Home / Urban / Pembalasan Tuan Muda Terkuat / Bab 1529 - Peringkat Berkah Surga

Share

Bab 1529 - Peringkat Berkah Surga

Author: Rianoir
last update publish date: 2025-06-11 13:04:54
Meskipun Warren tidak banyak berhubungan dengan Ryan, dia memahami kepribadian pemuda itu.

Ryan adalah orang yang tidak takut pada apa pun. Dengan kepribadian seperti ini, dia pada dasarnya pasti akan menimbulkan masalah.

Warren tidak tahu apakah peringatannya akan berguna, tetapi dia harus mengatakannya terus terang.

Ryan mengangguk, senyum santai tersungging di bibirnya. "Tenang saja. Aku orang yang pendiam dan tidak suka membuat masalah."

Lancelot yang berdiri tak jauh dari situ langsung
Rianoir

Siang Semua (⁠ ⁠╹⁠▽⁠╹⁠ ⁠) ini bab pertama siang ini. Selamat membaca (⁠◠⁠‿⁠・⁠)⁠—⁠☆

| 71
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3999: Jejak Absolute Zero

    Sejak dilempar ke wilayah gurun bersama tamu pengawalnya, Marcus Celestedragon sebenarnya sudah nyaris putus asa.Malam harinya, mereka bertemu kelompok tawanan. Kalau tamu pengawalnya tidak mengorbankan diri untuk menahan mereka, Marcus pasti sudah tertangkap sejak lama.Setelah berhasil lolos, ia berjalan sendirian hampir satu jam. Setiap suara dari kejauhan membuat tubuhnya menegang karena takut bertemu tawanan lain.Karena itu, ketika melihat Clara dan Ryan, seluruh bebannya seperti terangkat. Lutut Marcus bahkan sempat melemas, dan ia terduduk di pasir sambil tertawa gugup.Clara lalu berbicara dengannya cukup lama.Dari cerita Marcus, Ryan mendapat satu informasi penting.Para tawanan di wilayah gurun tidak bergerak sendiri-sendiri. Mereka membentuk kelompok, saling berebut mangsa, dan memburu keturunan langsung Keluarga Celestedragon serta para pengawal yang menyertai mereka.Bagaimanapun, orang-orang yang dikurung di tempat ini dulunya merupakan musuh berbahaya Keluarga Celes

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3998: Dua Lawan Terakhir (II)

    Dua Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu itu menatap Ryan seolah sedang berhadapan dengan dewa kematian.Ryan mengangkat kepala. Senyum dingin tersungging di bibirnya.Kedua lawannya tahu melarikan diri tidak akan menyelesaikan apa pun. Mereka sudah melihat sendiri kecepatan Ryan ketika membantai para Kultivator Ranah Star Seed tadi.Keduanya saling pandang, lalu menyerang bersamaan.“Aku tidak mau membuang terlalu banyak energi spiritual.”Ryan sedikit membungkukkan tubuhnya.“Masih ada urusan penting yang harus kuselesaikan. Jadi, sudah waktunya mengakhiri ini!”Energi pedang langsung berputar di sekelilingnya.Salah satu lawan datang dari kiri dengan tombak berujung kait, sementara yang lain menyerang dari kanan menggunakan sepasang cakar besi.Ryan tidak menahan keduanya secara langsung.Tubuhnya mendadak lenyap dari tengah kepungan.Wush!Detik berikutnya,

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3997: Dua Lawan Terakhir

    Ryan tidak panik melihat para musuh yang menerjang. Napasnya tetap teratur, sementara Pedang Feralrot di tangannya tidak bergeser sedikit pun. Sebaliknya, sudut bibirnya justru terangkat. Inilah saat yang ia tunggu. “Teknik Pedang Pemenggal Langit!” Esensi pedang yang bengis langsung membungkus bilah Pedang Feralrot. Ryan mengibaskan tangan, lalu cahaya pedang menyapu ke arah para lawannya. Weng! Weng! Ruang seolah ikut bergetar. Badai pasir tersibak, membawa debu dan serpihan batu ke segala arah. Tekanan dari tebasan itu membuat udara di depan Ryan seperti dipotong menjadi dua. Clara Celestedragon terpaku. Tangannya yang masih menggenggam sisa pita merah muda terkulai di sisi tubuh. Seberapa kuat sebenarnya Dewa Pembantaian Pendragon? Apakah pemuda ini benar-benar hanya Kultivator Ranah Creation tingkat empat? Boom! Cahaya pedang menghantam salah seorang Kultivator Ranah Star Sealed tingkat satu. Tubuh orang itu langsung terbelah dari bahu kiri sampai pinggang kanan. Dua

