengan perlahan, perempuan itu sudah terbatuk-batu di pinggir kolam renang. Radit juga ikut naik saat Wulan sudah berada di atas.“kau begitu saja tenggelam, perempuan bodoh memang” maki Radit didepan wajah Wulan yang tengah batuk-batuk.Wulan yang terus batuk karena habi
Wulan keluar dari kamarnya saat ini, dia sedari apgi hanya di kamar rasanya tak enak hingga sore begini dia masih tetap saja di dalam kamarnya. Meskipun dia tak menerima pernikahan ini tapi rasanya tidak baik juga dia bertindak begini dirumah orang.Baru saja dia membuka pintu, pintu kamar yang berad












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.