Share

Bab 374

Penulis: Elenor
Dua atau tiga hari setelah menghadiri Konferensi Kecerdasan Buatan Internasional, Clara pergi ke hotel untuk menghadiri pesta pernikahan keponakannya setelah pulang kerja.

Sesampainya di hotel, Clara memasuki lift. Saat pintu lift hendak menutup, dia tiba-tiba mendengar seseorang berkata, "Tunggu sebentar."

Saat orang itu berbicara, dia juga mengulurkan tangannya untuk menghentikan pintu lift agar tidak tertutup.

Ketika Clara melihat siapa yang datang, dia terkejut.

Andrew juga cukup terkejut ke
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (115)
goodnovel comment avatar
RyN's RinNie Ryndhu
sumpaahh anj bnget... kesel banget ama Edward
goodnovel comment avatar
Siti Rofikoh
naah kan ...kesialan lagi buat clara
goodnovel comment avatar
Gema Ramadhan
kapan cerainya coba muter2 aja ceritanya jd bosen bc nya
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 738

    Pendekatan oportunis Prof Mavi saat menyapa Clara langsung memicu ketidakpuasan dari Prof Raka, Prof Zein, dan orang-orang yang sedang asyik berdiskusi dengan Clara.Prof Zein sampai tak bisa menahan diri untuk menatapnya tajam dan berkata, "Prof Mavi, aku nggak melarangmu datang menyapa orang, tapi kami sedang berdiskusi. Setidaknya tunggu sampai kami selesai bicara dulu!" Ada pula tokoh-tokoh terkemuka lainnya di industri Kecerdasan Buatan yang sedang menunggu untuk berdiskusi dengan Clara.Mendengar hal itu, mereka pun tak kuasa menahan tawa dan berkomentar, "Itu benar, Prof. Semua ada aturannya, kan? Ayo, ikut mengantri dengan kami dulu."Melihat pemandangan itu, Vanessa langsung memalingkan muka.Dia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan diri.Doni dan Rendi sama-sama memperhatikan Vanessa sejak tadi. Mereka berdua telah melihat betapa antusiasnya Vanessa saat mengajukan pertanyaan kepada Prof Mavi, dan mereka juga memperhatikan sikap acuh tak acuh Prof Mavi terhadap Vaness

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 737

    Dani tentu saja juga menghadiri konferensi teknologi kali ini, begitu pun dengan Doni.Namun, mereka tiba sedikit lebih lambat daripada Clara dan yang lainnya.Tidak seperti Riko, hal pertama yang diperhatikan Dani saat memasuki tempat acara adalah Clara dan Dylan.Dia dan Clara kebetulan sudah lama tidak bertemu.Dia pun menghampiri Clara dan Dylan untuk menyapa mereka terlebih dahulu.Clara dan Dylan sedang dikelilingi banyak orang, mereka tetap menyapa Dani dengan sopan saat melihatnya.Dani sebenarnya ingin mengobrol lebih banyak dengan Clara, tetapi melihat keduanya tampak sedang serius berdiskusi dengan seseorang, maka dia pun tidak ingin mengganggu mereka lebih lama. Setelah menyapa beberapa kenalan lainnya, Dani pergi mencari Edward.Edward juga sedang berdiskusi tentang teknologi dan kerja sama dengan seseorang. Saat melihatnya, Edward tersenyum dan berkata, "Kau sudah sampai?"Dani menjawab singkat, "Iya." Ekspresi Vanessa acuh tak acuh, dia tidak mengatakan apa pun.Edward

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 736

    “Oh, jadi begitu rupanya.” Nada suara Rendi terdengar acuh tak acuh. “Terus, bagaimana dengan Pak Dylan? Apa dia nggak peduli?”“Dia nggak peduli sama sekali! Kudengar Pak Dylan sangat memanjakan pacarnya, apa pun yang dikatakan pacarnya selalu dia ikuti. Jadi, walaupun bos kami sudah mencoba rendah hati dan berusaha untuk berkomunikasi dengannya beberapa kali, tetap saja sia-sia.”“Oh ya?”Nada suara Rendi memang terdengar ambigu, tetapi sedikit senyum sarkas terselip di sudut bibirnya. Dia sama sekali tidak terkejut dengan hal itu. Lagipula, dia pernah bekerja di Morti Group dan sesekali masih saling menghubungi dengan rekan kerjanya dulu, jadi dia tahu Clara memang sudah lama memegang kendali di Morti Group....Di sisi lain.Riko menghampiri Clara dan Dylan, lalu memperkenalkan dirinya sendiri, “Halo Pak Dylan, Bu Clara, saya Riko Subagja, Presdir Subagja Group saat ini. Senang bisa bertemu dengan kalian.”Senyum Dylan sedikit memudar, tetapi dia tetap berjabatan tangan dengan Riko

