LOGIN"Revan, aku merasa kau terlalu berlebihan untukku," ucap Gina dengan sedih. Revan menghempaskan tubuhnya, duduk sembari masih memegang wadah itu dan menatap Gina dengan sendu. "Aku melakukannya karna aku melihatmu berbeda dari wanita manapun." "Aku sudah menikah." "Aku tidak perduli!" "Maksudmu?" Revan meletakkan makanan itu dan meraih tangan Gina dengan lembut. "Izinkan aku menjagamu, mencintaimu." Gina terdiam, wajahnya berubah menjadi nanar menahan kesedihan hatinya yang pilu. Memang hidupnya akan bahagia bersama Revan, tapi bagaimana dengan orangtuanya Revan? Suaminya, Aston? Tante Fitri? Juga Vero, tunangan Revan. Air mata Gina menetes melihat sikap Revan. "Aku ...." Belum sempat Gina melanjutkan, sentuhan hangat bibir Revan sudah mendarat di bibir Gina. Hanya kecupan bibir, membuat Gina terdiam, membiarkan bibirnya dijamah Revan begitu saja. Apakah Gina akan tetap pada rumah tangganya? atau malah memilih Revan? Ig : MariaGustiSilaban
View MoreRevan berdiri di depan lemari pakaiannya, kedua tangannya bersandar pada kusen pintu kayu yang sedikit terbuka. Matanya tertuju pada deretan jas dan kemeja, tapi pikirannya berada di tempat lain. Ia memutar kembali suara Alline di kepalanyaāmakan malam bersama Vero dan keluarganya.Bukan sesuatu yang ia tunggu-tunggu.Bukan sesuatu yang ia mau.Kenyataannya, setiap kali nama Vero disebut, hatinya terasa seperti ditarik mundur ke masa lalu yang sudah tak lagi relevan dengan siapa dirinya sekarang. Dan di saat yang sama, ada satu nama lain yang mendominasi seluruh pikirannyaāGina.Ia menarik napas panjang, mencoba menekan gelombang resah yang terus memanjat dinding kesadarannya. Pikirannya mengembara, membayangkan wajah Gina saat tersenyum miring, tatapan matanya yang menyala sekaligus menantang, dan suara rendahnya yang selalu membuat Revan kehilangan kendali.Wanita ituā¦Istri orang.Larangan yang justru memabukkan.Ia tahu ini gila. Ia tahu itu salah. Tapi semakin ia mencoba melupaka
Di perusahaan cabang di Indonesia, Revan tengah mengetuk pena di meja kerja dengan terletak jelas cetakan jabatan CEO perusahaan yang ia geluti sejak lama. Menunduk memikirkan suatu hal. Ya, masa waktu Revan di negara ini akan segera berakhir. Tidak terasa sebentar lagi, ia akan kembali ke New York tapi kali ini tidak pulang sendiri atau bersama Vero tapi bersama dengan Gina. Wanita berbeda dari yang ia nyatakan di hati kecil dahulu.Setelah menjalani beberapa meeting, Revan memilih kembali ke rumah. Ingin bertemu Gina, masih belum menemukan waktu yang tepat.Sembari menyetiir, Revan memikirkan bagaimana perkataan yang pantas ia katakan nanti pada Vero. Sesampai di rumah, ia menuju pantry meneguk beberapa tegukan air putih dan menetralkan pikiran berkecamuk. Ia meletak kasar gelas tersebut, ia meremat rambut sehingga teracak serta kegelisahan mulai menyerang perlahan."Tumben siangan begini sudah pulang kamu," ucap Alline mengagetkan Revan.Revan menoleh sejenak wajah Alline yang mas
Pagi ini Revan menikmati sarapan pagi, tapi setelah berpikiran semalaman kalau Gina bersentuhan lagi dengan Aston-suaminya. Jujur, ia marah dan tidak rela demi apa pun membiarkan Gina berpaling darinya.Ia sudah menekankan di hati, Gina akan tetap menjadi milik Revan utuh. Tidak akan membiarkan kesakitan dihati wanita yang begitu ia cintai tersebut.Bayang-bayang percintaan panas mneyeruak dalam pikiran Revan, sentuhan yang ia berikan membuat Gina ikhlas lahir batin bahkan tidak ada kata menyesal atau mara ia ungkapkan entah karena menikmati atau sentuhan seperti inilah yang ia inginkan sesungguhnya.Revan sudah berjanji pada hati kecil, kalau Gina akan tetap menjadi wanita terbahagia. Ia sudah bertekat untuk menjalani perlahan hingga waktu tiba membawa Gina sejauh-jauhnya dari Aston. Pria iu sudah menyiakan Gina yang seharusnya ia hujani dengan penuh cinta."Ehem-- pikirin apaan? Bengong begitu, kosong pandangan." Alline nyeletuk.Revan
Vero yang merasa hidupnya hancur berkeping tak berhenti menangis pilu, tadi itu? Ia merasa kebahagiaan itu hanya miliknya sejenak tidak selamanya. Beginikah hasil ketika mengetahui sang tunangan tak lagi mencintai sepenuh hati?Tidak bisa ia bayangkan jika ia dan Revan harus berpisah.Baru kemarin mereka bahagia, bertunangan dan kini pria berstatus tunangannya harus merenggang menyakitkan. Tanpa ia sadari, sang ibu menyadari kesedihan Vero yang tampak menutupi kalau hati sedang kalut.Sebagai ibu yang paham tentang keadaan Vero, ia berdiri di ambang pintu dan menyaksikan bagaimana Vero menahan sedih tapi ingin mencuatkan semua. Ia mencoba membaur, tersenyum kecil."Begadang sayang?" Anita memasuki kamar."Eh, Mama--" Vero langsung mengusap air mata secepat mungkin.Mencatut wajah sang putri dari cermin, ia mengusap punggug Vero. Ia yakin, melalui sentuhan ini ia sedang memberi koneksi Vero agar mengatakan tentang isi hati sebenar
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore