MasukBREAKING NEWS
Aktor berinisial AR diam - diam menemui seorang wanita yang sedang hamil. AR merupakan anak tunggal dari salah satu pengusaha tambang timah. Belum lama ini AR mempersunting seorang wanita non seleb berinisial MK yang merupakan salah satu staf di agensi managementnya. Lalu siapakah wanita non seleb lain yang sedang hamil yang ditemuinya secara diam - diam itu? 07.00 AM Mutia menghela nafas panjang setelah melihat postingan terbaru akun gosip I*******m @lambe_lamis. Beberapa menit kemudian, #AlanRedflag mengema, menduduki peringkat 1 di aplikasi X. Foto istri Kevin berhadapan dengan Alan yang terlihat memakai hodie hitam dan muka ditutupi masker di bawah tiang lampu merkuri dua hari lalu sukses mengemparkan dunia maya pagi ini. Ponsel Mutia di atas nakas terlihat terus bergetar. Notifikasi sosial media hingga telepon dan chat bermunculan tanpa henti. Mutia matikan ponselnya, kemudian TV ia nyalakan, dan langsung dia matikan kembali karena isinya sama saja. Di depan cermin Alan dengan santai mencukur bulu halus yang mulai muncul di area sekitar mulut dan dagunya. Seperti tidak ada apapun, Mutia menahan diri dibuatnya. Ketika Farel datang membombardir Alan dengan berbagai pertanyaan tentang skandal dirinya pagi ini. Alan hanya terkekeh. Mengoles tambahan selai kacang yang malah ia lakukan pada roti yang disantapnya. “Baru dua hari aku tinggal, semuanya jadi runyam! Lan, ini nggak becanda! Semua pada nanya ke aku, nuntut kejelasan." Muka Farel memelas. "Sebagai manager kamu, aku harus tau siapa wanita itu? Seenggaknya aku bisa satu suara sama kamu saat ditanya vendor atau wartawan, Please!" "Serius, Rel. Aku beneran nggak kenal sama wanita itu. Ada Mutia juga sama aku disana. Kalau nggak percaya tanya Mutia. Iya, kan sayang!?" lemparnya begitu saja. Tatapan Farel beralih menguliti Mutia yang otomatis membuat Mutia harus memutar otak, "Alan dua hari lalu habis jogging. Minta ku jemput, kebetulan nunggu disitu. Terus wanita itu tiba aja keluar buang sampah depan rumah negur dia karena udah lama banget dia berdiri disitu nunggu jemputanku." "Jogging malam pake hodie dan masker? Really?!” dahi Farel mengeryit. "You knows, fashion Alan emang random. Jadi lebih baik kita fokus segera selesaikan masalah ini dengan bantuan Pak Yuda. Kasihan wanita itu sedang hamil, takutnya diserang fansnya Alan. Lagian aku kenal sama suami wanita itu! Namanya Kevin, Michael Kevin." tandas Mutia sembari melirik Alan. "Wait, ku send nomer suami wanita itu ke kamu! Nanti kamu tinggal hubungi aja dia buat bicara lebih lanjut!" imbuh Mutia untuk menenangkan hati Farel. "Kamu bisa kenal Kevin dan dapat nomornya dari mana? Selancang itu kah kamu sampai mencari tahu tentang saudara kembar Karen? Kevin itu satu-satunya keluarga yang Karen miliki, jadi jangan pernah mengusiknya hanya karena masalah diantara kita!" kalimat tuduhan itu yang pertama meluncur dari mulut Alan pada Mutia saat Farel sudah pulang. Mutia yang masih enggan bicara dengan Alan hanya mengedikan kedua bahunya. Beranjak dari ruang makan yang kemudian malah Mutia lakukan. Muka Alan memerah, sungguh dia tidak akan melepaskan wanita itu sebelum membuka mulutnya. Mutia kembali menscroll berita skandal tentang Alan melalui second account-nya. Tidak habis pikir dengan paparazi yang malam itu menguntit Alan. Memotret dengan angel sembarangan dan menulis berita seenak jidat yang menimbulkan spekulasi Alan menghamili wanita lain di luar nikah. Nama Mutia jelas ikut terseret dalam pusaran badai tak bertuan ini. Para fans fanatik Alan menuduh dirinya istri yang tidak becus mengurus suami sampai Alan menjadi seperti itu. Mutia sampai tidak habis pikir mengapa tidak ada paparazi atau netizen pintar di negara ini. Bikin gosip dan asal ketik sana sini tanpa akal. Padahal fakta tentang Alan