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 735

    Begitu melihat mereka, wajah Rendi langsung menjadi dingin. Namun, sedetik kemudian dia memalingkan wajahnya seolah-olah tidak melihat mereka, lalu kembali mengobrol dengan Vanessa dan yang lainnya.Di saat yang bersamaan, Anggi dan kakaknya juga tiba bersama orang-orang dari perusahaan mereka.Merekalah yang pertama kali melihat Vanessa, Edward, dan rombongannya.Riko dan Edward sebenarnya sudah saling mengenal sejak lama, hanya saja mereka jarang berinteraksi dalam keseharian, dan sudah bertahun-tahun tidak bertemu.Sambil tersenyum, dia menyapa Edward, “Halo, Pak Edward, sudah lama nggak bertemu.”Edward membalasnya, “Ternyata Pak Riko, iya benar, sudah lama kita nggak bertemu.”Setelah menyapa Edward, tatapan Riko beralih ke Vanessa. Kilatan kekaguman seketika melintas di sorot matanya.Itu adalah pertama kalinya dia melihat Vanessa secara langsung.Riko pun menyapanya dengan sopan, “Ini pasti Bu Vanessa, ya? Halo.”Vanessa menjabat tangannya. “Halo.”Pada saat itu, seseorang berja

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 734

    Semua orang mulai berspekulasi bahwa partisipasi Prof Nian dalam acara penghargaan itu karena adanya Clara.Kalau tidak, mengapa Prof Nian yang hampir tidak pernah berpartisipasi dalam acara seperti itu sebelumnya, tiba-tiba saja bersedia hadir kali ini?[Sepertinya Prof Nian sangat menghargai Clara.][Tentu saja! Kudengar Prof Nian bahkan membimbingnya secara langsung.][Dengan memiliki pacar jenius seperti Dylan dan Prof Nian sebagai mentornya, astaga, betapa beruntungnya Clara. Dengan kombinasi yang luar biasa itu, nggak heran kalau Clara akan menerbitkan lebih banyak makalah ilmiah ke depannya.][Iya, aku sangat iri. Tapi ngomong-ngomong, aku selalu merasa aneh kenapa selalu Clara yang menerbitkan makalah? Kenapa Dylan nggak pernah kedengaran menerbitkan makalah juga? Padahal, Dylan yang muridnya Prof Nian.][Iya, benar, aku juga berpikir begitu. Sepertinya agak kurang masuk akal! Nggak mungkin kan karena Dylan sudah mencapai kesuksesan, jadi nggak perlu lagi menerbitkan makalah il

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 733

    Gading hanya sedang iseng karena merasa bosan, dia tidak menyangka Edward akan menjawab pertanyaannya itu.Namun, Edward ternyata menjawab: [Menurutmu apa?]Gading: [… Aku mana tahu.]Gading: [Justru karena aku nggak tahu, makanya aku tanya.]Dani sebenarnya juga sedikit penasaran tentang hal itu.Meskipun mereka sesekali menyebut-nyebut nama Clara secara pribadi, namun mereka jarang bertanya kepada Edward tentang perasaannya saat ini terhadap wanita itu.Beberapa tahun yang lalu, mereka semua tahu Edward tidak pernah menyukai Clara, tetapi selama dua tahun terakhir ini, setelah dipikirkan lagi, sikap Edward terhadap Clara sebenarnya telah berubah.Vanessa juga penasaran.Dani dan yang lainnya mungkin tidak tahu, tetapi dia tahu persis bahwa Edward akhir-akhir ini mulai sangat memperhatikan Clara. Meskipun perhatian Edward pada Clara berhenti setelah dia menyelamatkan pria itu terakhir kali, namun dia juga dapat merasakan bahwa Edward masih peduli padanya seperti dulu.Namun, mereka ja

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status