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3996: Para Tawanan Gurun

    Suara Ryan langsung membangunkan Clara Celestedragon dari tidurnya. “Ada apa?” Clara buru-buru merangkak keluar dari ceruk batu tanpa sempat merapikan pakaiannya. Ryan sempat melihat tali gaunnya melorot dari bahu, lalu segera mengalihkan pandangan ke arah kegelapan. ‘Bukan waktunya.’ Dari kejauhan terdengar suara malas dan serak, seperti milik orang yang sudah bertahun-tahun jarang berbicara dengan manusia. “Sepertinya aku masih bisa bersenang-senang sebelum berburu lebih jauh.” Wush! Sebuah jarum beracun yang dibungkus daya hukum tiba-tiba melesat dari kegelapan. Ryan mendengus dingin. Pedang Feralrot bergerak dan memotong jarum itu menjadi dua. Namun serangan berikutnya langsung datang. Wush! Wush! Wush! Puluhan jarum beracun memancarkan cahaya tujuh warna dan menutup hampir seluruh ruang di depan mereka. Clara segera menggerakkan pita merah mudanya. Pita itu memanjang lalu melingkar membentuk perlindungan di sekitar dirinya dan Ryan. Ting! Ting! Ting! Jarum-jarum

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3995: Nyamuk Haus Darah (II)

    "Api Mistik, keluar!" Ryan memanggil Api Mistik dan menyelimuti Pedang Feralrot dengan kobaran panas. Ia menduga Nyamuk Haus Darah takut pada api, lalu mulai menebas berulang kali. Dugaannya benar. Setiap nyamuk yang menyentuh api langsung terbakar menjadi abu dengan bunyi mendesis. Sayangnya, jumlah mereka terlalu banyak. Meski Api Mistik efektif, kawanan hitam itu tetap memenuhi pandangan. "Teknik Pedang Pemenggal Langit!" Esensi pedang Ryan memadat di udara. Detik berikutnya, kekuatan pedang menyapu ke depan. Nyamuk Haus Darah yang menempel di tubuhnya langsung berubah menjadi kabut darah. Clara Celestedragon menatap pemandangan itu dengan perasaan rumit. Ryan bisa membunuh mereka dalam jumlah besar dengan satu serangan, sedangkan pita merah mudanya hanya sanggup meremukkan beberapa puluh ekor sekaligus. Namun Ryan tahu pertarungan ini tidak bisa diteruskan terlalu lama. Jumlah musuh terlalu besar. Ia segera melepaskan diri dari pusat kawanan lalu kembali ke sisi Cla

  • Pembalasan Tuan Muda Terkuat   Bab 3994: Nyamuk Haus Darah

    "Dewa Pembantaian Pendragon, kau mendengarkan aku atau tidak?" tanya Clara Celestedragon.Sejak memasuki alam rahasia, Clara merasa tingkah Ryan sedikit aneh. Ia tidak tahu apa penyebabnya, tetapi pemuda itu jelas terlihat berbeda dari para tamu pengawal lain.Lebih tepatnya, Ryan seperti sedang mencari sesuatu.Clara menggeleng lalu memanggilnya beberapa kali lagi sebelum Ryan akhirnya tersadar.Meski ikatannya dengan Luna sudah kembali tersambung, menemukan gadis itu di tengah gurun tanpa ujung tetap bukan perkara mudah. Untuk sementara, Ryan hanya bisa mengikuti petunjuk yang muncul sedikit demi sedikit."Kau bilang apa tadi?" tanyanya.Clara memutar bola mata. "Aku bilang kita ke timur dulu. Pengawal macam apa yang malah melamun di hari pertama?""Baiklah."Ryan tidak keberatan. Ia langsung mengikuti Clara bergerak ke arah timur.Sekitar satu jam kemudian, keduanya berhenti.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status