itu homo lebih masuk akal bila digali. Mutia sangat menyayangkan kesembronoan warga +62 yang mudah menyebarkan hoax di sosial media. Dalam sepanjang kariernya, baru kali ini Alan yang sangat menjaga privasi bisa terlibat skandal dan jadi bulan-bulanan awak media. Mutia yang akan keluar mengurungkan niat menyaksikan para wartawan dan wartawati berbaur puluhan fans Alan berbaris di depan gerbang rumah menanti bahan gunjingan yang akan mereka sebarkan di sosial media. Remasan di lengan kiri Mutia, mengalihkan atensinya dari pemandangan luar jendela. Alan yang berdiri di sisi kirinya makin mempererat cengkraman. "Ahh.. sakit Lan, lepasinnn" rintih Mutia. Alan malah menarik tubuh Mutia dalam pelukannya, "Sorry, sebenernya aku nggak mau ngelakuin ini, tapi kamu sudah melewati batas, sayang. Tolong jelasin yang sejujurnya, gimana kamu bisa punya kontak dia?" Hal ini sudah keterlaluan bagi Mutia. Alan mulai berani main kasar hanya demi menuntut kejelasan tentang dirinya yang memiliki kontak Kevin, saudara kembar Karen. "Lepasin dulu banci! Baru aku mau ngomong soal itu." maki Mutia. Sebuah tamparan tiba saja melesat untuk menghantam pipi kanannya hingga membuat air matanya seketika menetes. Tubuh Alan bergetar, dia tidak bermaksud menampar Mutia. Tapi menurutnya, Mutia sudah keterlaluan dengan mengatai dirinya banci. "Sorry, aku—" Plakkk. Mutia balik menamparnya. Untuk pertama kali Alan melihat tatapan jijik dari sorot mata Mutia ketika menatapnya. Langkah kaki wanita itu dengan cepat berlalu menjauhinya. Saat punggung Mutia benar-benar hilang, jantung Alan terasa sakit entah mengapa.Entah harus mulai dari mana, Alan tak mampu bercerita maupun menjelaskan apapun ketika Farel menyudutkannya tentang kebenaran video berdurasi 15 menit yang menampilkan wanita mirip Karen terekam CCTV melakukan bunuh diri dengan menabrakan diri ke sebuah truk viral di sosial media. Video itu tiba saja tersebar tepat keesokan hari setelah foto - foto mesra Alan bersama Karen terekspos di ajang bergensi Indonesia Entertaiment Award 2022. Mutia yang tengah memonitor jutaan hate komen di halaman website fansbase Alanisme juga memilih bungkam ketika Farel berganti menanyainya. "Kalian menganggap aku patung, hah! Jika kalian tetap diam tentang video sinting editan itu, maaf aku angkat tangan dan kita berhenti sampai disini!" bentak Farel. Sebagai manajer Alan, ia merasa dikorbankan atas semua hal gila ini. Dimana sudah dua hari Alan dan Mutia mengurung diri di rumah dan tidak memberikan klarifikasi apapun terhadap media, padahal spekulasi media kian memanas. Banyak job pemotretan majalah h
Malam ini berbeda dengan malam kemarin dan bahkan sebelumnya belum pernah terjadi, dimana Alan tiba-tiba berinisiatif memasakan makan malam untuk Mutia. Walau Mutia heran dengan perilaku tidak biasa suaminya, ia lahap sampai habis capcay sosis yang disajikan. "Ada yang ingin aku bicaran..." mulut Mutia yang masih sibuk mengunyah membentuk seulas senyum tipis mendengar ucapan Alan barusan. Sudah ia duga, pasti Alan ada maunya. "...ini tentang Tika, aku..." Alan nampak ragu ingin mengucapkan kalimat dalam otaknya, "kamu mau ngajak dia dan Kevin tinggal bareng kita disini, gitu?" lanjut Mutia yang mudah menebak alur berpikir suaminya itu. Mata Alan membulat sempurna, didetik berikutnya ia hanya mampu memohon pada Mutia, "Boleh ya Tia, ku mohon! Tidak ada maksud lain, ini ku lakukan murni untuk kompensasi atas apa yang sudah ku perbuat sampai foto Tika tersebar dimana-mana. Kamu juga tau penghasilan Kevin tidak seberapa, dan rumah mereka masih kredit. Meski mereka punya pembantu tap
Teringat jelas saat Kevin mengucapkan, "Selamat malam, nona. Terima kasih sudah mau menunggu." sebagai kalimat pembuka obrolan dengan Mutia. Setelan seragam Cafe Oliver yang biasa saja terlihat sangat stylish di tubuh kekar Kevin. Senyum tipisnya mempertegas garis rahang yang menawan. Mutia akui, dengan tampang seperti ini keberadaan Kevin sulit untuk diabaikan. "Perkenalkan, saya—" "Berita pernikahan Alan ada dimana - mana. Mustahil saya tidak tahu siapa nama nona." sergahnya cepat, menghentikan Mutia memperkenalkan diri. "Langsung pada intinya. Apa yang nona ingin sampaikan sampai menemuiku kemari?" "Saya turut berduka cita atas meninggalnya Karen, tapi saya mohon mulai sekarang tolong anda jauhi Alan dan jauhkan pula seluruh kenangan tentang Karen dari hidupnya." Dan sebelum Kevin berhasil membalas apa yang Mutia ucapkan. Mutia meraih ponsel Kevin, mengetikan nomer ponselnya disana dan melakukan sekali panggilan agar nomer pria itu ada dalam radarnya yang ia lakukan. Setelah
Seulas senyum di bibir Alan terbit menatap wajah teduh Karen yang masih terlelap disampingnya. Sebuah kecupan Alan layangkan tepat disana, di bibir Karen yang tipis dan menggoda. Karen tarik tubuh Alan dalam dekapannya, menyadarkan Alan bahwa ia itu telah bangun dari tadi dan hanya pura-pura tidur. Matahari kian merangkak keatas. Debaran jantung kian berpacu. Terpaut dengan cumbu yang sangat candu. Baik Alan maupun Karen enggan untuk beranjak, aktivitas malam mereka rasa belum tuntas. Sayangnya Kevin tiba saja hadir diantara mereka dan menggeret tubuh Alan keluar kamar. Teriakan frustasi Karen yang melerainya pun tidak Kevin hiraukan."Jauhi Karen!" bentak Kevin singkat dan saat Alan akan bertanya apa alasannya, pintu apartemen dihadapannya langsung tertutup rapat dan tidak pernah terbuka lagi untuknya.Jalinan kasih sesaat antara Alan dan Karen yang ditentang berbagai pihak itu namun mampu mengoyak hidup Alan. Dirinya sempat memakai narkoba untuk bisa melupakan Karen. Jika saja Farel
BREAKING NEWSAktor berinisial AR diam - diam menemui seorang wanita yang sedang hamil. AR merupakan anak tunggal dari salah satu pengusaha tambang timah. Belum lama ini AR mempersunting seorang wanita non seleb berinisial MK yang merupakan salah satu staf di agensi managementnya. Lalu siapakah wanita non seleb lain yang sedang hamil yang ditemuinya secara diam - diam itu?07.00 AMMutia menghela nafas panjang setelah melihat postingan terbaru akun gosip Instagram @lambe_lamis. Beberapa menit kemudian, #AlanRedflag mengema, menduduki peringkat 1 di aplikasi X. Foto istri Kevin berhadapan dengan Alan yang terlihat memakai hodie hitam dan muka ditutupi masker di bawah tiang lampu merkuri dua hari lalu sukses mengemparkan dunia maya pagi ini.Ponsel Mutia di atas nakas terlihat terus bergetar. Notifikasi sosial media hingga telepon dan chat bermunculan tanpa henti. Mutia matikan ponselnya, kemudian TV ia nyalakan, dan langsung dia matikan kembali karena isinya sama saja.Di depan cermin
Tary tidak bermaksud membuat anak sekecil itu tumbuh besar dengan kenangan buruk yang ia ciptakan. Hari itu Tary terlalu sembrono. Dia nekat menghampiri Dito yang sedang sendirian di rumah. Dia kira Widya dan anak lelakinya yang masih berumur lima tahun yakni Alan, akan tiba dua hari lagi untuk menikmati trip mereka di Bali. Setelah bergoyang seirama di ruang tamu hingga lutut Dito terbentur sofa. Tanpa melepas persatuan mereka, Dito membalik tubuh Tary, mengendongnya melewati tangga sembari bibir mereka masih saling melumat. Tanpa mengunci pintu kamar. Dito mengajak Tary lanjut bermain di atas ranjang yang biasa digunakannya bersama Widya. Tary beralih di atas menunjukan kebolehannya. Memutar perlahan hingga terasa memenuhi pusara nafsunya. Dito yang belum puas mendorong kedua kaki Tary hingga memutari tubuhnya. Kembali memegang kendali, ia telungkupkan badan Tary dan memasukinya dari belakang. Tangannya tidak tinggal diam, bertengger untuk terus meremas dada Tary yang ujungnya m







